Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ketahanan sistem struktur bangunan terhadap angin studi kasus : Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, NTT Pradipto, Eugenius; Tristanto, Kartika
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v4i1.276

Abstract

Wae Rebo merupakan salah satu desa di Kabupaten Manggarai yang berada di ketinggian 1200 mdpl. Desa ini memiliki bangunan tradisional berbentuk kerucut dengan ketinggian lima belas meter yang dinamakan mbaru niang. Letaknya yang berada di ketinggian akan berpengaruh pada bangunan terhadap angin dimana semakin tinggi suatu tempat maka semakin besar kecepatan anginnya. Namun hingga saat ini mbaru niang masih berdiri dengan fungsi yang sama sebagai tempat tinggal sejak puluhan tahun. Keterbatasan teknologi saat itu membuat masyarakat Wae Rebo menggunakkan teknologi yang sederhana dalam membangun mbaru niang. Hal ini menjadikan bahasan yang menarik untuk diteliti, dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketahanan sistem struktur rumah tradisional mbaru niang yang dibangun oleh masyarakat Wae Rebo terhadap angin. Dan kondisi tersebut menjadikan masalah terhadap konstruksi bangunan yang berada di ketinggian. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif rasionalistik dengan memperoleh data studi literatur dari berbagai jurnal, selain itu juga peneliti melakukan wawancara guna mencocokan data. Hasil dari penelitian ini ditemukan penggunaan sistem struktur bangunan di mbaru niang terhadap angin dapat dikatakan tepat guna, dimana bangunan ini juga memiliki struktur yang terpisah didalamnya. Serta adanya sistem struktur sendi dan jepit sehingga dapat meminimalkan goyangan dari terpaan angin, sistem tersebut diperkuat lagi dengan dengan teknik kunci dari sistem ikat yang membuat setiap sambungan lebih fleksibel.
Pemilihan Rute Tol dan Non-Tol Menggunakan Metode Stated Preference: Studi Kasus Koridor Malang-Surabaya Sari, Chalsi Mala; Kore, Desri M. Hale; Devedo, M. Gaharu Dida; Tristanto, Kartika; Supriyanto, Muhammad Ibadurrahman Arrasyid
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i2.986

Abstract

The development of toll roads in the Malang-Surabaya corridor has transformed travel patterns and provided route alternatives for road users. This study analyzes factors influencing route choice decisions between toll and non-toll roads using the Stated Preference (SP) method. A survey was conducted on 103 respondents using experimental design involving three main attributes: travel cost difference (IDR 15,000-45,000), travel time difference (15-45 minutes), and travel distance difference (3-9 km). The analysis results show that travel cost and travel time significantly influence route choice with excellent model fit (R² = 0.724), while travel distance has minimal effect (R² = 0.089). The utility model produces a Value of Time of IDR 44,045 per hour with preference equilibrium points at cost difference of IDR 22,340 or time difference of 18.9 minutes. Segmentation analysis reveals significant preference heterogeneity where private car users show 66% toll preference compared to motorcycle users at only 14%. Business travelers demonstrate higher toll preference (36%) compared to non-business travelers (64%). The model achieves 95.7% prediction accuracy and can be applied for dynamic pricing strategies, traffic distribution forecasting, and optimal toll tariff policy evaluation for efficient transportation planning in similar corridors.
Community Empowerment in the Preparation of Coastal Area Masterplans in Bontang Utara District: Pendampingan Penyusunan Masterplan Kawasan Pesisir di Kecamatan Bontang Utara Utomo, Pandu K.; Sari, Dharwati P.; Nopianti, Putri; Tristanto, Kartika; Awinuwu M, Agel
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 4 (2025): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/v2i4.158164

Abstract

The problem of slum settlements is one of the issues in the coastal areas of densely populated residential areas in Bontang City. The preparation of a masterplan for the coastal area of North Bontang District is very important to prevent the expansion of slum areas in this district. This community service activity was carried out to assist policy makers in the preparation of the master plan. The PkM team provided assistance in the preparation of this master plan by providing insights and knowledge according to the competencies of the team members. Stakeholder involvement was very significant in this activity. The results of this mentoring activity were a very high level of participation and produced a master plan report that strongly supports the Bontang City Government program.
Adaptasi Konsep Tata Massa Arsitektur Tradisional Sasak pada Resort di Gili Trawangan Tristanto, Kartika; Nopianti, Putri; Sari, Chalsi Mala
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 6, No 2 (2025): Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2025.v6i2.7970

Abstract

Kearifan lokal dalam arsitektur tradisional Suku Sasak memiliki nilai filosofis yang mendalam dalam penataan ruang permukiman. Penelitian ini mengkaji penerapan tata massa ruang arsitektur Sasak pada tata massa resort di kawasan wisata Gili Trawangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif, penelitia menganalisis empat resort (Aston Sunset Beach Resort, Santorini Beach Resort, Gili One Resort, dan Jambuluwuk Oceano Resort) untuk memahami implementasi dan adaptasi tradisional Sasak dalam konteks pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan penerapan arsitektur tradisional terjadi secara selektif dan adaptif berdasarkan viabilitas komersial dan kendala geografis. Konsep hierarki berbasis aktivitas berhasil diadaptasi dengan mempertahankan fasilitas publik sebagai focal point. Ruang tengah (berugaq) bertransformasi dari bangunan sakral-komunal menjadi ruang rekreatif (kolam renang dan taman) namun tetap mempertahankan fungsi pengikat sosial. Sementara itu, orientasi kosmologis mengalami modifikasi signifikan, bergeser dari orientasi sakral Timur-Barat yang tidak membelakangi Gunung Rinjani menjadi orientasi view laut untuk daya tarik komersial. Pola tata massa tradisional bertransformasi dari grid menjadi konfigurasi linear menyesuaikan topografi pantai.Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman adaptasi warisan arsitektur dan memberikan panduan praktis pengembangan pariwisata yang menyeimbangkan pelestarian budaya dengan kebutuhan komersial