Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN POTENSI EKOWISATA DI DESA SUDAJI SEBAGAI DESA WISATA I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5973

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata di Desa Sudaji yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik ekowisata. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan wawancara bertahap. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskritif kualitatif dimana data yang diperoleh akan dianalisa dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Potensi wisata di Desa Sudaji yang dapat dikembangkan menjadi ekowisata adalah potensi alam, manusia, dan budaya. Kajian Potensi ekowisata berdasarkan analisis SWOT yaitu : a). Kekuatan yang cukup besar berupa potensi alam, potensi manusia dan kebudayaan yang beranekaragam. b). Kelemahan potensi wisata Desa Sudaji yaitu Potensi alam : Beberapa sarana belum mendukung, karakteristik alam di Desa Sudaji pada musim hujan. Potensi Manusia : Sumber tenaga kerja sebagai local guide, ketrampilan masyarakat seadanya. Potensi Budaya : Belum optimalnya kemampuan pengelolaan atraksi seni dan budaya, belum efektifnya networking diantara para pengelola atraksi seni dan budaya daerah. c). Peluang potensi wisata Desa Sudaji. Potensi alam: Adanya perubahan trend pariwisata, wisatawan lebih menikmati dan menghargai panorama alam pedesaan. Potensi manusia : Meningkatkan kapasitas bagi pengelola dan pemandu wisata, meningkatnya hubungan kerjasama dengan pelaku wisata. Potensi Budaya : Desa Sudaji beberapa kali ditunjuk dalam pesta Kesenian Bali, kecendrungan wisatawan Eropa terhadap pariwisata budaya. d). Ancaman yang dapat merusak potensi ekowisata di Desa Sudaji. Potensi Alam : Sampah, penebangan pohon, penggunaan air. Potensi Manusia : Sulitnya lapangan pekerjaan, semakin berkurangnya nilai budaya setiap individu. Potensi Budaya : Masuknya budaya modern, dan akulturasi budaya Kata Kunci : potensi ekowisata, kajian potensi ekowisata. This qualitative research aimed at finding out the tourist potential in Sudaji village that could be developed as ecotourism attraction. The methods used in collecting the data were gradual interview and observation. The data was analyzed descriptive qualitatively in which the data then analyzed by using SWOT analysis. The result of this study showed that the tourist potential in Sudaji village that could be developed as ecotourism were natural potential, human being, and culture. This study was based on SWOT analysis involved; a) the strengths in terms of natural potential, human potential, and cultures; b) the weaknesses of tourist potential in Sudaji village were natural potential; any unsupported facilities, the natural characteristic in Sudaji village on rainy season. Human potential; labor resources as local guide, sober people skills. Cultural potential; the capabilities art and culture attraction management were not optimize yet, the networking among managers of local art and culture attractions was not effective; c) the tourist potential opportunities of Sudaji village. Natural potential; any changes in tourism trend, the tourists were more enjoying and interesting on countryside natural panorama. Human potential; increasing the capacity of managers and tourist guides, increasing the partnership within tourism stakeholders. Cultural potential; the Sudaji village several time designated in Bali art festival show, the European tourists tendency toward cultural tourism; d) threats that could undermine the potential of ecotourism in Sudaji village. Natural potential; garbage, tree felling, water usage. Human potential; difficulties in finding a job, decreasing value of each individual culture. Cultural potential; the entry of modern culture and acculturation. keyword : potential of ecotourism, potential of ecotourism study
UJI SELERA DODOL TERONG BELANDA (TAMARILLO) DILIHAT DARI RASA, TEKSTUR, DAN WARNA Komang Ratna Dewi .; Dra. Damiati, M.Kes .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selera masyarakat terhadap dodol terong belanda, dilihat dari aspek rasa, tekstur, dan warna. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Dodol terong belanda diuji selera oleh 50 orang panelis konsumen yang diambil dari masyarakat umum Desa Selat Pandan Banten yang dilihat dari aspek rasa, tekstur dan warna. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar uji selera. Selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) selera masyarakat terhadap dodol terong belanda ditinjau dari segi rasa dengan perolehan persentase 82% (41 orang) berada pada kategori suka dan 18% (9 orang) berada pada kategori tidak suka. Dilihat dari segi tekstur dengan perolehan persentase 78% (39 orang) berada pada kategori suka dan 22% (11 orang) berada pada kategori tidak suka, sedangkan dilihat dari segi warna 98% (49 orang) berada pada kategori suka dan 2% (1 orang) berada pada kategori tidak suka. Kata Kunci : Terong belanda, Dodol, Selera This study aims to determine the tastes of society to dodol tamarillo, seen from the aspect of flavor, texture, and color.This research is an experimental research and data collection techniques were used that method of observation. Dodo tamarillo taste tested by a consumer panel of 50 people drawn from the general public Desa Pandan Banten Strait as seen from the aspect of flavor, texture and color. Data collection instruments used are taste test sheet. Then analyzed using quantitative descriptive analysis . The results showed (1) the public taste toward dodol tamarillo in terms of flavor with the acquisition of the percentage of 82% ( 41 people ) are in the category of love and 18 % ( 9 people ) are in the category of dislike . In terms of texture with the acquisition of the percentage of 78 % ( 39 people ) are in the category of love and 22 % ( 11 people ) are in the category do not like , whereas in terms of color of 98 % ( 49 people ) are in the category of love and 2 % ( 1 people ) are in the category of dislike . keyword : tamarillo , Dodol , Tastes
REINVENTARISASI MAKANAN TRADISIONAL KHAS KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI KULINER BALI Sima Pradnyani Made .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makanan tradisional khas Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng meliputi makanan pokok, hidangan lauk pauk, hidangan sayuran, jajanan dan minuman yang disajikan sehari-hari. Jenis penelitian ini yaitu survei dan berlokasi di Kecamatan Banjar. Teknik pemilihan informan yaitu (1) Purposive Sampling dan (2) Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi dan (2) wawancara, sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makanan tradisional khas Kecamatan Banjar yaitu (1) makanan pokok meliputi nasi kepel, entip tepeng, tipat base dodok, nasi moran don sawi, (2) hidangan lauk pauk meliputi sager, bandut, pejo, tum pusuh, lawar bateg, serapah base dodok, be anyar megoreng, pencok mekuah, sate nyuh megoreng, be gerang suna cekuh, be pindang mekuah, abon sudang, pesan be seleh, pesan tain lengis, bergedel kare, (3) hidangan sayuran meliputi jukut slaket, jukut undis bayadan, jukut komak, jukut rerantugan, sawi suna cekuh, jukut lanjang, jukut don kacang, jukut kare gedembleng, jukut don bawang, jukut kacang batuan, urab bengkel, gonde base uyah tabia, jukut cucutan, seban, jukut waluh kuning, paye megoreng, jukut don kayumanis, (4) jajanan meliputi katulampe, klaudan sawi, kolak beluluk, jaja kekulub, jaja tumpi, jaja sawi, bubuh putih, jaja kekupe, apem keladi, kolak sukun, jaja keladi, senggauk maurab, jaja laklak megula tengah, jaja sirat, (5) minuman meliput, terup, kopi pait misi kerikan gula, tuak nyem, es bijik, es gula, jus anggur hitam, loloh rajatangi, loloh kakap isen. Kata Kunci : Reinventarisasi, Makanan Tradisional, Banjar This study aimed to describe the traditional food Banjar District, Buleleng Regency include main dish, side dish, vegetable dish, snacks and beverages are served daily. This type of research is a survey and is located in the District of Banjar. Informant selection techniques is (1) Purposive sampling and (2) Accidental Sampling. Data collection techniques with methods (1) observation and (2) the interview, while the instrument used in this study is (1) observation and (2) an interview guide. Analysis of data using qualitative descriptive technique. These results indicate that the traditional food Banjar District, that is (1) main dish are nasi kepel, entip tepeng, tipat base dodok, nasi moran don sawi, (2) side dish are sager, bandut, pejo, tum pusuh, lawar bateg, serapah base dodok, be anyar megoreng, pencok mekuah, sate nyuh megoreng, be gerang suna cekuh, be pindang mekuah, abon sudang, pesan be seleh, pesan tain lengis, bergedel kare, (3) a vegetable dish are jukut slaket, jukut undis bayadan, jukut komak, jukut rerantugan, sawi suna cekuh, jukut lanjang, jukut don kacang, jukut kare gedembleng, jukut don bawang, jukut kacang batuan, urab bengkel, gonde base uyah tabia, jukut cucutan, seban, jukut waluh kuning, paye megoreng, jukut don kayumanis, (4) snacks are katulampe, klaudan sawi, kolak beluluk, jaja kekulub, jaja tumpi, jaja sawi, bubuh putih, jaja kekupe, apem keladi, kolak sukun, jaja keladi, senggauk maurab, jaja laklak megula tengah, jaja sirat, (5) beverages are terup, kopi pait misi kerikan gula, tuak nyem, es bijik, es gula, jus anggur hitam, loloh rajatangi, loloh kakap isen. keyword : Inventory, Traditional Food, Banjar
Reinventarisasi Makanan Tradisional Khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Sebagai Upaya Pelestarian Seni Kuliner Bali Geck Indah Pradnyawati .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey, dengan menerapkan metode purposive sampling dalam menentukan lokasi penelitian dan menerapkan metode purposive sampling, accidental sampling dan snowball sampling dalam menentukan informan. Penelitian reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini menunjukkan, 1) makanan pokok meliputi nasi tulen, nasi moran jagung sela sawi, nasi cacah jagung, nasi moran sela sawi, nasi moran keladi, dan nasi moran sela bun, 2) lauk pauk meliputi pesan be mengida, be mengida megoreng, pesan be tuna sambel bongkot, lawar klungah udang galah, sate be pasih goreng, rawon kebo, sate kebo, sabrang, sate nyuh, urap gerang, srondeng, bandut, kekomoh, serapah kebo, abon kebo, lawar kebo, dan timbungan lindung, 3) sayuran meliputi don sela basa sereh, lawar don sela, jukut sawi sambel nyuh, jukut papah keladi mekuah, jukut don papasan, jukut paku kacang jongkok, jukut kekara, dan urap kekara, 4) jajanan meliputi bulung, ketan menyahnyah/empuk, jaja karud, jaja orog-orog, jaja tining, dan sumping sela, 5) minuman meliputi loloh gamongan+yeh kuud, loloh don blimbing wuluh+klungah, pule, loloh paye gamongan, teh gaharu, dan jamu don sirsak, 6) sambal meliputi sambal lublub dan sambal gerang kecarum dan 7) amikan atau makanan pelengkap meliputi kerupuk kebo, kerupuk coklat dan keripik keladi. Dengan reinventarisasi makanan tradisional khas Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam upaya pelestarian seni kuliner Bali.Kata Kunci : reinventarisasi, makanan tradisional khas, seririt. This research intend to determine the inventory of traditional food district of Seririt, Buleleng regency. The method used in this research is survey research, by applying the purposive sampling method in determining the location of research and applying the purposive sampling method, accidental sampling and snowball sampling in determining the informant. The results obtained in the study of traditional food inventory district of Seririt, Buleleng regency are 1) staple foods are nasi tulen, nasi moran jagung sela sawi, nasi cacah jagung, nasi moran sela sawi, nasi moran keladi, and nasi moran sela bun, 2) side dishs are pesan be mengida, be mengida megoreng, pesan be tuna sambel bongkot, lawar klungah udang galah, sate be pasih goreng, rawon kebo, sate kebo, sabrang, sate nyuh, urap gerang, srondeng, bandut, kekomoh, serapah kebo, abon kebo, lawar kebo, and timbungan lindung, 3) vegetables are don sela basa sereh, lawar don sela, jukut sawi sambel nyuh, jukut papah keladi mekuah, jukut don papasan, jukut paku kacang jongkok, jukut kekara, and urap kekara, 4) snacks are bulung, ketan menyahnyah/empuk, jaja karud, jaja orog-orog, jaja tining, dan sumping sela, and 5) the drinks are loloh gamongan+yeh kuud, loloh don blimbing wuluh+klungah, pule, loloh paye gamongan, teh gaharu, and jamu don sirsak, 6) sauce are sambal lublub and sambal gerang kecarum and 7) amikan or side dish are kerupuk kebo, kerupuk coklat and keripik keladi. With an inventory of traditional food District of Seririt Buleleng regency is expected to contribute in the efforts to conserve the culinary arts of Bali.keyword : inventory, traditional food, seririt
UJI KUALITAS ROLL CAKE TEPUNG KETAN HITAM Venny Arista .; Dra. Damiati, M.Kes .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6640

Abstract

Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Roll Cake tepung ketan hitam dengan bahan utama tepung ketan hitam sebesar 100% dilihat dari; (1) aspek warna. (2) aspek tekstur. Dan (3) aspek rasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan yaitu ; baik, cukup dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis terlatih diantaranya; 4 orang dosen jurusan PKK (Tata Boga) UNDIKSHA, 13 orang guru SMK N 2 Singaraja, 3 orang guru SMK Triatmajaya dan 5 orang SMK N 1 Seririt. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) Kualitas Roll Cake tepung ketan hitam dengan 100% tepung ketan hitam dilihat dari aspek warna berada dalam kategori baik (2,88) sesuai dengan tolak ukur yaitu berwarna abu-abu gelap. (2) kualitas Roll Cake tepung ketan hitam dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik (2,48) sesuai dengan tolak ukur yaitu lembut. (3) Kualitas Roll Cake tepung ketan hitam dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik (2,92) sesuai dengan tolak ukur yaitu manis. Kata Kunci : ketan hitam, kualitas, Roll Cake The purpose of this study aims to determine the quality of black rice flour Roll Cake with the main ingredient of black glutinous rice flour by 100% in terms of; (1) aspects of color. (2) aspects of texture. And (3) aspects of flavor. Data collection method used in this research is the method of observation. Instruments used in this research that hedonic quality test sheets with three levels, namely; good, sufficient and less. Panelists in this study is a trained panelists consisting of 25 trained panelists including; 4 lecturer PKK (Culinary Art) UNDIKSHA, 13 teachers from SMK N 2 Singaraja, 3 teachers at Triatmajaya SMK and 5 SMK N 1 Seririt. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. The results showed (1) Quality Roll Cake flour 100% black rice with black sticky rice flour from the aspect of color are in good category (2.88) in accordance with a benchmark that is colored dark gray. (2) Roll Cake flour quality black rice viewed from the aspect of texture are in either category (2.48) in accordance with a benchmark that is soft. (3) Quality Roll Cake black glutinous rice flour from the aspect of a sense of being in either category (2.92) in accordance with a benchmark that’s sweet. keyword : black rice , quality, Roll Cake
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA AMBENGAN I Wayan Sudarma .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui potensi wisata di Desa Ambengan dan 2) mengetahui strategi yang tepat dalam pengembangan Desa Ambengan sebagai desa wisata. Potensi wisata tersebut meliputi potensi fisik dan potensi non fisik. Strategi pengembangan desa wisata di susun berdasarkan analisis SWOT. Informan ditentukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui, (1) pengumpulan data primer di lapangan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dan (2) pengumpulan data sekunder dengan menggunakan metode studi dokumen. Data dianalisis dengan (1) reduksi data, (2) display, dan (3) verifikasi. Hasil penelitian ini (1) Potensi wisata yang ada di Desa Ambengan yang meliputi potensi fisik yaitu; keadaan geografis, panorama alam, air terjun, kesenian, kerajinan, keragaman flora dan fauna. Sedangkan potensi non fisik yaitu; kelembagaan, keramahtamahan dan adat istiadat. (2) Strategi pengembangan desa wisata Ambengan sebagai berikut; (a) Strategi SO: meningkatkan kualitas produk Desa wisata Ambengan, menggali potensi alam Desa Ambengan dan mempertahankan sistem subak sebagai warisan budaya, (b) Strategi WO: melengkapi fasilitas dan infrastruktur kepariwisataan, meningkatkan sarana dan prasarana jalan, mengadakan promosi dan kerja sama dengan pelaku jasa pariwisata dan mendirikan Tourism Information Center, (c) Strategi ST: bekerjasama dengan menjalin kemitraan bisnis antara stakeholder pariwisata baik tingkat regional maupun internasional, meningkatkan keamanan lingkungan dengan menjalin kerjasama dengan kepolisian daerah setempat dan menciptakan image yang baik dengan memperdayakan lembaga keamanan masyarakat setempat, (d) Strategi WT: memberikan pelatihan berupa kursus-kursus, memberikan penyuluhan mengenai sadar wisata dan meningkatkan kerjasama dengan Lembaga-lembaga pelatihan pariwisata.Kata Kunci : analisis SWOT, desa wisata, potensi wisata, starategi pengembangan This study aims to 1) determine the potential of tourism in the village Ambengan and 2) determine the appropriate strategy in the development of the village as a tourist village Ambengan. The tourism potential include the potential for physical and non-physical potential. Strategy development of rural tourism in stacking based on SWOT analysis. The informant was determined by purposive sampling. Data collected through (1) the collection of primary data in the field using the method of observation and interviews and (2) secondary data collection using document study. Data were analyzed with (1) data reduction, (2) display, and (3) verification. The results of this study (1) The potential of tourism in the Ambengan village which includes physical potential, namely; geographical location, natural landscapes, waterfalls, arts, crafts, diversity of flora and fauna. While the potential of non-physical, namely; institutional, hospitality and customs. (2) rural tourism development strategy Ambengan as follows; (a) Strategy SO: improve product quality tourist village Ambengan, explore the potential of nature Village Ambengan and maintain a system of Subak as a cultural heritage, (b) Strategies WO: complete the facilities and infrastructure of tourism, improve infrastructure to the road, having a promotion and cooperation with perpetrators of tourism services and set up a tourism Information Center, (c) Strategy ST: working with a business partnership between tourism stakeholders both regional and international levels, improve the security environment by working with the police local area and create a good image to hoodwink security agencies of local communities, (d) WT Strategies: provide training in the form of courses, provide counseling on tourism awareness and improve cooperation with tourism training institutionskeyword : SWOT analysis, tourist villages, tourist potential, development starategi
STUDI EKSPERIMEN PENGOLAHAN TEPUNG BUAH GAYAM MENJADI MUFFIN Sri Wahyudiani .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas muffin tepung buah gayam dengan bahan utama tepung buah gayam dilihat dari aspek warna, aspek rasa dan aspek tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan yaitu: baik, cukup, dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis diantaranya, 4 orang dosen jurusan PKK (Tata Boga) UNDIKSHA, 12 orang guru SMK N 2 Singaraja, 4 orang guru SMK Triatmajaya, 5 orang guru SMK N 1 Seririt. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan kualitas muffin tepung buah gayam dengan menggunakan bahan utama tepung buah gayam dilihat dari aspek warna berada dalam katagori baik (3,00) sesuai dengan tolak ukur yaitu coklat muda, kualitas muffin tepung buah gayam dilihat dari aspek rasa berada dalam katagori baik (2,92) sesuai dengan tolak ukur yaitu manis dan terasa khas gayam, kualitas muffin tepung buah gayam dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik (2,76) sesuai dengan tolak ukur yaitu beremah. Kata Kunci : Kualitas, Muffin, Tepung Buah Gayam. This study aims to determine the quality of the gayam flour fruit muffin the main ingredients flour gayam fruit viewed from the color, taste and texture aspects. Data collection methods used in this research is the method of observation. The instrument used in this study is the form of sheet quality test hedonic with three levels, namely good, sufficient and less. Panellists in this study is a panelist trained composed and 25 panelists, they are 4 lecturer in PKK (Catering) UNDIKSHA, 12 teachers in SMK N 2 Singaraja, 4 teachers in SMK Triatmajaya, 5 teachers in SMK N 1 Seririt. Data were analyzed using descriptive techniques of quantitative. Research shows the quality gayam flour fruit muffin the using main ingredients flour fruit gayam seen from the aspect of color are in the category of good (3,00) according to the measures brown, quality gayam flour fruit muffin from the aspect of being in the category of good taste (2.92) according to the indicator of sweet and tasted typical gayam, the quality of the fruit muffin gayam be seen from the aspect of texture in both categories (2.76) in according to the measures beremah. keyword : Quality, Muffin, Gayam Flour Fruit.
EKSISTENSI HIDANGAN BALI SEBAGAI MENU UNGGULAN DI INDUSTRI PERHOTELAN KAWASAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Kadek Sulistri .; Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd .; Dra. Damiati, M.Kes .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan eksistensi hidangan pokok sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (2) eksistensi hidangan sampingan sebagai menu unggulan dilihat dari jenis hidangan, alat pengolahan, teknik pengolahan, bahan yang digunakan, teknik penyajian dan alat penyajian yang ada di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali, (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali. Jenis penelitian ini yaitu survei dan berlokasi di kawasan Gerokgak. Teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara, instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan panduan wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hidangan Bali disajikan sebagai menu unggulan di industri perhotelan kawasan Gerokgak, Buleleng, Bali yaitu (1) hidangan pokok meliputi nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ulek (2) hidangan sampingan meliputi klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) upaya peningkatan eksistensi hidangan Bali sebagai menu unggulan meliputi cooking class, hidangan Bali pada acara buffet. Bumbu dalam hidangan Bali identik sepek dan pedas sedangkan di industri perhotelan bumbu dikurangi menyesuaikan lidah wisatawan, alat dan teknik pengolahan hidangan Bali di industri perhotelan sudah modern, teknik penyajiannya masih identik dengan tradisional Bali dan menggunakan kombinasi tradisional dengan modern sesuai kreasi masing-masing hotel.Kata Kunci : Eksistensi, Hidangan Bali, Kawasan Gerokgak The aim of this research were (1) describe the existence of main dishes as the best menu seen from the kind of dishes, processing techniquest menu seen from the kind of dishes, the processing techniques, the materials used, and presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (2) the existence of side dishes as the best menu seen from the kind of dishes the processing techniques, the materials used, presentation tools in the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu the hospitality industry Gerokgak region, Buleleng, Bali. The kind of this research is survey and located in Gerokgak region. The election of informant techniques was purposive sampling. Data collecting techniques was observation methods and interview, observation sheet and interview guide was used as research instrument. Data analysis used descriptive qualitative techniques. The result this research showing that the Balinese foods are serving as the main menu in tourism industry at Gerokgak, Buleleng, Bali such as (1) main dish nasi raja layang (nasi campur), nasi kampung pejarakan, Balinise riztjafles,nasi goreng Bali, jukut be pasih, sate ayam, urab, serombotan, jejeruk, sate lilit, babi guling, sambel tomat, sambel matah, sambel ule, 2) dissert klepon, jajanan Bali, dadar gulung (3) the effort in increasing the existence of Bali dishes as the best menu in cooking class, using Balinese food dish in buffet. The flavor in Balinese spicy while toursm in the hospitality industry, processing techniques Balinese dishes in the industry is already modern, with traditional Balinese and use a combination of the modern in accordance creations of each hotel.keyword : existence, Balinese dishes, Gerokgak region
STUDI EKSPERIMEN TEPUNG KULIT SINGKONG MENJADI KUE KERING PUTRI SALJU Gusti Ayu Dwi Indrasari .; Dra. Damiati, M.Kes .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9889

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue kering putri salju tepung kulit singkong dengan perbandingan 50% tepung kulit singkong dan 50% tepung terigu dilihat dari aspek tekstur, rasa, dan aroma. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas kue kering putri salju tepung kulit singkong dilihat dari aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,92 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur, aspek rasa dengan skor rata-rata 2,84 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur, dan aspek aroma dengan skor rata-rata 2,88 berada kategori baik sesuai dengan tolak ukur.Kata Kunci : kualitas, kue kering putri salju, tepung kulit singkong. Abstract This experimental study aims to determine the quality of the cookies Putri Salju flour cassava peel’s with 50% cassava peel’s flour and 50% of wheat flour from the aspects of texture, flavor, and aroma. Data collection methods used in this research is the method of observation using the form sheet organoleptic test instrument with three levels, namely good, enough, lacking. Panelists in this study is a trained panelists consisting of 25 panelists. Data analysis techniques used quantitative descriptive techniques. The results showed the quality of the cookies Putri Salju flour cassava peel’s from the aspects of texture with an average score of 2.92 are in good category in accordance with the benchmarks, aspects of flavor with an average score of 2.84 are in good category according to benchmarks and aspects aroma with an average score of 2.88 was good category in accordance with the benchmark.keyword : quality, cookies Putri Salju, peel’s cassava flour
Studi Eksperimen Pengolahan Kue Kering Semprit Berbahan Baku Tepung Kulit Pisang Kepok Ni Luh Ayu Novitasari .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9893

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas kue kering semprit tepung kulit pisang kepok dengan perbandingan 50% tepung kulit pisang kepok dan 50% tepung terigu dilihat dari aspek tekstur, rasa, dan aroma. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) kualitas kue kering semprit tepung kulit pisang kepok dengan perbandingan 50% tepung kulit pisang kepok dan 50% tepung terigu dilihat dari tekstur dengan skor rata-rata sebesar 2,96 berada pada kategori baik, rasa dengan skor rata-rata sebesar 2,96 berada pada kategori baik, dan aroma dengan skor rata-rata sebesar 2,56 berada pada kategori baik. Kata Kunci : kualitas, kue kering semprit, tepung kulit pisang kapok ABSTRACT The aimed of this study is to determine (1) the quality of cookies Semprit made by Kapok banana peel’s flour with a ratio of 50% Kapok banana peel’s flour and 50% wheat flour. The quality was seen from the aspects of texture, taste, and flavor. Furthermore, this study used observation methods to collect the data and organoleptic testing was used as the instrument of this study. The organoleptic testing consists of three levels, namely good, average, and lack. The judgments of this study are an expert of this matter, which are consists of 25 judges. Then, the data obtained was analyzed by quantitative descriptive techniques. The results showed that (1) the quality of cookies made by Kapok banana peel’s flour with a ratio of 50% Kapok banana peel’s flour and 50% wheat flour viewed from the aspect of texture the average score was 2,96. It was in good category. Furthermore, from the aspect of taste, the average score was 2,96. It was in good category. Then, from the aspect of flavor, the average score was 2,56. It was also in good category.keyword : Quality, Cookies Semprit, Kapok Banana Peel’s Flour
Co-Authors ., Aditya Darmawan ., DESAK PUTU NITA APSARI ., Gede Addy Putra Gunawan ., Gusti Ayu Dwi Indrasari ., Hanifa Firdaus ., I Putu Angganata ., I Putu Oka Januarta ., Ida Ayu Satya Dwikandana ., Ida Ayu Sinta Devi ., Juliandanu H.a ., Kadek Desi Ariati ., Kadek Diah Dharmiasih ., Kadek Sulistri ., Kd Yudi Aris Pratama ., KETUT SUYASA ., Komang Budiarsih ., Komang Eva Suryastini ., Komang Suki Wiriani ., Luh Ari Muliani ., Luh Desi Widiantini ., Luh Devi Andari ., MADE WIRA LEGA SAPUTRA ., Made Yogi Andwika Pangestu ., Mittela Shelly k ., Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa ., Ni Kadek Sri Wahyuni ., Ni Putu Erni Widia Astuti ., Ni Putu Mas Yudayani ., Pt Wahyu Manik Fransiska ., Sri Wahyudiani ., Winda Harmoni Ni Putu Aditya Darmawan . Amira Anindita Rafi'i Angkih, Juliandanu Hadimashari Apsari, Desak Putu Nita Bestari Dwi Andrini . Budi Utomo Budi Utomo BUDI UTOMO . Budi Utomo ., Budi Utomo Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Cokorda Istri Raka Marsiti Danna Aditry Wijaya Desak Nyoman Kartika Dewi Desak Nyoman Kartika Dewi . Desak Putu Nita Apsari DESAK PUTU NITA APSARI . Devi, Ida Ayu Sinta Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari . Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari ., Dewa Ayu Putu Putri Pramitha Sari Dewi, Desak Nyoman Kartika Divani, Putu Tresya Dwikandana, Ida Ayu Satya EKA OKTAVIANTARI . Febrianto, Muh. Fransiska, Putu Wahyu Manik Geck Indah Pradnyawati . Geck Indah Pradnyawati ., Geck Indah Pradnyawati Gede Addy Putra Gunawan . Gilang Ramadan . Gusti Ayu Dwi Indrasari . Hanifa Firdaus . I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi . I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi ., I Gusti Nyoman Taurus Cahayadi I Nyoman Sujana I Putu Angganata . I Putu Oka Januarta I Putu Oka Januarta . I Wayan Suastra I Wayan Sudarma . Ida Ayu Putu Hemy Ekayani Ida Ayu Satya Dwikandana Ida Ayu Satya Dwikandana . Ida Ayu Sinta Devi Ida Ayu Sinta Devi . Ida Bagus Putu Arnyana Josi, Noviolita Elvina Juliandanu H.a . Juliandanu Hadimashari Angkih Kadek Dedi Ariawan Kadek Desi Ariati . Kadek Diah Dharmiasih . Kadek Sulistri . Kd Yudi Aris Pratama . KETUT SUYASA . Komang Aristi . Komang Budiarsih . Komang Eva Suryastini Komang Eva Suryastini . Komang Ratna Dewi . Komang Ratna Dewi ., Komang Ratna Dewi Komang Suki Wiriani . Kusnul Khotimah . Lalu Nanang Supriadi . Luh Ari Muliani . Luh Desi Widiantini . Luh Devi Andari . Luh Masdarini Luh Surianis . Made Wira Lega Saputra MADE WIRA LEGA SAPUTRA . Made Yogi Andwika Pangestu . Made Yogi Perdana Putra . Mittela Shelly k . Muh. Febrianto Ni Desak Made Sri Adnyawati Ni Kadek Aryan Tunjung Birawa . Ni Kadek Sri Wahyuni . Ni Kadek Sudiarti . Ni Kadek Sudiarti ., Ni Kadek Sudiarti Ni Ketut Susilawati Ni Komang Inparniawati . Ni Luh Ayu Novitasari . Ni Made Suriani Ni Made Tuari . Ni Made Wiratini Ni Putu Anna Saputri . Ni Putu Eka Oktaviantari Ni Putu Erni Widia Astuti . Ni Putu Mas Yudayani Ni Putu Mas Yudayani . Ni Putu Widya Arsani . Ni Putu Yulita Astira Eka Putri Ni Wayan Sukerti Nyoman Putriani . Nyoman Restu . Pt Wahyu Manik Fransiska . Putu Ayu Sulistri Artini . Putu Indah Rahmawati Putu Rahayu Puspayanti . Putu Sumertayasa . Putu Wahyu Manik Fransiska Risa Panti Ariani Rohman, Fikih Fathul Saputra, Made Wira Lega Sima Pradnyani Made . Sima Pradnyani Made ., Sima Pradnyani Made SITI MARYAM Siti Maryam Sri Wahyudiani . Suryastini, Komang Eva Venny Arista . Venny Arista ., Venny Arista Winda Harmoni Ni Putu . Yudayani, Ni Putu Mas