Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERAN POLIMER SUPER ABSORBEN PADA POPOK BAYI DALAM MENGONTROL KELEMBABAN TANAH Nurfika Ramdani; Mariaulfa Mustam; Adhyatma Prawira Harun; Husain Azis; I Made Agus Setiawan
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 6 No 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v6i1.2991

Abstract

The problem of disposable diaper waste is a serious problem that challenges the environment. Therefore, researchers are trying to use diaper waste in agriculture. Literature studies have been carried out as a form of scientific articles. The aim of this literature review are determine the absorption ability of Super Absorbent Polymers (SAP) on the effect of pH, temperature, salinity and soil moisture with the addition of Super Absorbent Polymer (SAP). This study was expected to increase knowledge about Super Absorbent Polymer (SAP) and its application related to the agricultural sector. From the results of the literature study, it was concluded that the swelling ability of the SAP reached the optimum conditions at pH 6.5 and 9, while the influence of temperature on the swelling ability of the SAP occurred at temperatures of 25oC, 50oC and 75oC. Swelling capacity conditions using saline solution showed a decrease in swelling capacity as the concentration of the salt solution increased. Soil moisture by adding super absorbent polymer showed significant results, which was 3 times higher than without SAP, i.e. moisture could last up to 18 days from the first day of watering but not for all types of plants.
PERBANDINGAN KUALITAS BAHAN BAKAR DARI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN METODE PIROLISIS Mariaulfa Mustam; Nurfika Ramdani; Irfan Syaputra
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 6 No 1 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v6i1.2998

Abstract

Given the existence of plastic waste in the environment is very dangerous, therefore it is necessary to conduct research to handle it. The development of technology for plastic processing to produce something useful continues to be carried out by various groups, ranging from scientists, academics, and students. One of them is the utilization of plastic waste into fuel oil (BBM) using the pyrolysis technique which will be installed to process plastic waste. The purpose of this study was to determine the fuel oil from processing plastic waste and compare the fuel with kerosene and diesel oil with the parameters of density, burning time and water temperature when heating using the three fuel oils. The research method used is data collection techniques including pre-treatment, the process to determine the density of each fuel sample, the process of burning time, temperature during heating, analysis of the density of pyrolysis oil, kerosene and diesel fuel by measuring the volume and the mass of each sample. Comparison of the quality of Fuel Burning Time, namely Oil from recycled plastics 4.01 minutes, Diesel Oil 4.45 minutes, and Kerosene 3.02 minutes. Comparison of the quality of water temperature with a volume of 20 ml of water and a heating time of 5 minutes, it is found that recycled plastic oil is 0.77oC, diesel oil is 0.73oC, kerosene is 0.84oC. plastic waste processing is under kerosene but above diesel oil based on density indicators, burning time, water temperature when heating.
POTENSI LIMBAH POPOK BAYI SEBAGAI MATRIKS PENGONTROL PELEPASAN PUPUK UREA PADA TANAMAN CABAI Nurfika Ramdani; Mariaulfa Mustam; Hijrah Amaliah Azis
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 7 No 1 (2022): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v7i1.3454

Abstract

The problem of disposable diaper waste is a serious problem that challenges the environment. Therefore, the researchers sought the utilization of diaper waste in agriculture. Efficiency of fertilizer absorption in plants in the environment by 30-40%, remaining in the air and evaporating into ammonia gas. Utilization of baby diaper waste as a matrix and urea as a filler was carried out in this study. This is expected to be able to control the release of nitrogen in fertilizers in accordance with the amount and amount needed by plants (desorption) and maintain nitrogen requirements in the soil, so that the amount of fertilizer given is more efficient than conventional methods. How the purpose of this research is how to make fertilizer based on diaper waste, determine Nitrogen adsorption capacity into the matrix and determine the fertilizer requirements for growing chilli seedlings. The study was divided into 5 stages, the processing of baby diaper waste; second, the manufacture of urea larvae (fillers); three, filling the filler into the matrix; Rate, determine the Nitrogen adsorption capacity into the matrix; discuss, test on plants. The research results obtained are variations in the contribution of urea used as fillers is 15%. Based on this research, it can be said that diaper waste has the potential to control the release of urea. Furthermore, it can explain the rate of release of urea in chili plants.
Aktivitas Antibakteri Disinfektan Ekstrak Daun Sirih dan Jeruk Nipis Terhadap Bakteri Staphylococcus. a dan E.coli Mariaulfa Mustam; Hijrah Amaliah Azis; Rahmat Alam
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 6 No. 2 (2022): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v6i2.624

Abstract

Mudahnya penyebaran virus korona mengharuskan kita menerapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai protokol kesehatan yang ada melalui cuci tangan dan penyemprotan cairan kimia yang bisa membunuh virus dan kuman atau disinfeksi. Disinfeksi sendiri harus dilakukan dari lingkungan terkecil yaitu rumah dan dimulai dari diri sendiri. Penyemprotan cairan disinfektan tengah marak dilakukan di tengah pandemi global virus Covid-19. Tidak hanya oleh instansi resmi, warga juga berlomba-lomba melakukannya secara mandiri. (Budiman,2020). Sebagai alternatif pengganti disinfektan dari alkohol dan klorin, yaitu dengan menggunakan air rebusan daun sirih dan jeruk nipis yang merupakan bahan alami dan bisa kita temukan di pasar maupun di perkebunan. Daun sirih bisa menjadi alternatif di tengah kelangkaan bahan-bahan yang digunakan membuat cairan disinfektan. (Wisnu,2018). Pada penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yaitu Studi Pustaka (Library Research). Studi kepustakaan adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah dan membandingkan buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan. Penggunaan daun sirih dan jeruk nipis untuk bahan alami pembuatan disinfektan terbukti efektif untuk menghambat penyebaran pathogen, membunuh pathogen, membasmi virus, kuman, jamur. Kandungan unsur-unsur senyawa dari kedua bahan alami ini berfungsi sebagai antiseptik alami terhadap beberapa pathogen, seperti Staphylococcus aureus., Bacillus sp., Escherichia coli, dan Salmonella Rafi.
PKM Kelompok Tani dalam Pengolahan Sekam Padi Melalui Teknologi Biochar di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar Hijrah Amaliah Azis; Dwi Maryana; Muh. Arman; Nuryahya Abdullah; Mariaulfa Mustam; Nurfika Ramdani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6643

Abstract

Komoditi padi merupakan salah satu komoditas basis terbanyak di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar. Banyaknya produksi beras maka akan semakin banyak pula limbah sekam yang dihasilkan. Sekam padi akan menjadi limbah dan menumpuk jika tidak dimanfaatkan. Selain itu kurangnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sekam padi menjadi permasalahan bagi para petani. Inovasi melalui teknologi biochar metode drum pirolisis dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada kelompok tani dalam mengolah sekam padi dan menghasilkan produk berupa arang sekam yang disiap dipasarkan sebagai pembenah tanah di lahan pertanian. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan (observasi dan studi literatur), sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan (evaluasi). Kegiatan ini ditujukan kepada kelompok tani mitra Patujuta dan beberapa masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar. Hasil kegiatan PKM ini selaras dengan tujuannya yaitu memberikan dampak positif bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi mitra terkait pengolahan sekam padi melalui teknologi biochar dengan mendapatkan sambutan yang baik dari kelompok tani dilihat dari kehadiran dan keterlibatan dalam kegiatan. Hasil yang didapatkan juga berupa produk arang sekam yang siap dipasarkan. Dalam kegiatan ini juga diserahkan aset berupa alat drum pirolisis ke mitra untuk adanya keberlanjutan kegiatan PKM.
PKM Kelompok Tani dalam Pengolahan Sekam Padi Melalui Teknologi Biochar di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar Hijrah Amaliah Azis; Dwi Maryana; Muh. Arman; Nuryahya Abdullah; Mariaulfa Mustam; Nurfika Ramdani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6643

Abstract

Komoditi padi merupakan salah satu komoditas basis terbanyak di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar. Banyaknya produksi beras maka akan semakin banyak pula limbah sekam yang dihasilkan. Sekam padi akan menjadi limbah dan menumpuk jika tidak dimanfaatkan. Selain itu kurangnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sekam padi menjadi permasalahan bagi para petani. Inovasi melalui teknologi biochar metode drum pirolisis dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada kelompok tani dalam mengolah sekam padi dan menghasilkan produk berupa arang sekam yang disiap dipasarkan sebagai pembenah tanah di lahan pertanian. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan (observasi dan studi literatur), sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan (evaluasi). Kegiatan ini ditujukan kepada kelompok tani mitra Patujuta dan beberapa masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Mattompodalle Kabupaten Takalar. Hasil kegiatan PKM ini selaras dengan tujuannya yaitu memberikan dampak positif bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi mitra terkait pengolahan sekam padi melalui teknologi biochar dengan mendapatkan sambutan yang baik dari kelompok tani dilihat dari kehadiran dan keterlibatan dalam kegiatan. Hasil yang didapatkan juga berupa produk arang sekam yang siap dipasarkan. Dalam kegiatan ini juga diserahkan aset berupa alat drum pirolisis ke mitra untuk adanya keberlanjutan kegiatan PKM.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA DAN EKSTRAK TAOGE SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI Mariaulfa Mustam
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 5 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/tea.v5i1.190

Abstract

The large needs of the community for chili make chili a strategic commodity that needs special attention from the government. In the 2015-2019 National Medium- Term Development Plan (RPJMN) for Food and Agriculture, chili is included as one of the 8 main food commodities along with rice, corn, soybeans, sugar, beef, shallots and oil palm. This shows that chili is a commodity that has an important role in national development planning. In 2013, chili was ranked fifth as the biggest contributor to inflation by 0.31 percent. This percentage rose to 0.43 percent in 2014. Chili also ranks fourth as the largest contributor to inflation nationally. Based on BPS data, national chili production continues to increase every year. In 2010, chili production reached 1.33 million tons. The analytical method that will be carried out is fermentation of coconut coir waste and bean sprout extract using Effective Microorganism 4 (EM4) for 14 days and testing of potassium levels with Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), FTIR test, as well as the application of chili seeds with variations of POC 1ml, 3ml , 5ml, 10ml, 15ml, 20ml, data processing, data analysis, reporting and publication of Output Types in the form of prototypes. Status / Identity Outcome Outcome: Product registered as a Simple Patent with No. Application for S15201909925. The additional output is the National Journal Not Accredited with the name of the journal "Journal of Science and Technology Makassar UTS" Number ISSN: 2633-2294 with the status "Accepted". The proposed research TKT namely The concepts and important characteristics of a technology have been proven analytically and experimentally. The research results obtained are a good 10ml POC volume for chilli plants and the resulting Potassium content 169,771mg / kg (ppm).
Pengaruh Penggunaan Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) terhadap Kualitas Air dan Efisiensi Termal Sistem Pendingin PLTU (Studi Kasus di PT Antam Tbk Rizka Octavia; Nurhikmah Wahab; Irawati Ramli; Mariaulfa Mustam
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i1.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan trichloroisocyanuric acid (TCCA) sebagai bahan kimia alternatif pengganti sodium hypochlorite (NaOCl) dalam mengendalikan pertumbuhan macrofouling pada sistem pendingin utama PLTU PT ANTAM Tbk UBPN Sulawesi Tenggara. Macrofouling, seperti pertumbuhan kerang dan biofilm, merupakan permasalahan umum pada sistem pendingin berbasis air laut yang dapat menurunkan efisiensi perpindahan panas serta meningkatkan risiko kerusakan peralatan. Pengujian dilakukan selama dua periode terpisah dengan masing-masing penggunaan NaOCl dan TCCA, di mana parameter yang diamati meliputi nilai free residual chlorine (FRC) dan konsumsi harian bahan kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TCCA menghasilkan nilai FRC yang lebih stabil dalam rentang optimal 0,3–0,5 ppm tanpa fluktuasi ekstrem, sementara NaOCl menunjukkan ketidakstabilan dengan nilai yang sering kali berada di luar batas optimal. Selain itu, TCCA memerlukan dosis lebih rendah dan frekuensi pengisian yang lebih jarang, yang menunjukkan efisiensi operasional yang lebih tinggi dan penurunan risiko paparan bahan kimia terhadap operator. Keunggulan TCCA juga mencakup stabilitas senyawa yang lebih baik, kemudahan dalam penanganan, dan keamanan penyimpanan. Berdasarkan temuan ini, TCCA direkomendasikan sebagai pengganti yang lebih efektif, efisien, dan aman untuk meningkatkan keandalan dan kinerja sistem pendingin PLTU.