Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL

COMPLICATIONS OF DISEASES AND SERUM CREATININE LEVELS IN DIABETIC PATIENTS Rizal, Rizal; Kaimudin, Syawal Alfikry; Melasari, Wulan Panduwi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v10i1.8605

Abstract

Diabetes mellitus, a metabolic disease, is a predisposing factor for diabetic nephropathy. This condition is defined by renal damage and hypercreatininemia in individuals with diabetes. Diabetic nephropathy is a multifactorial condition, with comorbidities playing a significant role in its pathogenesis. The purpose of this study was to determine the association between complicatin of diseases and serum creatinine levels among Diabetes Mellitus patients at the Nania Community Health Center, Ambon. The study adopted a cross-sectional design. A simple random sample was drawn for the study. The measurement of serum creatinine concentration is carried out using the Jaffé Reaction (Kinetic Method) at the Laboratory of the Maluku Province Special Regional Hospital. Chi-Square test was used to statistically analyze the data. A total of 30 patients were included in this study. Of these, 17 patients (56.7%) had complicatin, 10 patients (33.3%) had abnormal creatinine levels, and 7 patients (23.3%) had normal creatinine levels. Furthermore, 13 patients (43.3%) without complication had normal creatinine levels. The results of the Chi-Square test demonstrated a statistically significant association (p = 0.001) was found between complication and serum creatinine levels in Diabetes Mellitus patients. The results of statistical analysis demonstrated a statistically significant association (p = 0.001) between complication of diseases and serum creatinine concentration in patients with Diabetes Mellitus. This suggests that the presence of complication increases the likelihood of abnormal serum creatinine, consequently raising the possibility of diabetic nephropathy.
EVALUASI PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN KOLESISTITIS, CORONARY ARTERY DISEASE (CAD), CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD), DIABETES MELLITUS (DM), HIPOKALEMIA, DAN HIPONATREMIA DI RUMAH SAKIT “X” melasari, wulan panduwi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v10i1.8635

Abstract

Pemantauan terapi obat (PTO) berperan penting dalam memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan obat pada pasien dengan penyakit kronis dan akut. Studi ini mengevaluasi terapi obat pada pasien perempuan usia 59 tahun dengan diagnosis kolesistitis, Coronary Artery Disease (CAD), Chronic Kidney Disease (CKD), Diabetes Mellitus (DM), hipokalemia, dan hiponatremia di Rumah Sakit “X”. Data dikaji melalui rekam medis, hasil laboratorium, serta analisis interaksi obat. Ditemukan satu interaksi mayor antara candesartan dan suplemen kalium yang berpotensi meningkatkan risiko hiperkalemia. Terapi secara umum sesuai indikasi tetapi ditemukan ada interaksi obat. Hasil ini menekankan pentingnya pemantauan terapi serta edukasi pasien, terutama pada terapi jangka panjang.
Identifikasi Potentially Inappropriate Medication (PIM) Pada Pasien Geriatri : Review Artikel Ilmiah Anggraeni, Ria; melasari, wulan panduwi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v10i1.9136

Abstract

Pasien geriatri memiliki kerentanan tinggi terhadap kejadian Potentially Inappropriate Medication (PIM) akibat perubahan fisiologis terkait usia, tingginya prevalensi penyakit kronis, dan praktik polifarmasi. Kejadian PIM dapat meningkatkan risiko efek samping obat, interaksi obat, serta luaran klinis yang merugikan. Review artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian PIM, pola obat yang paling sering terlibat, serta faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya PIM pada pasien geriatri berdasarkan berbagai penelitian yang menggunakan kriteria eksplisit, khususnya Beers Criteria dan STOPP Criteria. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan menelaah artikel penelitian nasional terkait PIM pada pasien geriatri di berbagai pelayanan kesehatan. Hasil telaah menunjukkan bahwa prevalensi PIM pada pasien geriatri masih tergolong tinggi dengan variasi yang dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik pasien dan metode identifikasi. Obat yang paling sering teridentifikasi sebagai PIM meliputi antihipertensi tertentu, diuretik, benzodiazepin, NSAID, metoclopramide, PPI dan kortikosteroid. Faktor yang konsisten berhubungan dengan kejadian PIM adalah polifarmasi, jumlah komorbiditas, serta lama perawatan. Kesimpulan dari review ini menegaskan bahwa PIM masih menjadi permasalahan klinis yang signifikan pada pasien geriatri. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi peresepan dan skrining PIM secara rutin sebagai upaya meningkatkan keamanan dan rasionalitas terapi obat pada populasi geriatri.
EVALUASI PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN GERIATRI DENGAN TIA, SINDROMA DISPEPSIA, DISLIPIDEMIA, DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT “X” DI JAKARTA melasari, wulan panduwi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v10i2.9022

Abstract

Pemantauan terapi obat (PTO) dilakukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan ketepatan penggunaan obat pada pasien. Pelaksanaan pemantauan terapi obat terlihat pada kasus seorang pasien yang datang ke Poli Saraf dengan keluhan tidak ada nafsu makan, bicara pelo, begah, mual, muntah, dan keluarga mengatakan pasien tidak mau makan sejak pulang perawatan dari Unit Stroke. Pasien didiagnosa Transient ischemic attack (TIA), sindroma dispepsia, dislipidemia, dan diabetes melitus tipe 2.  Tujuan pemantauan terapi obat adalah untuk mengidentifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien geriatri dengan diagnosa Transient ischemic attack (TIA), sindroma dispepsia, dislipidemia, dan diabetes melitus tipe 2. Metode yang dilakukan dalam pemantauan terapi obat ini adalah secara observasional dengan pengambilan data melalui catatan perkembangan pasien terintergrasi dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), analisis data menggunakan format SOAP, identifikasi Drug Related Problems (DRPs) berdasarkan klasifikasi PCNE (Pharmaceutical Care Network Europe) V9.1, dan melakukan visite secara langsung serta koordinasi profesional pemberi asuhan terkait intervensi pengobatan. Berdasarkan pemantauan terapi obat diperoleh drug related problems berupa adanya interaksi obat dengan kategori mayor antara Donepezil HCl dengan Risperidone yang dapat mengakibatkan meningkatnya risiko perpanjangan interval QT dan torsade de pointes. Setiap intervensi telah dicantumkan di catatan perkembangan pasien terintegrasi dan telah didiskusikan dengan dokter sehingga hasil intervensi dapat diimplementasikan.Kata kunci: Pemantauan terapi obat, Transient ischemic attack, Sindroma dispepsia, Dislipidemia, Diabetes melitus tipe 2