Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Perbandingan Persediaan Optimum dengan Metode Lot for Lot, Period Order Quantity dan Economic Part Period Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol 2, No 1 (2021): Published in June 2021
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/inventory.v2i1.31

Abstract

PT. X is a company engaged in the production of electrical and electronic equipment, one of its products is camera. This research aims to compare the inventory policies that have been implemented by the company with other dynamic deterministic models. In the production process, the company uses a stock policy with the Lot for Lot (LFL) method, but the total costs incurred by the company and the frequency of ordering are still quite high. This research aims to compare the inventory policies that have been implemented by the company with other dynamic deterministic models, such as Period Order Quantity (POQ) and Economic Part Period (EPP) methods so that the optimal inventory method can be determined. The results of this study indicate that the Economic Part Period (EPP) is the optimal method with a total cost of Rp. 69,284,600 and the order frequency is 7 times.
Perbandingan Pengendalian Persediaan dengan Metode LUC, LTC, dan Silver Meal Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 5, No 1 (2021): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v5i1.2003

Abstract

Inventory control needs to be done to meet customer demand but also consider the costs that can be incurred. Inventory needs to be managed properly to minimize the inventory costs incurred. PT XYZ is a company engaged in the supply and distribution of gas. This study aims to compare the inventory control of oxygen gas products for filling 1 m3 cylinders with the Least Unit Cost, Least Total Cost, and Silver Meal methods. Comparison of inventory policies is carried out by considering the total cost of inventory to obtain the method that gives the smallest total inventory cost. Based on the results of data processing and analysis that has been carried out, it is obtained that the inventory policy using the Silver Meal method provides the smallest total inventory cost compared to the other two methods, namely Least Unit Cost (LUC) and Least Total Cost (LTC). The total cost generated by using the Silver Meal method is Rp. 145,560. As for the frequency of orders generated by the Silver Meal method, namely twice for twelve months. Pengendalian persediaan perlu dilakukan untuk mencukupi permintaan pelanggan namun juga tetap mempertimbangkan biaya yang dapat ditimbulkan. Persediaan perlu dikelola dengan baik sehingga dapat meminimalkan biaya persediaan yang ditimbulkan. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang penyediaan dan pendistribusian gas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengendalian persediaan produk gas oksigen untuk pengisian tabung ukuran 1 m3 dengan metode Least Unit Cost, Least Total Cost, dan Silver Meal. Perbandingan kebijakan persediaan dilakukan dengan mempertimbangkan biaya total persediaan sehingga diperoleh metode yang memberikan biaya total persediaan terkecil. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa kebijakan persediaan dengan menggunakan metode Silver Meal memberikan biaya total persediaan terkecil dibandingkan dengan dua metode lainnya yaitu Least Unit Cost (LUC) dan Least Total Cost (LTC). Total biaya yang dihasilkan dengan menggunakan metode Silver Meal adalah sebesar Rp 145,560. Sedangkan untuk frekuensi pemesanan yang dihasilkan dengan metode Silver Meal yaitu sebanyak dua kali selama dua belas bulan.
Analisis kebijakan inventori probabilistik dengan model P-backorder dan Q-backorder Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12525

Abstract

Manajemen inventori merupakan hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi permintaan konsumen. Namun demikian, penentuan kebijakan inventori optimal perlu dilakukan sehingga dapat mengurangi ongkos total yang dihasilkan. PT X merupakan perusahaan distributor logam, dengan salah satu produknya yaitu baja. Permintaan produk baja bersifat probabilistik sehingga untuk penyelesaiannya dapat menggunakan model probabilistik. Kondisi pemenuhan permintaan bersifat backorder. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebijakan inventori optimal dengan menggunakan model Q-backorder, model P-backorder, dan kebijakan perusahaan. Perbandingan kebijakan inventori optimal dilakukan dengan mempertimbangkan ongkos total yang terendah. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kebijakan inventori yang paling optimal yaitu dengan menggunakan model P-backorder. Estimasi ongkos total per tahun yang dihasilkan dengan kebijakan inventori model P-backorder yaitu sebesar Rp183.536.949.251,00 dengan tingkat pelayanan sebesar 95,1%. Jika dibandingkan dengan kebijakan inventori yang dimiliki perusahaan, estimasi ongkos total dengan model P-backorder lebih rendah sekitar Rp1,1 milyar per tahun. Oleh karena itu, kebijakan inventori dengan model P-backorder dapat mengurangi estimasi ongkos total per tahun yang akan dikeluarkan oleh perusahaan.
Penyuluhan Warehouse Management pada UMKM melalui Perbaikan secara Berkelanjutan Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i1.2302

Abstract

The business development that is getting faster needs continuous improvements. Implementation of continuous improvement is carried out in large companies and needs to be carried out by MSMEs (Medium Small Micro Enterprises). One activity that needs to be appropriately managed by MSMEs is warehousing. Optimal warehouse management can improve MSME business performance. However, MSMEs do not own knowledge and awareness of continuous improvement optimally. This resulted in warehouse management has not performed optimally by MSMEs. This community service activity aims to provide knowledge to MSMEs about how to identify Muda, Mura, Muri and how to make continuous improvements in warehouse management. Implementing activities is carried out by direct observation and counseling to MSMEs. This community service activity was carried out for two days. The counseling activity was carried out on April 27, attended by owners and employees of Puppet MSMEs in Bogor. The counseling was carried out by providing material on the concept of continuous improvement and identification of Muda, Mura, Muri and continued with a discussion session.
Design of an Android-Based Product Ordering Application in The Bakery Industry Using Multimedia Development Life Cycle Method Aniza Nur Madyanti; Nessa Ananda; Monanda Wandita Rini; Samsul Rizal
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 3 No. 01 (2025): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v3i01.1625

Abstract

The bakery industry in Indonesia shows increasing development. One of the activities carried out by this industry is processing customer orders. Currently, there are still bakery industries where customers order products manually, either by coming directly or by using a telephone or WhatsApp. Manual product ordering causes several problems that can hinder business activities and will have an impact on customer service. This study aims to design an Android-based product ordering application in the bakery industry. The application design uses the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) method. The application design stage consists of six stages, namely concept, design, material collecting, manufacturing, testing, and distribution. The results of this study are in the form of an Android-based product ordering application that uses multimedia to provide detailed information related to products and has interactive features to respond to customers quickly. In addition, this application can also generate a summary report of customer orders via the Dashboard. The application that has been designed is expected to support bakery industry players to manage and monitor product ordering performance and improve customer service.
Pemilihan Jasa Ekspedisi Pada Perusahaan Farmasi Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Aisyah Kartini Putri Tanjung Kuning; Nessa Ananda
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Saat ini telah banyak perusahaan yang menggunakan jasa logistik pihak ketiga atau 3PL (Third Party Logistics) untuk membantu kegiatan pengiriman barang yang ada di perusahaan, salah satu perusahaan yang menggunakan jasa logistik pihak ketiga adalah perusahaan farmasi. Perusahaan farmasi ini menggunakan jasa ekspedisi dari pihak ketiga untuk mengirim produk obat-obatan ke cabang-cabang perusahaan yang terletak di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini perusahaan berencana mengganti jasa ekspedisi yang digunakan, dari yang berjumlah belasan jasa ekspedisi menjadi satu jasa ekspedisi baru dikarenakan belum ada yang dapat mengirimkan barang-barang melalui semua jalur pengiriman dan seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, hal tersebut dilakukan untuk memudahkan kontrol atau pengawasan terhadap jasa ekspedisi, memudahkan proses administrasi, serta untuk mengurangi jumlah keterlambatan dan klaim barang. Perusahaan memiliki tiga calon jasa ekspedisi baru yang akan dipilih berdasarkan kriteria dan sub kriteria tertentu. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menentukan jasa ekspedisi terbaik yang akan digunakan oleh perusahaan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Adapun kriteria yang digunakan pada penelitian adalah Quality, Services, Price dan Legality. Berdasarkan hasil perhitungan prioritas keseluruhan dengan metode AHP, maka jasa ekpedisi yang dipilih adalah SI dengan bobot prioritas keseluruhan terbesar yaitu 0,6099. Kata kunci: 3PL (Third Party Logistics), jasa ekspedisi, AHP (Analytical Hierarchy Process)  ABSTRACT  Nowadays many companies use third party logistics services or 3PL to assist the shipping of goods, one of which is a pharmaceutical company. Pharmaceutical companies use expedition services from third parties to ship medicinal products to company branches located throughout Indonesia. The company plans to change the expedition services were used, from a dozen expedition services to one new expedition service, because no one has been able to send goods through all shipping routes and throughout Indonesia. Furthermore, to facilitate control or supervision of expeditionary services, simplify the administrative process, and to reduce the number of delays and claims of goods. The company has three new expedition service candidates who will be selected based on certain criterias. The research aims to determine the best expedition service that will be used by the company using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The research criterias consist of  Quality, Services, Price and Legality. Based on the results of the overall priority calculation using AHP method, the chosen expedition service is SI with the highest overall priority weight of 0.6099. Keywords: 3PL (Third Party Logistics), expedition service, AHP (Analytical Hierarchy Process) 
Perancangan Sistem Informasi Persedian Barang Pada Koperasi XYZ Nessa Ananda; Devi Jayawati
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 1st, Jakarta 2020
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem informasi manajemen merupakan suatu sistem yang dapat digunakan untuk mengelola data dan informasi yang berguna untuk mendukung dalam melaksanakan pekerjaan. Sistem informasi manajemen persediaan barang merupakan suatu sistem dapat membantu dalam mengolah data penjualan dan pembelian barang serta persediaan barang.  Dalam menjalankan usahanya, Koperasi XYZ belum mengunakan sistem informasi, pengelolaan persediaan yang selama ini dilakukan berupa pencatatan transaksi persediaan secara manual, mulai dari datangnya barang dari supplier, pengeluaran barang, hingga pencatatan stock opname. Metode pengelolaan persediaan secara manual memiliki beberapa kendala seperti kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian data akibat adanya human error dalam pencatatan transaksi, dan kekurangan atau kelebihan stock akibat proses pemantauan ketersedian barang yang terbilang cukup lama. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan suatu sistem informasi persediaan barang secara terkomputerisasi agar proses pengelolaan barang dapat berjalan dengan lebih efisien. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem informasi Prototype dan bertujuan untuk membuat sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengelola persediaan barang. Diharapkan dengan menggunakan sistem informasi dapat membuat pengelolaan persediaan barang pada koperasi menjadi lebih efisien. Kata kunci: persediaan, metode prototype, sistem informasi  ABSTRACT Management information system is a system used to organize useful data and information to support in doing jobs. Inventory management system is a system that can assist in processing data on sales and purchases of goods and inventory. In running its business, the XYZ Cooperative has not used an information system, inventory management that has been carried out is in the form of recording inventory transactions manually, starting from the arrival of goods from suppliers, releasing goods, and  recording stock taking. The manual inventory management method has several problems, such as the possibility of data mismatches due to human errors in recording transactions, and shortages or excess stock due to the process of monitoring availability of goods is quite long. Therefore, a computerized inventory information system is needed in order to the process of managing goods can run more efficiently. This research uses the Prototype information system development method and the purpose of the research is to create an information system which can be used in managing inventory, by using the information system is expected to make the inventory management more efficient. Keywords: inventory, prototype method, information systems
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN PERGUDANGAN POLITEKNIK APP JAKARTA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERGUDANGAN erika fatma; hendi dwi hardiman; winanda kartika; M Tirtana Siregar; nessa ananda
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin berkembang tidak terlepas dari perkembangan sistem teknologi informasi. Gudang merupakan unit penunjang operasional yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional suatu instansi. Sistem pelayanan gudang mencakup jaminan kelancaran keluar-masuk barang, ketersediaan barang, keamanan dan kemudahan akses informasi. Pembahasan penelitian dibatasi pada gudang persediaan Politeknik APP Jakarta. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap penataan ruang (tata letak gudang) dan pengembangan sistem informasi pergudangan. Tahap penataan gudang adalah mengevaluasi layout gudang awal, menetukan kebutuhan ruang gudang dan menentukan kelas penyimpanan persediaan sesuai prinsip penyimpanan. Identifikasi kebutuhan ruang dapat dilihat berdasarkan aliran barang, sedangkan penentuan kelas penyimpanan dilakukan berdasarkan prinsip penyimpanan (popularity, size, dan characteristics). Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan penataan yang baik yaitu aman, mudah dicari, dam mudah dijangkau. Tahap pengembangan sistem informasi pergudangan diawali dengan analisis kebutuhan dari pengguna sistem, baik kebutuhan fungsional ataupun kebutuhan non-fungsional. Selanjutnya, dilakukan analisis perancangan sistem infomasi menggunakan use case diagram, activity diagram, context diagram, kemudian pembuatan sistem informasi dengan platform web. Dengan dihasilkannya usulan tata letak gudang dan sistem informasi gudang diharapkan dapat membantu proses pengelolaan pergudangan sehingga dapat membantu pihak manajemen dalam kebijakan pengelolaan barang dan kebijakan pembelian barang. Kata kunci: Pergudangan, tata letak pergudangan, sistem informasi pergudangan
PENGEMBANGAN MODEL KEPUASAN PELANGGAN PADA JASA PENGIRIMAN GOSEND Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 3 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 3rd, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pertumbuhan e-commerce yang semakin meningkat memerlukan layanan pengiriman barang sehingga bisa sampai ke pelanggan tepat waktu. Pandemi Covid-19 membuat masyarakat perlu menerapkan social distancing dan mengurangi interaksi tatap muka. Layanan pengiriman dengan GoSend menjadi salah satu alternatif guna tetap memberikan pelayanan pengiriman barang ke pelanggan dengan cepat serta mudah karena dapat menggunakan aplikasi untuk melakukan pengiriman barang dan pengiriman dilakukan pada hari yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pengguna layanan GoSend. Metode yang digunakan yaitu Partial Least Square. Sampel penelitian ini terdiri dari 78 responden. Model penelitian yang digunakan adalah Logistic Service Quality, Brand Image, Promotion, Price, dan Customer Satisfaction. Hasil penelitian ini menunjukkan Brand Image dan Price berpengaruh pada Customer Satisfaction. Kata kunci: customer satisfaction, jasa pengiriman, PLS-SEM   ABSTRACT  The increasing growth of e-commerce requires delivery of goods so that it can reach customers on time. The Covid-19 pandemic has forced people to implement social distancing and reduce face-to-face interactions. Delivery service with GoSend is an alternative in order to continue to provide delivery services to customers quickly and easily because they can use the application to deliver goods and delivery is done on the same day. This study aims to determine the factors that influence the satisfaction and loyalty of GoSend service users. The method used is Partial Least Square. The sample of this study consisted of 78 respondents. The research model used is Logistic Service Quality, Brand Image, Promotion, Price, and Customer Satisfaction. The results of this study indicate that Brand Image and Price have an effect on Customer Satisfaction. Keywords: customer satisfaction, jasa pengiriman, PLS-SEM    
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PICK UP AND DELIVERY PADA JASA EKSPEDISI MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN Anisa Rahmawati; Aniza Nur Madyanti; Monanda Wandita Rini; Nessa Ananda; Rifanto
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi pada era industri 4.0 mendorong perusahaan jasa ekspedisi untuk melakukan transformasi digital untuk meningkatkan kecepatan, efektivitas, dan efisiensi layanan logistik. CV Kamil Logistik merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi belum memiliki sistem informasi untuk mendukung aktivitas pick up (penjemputan) dan delivery (pengiriman), sehingga proses pencatatan dan pemantauan mulai dari penjemputan sampai pengiriman barang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pick up dan delivery berbasis web dengan menggunakan metode User Centered Design (UCD) agar sistem yang dibangun sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemprograman PHP dan database MySQL dengan fitur utama berupa pencatatan, penginputan, pembaruan, pemfilteran, penghapusan data pengiriman, pencarian data, serta pelacakan barang oleh customer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dirancang dapat mendukung aktivitas pick up dan delivery secara lebih mudah dan terstruktur, meminimalkan potensi kesalahan saat pencatatan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan kepuasan pelanggan. Kata kunci: Jasa ekspedisi, sistem informasi, User Centered Design (UCD)