Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Evaluasi Fasilitas Taman Pakujoyo Sukoharjo sebagai Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Sukoharjo Zahroh, Fathimah Az; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau, sering disingkat sebagai RTH, merujuk pada area atau lahan yang diperuntukkan bagi kegiatan rekreasi, pelestarian lingkungan, dan fungsi sosial di dalam suatu kawasan perkotaan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) telah menjadi unsur integral dalam perencanaan perkotaan yang berkelanjutan, memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Salah satu RTH di Kabupaten Sukoharjo yaitu Taman Pakujoyo yang terletak di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo. Taman tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas taman ceria, taman lalu lintas, dan kolam ikan. Taman Pakujoyo sejak berdiri tahun 2015 ini dipilih sebagai Objek penelitian dikarenakan memiliki pengunjung yang ramai dan memiliki waktu buka 24 jam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan uraian di atas, mulai dari pengamatan dan observasi mengenai kelengkapan fasilitas di Taman Pakujoyo Sukoharjo yang dilengkapi dengan sesi wawancara dengan user. Hasil dari penelitian ini bahwa Fasilitas Taman Pakujoyo belum sesuai dengan Standar Taman Kota menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008. Untuk kondisi fasilitas sendiri juga masih kurang layak. Dari evaluasi ini diharapkan pihak pengelola bisa lebih memperhatikan lagi terkait kondisi Taman Pakujoyo Sukoharjo. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa dijadikan referensi kedepannya untuk pengoptimalan fasilitas Taman Pakujoyo Sukoharjo.
Analisis Potensi Eksisting pada Desa Tugu Utara sebagai Objek Wisata Glamping Azra, Farras Nuril; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tugu Utara di Kecamatan Cisarua memiliki banyak potensi untuk menjadi tempat wisata atau objek wisata, tetapi beberapa masih belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu, upaya diperlukan untuk mengembangkan desa wisata. Konsep wisata glamping memperhatikan kelestarian alam dan dapat digunakan untuk mengembangkan desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata glamping di Desa Tugu Utara., kendalanya, dan cara mengembangkannya dengan membangun tempat wisata glamping. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menunjukkan kondisi eksisting melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Kesimpulannya dari penelitian adalah Desa Tugu Utara memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata glamping.
Design of Integrated Electrical Installations with Solar Panel in Muhammadiyah Ibtidaiyah Madrasah Building in Jurangono, Gemantar Village, Mondokan-Sragen Asyari, Hasyim; Sarjito, Sarjito; Mutiari, Dhani; Setyowati, Suryaning; Setiawan, Budi
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v3i3.5311

Abstract

The Muhammadiyah Mondokan Branch Manager has a business charity in the field of education at the Elementary School level or often known as MI Muhammadiyah (MIM). MIM Gemantar was founded in 1978 with a basic education level. In carrying out its activities, MIM Gemantar is under the auspices of the Ministry of Religion. Accredited B on November 9, 2017. MIM Gemantar has the most apprehensive building conditions compared to the other four MIMs in Mondokan. On Monday, according to the news from Jateng, inews.id, it was reported that the roof of MI Muhammadiyah Gemantar had collapsed, resulting in the head of the school office and 2 students being injured. The incident of the collapse of the classroom roof occurred during teaching and learning activities or KBM taking place on Monday, January 9 2023 around 08.15 WIB. For the past four months, students from three classes have been assigned to one room. The room whose roof collapsed was used by three classes due to the small number of students, namely grades II, IV and VI. The purpose of this research is to design an integrated electrical installation with solar panels in the MIM Gemantar building which will be renovated. This has several benefits, including as a form of utilizing renewable energy and also as a learning medium for 4th year students with the theme of renewable energy. The method of this activity is for the team to obtain a floor plan of the building to be built, then carry out a design which is as simple as the implementation process, it is easy to update capacity, draw a single line and plan a budget. Currently the MIM Gemantar Mondokan Sragen building has finished building 4 classrooms, so it still requires the construction of 2 more classrooms. The source of electricity for the electrical installation of the 4 classroom buildings all use electrical energy from PLN. In the future, if funds are available and the manager wants the installation of solar panels, then only add according to the design results of a single line electrical installation that is integrated with solar panels on-grid (can be done in stages of 200 Wp, 400 Wp, even up to 1,000 Wp). The capacity of solar panels does not have to match the planned capacity, meaning that this capacity can be carried out in stages according to the conditions of the funds provided.
Integrasi Taman Kolam Maruga dan Perpustakaan Kota Tangerang Selatan terhadap Kenyamanan dan Kreativitas Pengguna dalam Perspektif Desain Pragmatik Nuarta, Alunwinundra Rangga; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan kota Tangerang Selatan sebagai pusat literasi daerah sedang dihadapkan pada tantangan besar untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga nyaman dan inspiratif. Faktor kenyamanan dan kreativitas menjadi semakin penting dalam menarik minat pengunjung, meningkatkan keterlibatan mereka, dan memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih efektif, padahal Perpustakaan kota Tangerang Selatan memiliki Taman Kolam Maruga yang berfungsi sebagai area rekreasi outdoor. Temuan permasalahan yang muncul antara lain; Stagnasi kunjungan, kurangnya kontribusi masyarakat dalam peningkatan literasi, dan kondisi kenyamanan terkait pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh integrasi taman kolam dan area hijau kawasan dalam desain perpustakaan terhadap kenyamanan fisik, kreativitas, dan ekosistem pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara dengan dipadukan perspektif desain pragmatik sebagai alat dan sarana penelitian. Hasil kajian dari penelitian ini adalah perpustakaan kota Tangerang Selatan dan taman kolam Maruga belum terintegrasi dengan baik, dimana kondisi ini mempengaruhi kenyamanan dan kreativitas pengguna secara pragmatik.
Identifikasi Penerapan Gaya Arsitektur Kolonial pada Fasad Baru Gedung Djoeang 45 Pasar Kliwon Surakarta Izzati, Dafina Rizqya; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai tahun 1923 kota Surakarta termasuk garda griliya melawan kolonialisme. Pada masa penjajahan Belanda, kota Surakarta merupakan wilayah otonomi Forstenlanden. Akibat dari invasi Belanda pada masa penjajahan di kota Surakarta terdapat pula berbagai macam bangunan bersejarah peninggalan Belanda, salah satunya adalah Gedung Djoeang 45. Gedung Djoeang 45, sebuah bangunan cagar budaya yang terletak di Pasar Kliwon, Kota Surakarta ini menceritakan kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 silam. Pada tahun 2013 gedung ini mendapatkan ijin revitalisasi dan pada 2014 sampai 2019 mengalami revitalisasi pada segi tampilan yang kini dialih fungsi kan sebagai museum dan destinasi wisata popular dengan nuansa kolonial, untuk mengenang sejarah yang pernah ada di Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami gaya desain fasad baru Gedung Djoeang 45 serta kesesuaiannya dengan penggunaan gaya arsitektur kolonial. menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan mengunjungi dan mengamati objek secara langsung. Maka dapat diketahui bahwa gaya desain fasad baru Gedung Djoeang 45 sesuai dengan karakteristik gaya arsitektur kolonial, meskipun sudah melewati faktor harmonisasi lingkungan dari proses revitalisasi dan alih fungsi bangunan. Sehingga masyarakat dapat mengenal lebih jauh mengenai bentuk dan tampilan fasad arsitektur kolonial dan melestarikannya.
Identifikasi Penerapan Arsitektur Ramah Disabilitas pada Fasilitas Masjid Besar Kota Tayu Ammaaruddin, Muhammad; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan salah satu bangunan umum yang difungsikan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim. Ibadah merupakan hak semua manusia tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas. Fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia pada masjid perlu diperhatikan guna memenuhi hak-hak mereka seperti manusia normal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauhmana fasilitas yang aksesibel bagi kaum disabilitas pada Masjid Besar Riyadlus Sholihin Kota Tayu. Ada 4 prinsip aksesibilitas sebagai acuan dalam konteks mengidentifikasi masjid yang ramah bagi kaum disabilitas yang pada prinsipnya berusaha memenuhi asas kegunaan, asas keselamatan, asas kemudahan dan asas kemandirian. Variabel pengamatan sesuai asas tersebut: ramp, pintu, toilet dan tempat wudhu. Metode pada penelitian ini yaitu secara deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aksesibilitas pada Masjid Besar Riyadlus Sholihin Kota Tayu yang dikomparasikan dengan Peraturan Pemerintah No. 30/PRT/M/2006, kemudian divisualisasikan dalam bentuk desain. Hasil penelitian bahwa fasilitas dan aksebilitas untuk disabilitas pada Masjid Besar Riyadlus Sholihin Kota Tayu masih belum aksesibel sesuai pedoman dari pemerintah. Berdasarkan analisa tentang fasilitas khusus pada masjid ini akan dihasilkan visualisasi rekomendasi desain untuk 4 area masjid yakni ramp, pintu, toilet dan tempat wudhu. Kesimpulan yang didapat yaitu Masjid Besar Kota Tayu ini belum ramah terhadap penyandang disabilitas.
Analisis Minat Masyarakat terhadap Gaya Arsitektur Skandinavia di Surakarta Majid, Lucky Athallah; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat masyarakat Surakarta terhadap gaya arsitektur Skandinavia, yang semakin diminati berkat pengaruh media sosial dan tren desain minimalis. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah minat Masyarakat di Kota Surakarta tentang gaya arsitektur skandinavia. Penelitian dilakukan dengan metode survei kualitatif menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden berusia 21-45 tahun di lima kecamatan Surakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden telah mengenal gaya ini melalui media sosial dan tertarik pada desainnya yang simpel, ramah lingkungan, dan menggunakan material alami. Mayoritas responden merasa gaya ini cocok untuk diterapkan di Surakarta, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan pemahaman dan adaptasi terhadap iklim tropis. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan sosialisasi, promosi, dan edukasi yang lebih intensif. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi arsitek dan pengembang untuk menciptakan desain yang estetis sekaligus fungsional, sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Identifikasi dan Penataan Fasilitas Alun-Alun Ponorogo sebagai Ruang Publik Divana, Listia Puja; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-Alun Ponorogo berperan penting sebagian ruang publik yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat di Ponorogo. Sebagai pusat kegiatan, tempat ini dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari rekreasi hingga acara budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting fasilitas yang ada di Alun-Alun Ponorogo saat ini dan memberikan rekomendasi penataan guna meningkatkan kenyamanan, aksesibilitas, serta daya tarik alun-alun sebagai ruang publik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun alun-alun dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Masih terdapat beberapa masalah yang perlu diselesaikan, seperti keterbatasan akses bagi penyandang disabilitas, penataan pedagang kaki lima yang tidak teratur, dan pengelolaan kebersihan yang kurang optimal. Rekomendasi penataan yang diusulkan mencakup penyediaan fasilitas ramah difabel, penataan zona pedagang kaki lima, peningkatan fasilitas kebersihan, serta pengembangan program kegiatan yang melibatkan masyarakat. Dengan menerapkan rekomendasi ini, diharapkan Alun-Alun Ponorogo dapat berfungsi secara optimal sebagai ruang publik yang inklusif dan menarik bagi semua kalangan.
Identifikasi Penerapan Green Architecture Pada Hasil Renovasi Taman Balekambang Surakarta Tyas, Wening Cahyaning; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Balekambang adalah tempat wisata taman hijau di tengah Kota Bengawan. Taman yang dipisah menjadi dua yaitu Partinah Bosh dan Partini Tuin (Kedua Putrinya). Partinah Bosch adalah hutan kota, sedangkan Partini Tuin adalah kolam air. Penulis tertarik dengan Green Architecture setelah perbaikan atau renovasi pada Taman Balekambang Surakarta karena taman ini memiliki pandangan yang berbeda terhadap beralihnya fungsi dan daya tarik, seperti keanekaragaman tanaman serta kenyamanan seperti kebersihan lingkungan taman, keadaan tempat parkir serta rasa aman saat beraktivitas di area taman. Dari penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan penerapan Green Architecture pada studi kasus Taman Balekambang Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif-kualitatif melalui observasi langsung dan studi literatur agar dapat mendeskripsikan, menjelaskan dan memberikan jawaban yang rinci oleh penulis terhadap isu yang diteliti. Penelitian ini menemukan bahwa penambahan serta renovasi bangunan pada Taman Balekambang dapat mengurangi nilai Green Architecture. Kesimpulan penelitian ini sebagian besar penerapan Green Architecture di Taman Balekambang setelah renovasi masih diterapkan tetapi Green Architecture mengalami pengurangan. Meskipun demikian, beberapa area telah dialih fungsikan, seperti taman reptil yang kini menjadi ruang terbuka hijau.
Identifikasi Adaptif Spasial pada Hunian Vernakular di Wilayah Gajahan, Colomadu, Karanganyar Muhammad, Fakhri; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji Adaptif Spasial hunian vernakular di Gajahan, Colomadu, Karanganyar, yang menyelidiki transformasi arsitektur tradisional Jawa menjadi hunian kost melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Studi kasus pada dua rumah tradisional mengungkap strategi adaptasi kompleks, termasuk fragmentasi lahan dan modifikasi struktural, dengan tiga dampak utama: pergeseran makna simbolis ruang, degradasi praktik kultural, dan rekonfigurasi identitas kultural. Temuan menunjukkan bahwa transformasi ruang tidak sekadar perubahan fisik, melainkan upaya masyarakat menyeimbangkan pelestarian tradisi dengan kebutuhan kontemporer, menghasilkan ruang hunian hibrid yang mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional dengan fungsi modern.