Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Correlation between High Carbohydrate Foods with Glycemic Index Afandi, Frendy Ahmad
JURNAL PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1449.827 KB) | DOI: 10.33964/jp.v28i2.422

Abstract

High carbohydrate food has been perceived as a food with high glycemic index (GI). Meanwhile, the risks of diabetes are frequently associated with the GI carbohydrate based foods. Therefore, a comprehensive study based on the literature review regarding the relationship between high-carbohydrate food and the glycemic index needs to be conducted. High-carbohydrate foods can be grouped into the available carbohydrates type and non-available carbohydrates type. Food with available carbohydrates such as glucose, disaccharide, digestible oligosaccharides, and starch have positive correlation with the GI. The non-available forms of carbohydrates are hardly digested by the body, so they usually have low GI. The non-available carbohydrates foods are fructooligosaccharide (FOS) and galactooligosaccharide (GOS), raffinose, stachyose, and verbascose. High-carbohydrate foods can have low GI value due to complex carbohydrates or resistant starches. The type of carbohydrate can be turned into non-available due to chemical modification, processing, or interacting with other components. This information is necessary because recently, people have high awareness in choosing carbohydrate food. Not only the amount consumed, but also its carbohydrate content, types of carbohydrates, and how they are processed are important to be observed.
Analisis Kebijakan Agribisnis Gula di Indonesia Afandi, Frendy Ahmad
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.636

Abstract

Gula merupakan barang pokok dan bahan baku industri. Makin besar jumlah penduduk suatu negaramaka makin besar kebutuhannya terhadap gula. Begitu juga dengan keberadaan industri pangan, makin berkembang industri pangan di suatu negara maka kebutuhan pasokan gulanya juga akan makin besar. Kebutuhan terhadap gula menjadi faktor kritis dan strategis untuk dapat dipenuhi dengan baik. Metodologi analisis dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pakar, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan rapat koordinasi yang disajikan secara kualitatif. Desain riset yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan kajian literatur. Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dari hulu sampai dengan hilir untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gula nasional. Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga di pasar. Kebijakan agribisnis gula yang dilakukan mencakup kebijakan pada subsistem sarana dan prasarana, budidaya, pengolahan, pemasaran, dan jasa pendukung. Hal yang menjadi pertimbangan utama adalah titik temu kesejahteraan petani gula di tingkat produsen dan harga terjangkau di tingkat konsumen. Dua pendekatan umum yang dilakukan adalah terkait kelembagaan dan pengembangan usaha yang di dalamnya termasuk unsur pembiayaan. Kebijakan-kebijakan terkini yang dilakukan pemerintah antara lain kebijakan sistem pembelian tebu, neraca komoditas gula, pembentukan Sugar Co, swasembada gula nasional, korporasi pertanian untuk tebu, pemanfaatan lahan Perhutani untuk agroforestri tebu, dan rencana pembentukan badan pengelola dana perkebunan (BPDP) tebu.