Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBEDAAN MASSA PADI VARIETAS IR64 SEBAGAI MEDIA TUMBUH TERHADAP KADAR PIGMEN MERAH PADA ANGKAK YANG DIHASILKAN OLEH Monascus Purpureus ., Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan massa padi varietas IR64 sebagai media tumbuh terhadap kadar pigmen merah angkak yang dihasilkan oleh Monascus purpureus, (2) mengetahui massa padi varietas IR64 yang digunakan dalam fermentasi angkak ditinjau dari kadar pigmen tertinggi, (3) mengetahui kuantitas produk angkak ditinjau dari pH, dan bobot angkak. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dan rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah massa padi varietas IR64 yakni 30 gram, 40 gram, 50 gram dan 60 gram sebagai media tumbuh Monascus purpureus, variabel terikat adalah kadar pigmen merah pada angkak diukur berdasarkan Optical Density (OD) dan variabel kontrol adalah kelembaban, suhu, dan intensitas cahaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik, uji hipotesis dengan Anova One Way, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan kadar pigmen merah pada angkak oleh Monascus purpureus berdasarkan perbedaan massa padi varietas IR64 dilihat dari nilai F hitung > F tabel yakni 92,824 > 1,714, (2) Massa padi varietas IR64 yang dapat digunakan dalam fermentasi angkak ditinjau dari kadar pigmen angkak tertinggi melalui uji BNT dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga rata rata perlakuan memiliki perbedaan signifikansi yakni massa beras 30 gram dengan kadar pigmen merah tertinggi sebesar 1,9 g/100 ml, (3) pH optimal dalam menghasilkan kadar pigmen adalah 6,03 dari kriteria pH 6 terjadi penurunan bobot angkak setelah fermentasi dan pengovenan. Kata Kunci : Monascus purpureus, Angkak, Padi Varietas IR64. The purpose of this study is (1) determine the mass difference IR64 rice as a growing medium on levels of red yeast rice red pigment produced by Monascus purpureus, (2) determine the mass of IR64 rice varieties used in the fermentation of red yeast rice in terms of the highest pigment levels, (3) determine quantity of red yeast rice products in terms of pH, and the weight of red yeast rice. Type of research is experimental research and the study design was completely randomized design (CRD). The independent variable in this study is that the mass of IR64 rice 30 grams, 40 grams, 50 grams and 60 grams of Monascus purpureus as a growing medium, the dependent variable is the red pigment in red yeast rice levels were measured by Optical Density (OD) and the control variable is humidity, temperature, and light intensity. Data analysis was performed using parametric statistics, hypothesis testing with ANOVA One Way, followed by the Least Significant Difference test (LSD). The results of this study were (1) there are differences in the levels of red pigment in red yeast rice by Monascus purpureus by the mass difference of rice IR64 seen from F count> F table is 92,824 > 1,714, (2) mass IR64 rice varieties that can be used in the fermentation of red yeast rice in terms of the highest levels of pigment red yeast rice through LSD test with a significance level of 0,000 < 0,05, so the average treatment has significant differences that mass 30 grams rice with red pigment highest levels of 1,90 g / 100 ml, (3) the optimal pH produce pigment concentration is 6.03 of criteria weights decreased pH 6 after fermentation of red yeast rice and oven. keyword : Monascus purpureus, Angkak, Rice Variety IR64
ANALISIS TOTAL KOLONI BAKTERI YANG TERDAPAT DI PEMANDIAN AIR PANAS TOYA BUNGKAH KABUPATEN BANGLI ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri yang terdapat di aliran air panas Toya Bungkah pada tiga tempat yang berbeda. (2) mengetahui jumlah koloni bakteri terbanyak pada aliran air panas Toya Bungkah.(3) menganalisis genus bakteri yang terdapat di setiap tempat aliran air panas Toya Bungkah. Penelitian ini tergolong penelitian kausal komperatif, yaitu penyelidikan empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat di manipulasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: persiapan, pelaksanaan, observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) jumlah koloni bakteri yaitu pada sumber (pancuran) 73, kolam pemandian 194, tempat pembuangan 107. (2) tempat terbanyak terdapat bakteri adalah pada kolam pemandian. (3) hasil identifikasi bakteri diperoleh 6 genus bakteri yaitu Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.Kata Kunci : Air panas, pemandian, total koloni bakteri. This research aimed at: (1) to know the difference amount of bacteria colonies of Toya Bungkah hot water stream flow on three different areas; (2) to know the greatest number of bacteria colony at Toya Bungkah hot stream flow; (3) to analyse the genus of bacteria at each areas hot water stream flow at Toya Bungkah. This research is a causal comparative research, that is a systematic emphiric research ini which the researcher did not control the independent variabele since thi variable could not be manipulated. Data collection of this research was conducted in three steps: preparatin, implementation, observation. The result of this research indicated that (1) the total amount of bacteria colony, that is the source (fountain) 73, swimming pool 194, and on water spillyway 107. The greatest number of bacterias are found at swimming pool. The identification of bacteria resulted 6 genus of bacteria, they are: Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.keyword : Hot Water, bathing place, total colonies of bacteria.
STUDENT ON PATTERN ANALYSIS DERMATOGLIFI DOWN SYNDROME PATIENTS IN STATE SLB C SINGARAJA ., I Gusti Ngurah Yuda Pranata; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pola dermatoglifi jari tangan siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (2) mengetahui jumlah sulur siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (3) mengetahui jumlah siswa penderita sindrom Down yang ada di SLB C Negeri di Kota Singaraja dilihat dari pola dermatoglifi jari tangan dan jumlah sulur yang dimiliki. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SLB C Negeri Singaraja yang berjumlah 22 orang mulai dari SD sampai SMA. Sampel dalam penelitian ini adalah sidik jari tangan siswa. Teknik sampling adalah keseluruhan sampel. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, analisis gambar. Setelah itu dibandingkan dengan kunci pola penderita sindroma Down. Analisis data dijabarkan secara deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pola dermatoglifi penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah pola loop ulna (94 %). pola whorl (4 %), loop radial (2 %) serta arch tidak adal; (2) jumlah sulur pada penderita sindroma Down berjenis kelamin laki-laki secara keseluruhan 148 dan yang berjenis kelamin perempuan 102 itu berarti penderita sindroma Down laki-laki memiliki jumlah sulur paling banyak di bandingkan perempuan; (3) jumlah penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah 5 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki.Kata Kunci : Sindroma Down, dermatoglifi, jumlah sulur, jumlah penderita sindrom Down This study aimed at (1) Analyzing the students’ dermatoglifi finger pattern of those who were down syndrome patients in SLB C, Singaraja ; (2) Determining the number of tendrils of down syndrome students in SLB C, Singaraja ; (3) Determining the number of down syndrome students existed in SLB C, Singaraja which was seen from the dermatoglifi pattern of the fingers and the number of tendrils owned. Research population was all students in SLB Negeri Singaraja C numbering 22 people ranging from elementary to high school. The sample in this research is the student hand prints. Techniquel sampling is the overall sample. Methods of data collect using questionnaires, interviews, analysis of images. After that, compare with Down syndrome pattern lock. Analysis of the data described descriptively. The results of this study show that: (1) the pattern of Down's syndrome sufferers dermatoglifi C in SLB Negeri Singaraja is ulnar loop patterns (94%). whorl pattern (4%), radial loops (2%) and arch not adal; (2) the number of vines in people with Down syndrome male sex as a whole 148 and 102 female patients with Down syndrome that means men have the most number of shoots compared to women; (3) the number of people with down syndrome in SLB C, Singaraja were 5 people consisting of 3 women and 2 men. keyword : Down syndrome, Dermatoglifi, Number of Tendrils, Number of Down Syndrome Patients
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BIJI SRIKAYA (Annona Squamosa) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex vishnui ., Putu Paramesti Nopitayani; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda dan (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm terhadap mortalitas larva nyamuk. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah larva nyamuk Culex vishnui instar III. Larva dikembangbiakan di laboratorium zoologi. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda. Hal ini berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dan memiliki nilai F 16,91. Angka signifikansi tersebut < 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) dan nilai F hitung 16,91 > F tabel 3,47 maka H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi penyebab mortalitas larva nyamuk Culex vishnui adalah konsentrasi 150 ppm dengan nilai rerata mortalitas larva paling besar yaitu 8,25.Kata Kunci : Mortalitas, Ekstrak biji srikaya, Culex vishnui The purpose of this study was to determine (1) the difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration and (2) the most effective concentration of srikaya seed extract from the three variations of concentration 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm on mosquito larva mortality. The type of research conducted is a real experimental study with Completely Randomized Design (RAL) posttest-only control group design. The study population was Culex vishnui instar III mosquito larvae. Larvae are breeding in zoological laboratories. Data were analyzed using one way ANOVA statistic test. The results showed (1) There was a difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration. This is based on statistical test results of one-way ANOVA indicates a significance value of 0,000 and has a value of F 16.91. The significance number is F table 3.47 then H0 is rejected and H1 is accepted. (2) the most effective concentration of srikaya seeds extract from the three variations of concentration causing mortality of Culex vishnui mosquito larvae was the concentration of 150 ppm with the highest larval mortality rate of 8.25.keyword : Mortality, Srikaya Seed Extract, Culex vishnui
UJI PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS LARVA Sitophilus oryzae ., Virginia Suvranita; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan anggota Arthropoda, berasal dari keluarga Curculionidae. Larva Sitophilus oryzae bersifat merugikan bagi petani dan pedagang beras dengan merusak kualitas beras. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, tannin, acetogenins, dan flavonoid yang berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan mortalitas Sitophilus oryzae terhadap pemberian ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) dengan konsentrasi yang berbeda (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pemberian ekstrak kasar daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, Variasi konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30%, 40%, dan 50%. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu mortalitas larva Sitophilus oryzae. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) ada perbedaan mortalitas larva Sitophilus oryzae yang sangat signifikan setelah pemberian ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, (2) konsentrasi ekstrak daun sirsak yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae adalah 50%. Kata Kunci : Larva Sitophilus oryzae, Mortalitas, Sirsak (Annona muricata L.). Sitophilus oryzae is a member of Arthropods, originated from the family of Curculionidae. Sitophilus oryzae larvae are harmful to farmers and rice traders with damaging the quality of the rice. Soursop (Annona muricata L.) is one of plants that contains secondary metabolites such as alkaloids, tannins, acetogenins, and flavonoids that have functions as an insecticide. This study aims to (1) analyze the differences in mortality Sitophilus oryzae with rough extract of soursop’s leaves (A. muricata L.) with different concentrations (2) determine the concentration of crude extract of leaves of soursop (A.muricata L.) which are most effective against the larvae mortality Sitophilus oryzae. This type of research is experimental research using completely randomized design (CRD). The variables of this study consisted of independent variables, namely the provision of crude extract of soursop leaves with different concentrations, Variations in the concentrations that is used in this study was 30%, 40%, and 50%. The dependent variable in this study is Sitophilus oryzae larval mortality. Results of the study are analyzed by using the statistic test non- parametric with Kruskal Wallis test followed by Mann-Whiteney test or the Least Significant Difference (LSD) at 5% significance level. The results of the study as follows: (1) there are differences in the mortality of larvae Sitophilus oryzae highly significant after soursop leaf extract with different concentrations, (2) the concentration of soursop leaf extract is most effective against the larvae of Sitophilus oryzae mortality was 50%.keyword : Sitophilus oryzae larvae, Mortality, Soursop (Annona muricata L.)
VARIASI PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SERAI (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) TERHADAP MORTALITAS IMAGO KUMBANG TEPUNG (Tribolium castaneum Herbst.) ., NI KOMANG SURYANI; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), dan (2) berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) yang paling berpengaruh terhadap mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) dengan desain penelitian randomized posttest only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 240 imago kumbang tepung. Perbedaan berat tepung daun serai yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 gram, 6 gram, 9 gram, dan 0 gram (kontrol). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anova One Way pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) ada perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan angka signifikansi 0,000
PRESERVASI KONSORSIUM ISOLAT BAKTERI PENDEGRADASI MINYAK BUMI DARI PERAIRAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG KABUPATEN BULELENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GLISEROL ., Komang Sani Willyarsa; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan transportasi banyak menghasilkan limbah sisa minyak bumi yang mencemari tanah dan perairan. Sumber pencemaran yang paling tinggi dewasa ini adalah dari tumpahan minyak bumi. Salah satu langkah yang digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan yaitu dengan cara biologi menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimanakah viabilitas preservasi konsorsium isolat bakteri pendegradasi minyak bumi dengan metode gliserol. (2) mengetahui perbedaan kadar asam n-oktanoat hasil degradasi minyak bumi oleh bakteri preservasi dengan konsentrasi yang berbeda. (3) konsentrasi preservasi isolat bakteri yang paling berpengaruh terhadap asam n-oktanoat yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan The Randomized Posttest Only Control Group Design dengan 8 kali pengulangan pada tiga kelompok perlakuan. Populasi penelitian ini adalah konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi menggunakan metode gliserol, sedangkan sampel penelitian adalah cuplikan 5 ml media degradasi minyak solar dari masing-masing unit percobaan. Analisis data menggunakan Uji Anava satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Fhitung (10,696) > Ftabel (2,920) dan nilai signifikansi 0,001 F table (2.920) and a significant value 0.001
EFEKTIVITAS EKSTRAK KASAR DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP DAYA HAMBAT KOLONI BAKTERI DARI RONGGA MULUT MANUSIA ., I Wayan Suparyanta; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kebersihannya yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kebersihan rongga mulut dapat dijaga dengan menggosok gigi, penggunaan obat kumur, serta bahan alami yang salah satunya berasal dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif dari tiga variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia, (3) mengidentifikasi karakteristik genus bakteri yang diisolasi dari rongga mulut manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri dari rongga mulut manusia. Bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah yakni angka signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, serta nilai F hitung 288,751 > F tabel 3,47 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif adalah konsentrasi 30% dengan rerata koloni bakteri 16,5. (3) genus bakteri yang ditemukan pada rongga mulut manusia adalah Staphylococcus, Bacillus, Neisseria, dan Lactobacillus.Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kasar daun kelor (Moringa oleifera), Rongga mulut manusia. Healty of oral cavity cannot separated from overall body health. Poor hygine of oral cavity can cause disease generaly caused by bacteria. Oral cavity hygiene could care by brush teeth, mouthwash, and also natural material which one from moringa plant (Moringa oleifera). The purpose of this research was (1) to know absence or present the differences against inhibition colonies of bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration, (2) to know moringa leaf crude extract that most effective from three variance concentration 10%, 20%, and 30% to inhibition colonies of bacteria from human oral cavity, (3) to identified characteristic bacterial genus that isolated from human oral cavity. This research was true experimental research with Complete Random Design (CRD) posttest-only control group design. Population of this research was bacterial polyculture from human oral cavity. Bactery was grown on Nutrient Agar as sample on this research collected by simple random sampling. Data analysis tecniques was one way ANOVA. The result of the research there are (1) present the differences against inhibition colonies bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration based from one way ANOVA statistical test result was
Pengaruh Masa Simpan terhadap Jumlah Koloni Bakteri Jamu Gendong Beras Kencur di Pasar Banyuasri Singaraja ., Erfiana Febry Puspitasari; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku pembuat jamu gendong dalam mengolah jamu gendong masih kurang memperhatikan faktor higienis. Begitu juga jamu gendong yang dijual di pasar Banyuasri mudah terpapar sinar matahari dan kemasannya kurang hiegenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama penyimpanan (0 jam, 12 jam, 24 jam dan 36 jam) terhadap jumlah koloni bakteri dan jumlah koloni yang paling banyak mengontaminasi jamu gendong. Jenis penelitian ini adalah true experimental. Data utama berupa jumlah koloni bakteri dan data penunjang berupa genus bakteri. Teknik analisis data utama dengan menggunakan ANAVA one-way dengan taraf signifikansi 5% dan data penunjang dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa taraf signifikansinya 0,000 < 0,05 yang berarti ada erbedaan pengaruh lama penyimpanan terhadap jumlah koloni bakteri. Hasil pengamatan data penunjang ditemukan 4 genus bakteri yaitu Escherichia, Micrococcus, Pseudomonas dan Bacillus.Kata Kunci : beras kencur,genus bakteri, jamu gendong, jumlah koloni bakteri, masa simpan Behavior carrying medicinal maker in the process carrying medicinal still less attention to hygiene factors. Likewise, carrying medicinal sold in the market Banyuasri easily exposed to sunlight and less hygienic packaging. This study aims to determine the effect of different storage time (0 hours, 12 hours, 24 hours and 36 hours) to the number of bacterial colonies and the number of colonies that most contaminating carrying medicinal. This type of research is true experimental. The main data such as the number of bacterial colonies and supporting data in the form of a genus of bacteria. The main data analysis techniques using one-way ANOVA with a significance level of 5% and the supporting data were analyzed descriptively. Based on data analysis showed that the level of significance 0.000
PENGGUNAAN ENZIM ALFA-AMILASE DAN WAKTU FERMENTASI DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI TEPUNG BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus) ., Ni Putu Oka Milarika; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan energi alternatif bioetanol perlu dilakukan karena tingginya konsumsi dan ketersediaan bahan bakar terbatas. Untuk mengoptimalkan hasil bioetanol yang diperoleh maka diperlukan bahan baku alternatif serta optimalisasi dalam proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan volume bioetanol yang dihasilkan dari tepung biji buah durian (Durio zibethinus) dengan penggunaan enzim α-amilase, waktu fermentasi dan interaksi antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap berdasarkan pola penyusunan faktorial 4x4. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan enzim α-amilase dan waktu fermentasi sedangkan variabel terikatnya adalah volume bioetanol. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total sampel 48. Tahapan dari penelitian ini adalah persiapan, pelaksanaan (pretreatment, hidrolisis, fermentasi, destilasi), observasi serta analisis data. Dari hasil uji hipotesis didapatkan bahwa penggunaan enzim α-amilase 0,20 ml menghasilkan volume bioetanol dengan rata-rata tertinggi yaitu 13,3 ml. Volume bioetanol yang dihasilkan tertinggi pada waktu fermentasi 48 jam, serta terdapat interaksi antara penggunaan enzim α-amilase dan waktu fermentasi.Kata Kunci : bioetanol, enzim α-amilase, tepung biji buah durian, waktu fermentasi Development of alternative energy bioethanol was necessary because of high consumption and limited fuel availability. To optimize the results of bioethanol necessary alternatives raw material and optimization process. This study was aims to determine the differences in the volume of bioethanol produced from durian (Durio zibethinus) seeds flour with the use of the α-amylase enzyme, fermentation time and the interaction between them. This study was an experimental study with a randomized complete design based on 4x4 factorial pattern. The independent variables in this study was the use of α-amylase enzyme and fermentation time while the dependent variable was the volume of bioethanol. Repetition done 3 times with a total sample are 48. The stages of this research was preparation, execution (pretreatment, hydrolysis, fermentation, distillation), observation and data analysis. From the results of hypothesis test show that the use of 0.20 ml α-amylase enzyme produces the highest bioethanol with an average 13.3 ml. The highest volume of bioethanol produce in the fermentation time of 48 hours, and there are an interaction between the use of α-amylase enzyme and fermentation time.keyword : bioethanol, α -amylase enzyme, durian (Durio zibethinus) seeds flour, fermentation time
Co-Authors ., Agus Putu Adi Wyadnya Yoga ., Azizah Nurmala ., Erfiana Febry Puspitasari ., Gede Sedana Putra ., I Made Ada Wiguna ., I Made Gita Pramana Putra ., I Made Oka Suardyana ., I Putu Andy Putra ., IRQAMI RACHMA DWI D ., Ismiatul Wardah ., Kadek Krisna Dwi Mahartini ., KADEK KUSUMA DEWI ., Kadek Pina Destrya Lestari ., Kadek Tirta Yasa ., Komang Sani Willyarsa ., N L PT S ARYANINGSIH ., Ni Komang Deny Julyeda ., NI KOMANG SURYANI ., Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih ., Ni Luh Sinta Kusuma Wardani ., Ni Putu Febri Ardiantari ., Ni Putu Oka Milarika ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi ., Putu Cindy Arista ., Putu Paramesti Nopitayani ., RIRIS SUDURI ., Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri Agus Putu Adi Wyadnya Yoga . Azizah Nurmala . Cokorda Istri Ayu Setyawati . Desak Ayu Putu Agustini . Desak Ayu Putu Agustini ., Desak Ayu Putu Agustini Desak Made Citrawathi Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Erfiana Febry Puspitasari . Fransiska Yunita Sembung Gede Sedana Putra . Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi . Heri Budiatmoko . Heri Budiatmoko ., Heri Budiatmoko I Dewa Ketut Sastrawidana I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Yuda Pranata . I M G. P. Putra I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Ada Wiguna . I Made Gita Pramana Putra . I Made Oka Riawan I Made Oka Suardyana . I Nyoman Wijana I Putu Andy Putra . I Putu Parwata I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparyanta . I Wayan Suparyanta ., I Wayan Suparyanta Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana IKA DINI HARYANTI . IRQAMI RACHMA DWI D . Ismiatul Wardah . Kadek Krisna Dwi Mahartini . KADEK KUSUMA DEWI . Kadek Pina Destrya Lestari . Kadek Tirta Yasa . Komang Sani Willyarsa . Luh Putu Amelia Rahayu Made List Metriani . N L PT S ARYANINGSIH . Ni Kadek Pinawati . Ni Komang Deny Julyeda . NI KOMANG SURYANI . Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Sinta Kusuma Wardani . Ni Putu Febri Ardiantari . Ni Putu Oka Milarika . Ni Putu Risitiati Ni Putu Ristiati Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Gunia Prastuti Ni Wayan Pradnyawati Kartika . Ni Wayan Sri Santika Dewi . Ni Wayan Sri Santika Dewi ., Ni Wayan Sri Santika Dewi Putra, I M G. P. Putu Ayu Agustina Saraswadewi . Putu Cindy Arista . Putu Indah Rahmawati Putu Paramesti Nopitayani . RIRIS SUDURI . Risitiati, Ni Putu S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri . Siti Maryam Virginia Suvranita . Virginia Suvranita ., Virginia Suvranita Yundari, Yundari