Claim Missing Document
Check
Articles

Environmental Conservation through Study Value of Bali Aga Tenganan Pegringsingan Community Culture Nyoman Wijana; I Gusti Agung Nyoman Setiawan; Sanusi Mulyadiharja; I Gede Astra Wesnawa; Putu Indah Rahmawati
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21903

Abstract

This research aimed to know the implementation of environmental conservation in terms of cultural value orientation, including humanistic nature orientation, man-nature orientation, time orientation, activity orientation, and relational orientation. The population of this research was the entire community in traditional village Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. This research sample amounted to 25 people, consisting of the conventional village apparatus, community leaders, and the general public. Methods of data collection were the method of observation, interview, questionnaire, and checklist. The collected data were analyzed descriptively. This research indicated that the orientation of cultural values of humanistic nature orientation and man-nature orientation had an excellent quality. The time orientation, activity orientation, and relational orientation parameters had good quality. Culture in the study community generally showed a positive thing, so the impact of culture on the quality of the environment, in general, was excellent. The results of observations in the field revealed that there were all community activities at Tenganan Pegringsingan that could not cause environmental pollution. Therefore, the role of traditional regulation or awig-awig to regulate environmental and social-culture.
Kajian Kultur dalam Konservasi Hutan Nyoman Wijana; I Gede Astra Wesnawa; Sanusi Mulyadiharja
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.29891

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Bukit Kangin Tenganan Pegringsingan, dengan tujuan mengkaji (1) Peran kultur (culture) masyarakat Tenganan Pegringsingan dalam upaya pelestarian tumbuhan di hutan Bukit Kangin, dan (2) keanekaragaman jenis-jenis tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin tersebut. Penelitian ini dilaksanakan melalui eksplorasi terhadap peran culture dalam konservasi tumbuhan di hutan  Bukit Kangin dan eksplorasi tumbuhan yang ada di Bukit Kangin tersebut. Dalam eksplorasi terhadap peran Culture dalam konservasi tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin digunakan metode wawancara mendalam (deep interview), observasi, dan kuisioner. Sedangkan eksplorasi terhadap keanekaragaman spesies di Bukit Kangin dengan menggunakan metode kuadrat. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Tenganan Pegringsingan, dan seluruh spesies tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin. Sampel penelitian ini adalah komponen masyarakat yang secara keseluruhan berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan datanya adalah metode wawancara, observasi, kuisioner, dan metode kuadrat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari 20 orang sampel yang digunakan sebagai responden, untuk menggali peran culture masyarakat setempat, secara keseluruhan (100 %) menyatakan sangat baik. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa masyarakat desa Tenganan Pegringsingan mengetahui sangat baik dalam hal pengetahuan dari fungsi hutan dan pelestariannya, mengacu pada kepercayaan/mitos yang ada di desa tersebut, peran awig-awig dalam pengelolaan hutan, dan logika dijalankan dalam pelestarian hutan Tenganan Pegringsingan. (2) Di hutan Bukit Kangin diketemukan sekitar 43 jenis tumbuhan dengan nilai indeks diversitas, ekuitabilitas dan kekayaan spesies masing-masing adalah sebesar 2,367; 0,572; dan 7,480.
ANALISIS KEMAMPUAN INULINOLITIK ISOLAT JAMUR ENDOFIT DARI UMBI TANAMAN BENGKUANG (Pachyrhizus erosus L.) DALAM MEDIA SELEKTIF INULIN Cokorda Istri Ayu Setyawati .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3258

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan indeks inulinolitik yang terbentuk sebagai hasil dari hidrolisis inulin oleh isolat jamur endofit dari umbi tanaman bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) dalam media selektif inulin, (2) karakteristik morfologi, dan 3) genus isolat jamur endofit inulinolitik. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan isolat jamur endofit dari umbi tanaman bengkuang sedangkan sampelnya adalah isolat jamur endofit yang akan diuji kemampuan inulinolitik yang ditentukan dengan acak (random). Isolasi jamur endofit menggunakan metode tempel permukaan. Uji kemampuan jamur endofit inulinolitik dilakukan dengan mengaliri media selektif dengan larutan lugol’s iodine selama 5 menit. Identifikasi dilakukan dengan pengamatan karakteristik morfologi jamur endofit yang ditumbuhkan pada Potato Dextrose Agar. Analisis data menggunakan uji Kruskall Wallis dan Uji Mann-Whitney sebagai uji Post Hoc. Hasil yang diperoleh: 1) tiga isolat memiliki indeks inulinolitik yang berbeda signifikan secara statistik pada taraf signifikansi 0,05 sedangkan satu isolat tidak memiliki indeks inulinolitik, 2) ketiga isolat memiliki karakter morfologi yang bervariasi, dan 3) isolat jamur endofit inulinolitik berasal dari genus Aspergillus dan Cladosporium.Kata Kunci : Jamur endofit, bengkuang, indeks inulinolitik, media selektif This experimental research aimed to know (1) the difference of inulinolytic index as the result of inulin hydrolysis by endophytic fungal isolates from yam tuber (Pachyrhizus erosus L.) inulin selective media, (2) the characteristic morphology of isolates and 3) the genus of isolates those are able to hydrolysis inulin. The population of this research were all of endophytic fungi isolates from yam tuber while its sample was endophytic fungi isolates which its inulinolitic ability was tested that was determinded by random technic. Isolation of endophytic fungi uses patch surface method. Tested the inulinolytic ability by endophytic fungi was done with the media floated lugol’s iodine solution for 5 minutes. Identification was done based on morphological characterization on Potato Dextrose Agar. Data analyze was tested by Kruskall Wallis and Mann-Whitney as a Post Hoc test. Results showed that: 1) there were three isolates had statistically significant difference of index inulinolytic at the level of significance 0,05, while one isolate did not have an inulinolytic index 2) All of them had variation in their morphology characteristic and 3) Inulinolytic isotes belong to the genera of Aspergillus and Cladosporium.keyword : Endophytic fungi, yam bean, inulinolytic index, selective media
PENGARUH KONSENTRASI SPORA Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN YANG DIISOLASI DARI BATANG TANAMAN JERUK KEPROK (Citrus reticulata) Made List Metriani .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3259

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan diameter pertumbuhan jamur patogen yang diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok akibat penambahan spora Trichoderma harzianum dengan konsentrasi yang berbeda; (2) konsentrasi spora Trichoderma harzianum yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen yang diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok; dan (3) genus jamur patogen yang menyerang batang tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata) yang diisolasi dari kawasan kebun jeruk di desa Sukawana, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yakni konsentrasi spora Trichoderma harzianum 107, 108 dan 109 spora/ml dan 8 kali ulangan serta satu kontrol untuk masing-masing pengulangan. Populasi dalam penelitian ini berupa spora jamur patogen yang langsung diisolasi dari batang tanaman jeruk keprok bergejala sakit, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah spora jamur patogen yang telah diencerkan dalam 10 ml aquades. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa isolasi, direct plating dan dual culture. Data utama dianalisis dengan uji parametrik ANAVA satu arah, sedangkan data penunjang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat perbedaan diameter pertumbuhan Phytophtora sp. akibat pemberian spora Trichoderma harzianum dengan konsentrasi yang berbeda (F hitung > F Tabel); (2) perlakuan yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Phytophtora sp. adalah konsentrasi spora Trichoderma harzianum 109 spora/ml; dan (3) genus jamur patogen yang menyerang batang tanaman jeruk keprok yang diisolasi dari kawasan kebun jeruk di desa Sukawana, kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli adalah Phytophtora sp.Kata Kunci : Trichoderma harzianum, konsentrasi spora, diameter koloni, jamur patogen, batang jeruk keprok Phytophtora sp. This research was an experimental that aimed to determine (1) differences of diameter growth fungal pathogens that isolated from the stem of tengerine due to the addition spores of Trichoderma harzianum with different concentrations; (2) the concentration of spores of Trichoderma harzianum which the most effective in inhibiting the growth of pathogenic fungi isolated from the stem of tangerine; and (3) the genus of pathogenic fungi that attack stem of tangerine (Citrus reticulata) which was isolated from citrus field in the Sukawana village, Kintamani District, Bangli Regency. This reaserched using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments refered to Trichoderma harzianum spore concentration of 107, 108 and 109 spores/ml with 8 replicates and one control for each repetition. The population in this research were pathogenetic fungi’s spores that isolatedd from illness stem of tengerine. The sampel of this reseach were delution of were pathogenetic fungi’s spores. This reseach used isolation, direct plating, and dual culture method. The main data was analyzed by one-way ANOVA parametric test and the supporting data analyzed by descriptive way. The result of this reseach showed that (1) there is a difference in diameter growth of Phytophtora sp. due to the addition of Trichoderma harzianum spores with different concentrations (F test > F tabel); (2) the most effective in inhibiting the growth of Phytophtora sp. is using Trichoderma harzianum spore concentration 109 spores/ml; and (3) the genus of pathogenic fungi which attack the stem of tengerine that is isolated from citrus field in the Sukawana village, Kintamani District, Bangli Regency is Phytophtora sp.keyword : Trichoderma harzianum, concentration of spores, diameter growth, pathogenic fungi, plant stem, Citrus reticulata, Phytophtora sp.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn.) DAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans Ni Kadek Pinawati .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%; (2) perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak rimpang temulawak dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%); (3) adanya interaksi antara masing-masing jenis ekstrak dengan konsentrasi yang berbeda terhadap diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans. Populasi dalam penelitian ini adalah biakan murni Streptococcus mutans dengan sampel Streptococcus mutans yang diencerkan dengan aquades steril sebanyak 10 ml. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Teknik analisis data dengan Anova dua arah. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%. (2) terdapat perbedaan diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans akibat pemberian ekstrak rimpang temulawak dengan konsentrasi 30%, 45% dan 60%. (3) Tidak ada interaksi antara masing-masing jenis ekstrak dengan konsentrasi yang berbeda terhadap diameter zona hambatan pertumbuhan Streptococcus mutans. Kata Kunci : ekstrak daun sirih, ekstrak rimpang temulawak, Streptococcus mutans This study aims to (1) determine differences in growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans due to betel leaf extract with a concentration of 30%, 45% and 60%. (2) determine differences in growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans due to the ginger rhizome extract with a concentration of 30%, 45% and 60%). (3) determine the interaction between each type of extract with different concentrations of the growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans. The population in this study was a pure culture of Streptococcus mutans and Streptococcus mutans samples were diluted with 10 mL of sterile distilled water. Data collection methods used in this study is the observation method. Data analysis techniques with two-way ANOVA. The results are (1) there is a difference in diameter of inhibition zone due to the growth of Streptococcus mutans betel leaf extract with a concentration of 30%, 45% and 60%; (2) there is a difference in diameter of the zones of growth inhibition of Streptococcus mutans due to the ginger rhizome extract with a concentration of 30%, 45% and 60%; (3) There is no interaction between each type of extract with different concentrations of the growth inhibition zone diameter of Streptococcus mutans.keyword : betel leaf extract, ginger rhizome extract, Streptococcus mutans
ANALISIS PERBEDAAN MASSA PADI VARIETAS IR64 SEBAGAI MEDIA TUMBUH TERHADAP KADAR PIGMEN MERAH PADA ANGKAK YANG DIHASILKAN OLEH Monascus Purpureus Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan massa padi varietas IR64 sebagai media tumbuh terhadap kadar pigmen merah angkak yang dihasilkan oleh Monascus purpureus, (2) mengetahui massa padi varietas IR64 yang digunakan dalam fermentasi angkak ditinjau dari kadar pigmen tertinggi, (3) mengetahui kuantitas produk angkak ditinjau dari pH, dan bobot angkak. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dan rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah massa padi varietas IR64 yakni 30 gram, 40 gram, 50 gram dan 60 gram sebagai media tumbuh Monascus purpureus, variabel terikat adalah kadar pigmen merah pada angkak diukur berdasarkan Optical Density (OD) dan variabel kontrol adalah kelembaban, suhu, dan intensitas cahaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik, uji hipotesis dengan Anova One Way, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan kadar pigmen merah pada angkak oleh Monascus purpureus berdasarkan perbedaan massa padi varietas IR64 dilihat dari nilai F hitung > F tabel yakni 92,824 > 1,714, (2) Massa padi varietas IR64 yang dapat digunakan dalam fermentasi angkak ditinjau dari kadar pigmen angkak tertinggi melalui uji BNT dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga rata rata perlakuan memiliki perbedaan signifikansi yakni massa beras 30 gram dengan kadar pigmen merah tertinggi sebesar 1,9 g/100 ml, (3) pH optimal dalam menghasilkan kadar pigmen adalah 6,03 dari kriteria pH 6 terjadi penurunan bobot angkak setelah fermentasi dan pengovenan. Kata Kunci : Monascus purpureus, Angkak, Padi Varietas IR64. The purpose of this study is (1) determine the mass difference IR64 rice as a growing medium on levels of red yeast rice red pigment produced by Monascus purpureus, (2) determine the mass of IR64 rice varieties used in the fermentation of red yeast rice in terms of the highest pigment levels, (3) determine quantity of red yeast rice products in terms of pH, and the weight of red yeast rice. Type of research is experimental research and the study design was completely randomized design (CRD). The independent variable in this study is that the mass of IR64 rice 30 grams, 40 grams, 50 grams and 60 grams of Monascus purpureus as a growing medium, the dependent variable is the red pigment in red yeast rice levels were measured by Optical Density (OD) and the control variable is humidity, temperature, and light intensity. Data analysis was performed using parametric statistics, hypothesis testing with ANOVA One Way, followed by the Least Significant Difference test (LSD). The results of this study were (1) there are differences in the levels of red pigment in red yeast rice by Monascus purpureus by the mass difference of rice IR64 seen from F count> F table is 92,824 > 1,714, (2) mass IR64 rice varieties that can be used in the fermentation of red yeast rice in terms of the highest levels of pigment red yeast rice through LSD test with a significance level of 0,000 < 0,05, so the average treatment has significant differences that mass 30 grams rice with red pigment highest levels of 1,90 g / 100 ml, (3) the optimal pH produce pigment concentration is 6.03 of criteria weights decreased pH 6 after fermentation of red yeast rice and oven. keyword : Monascus purpureus, Angkak, Rice Variety IR64
STUDENT ON PATTERN ANALYSIS DERMATOGLIFI DOWN SYNDROME PATIENTS IN STATE SLB C SINGARAJA I Gusti Ngurah Yuda Pranata .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v1i1.3983

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pola dermatoglifi jari tangan siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (2) mengetahui jumlah sulur siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (3) mengetahui jumlah siswa penderita sindrom Down yang ada di SLB C Negeri di Kota Singaraja dilihat dari pola dermatoglifi jari tangan dan jumlah sulur yang dimiliki. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SLB C Negeri Singaraja yang berjumlah 22 orang mulai dari SD sampai SMA. Sampel dalam penelitian ini adalah sidik jari tangan siswa. Teknik sampling adalah keseluruhan sampel. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, analisis gambar. Setelah itu dibandingkan dengan kunci pola penderita sindroma Down. Analisis data dijabarkan secara deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pola dermatoglifi penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah pola loop ulna (94 %). pola whorl (4 %), loop radial (2 %) serta arch tidak adal; (2) jumlah sulur pada penderita sindroma Down berjenis kelamin laki-laki secara keseluruhan 148 dan yang berjenis kelamin perempuan 102 itu berarti penderita sindroma Down laki-laki memiliki jumlah sulur paling banyak di bandingkan perempuan; (3) jumlah penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah 5 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki.Kata Kunci : Sindroma Down, dermatoglifi, jumlah sulur, jumlah penderita sindrom Down This study aimed at (1) Analyzing the students’ dermatoglifi finger pattern of those who were down syndrome patients in SLB C, Singaraja ; (2) Determining the number of tendrils of down syndrome students in SLB C, Singaraja ; (3) Determining the number of down syndrome students existed in SLB C, Singaraja which was seen from the dermatoglifi pattern of the fingers and the number of tendrils owned. Research population was all students in SLB Negeri Singaraja C numbering 22 people ranging from elementary to high school. The sample in this research is the student hand prints. Techniquel sampling is the overall sample. Methods of data collect using questionnaires, interviews, analysis of images. After that, compare with Down syndrome pattern lock. Analysis of the data described descriptively. The results of this study show that: (1) the pattern of Down's syndrome sufferers dermatoglifi C in SLB Negeri Singaraja is ulnar loop patterns (94%). whorl pattern (4%), radial loops (2%) and arch not adal; (2) the number of vines in people with Down syndrome male sex as a whole 148 and 102 female patients with Down syndrome that means men have the most number of shoots compared to women; (3) the number of people with down syndrome in SLB C, Singaraja were 5 people consisting of 3 women and 2 men. keyword : Down syndrome, Dermatoglifi, Number of Tendrils, Number of Down Syndrome Patients
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 UBUD Ni Wayan Sri Santika Dewi .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC kelas XI di SMA Negeri 1 Ubud. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan rancangan Non-Equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ubud sebanyak 213 siswa yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Sebanyak 2 kelas (60 siswa) dipilih sebagai sampel penelitian yang ditentukan dengan teknik acak (random sampling). Data hasil belajar Biologi siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar Biologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Biologi yang sangat signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC (t = 6,115, p = 0,000). Kualifikasi nilai rata-rata hasil belajar Biologi yang dicapai oleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL sebesar 81,24 sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC sebesar 77,58.Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran PBL, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC The aim of this research was to know the differences of biology learning outcomes between students who learned through problem based learning model and students who learned through cooperative integrated reading and composition model of grade XI at SMA Negeri 1 Ubud. This research was a quasi-experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of this research was all of students of grade XI at SMA Negeri 1 Ubud consisted of 213 students which distributed into 7 classes. Two classes (60 students) were selected as the research sample which determined by random sampling technique. Data of biology learning outcomes was collected by biology learning outcomes test. The method of data analysis used in this research were descriptive analysis and t-test. Research results show that there are very significant differences of biology learning outcomes between students who learned through problem based learning model and students who learned through cooperative integrated reading and composition model (t = 6,115, p = 0,000). The mean qualification of biology learning outcomes achieved by students who learned through problem based learning model is better than students who learned through cooperative integrated reading and composition model. The mean obtained by students who learned through problem based learning model is 81.24 while the mean obtained by students who learned through cooperative integrated reading and composition model is 77.58.keyword : Learning Outcomes, Problem Based Learning Model, Cooperative Integrated Reading and Composition Model
KARAKTERISTIK DAN KEBERMANFAATAN SPESIES TUMBUHAN BAGI MASYARAKAT SEKITAR HUTAN ADAT TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Heri Budiatmoko .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5402

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) karakteristik spesies tumbuhan yang menyusun vegetasi Hutan Munduk Taulan yang ada Di Desa Adat Tigawasa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, 2) kebermanfaatan spesies tumbuhan yang menyusun vegetasi hutan Munduk Taulan yang ada di Desa Adat Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng bagi masyarakat sekitar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terdapat di area Hutan Munduk Taulan, sedangkan sampelnya yaitu semua spesies tumbuhan yang tercakup dalam 30 kuadrat sepanjang line transec. Untuk mengetahui karakteristik Hutan Munduk Taulan digunakan analisis analisis nilai penting yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan untuk menganalisis kebermanfaatan hutannya digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pada Hutan Munduk Taulan Desa Adat Tigawasa yang menjadi karakteristik hutannya adalah spesies Kayu Iseh ( Agathis alba). (2) Dari 28 spesies tumbuhan yang telah didata berdasarkan kegunaannya, manfaat tumbuhan yang ada ternyata paling banyak dimanfaatkan adalah untuk keperluan pangan dengan persentase sebesar (46,43%). Selanjutnya disusul oleh keperluan papan dan rumah tangga sebesar (42,86%), obat-obatan (39,29%), upacara agama (25%), sandang/industri (21,43%) dan terakhir pakan ternak sebesar (7,14%). Selain itu dari 28 spesies tumbuhan yang telah didata berdasarkan organ tumbuhan yang paling banyak digunakan maka di dapat batang dengan persentase sebesar (67,86%), menyusul daun sebesar (53,57%), akar sebesar (32,14%), buah sebesar (28,57%) dan bunga sebesar (14,29%).Kata Kunci : : Karakteristik hutan, Kebermanfaatan hutan The purpose of this study was to determine 1) the characteristics of the plant species that make up the forest vegetation existing Munduk Taulan, Tigawasa Village In Banjar District of Buleleng, 2) the usefulness of plant species that make up the forest vegetation existing Munduk Taulan, Tigawasa Village In Banjar District of Buleleng to the surrounding community. This research is explorative and descriptive research. The population of this study are all plants contained in Munduk Taulan forest area, while the sample is all plant species included in the 30 squares along the line transec. To determine the characteristics of Munduk Taulan Forest analysis used analysis of important value to be further analyzed descriptively and to analyze the usefulness of the forest used descriptive analysis of qualitative and quantitative. The results of this study indicate 1) At Forest Munduk Taulan, Tigawasa Village the characteristics of the forest is Kayu Iseh species (Agathis alba). (2) Of the 28 plant species have been recorded based on the usefulness, benefit existing plants are still the most widely used is for the purpose of food with a percentage of (46.43%). Next followed by board and household purposes was (42.86%), drugs (39.29%), rituals (25%), clothing / industry (21.43%) and last for animal feed (7, 14%). Addition of 28 plant species have been recorded based on the organs of plants most widely used then may stem with a percentage of (67.86%), followed by leaves (53.57%), the roots of (32.14%), fruit by (28.57%) and annual interest rate (14.29%). keyword : : Characteristics of forest, forest Usefulness
EFEKTIVITAS EKSTRAK KASAR DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP DAYA HAMBAT KOLONI BAKTERI DARI RONGGA MULUT MANUSIA I Wayan Suparyanta .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5540

Abstract

Kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kebersihannya yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kebersihan rongga mulut dapat dijaga dengan menggosok gigi, penggunaan obat kumur, serta bahan alami yang salah satunya berasal dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda, (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif dari tiga variasi konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia, (3) mengidentifikasi karakteristik genus bakteri yang diisolasi dari rongga mulut manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah polikultur bakteri dari rongga mulut manusia. Bakteri ditumbuhkan pada media Nutrient Agar digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan daya hambat koloni bakteri dari rongga mulut manusia setelah pemberian ekstrak kasar daun kelor pada konsentrasi berbeda berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah yakni angka signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, serta nilai F hitung 288,751 > F tabel 3,47 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak kasar daun kelor yang paling efektif adalah konsentrasi 30% dengan rerata koloni bakteri 16,5. (3) genus bakteri yang ditemukan pada rongga mulut manusia adalah Staphylococcus, Bacillus, Neisseria, dan Lactobacillus.Kata Kunci : Efektivitas, Ekstrak kasar daun kelor (Moringa oleifera), Rongga mulut manusia. Healty of oral cavity cannot separated from overall body health. Poor hygine of oral cavity can cause disease generaly caused by bacteria. Oral cavity hygiene could care by brush teeth, mouthwash, and also natural material which one from moringa plant (Moringa oleifera). The purpose of this research was (1) to know absence or present the differences against inhibition colonies of bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration, (2) to know moringa leaf crude extract that most effective from three variance concentration 10%, 20%, and 30% to inhibition colonies of bacteria from human oral cavity, (3) to identified characteristic bacterial genus that isolated from human oral cavity. This research was true experimental research with Complete Random Design (CRD) posttest-only control group design. Population of this research was bacterial polyculture from human oral cavity. Bactery was grown on Nutrient Agar as sample on this research collected by simple random sampling. Data analysis tecniques was one way ANOVA. The result of the research there are (1) present the differences against inhibition colonies bacteria from human oral cavity after treatment by moringa leaf crude extract with difference concentration based from one way ANOVA statistical test result was
Co-Authors ., Agus Putu Adi Wyadnya Yoga ., Azizah Nurmala ., Erfiana Febry Puspitasari ., Gede Sedana Putra ., I Made Ada Wiguna ., I Made Gita Pramana Putra ., I Made Oka Suardyana ., I Putu Andy Putra ., IRQAMI RACHMA DWI D ., Ismiatul Wardah ., Kadek Krisna Dwi Mahartini ., KADEK KUSUMA DEWI ., Kadek Pina Destrya Lestari ., Kadek Tirta Yasa ., Komang Sani Willyarsa ., N L PT S ARYANINGSIH ., Ni Komang Deny Julyeda ., NI KOMANG SURYANI ., Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih ., Ni Luh Sinta Kusuma Wardani ., Ni Putu Febri Ardiantari ., Ni Putu Oka Milarika ., Ni Wayan Pradnyawati Kartika ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi ., Putu Cindy Arista ., Putu Paramesti Nopitayani ., RIRIS SUDURI ., Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri Agus Putu Adi Wyadnya Yoga . Azizah Nurmala . Cokorda Istri Ayu Setyawati . Desak Ayu Putu Agustini . Desak Ayu Putu Agustini ., Desak Ayu Putu Agustini Desak Made Citrawathi Drs.I Ketut Artawan,M.Si . Erfiana Febry Puspitasari . Fransiska Yunita Sembung Gede Sedana Putra . Gst. Ayu Md. Juniasmita Parsandi . Heri Budiatmoko . Heri Budiatmoko ., Heri Budiatmoko I Dewa Ketut Sastrawidana I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Gusti Ngurah Yuda Pranata . I M G. P. Putra I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Ada Wiguna . I Made Gita Pramana Putra . I Made Oka Riawan I Made Oka Suardyana . I Nyoman Wijana I Putu Andy Putra . I Putu Parwata I Wayan Sukra Warpala I Wayan Suparyanta . I Wayan Suparyanta ., I Wayan Suparyanta Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana IKA DINI HARYANTI . IRQAMI RACHMA DWI D . Ismiatul Wardah . Kadek Krisna Dwi Mahartini . KADEK KUSUMA DEWI . Kadek Pina Destrya Lestari . Kadek Tirta Yasa . Komang Sani Willyarsa . Luh Putu Amelia Rahayu Made List Metriani . N L PT S ARYANINGSIH . Ni Kadek Pinawati . Ni Komang Deny Julyeda . NI KOMANG SURYANI . Ni Luh Ayu Sri Purwaningsih . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI Ni Luh Sinta Kusuma Wardani . Ni Putu Febri Ardiantari . Ni Putu Oka Milarika . Ni Putu Risitiati Ni Putu Ristiati Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Gunia Prastuti Ni Wayan Pradnyawati Kartika . Ni Wayan Sri Santika Dewi . Ni Wayan Sri Santika Dewi ., Ni Wayan Sri Santika Dewi Putra, I M G. P. Putu Ayu Agustina Saraswadewi . Putu Cindy Arista . Putu Indah Rahmawati Putu Paramesti Nopitayani . RIRIS SUDURI . Risitiati, Ni Putu S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . Sintya Pramita I Gusti Ayu Istri . Siti Maryam Virginia Suvranita . Virginia Suvranita ., Virginia Suvranita Yundari, Yundari