Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBENTUK GAMBAR BINATANG REALIS DAN GAMBAR BINATANG KARTUN TERHADAP KEGIATAN MENGGAMBAR ANAK - ANAK DI TK PRA WIDYA DHARMA KEMBANGSARI KINTAMANI ., I Kadek Budiana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.612 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.15147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses penggunaan media pembelajaran contoh gambar binatang realis dan gambar binatang kartun di TK Pra Widia Dharma, (2) mendeskripsikan hasil belajar dengan metode mencontoh gambar binatang realis dan gambar binatang kartun. Penilitan ini adalah penelitian deskriptif dengan model pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Langkah ? langkah penelitian dilakukan dengan (1) merencanakan model pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa gambar contoh binatang realis dan gambar kartun, (2) membuat media pembelajaran berupa gambar binatang kartun dan realis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif Hasil penelitan ini adalah (1) gambar contoh yang diberikan banyak yang di kembangkan oleh anak ? anak (2) pengembangan gambar contoh paling banyak yang dilakukan anak adalah menambahkan gambar benda atau kegiatan keseharian mereka atau pengalaman yang menurut mereka berkesan seperti gambar ogoh ? ogoh karena pada saat penelitian masih suasana hari raya nyepi. Kata Kunci : Kata kunci: media pembelajaran, gambar binatang realis, gambar binatang kartun. . This study aims to (1) describe the process of using learning media of examples of realist animal images and cartoon animal images in Pra-Widya Dharma kindergarten, (2) to describe learning outcomes with the method of modeling realist animal pictures and cartoon animal images. Research is a descriptive research with a qualitative approach model. Data collection in this research is done by technique (1) observation, (2) interview, and (3) photo documentation. The research step is done by (1) planning the learning model by using the instructional media in the form of picture of realist animal sample and cartoon image, (2) making learning media in the form of cartoon animal image and realist, data analysis using qualitative descriptive analysis The results of this research are (1) sample images given by many children developed (2) the development of the most images of the children's example is to add pictures of objects or their daily activities or experiences that they think are like ogoh ogoh research is still the atmosphere of nyepi feast. keyword : Keywords: learning media, realist animal pictures, cartoon animal pictures
ANALISIS GAMBAR EKSPRESI BEBAS KARYA SISWA KELAS VII DALAM KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS DI SMP N 1 TAMPAKSIRING ., I Gede Dwitra N. Artista; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar dan (2) Mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling pada saat kegiatan menggambar dengan cara mengajak anak menggambar bebas secara berkelompok sesuai kelasnya masing-masing. Sementara itu gambar-gambar hasil karya siswa akan dipilih secara acak dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema gambar dari masing-masing siswa, sangat beragam. Setiap tema yang ditampilkan siswa dalam hasil karyanya menunjukkan adanya indikasi kecenderungan pengaruh lingkungan siswa. Faktor-faktor seperti lingkungan tempat tinggal serta pekerjaan orang tua memberi pengaruh kuat bagi siswa dalam pemilihan tema gambar mereka. Seperti pula yang dipaparkan pada tahapan Pseudo Naturalistic Stage. (2) Berdasarkan hasil observasi terhadap gambar-gambar hasil karya siswa tersebut dapat dilihat bahwa objek yang ditampilkan pada bidang gambar siswa secara keseluruhan sangatlah beragam mulai dari pepohonan, persawahan, sungai, binatang, tokoh kartoon, sarana kebudayaan, serta karikatur. Sebagian besar garis yang dihasilkan siswa sangat tegas. Pewarnaan keseluruhan karya siswa menggunakan pensil warna dengan teknik arsiran. Penggunaan ruang yang dilakukan siswa, hampir sebagian besar tampak memenuhi bidang gambar. Kata Kunci : gambar ekspresi, pseudo Naturalistic Stage, wujud karya seni This study was aimed to (1) describe the theme of the image students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring and (2) describe the image element students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring. This study used cluster-sampling technique when drawing as a means to invite children to draw freely in groups within a class. While the images of students’ art will be further randomly selected and analyzed. The results showed that (1) the theme of the image of each student is very diverse. Each theme showed the students in their work, indicated a tendency to students ‘environmental influences. Environmental factors such as residence and parents’ profession strongly influenced the choice of theme for students in their image as also described in stages Pseudo Naturalistic Stage. (2) Based on the observation of images of students' art, it could be seen that the object shown in the image area students are extremely diverse in range, begin from trees, rice fields, rivers, animals, different cartoon characters, cultural facilities, as well as caricatures. Most of the result line students were very firm. Overall student work using colored pencils with shading techniques. The use of the student space, almost the majority seemed to fill the picture area. keyword : image expression, pseudo Naturalistic Stage, form of art
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEKNIK LEMMILL PADA EKSTRAKURIKULER KALIGRAFI DI MIN SINGARAJA ., Babat Nufus T s; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.781 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.11449

Abstract

Penelitian ini penelitian deskritif kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja. Data dikumpulkan menggunakan teknik pendokumentasian untuk memperoleh hasil yang akan di deskripsikan, teknik wawancara untuk mendapatkan data tentang pendapat guru terkait dengan proses pembelajaran Teknik Lemmill pada ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja. Hasil penelitian tentang pelaksaanaan ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja disusun dalam pola kegiatan sebagai berikut: 1). (a) peneliti menyiapkan alat dan bahan yang akan diberikan kepada guru pembina, sebagai bahan tugas pembelajaran teknik lemmill (b) guru menyiapkan kelas (c) mencatat atau mengisi daftar hadir anak-anak yang mengikuti pembelajaran kaligrafi teknik lemmill sekaligus pemberian media berupa tripleks dan contoh kaligrafi, (d) guru menjelaskan langkah-langkah pembuatan dan pengenalan contoh kaligrafi yang menggunakan teknik lemmill, (f) pembelajaran pemembuatan sket kaligrafi, (g) membuat adonan, menyiapkan bahan pewarna, dan menyiapkan adonan jadi kedalam plastik piping bag atas bimbingan dan pengawasan guru pembiming (h) membuat kaligrafi teknik lemmill, (i) pembersihan alat-alat, (j) efaluasi yang dilakukan oleh guru. Melalui proses tersebut akan tercipta sebuah pembelajaran skill dan inovasi kepada anak-anak. 2). Dari data hasil wawancara dengan pengajar didapatkan pernyataan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler kaligrafi berbasis teknik lemmill ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kedepannya dan diharapkan siswa akan lebih berkreatifitas lebih lagi dan bagi guru pembina sebagai bahan acuan serta sebagai alternative dalam melakukan proses belajar mengajar khususnya seni kaligrafi, dan mendapatkan inovasi baru dalam berkarya, selain itu pada proses pembelajaran anak-anak yang mengikuti pembelajran teknik lemmill ini sangat berantusias dalam mengikuti pembelajaran dikarenakan dalam pelaksanaanya lebih kepada bermain sambil belajar. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, kaligrafi teknik lemmill This research is descriptive qualitative research, aimed to describe the implementation of extracurricular learning of calligraphy in MIN Singaraja. Data collected using documentation techniques to obtain the results to be described, interview techniques to obtain data about teacher opinions related to the process of learning Lemmill Technique on extracurricular calligraphy in MIN Singaraja. Results of research on the implementation of extracurricular calligraphy in MIN Singaraja are arranged in the following activity patterns: 1). (A) the researcher prepares the tools and materials that will be given to the teacher of the builder, as the material for the teaching of lemmill technique (b) the teacher prepares the class (c) records or fills the attendance list of children who follow the calligraphy learning of lemmill technique as well as the giving of plywood and (D) the teacher explains the steps of making and introducing examples of calligraphy using lemmill techniques, (f) learning of calligraphy sketches, (g) making dough, preparing dyes, and preparing the dough into plastic piping bag for guidance and Tutor teacher supervision (h) make calligraphy lemmill techniques, (i) cleaning tools, (j) the teacher's evaluations. Through the process will create a learning skill and innovation to children. 2). From the data of interviews with teachers, it was found that the extracurricular apocalypse learning based on lemmill technique is very beneficial for the future children and it is expected that the students will be more creative and more for the guidance teacher as reference material and as an alternative in doing the teaching learning process especially the art of calligraphy, And get a new innovation in the work, in addition to the learning process of children who follow learning lemmill technique is very enthusiastic in following the learning because in the implementation more to play while learning. keyword : learning implementation, calligraphy of lemmill technique
TENUN KAIN SONGKET DI DESA SUKARARA, KECAMATAN JONGGAT, LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT ., Norman Efendi; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.068 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Keberadaan sejarah/fenomena tenun kain songket di Desa Sukarara (2) Alat dan bahan yang dipakai untuk pembuatan kain tenun songket di Desa Sukarara (3) Proses pembuatan kain tenun songket di Desa Sukarara (4) Jenis motif dan makna simbol yang ada pada tenun kain songket Desa Sukarara. Penelitian menggunakan metode deskritif kualitatif dengan tahapan (1) rancangan penelitian (2) sasaran penelitian (3) instrument penelitian (4) instrument observasi (5) instrument wawancara (6) instrument dokumentasi (7) instrument kepustakaan (8) instrument pengumpulan data (9) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan (1) Sejarah/fenomena keberadaan tenun kain songket pada abad ke- 14 pada masa kerajaan suku Sasak Lombok. (2) Bagian alat dan bahan kain tenun songket yaitu Lampat jajak, Daun jajak, Jejanggel, Tutukan, Lelagan, Lelidi, Penggulung, Lurusangun, Belida, Sisir, Apit, Anakapit, Lekot, Talilekot, Peliting, Teropong, Hanean 9 Jari, Hanean 11 jari, benang Kapas, Katun, Misrais, dan Piber/rayon. (3) Proses pembuatan tenun kain songket Desa Sukarara: bahan baku benang, Penanjinan, Penjemuran, Pengelosan, Penghanian, Pencucukan sisir, Penggulungan, Pemaletan, danmenenun (4) Jenis motif dan makna simbol tenun kain songket Desa Sukarara yaitu: Motif Subahnala, Motif Bintang Empat, Motif Kembang Komak, Motif Dobbel Trudak, Motif Rang-rang, Motif Nanas, Motif Bangket, Motif Alang, Motif Barong, Motif Keker, dan Motif Kemalu. Kata Kunci : sejarah tenun songket, motif, simbolmakna, Desa Sukarara This study aimed to determine (1) The existence of weaving songket history/phenomenon in Sukarara Village (2) The equipment and materials used for the manufacture of songket in Sukarara Village (3) The process of making songket in Sukarara Village (4) The type of motifs and the meaning of symbols that exist in songket of Sukarara Village. The research used qualitative descriptive methods with the stage as follows (1) design research (2) research objectives (3) research instrument (4) observation instrument (5) interview instrument (6) documentation instrument (7) literature instrument (8) data collection instruments (9) data analysis. The research’s results showed that (1) The history/phenomena of the existence of songket in the 14th century in the kingdom of Sasak tribe of Lombok. (2) The equipment and materials of songket are Lampat jajak, jajak leaves (daunjajak), Jejanggel, Tutukan, Lelagan, Lelidi, Rollers, Lurusangun, Belida, Comb, Apit , Anak apit,Lekot, Talilekot, Peliting, Binoculars,Hanean 9 Fingers, Hanean 11 fingers, Cotton yarn, Cotton, Misrais, and Piber/rayon. (3) The process of making songketof Sukarara Village: Yarn materials, Penanjinan, Drying, Pengelosan, Penghanian, Pencucukan comb, Curl, Pemaletan, and weave (4) The type of motifs and the meaning of symbols in songket of Sukarara village namely: Subahnala motif, Four Star (Bintang empat) motif, Kembang Komak motif, Trudak dobbel motif, Rang-rang motif, Pineapple motif, Banqueting (Bangket) motif, Alang motif, Barong motif, Keker motif and Kemalumotif. keyword : history of songket , motifs, symbol’s meanings, Sukarara Village
PROSES PENGAJARAN GLASS CARVING DI SMK N 1 SUKASADA ., Made Wijana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.229 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.13388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana perencanaan pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada (2) mengetahui bagaimana proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, (3) Apa saja jenis dan motif Galss Carving karya siswa SMK Negeri 1 Sukasada. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tahap- tahap; (1) Rancangan penelitian,(2) jenis penelitian,(3) lokasi penelitian,(4) Subjek Penelitian, (5) Instrumen Penelitian meliputi observasi, wawancara, dokumnetasi dan kepustakaan, (6) Pengumpulan Data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan,(7) Metode Analisis Data meliputi analisis domain, analisis taksonomi, (8) Menyusun Hasil Penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni : (1) mengetahui perencanaan pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, yaitu administrasi mengajar yang paling utama yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), absensi siswa, media pembelajaran, sumber belajar baik berupa buku yang terkait dengan materi ajar Glass Carving, internet, dan jurnal, serta format penilaian siswa dalam menilai hasil kerja siswa dalam proses pembelajaran. (2) mengetahui proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, yaitu Dalam proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap kegiatan awal dalam pembelajaran yang kegiatannya meliputi : meliputi pelaksanaan apersepsi, motivasi, penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan inti pembelajaran terdiri atas Proses Pembuatan Glass Carving dan Sand Blasting meliputi : Pengenalan Alat dan Bahan serta fungsinya; proses pembuatan Glass Carving dan Sand Blasting; tahap pinising/pewarnaan. Kegiatan terakhir dalam proses pengajaran ialah tahap penutupan pembelajaran .(3) mengetahui apa saja jenis dan motif Galss Carving karya siswa SMK Negeri 1 Sukasada adalah motif yang dipilih ialah motif flora yang kebanyakan merupakan bunga-bunga seperti bunga angrek, mawar, kamboja, dan bunga-bunga lain yang dianggap memiliki nilai keindahan. Kata Kunci : Pengajaran, Glass Carving, Sand Blasting. This study aims to (1) know how the planning of Glass Carving teaching at SMK Negeri 1 Sukasada (2) know how the teaching process of Glass Carving in SMK Negeri 1 Sukasada, (3) What are the types and motives of Galss Carving by students of SMK Negeri 1 Sukasada. In this study, it can be collected using descriptive research method with qualitative approach with stages; (1) Research design, (2) research type, (3) research location, (4) Research subject, (5) Research Instrument include observation, interview, documentation and bibliography, (6) Data collection that is: observation technique, , documentation techniques and literature techniques, (7) Data Analysis Methods include domain analysis, taxonomic analysis, (8) Prepare Research Results. This research resulted the findings: (1) knowing Glass Carving teaching planning at SMK Negeri 1 Sukasada, that is the most important teaching administration syllabus, learning implementation plan (RPP), student attendance, learning media, learning resource either in the form of related book with Glass Carving teaching materials, the internet, and journals, as well as student assessment formats in assessing student work in the learning process. (2) to know the teaching process of Glass Carving at SMK Negeri 1 Sukasada, that is In the process of teaching Glass Carving at SMK Negeri 1 Sukasada can be divided into three stages: the first activity phase in learning activities covering the implementation of apperception, motivation, delivery of learning objectives. The core learning activities consist of the Glass Carving and Sand Blasting Processes include: Introduction to Tools and Materials and their functions; the process of making Glass Carving and Sand Blasting; stage pinising / staining. The last activity in the teaching process is the closing stages of learning (3) knowing what kind of Galss Carving motifs and works by students of SMK Negeri 1 Sukasada is the motive chosen is the floral motif mostly of flowers like angrek, rose, frangipani and flower - other flowers that are considered to have a beauty value.keyword : Teaching, Glass Carving, Sand Blasting.
KERAJINAN MINIATUR BARONG KET(KEKET) DI BANJAR PUAYA, DESA BATUAN, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR ., Made Sudiksa; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.595 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat dan bahan, proses pembuatan,bentuk dan hiasan/ornamen kerajinan miniatur barong ket dan sistem pewarisan Usaha I Wayan Pica di Banjar Puaya, Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah I Wayan Pica, Objek penelitian adalah kerajinan miniatur barong ket. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, kemudian di analisis menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan alat dan bahan yang digunakan sangat beragam dan menjadi salah satu pendukung terciptanya produk kerajinan miniatur barong ket. Proses pembuatan kerajinan miniatur barong ket melalui tahapan pembuatan tapel, pembuatan hiasan/ornamen, pembuatan pemampang, pembuatan kerangka ikut/ekor dan perakitan. Bentuk miniatur barong ket merupakan salinan model yang lebih kecil dari ukuran barong ket sebenarnya. Ornamen/hiasan yang terdapat berupa: badong, sekar taji, kampid dara, kuer, dore, tatak guak, angkeb jit, angkeb kapit dara, gelat, udeng, guak ikut, karang guak, kekendoan, karang gajah, ikut/ekor, bunga dan pajeng. Sistem pewarisan usaha kerajinan I Wayan Pica merupakan usaha turun-temurun dari orang tuanya. Dalam proses pembelajaran, keterampilan mengukir didapatkan dari ayahnya, dalam mengembangkan usahanya ia belajar dari orang-orang dilingkunganya. Kata Kunci : Kerajinan, Miniatur, Barong Ket The aim of this research is to identifity tools and material, the prosesses to make it, and also it’s ornament of barong ket miniature, and interesting system of I Wayan Pica in Banjar Puaya, Batuan Sukawati village, Gianyar of enterpreneur, the kind of research is qualitative descriptive research. The object of this research is I Wayan Pica, meanwhile. The object of this research is barong ket miniature. Data were collected by observation, interview, documentation, literature, adn followed by domain and taxonomy analysis. The results of this research were stewed all sort of the tools and materials that med and it become one support of barong ket miniature as a handicraft. The process of making barong ket miniature, through several prosesses, there were making tapel, making ornament, making pemampang, making frame, and assembling. The form of barong ket miniature was the copy of real barong ket in the small size. The ornament used were badong, sekar taji, kapid dara, kuer, dore, tatak guak, angkeb jit, angkeb kapit dara, gelat, udeng, guak ikut, karang guak, kekendoan, karang gajah, ikut, sekar and pajeng. Interity system of I Wayan Pica handicraft was from a long time ago as inhantance from his parents. In the learning process the measuring skill, was came up from his father while developing the industry, he also learned from the others. keyword : handicraft, miniature, barong ket
PEWARNA ALAMI KAIN TENUN DESA SERAYA TIMUR, KARANGASEM ., I Kadek Susila Priangga; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.111 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8592

Abstract

Desa Seraya Timur terletak di ujung timur pulau Bali, berlokasi di ujung timur Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Sampai sekarang penggunaan bahan alami sebagai pewarna benang kain tenun dan pembudidayaan tanaman penghasil warna membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang (1) alat dan bahan yang digunakan untuk pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem, (2) Proses pewarnaan kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Objek penelitian adalah pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) pendokumentasian dan (4) kepustakaan, untuk mendapatkan data yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan warna alami menggunakan alat sederhana yang masih tradisional dan bahan utama penghasil warna alami berasal dari tumbuhan tarum, pinang, mengkudu, delima, sidawayah dan secang dan juga menggunakan bahan lain seperti karat (2) Proses pembuatan pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem menggunakan dua cara yaitu melalui proses ekstraksi dan fermentasi.Kata Kunci : kain tenun, pewarna alami. East Seraya Village located at the eastern most of Bali island, at the eastern most of Karangasem District, Karangasem Regency. Until now, the using of natural materials for coloring the woven cloth and the cultivating of natural color materials plants makes researcher intersted for studying if futher. This research is a qualitative descriptive which aims for (1) the tools and materials used to coloring the woven cloth East Seraya Village, Karangasem Regency, (2) The process of coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency.Object of this research is the natural material color of woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency. The technique used in this research is (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation and (4) literature, to obtain the necessary datas. The results of this research is (1) the tools and materials used in process of making a natural color materials are still simple and traditional. And the main natural color are produced from tarum plant (indigofera tinctoria), palm, noni, pomegrade, sidawayah (woodfordia floribunda salibs), secang (caelapinia sappan), and also use other natural color such as iron stain. (2) the process of natural color making for coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency, used two technique such as , extraction process and fermentation process.keyword : woven cloth, natural color.
MOTIF HIAS PADA KERAJINAN ANYAMAN BAMBU DI KEJAPA BAMBOO HANDICRAFT, DESA TIGAWASA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG. ., Yeni Yuanda Putri; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., UNDIKSHA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.32 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bambu. (3) Proses pembuatan kerajinan bambu. (4) Bentuk dan motif hias kerajinan anyaman bambu di Kejapa Bamboo Handycraft. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif, keseluruhan populasi yang ada ditempat penelitian menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keberadaan kerajinan anyaman bambu di Desa Tigawasa. (2) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan anyaman bambu meliputi bahan antara lain: bambu, cat kayu, woodstain, rotan, pewarna basis, benang nilon, uang kepeng, kancing batok kelapa, kulit kerang, lem, dan alumunium. Sedangkan alat meliputi gergaji, blakas, pengutik, gunting, meteran, penggaris siku, wajan, kompresor, bor, tang, kuas, jarum, dan alat tulis. (3) Proses pembuatan kerajinan anyaman bambu ada dua tahap yang berbeda yaitu pada proses pembuatan motif dari anyaman dan kerajinan anyaman dengan motif tambahan aksesoris, berikut proses pembuatan kerajinan dari motif anyaman : pemotongan bambu, proses pewarnaan, pengeringan cat, mengirat bambu, proses pengeringan bambu, penganyaman bambu, pemberian bingkai kerajinan. Pembuatan anyaman bambu dengan tambahan aksesoris prosesnya sebagai berikut: pemotongan bambu, pembelahan bambu, mengirat bambu, menyisik bagian pinggir iratan bambu, pengeringan, proses menganyam, proses pewarnaan basis, pengeringan, pewarnaan dengan woodstain, pengeringan, penambahan aksesoris. (4) Motif hias yang dihasilkan dari anyaman antara lain, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik dan saudbah. Produk yang dihasilkan adalah kotak tisu, tas, kotak perhiasan, kotak cincin, bingkai foto, tempat pensil, dan aneka sokasi.Kata Kunci : Kerajinan, anyaman bambu, motif hias This study aims to determine (1) the existence of bamboo handicraft. (2) Materials and equipment used in making bamboo handicrafts. (3) The process of making bamboo handicrafts. (4) The form and decorative motifs woven bamboo handicrafts in Kejapa Bamboo Handicraft. This study is a qualitative descriptive study, the overall population is local research into the subject of research. Data collection techniques used were observation, interview, and documentation. The results showed that (1) presence of woven bamboo craft village Tigawasa. (2) Materials and equipment used in the manufacture of woven bamboo handicrafts include materials such as: bamboo, wood paint, woodstain, rattan, dye base, nylon yarn, coins, coconut shell buttons, seashells, glue, and aluminum. While tools include saws, blakas, pengutik, scissors, tape measure, ruler elbow, frying pan, compressor, drill, pliers, brushes, needles, and stationery. (3) The process of making bamboo handicrafts there are two distinct phases, namely the process of pattern making woven and woven with motifs craft additional accessories, the following process of making handicrafts from woven motifs: bamboo cutting, coloring process, paint drying, grinding bamboo, the drying process bamboo, bamboo weaving, giving the frame craft. Manufacture of woven bamboo with additional accessories as following process: cutting bamboo, bamboo splitting, sharpening the edges of the thin strip of bamboo, drying, weaving process, the base coloring, drying, staining with Woodstain, drying, addition of accessories. (4) motif generated from woven among others, nagasari, patre, tapuk manggis, pis bolong, wajik and saudbah. The resulting product is a tissue box, bag, jewelry boxes, ring boxes, photo frames, pencil, and various sokasi.keyword : Crafts, bamboo, ornamental motifs
PROSES PEWARNAAN ANTIK PADA PATUNG DI DESA TENGANAN DAUH TUKAD ., Arry Komang Gede Bhaskara; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.429 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4713

Abstract

Berkembang pesatnya kepariwisataan di Bali sangat mempengaruhi berkesenian masyarakatnya, salah satunya dalam seni pewarnaan patung. Sehingga patung yang dibuat setelah pewarnaan nampak terlihat seperti patung antik. Pewarnaan Antik Pada Patung di Desa Tenganan Dauh Tukad yang dibuat pengerajin Gede Suryanta sangat berbeda di dalam proses pewarnaanya dibandingkan dengan patung biasanya. Oleh karena itu, patung yang dibuat hampir menyerupai patung yang sudah berumur ratusan tahun. Rumusan Masalah pada penelitian ini ialah (1) Bahan dan alat apa saja yang digunakan dalam pewarnaan antik pada patung? (2) Bagaimana proses pewarnaan antik pada patung? (3) Formula apa saja yang digunakan dalam pewarnaan antik pada patung? (4) Jenis patung yang diwarna antik ? Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Subyeknya adalah I Gede Suryanta dan obyeknya adalah Patung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasian dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Bahan dan alat yang digunakan dalam dalam pewarnaan antik pada patung ialah Bahan : cat warna tembok Vinyl Acrylic Emulusion Paint , cat prada emas, serbuk tanah, Uncaria gambir, aspal, kapur sirih Kalsium Hidroksida Ca(OH)2. Alat: kuas, sikat, kompor kaleng, ember. (2) Proses pewarnan antik pada patung ada 8 tahap , yang dimulai dari menyiapkan cat dasar , menyiapka patung yang akan diwarna antik, pewarnaan dasar menggunakan warna putih, pewarnaan pada bagian kamben dan rambut, membuat detail bagian patung dengan cara di kountur , pembakaran , membuat bercak dengan cara disikat (cok-cok), dan tahap terakhir yaitu finishing dengan memoles cairan pamor(kapur sirih). (3) formula yang digunakan dalam pewarnaan antik ialah dengan mencampurkan bahan cat dasar dengan bahan lainya seperti gambir dengan perbandingan 10 cat : 1 Gambir, dan pencampuran cat dasar dengan bahan aspal, perbandingannya 5 cat : 1 aspal. (4) jenis patung yang diwarna antik ialah patung arca buddhaisme, patung arca ciwaisme, patung arca ganesha, patung arca durga, patung relief arjuna bertapa, patung manusia. Kata Kunci : pewarnaan , antik, patung The rapid growth of tourism in Bali greatly affects the artistic community. They strive to make unique innovations to attract the visitors. One of them is the art of sculpture in which the statue coloring that resemble sculptures of hundreds years old in age. This study examines four research problems, they are: 1) what materials and tools are used in the coloring of the statue; 2) How does the coloring process on the antique sculpture; 3) What formula is used in coloring antic on the statue?; and 4) Which sculptures are antic statue? This research is a qualitative descriptive. One artist from the village of Tenganan is taken as the research subject. Object of the research is the statue. Techniques of data collection were done by observation, interviews, documentation, and literature. The collected data were analyzed descriptively. The results showed that 1) the materials used in antique stain on the statue is Vinyl Acrylic paint wall color paint Emulusion. Paint on a gold prada, ground powder, Uncaria gambirr, asphalt, whiting Calcium Hydroxide Ca (OH) 2, while the tool used are, brush, stoves, cans and buckets; 2) The process of staining sculptures made through 8 stages, namely a) prepare a primer, b) prepare the statue to be colored, c) perform basic coloring with white paint, d) conduct on the part of cloth and coloring hair, e) make detailed parts of the statue with contoured, f) burn, g) make spotting a way brushed , and h) polish with lime betel liquid ; 3) The formula used in antique stain is a mixture of base paint with other materials such as in the ratio 10: 1 and the mixture priming with asphalt material with a ratio of 5: 1; and 4) the type of antique stained statue is buddhaisme statues, ciwaisme statue, ganesha statue, durga statue sculpture, relief of imprisoned arjuna sculpture , and human statues. keyword : coloring, antic, sculpture
ANALISIS GAMBAR IMAJINATIF ANAK PADA KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA BULELENG BALI ., Fitri Ayu Nurjannatin; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk visual gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) mengetahui tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali dikaji melalui teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain dan kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ialah observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi, diskusi FGD (focus group discussion) dan life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk visual ditinjau dari gambar imajinatif melalui pendekatan inspiratif dan permisif hasil dari visualisasi inkblot (tetesan tinta) dan teknik lipat serta dikaji dari teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain pada masa prabagan dari garis, warna dan bidang/ruang/komposisi. (2) tema gambar imajinatif anak dikaji dari kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal terdiri dari (a) Lingkunganku, (b) Tanah Airku, dan (c) Ruang Angkasa. (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif dikaji dari teori Oho Garha terdiri dari (a) gambar tipe visual, (b) gambar tipe haptik, dan (c) gambar tipe campuran. Kata Kunci : Gambar Imajinatif, Seni Rupa Anak, dan Tetesan Tinta This research aims to (1) know shape the visual image imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) know the theme of the picture the imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali, (3) interpret or analyze the results of the shape and theme pictures imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali studied through theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain and curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul . Type a descriptive qualitative research. Data collection technique is observation, interview, literature, documentation, discussion FGD (focus group discussion) and life-history. The results showed that (1) the shape of visual images in terms of inspiring and imaginative approach permissive result of visualization inkblot (ink droplets) and folding technique and studied from theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain during prabagan terms of line, color and field or space or composition. (2) theme imaginative images of children studied from curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul Athfal consisting of (a) My environment, (b) My fatherland, and (c) Outer space. (3) interpret or analyze the results of shapes and themes imaginative picture studied through theory Oho Garha including: (a) the type of visual image, (b) the type of haptic image, and (c) mixed-type image.keyword : image imaginative, visual art for play group, inkblot
Co-Authors ., Amalia Ika Safitri ., Babat Nufus T s ., Dewa Agung Mandala Utama ., Fitri Ayu Nurjannatin ., I B SHINDU PRASETYA ., I Gede Dwitra N. Artista ., I Gede Yogi Saputra ., I Kadek Budiana ., I Kadek Susila Priangga ., I Ketut Dedi Susiawan ., I Made Edy Suastawa ., I Putu Agus Santika Putra ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., Indrianti Amilda Pratami ., Kadek Edy Satriawan ., Ketut Widiastra ., Lailatul Choiriyah ., Made Wijana ., Nurur Rahman ., Ririn Gusmawarni ., Salma Putri Nur r Alimudin . Alimudin ., Alimudin Amalia Ika Safitri . Arry Komang Gede Bhaskara . Babat Nufus T s . Dewa Agung Mandala Utama . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs.Jajang S,M.Sn . Drs.Mursal . Fira Sartika Putri Fitri Ayu Nurjannatin . Galih Efendi . Galih Efendi ., Galih Efendi Gede Eka Harsana Koriawan Gede Nuarsana . I B SHINDU PRASETYA . I Gede Antara . I Gede Astra Wesnawa I Gede Dwitra N. Artista . I Gede Suardika I Gede Yogi Saputra . I Gusti Made Budiarta I Gusti Made Budiarta I Kadek Budiana . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Dedi Susiawan . I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Suardana Karang . I Made Edy Suastawa . I Made Rosis Ariwangsa . I Made Rosis Ariwangsa ., I Made Rosis Ariwangsa I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sudiarka . I Putu Agus Santika Putra . I Wayan Sudiarta Ida Bagus Made Pandit Parastu . Indrianti Amilda Pratami . Janu Budi Utama, Putu Tri Kadek Edy Satriawan . Ketut Widiastra . Lailatul Choiriyah . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si Made Sudiksa . Made Sudiksa ., Made Sudiksa Made Wijana Muhammad Farhan Nugraha Nabilatul Warda Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Indri Kusumasari . Ni Wayan Erica Dewi Norman Efendi . Nurur Rahman . Pande Made Ari Sugitha . Perianto, Perianto Putri, Yuliana Khairi Putu Eka Juniarta . Putu Indra Christiawan Rai Sujanem Rediasa, I Nyoman Ririn Gusmawarni . Rochman Kifrizyah . Salma Putri Nur r . Sari, Desi Nurul Komala Sudiarsana, I Gusti Ngurah Alit UNDIKSHA . Yeni Yuanda Putri . yudiantara, kadek mega Yulia Nurul Fatih