Claim Missing Document
Check
Articles

KERAJINAN PANLIMA DI BANJAR MANUK KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI ., Pande Made Ari Sugitha; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.961 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4303

Abstract

????Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan,(1) Keberadaan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, (2) Alat dan bahan yg digunakan dalam pembuatan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli (3) Proses pembuatan kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli (4) Nilai estetis yg terdapat dalam kerajinan (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dan (5) Keberagaman bentuk (Panlima) di Desa Manuk kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan model pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dan instrument yang digunakan adalah (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan Analisis Domain dan Analisis Taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerajinan Panlima adalah alat musik baru yang terbuat dari drum bekas yang merupakan ciri khas dari Banjar Manuk, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Alat dan bahan yang di gunakan dalam pembuatan Panlima adalah drum, meteran, penggaris, palu, mesin pemotong dan mesin pengaplas, pemotong besi, pelebur warna atau penta remover. Proses pembuatan Panlima dimulai dari tahap penggunaan bahan dan alat, pemotongan, pengolahan bahan, perakitan dan pemberian lapisan cat sampai membentuk ??panlima??. Nilai estetik yang terdapat pada Panlima adalah bentuk yang di tampilkan merupakan perubahan dan perpaduan antara seni musik tradisional dan modern. Sampai saat ini para pengrajin terus memproduksi alat musik Panlima dengan alasan sebagai tempat menyalurkan aspirasi bakat yang dimiliki oleh pengrajin panlima serta menambah ekonomi masyarakat khusunya para pengrajin.Kata Kunci : Drum bekas, Alat musik baru, Proses, Alat dan Bahan. ????This study aimed to describe (1) the existence of handicrafts (Panlima) in Manuk Village,Susut District, Bangli Regency, (2) The tools and materials used in the manufacture of handicrafts (Panlima) inManuk Village, Susut District, Bangli Regency (3) The process of making handicrafts (Panlima) in Manuk Village, Susut District, Bangli Regency (4) The aesthetic value of handicrafts (Panlima) Manuk Village, Susut District, Bangli Regency and (5) The plurality of (Panlima) Manuk Village, Susut District, Bangli Regency. This is a descriptive study with a qualitative approach model. The techniques used in collecting the data were: (1) observation, (2) Interview, (3) Documentation. The data collected were analyzed by using Domain Analysis and Taxonomy Analysis. ????The results of this study show that the Panlima handicraft is a new musical instrument made ??from drums that are the characteristic of BanjarManuk, Susut District, Bangli Regency. The tools and materials used in the manufacture of Panlima is drum, hammer, grendaand pengaplas machine, bolt cutters, color remover or pentaremover. The process of making Panlimais started from the stage of using the materials and tools, cutting, material processing, assembly and giving the paint layer to form a ?panlima?. Aesthetic value which is contained in Panlimais the shape which is showed is a change and mix between traditional music and modern art. Until now the craftsmen keep onproducing musical instruments Panlimain the reason of the place to channel the aspirations of talent possessed by craftsmen panlima and increase the local economy especially the craftsmen.keyword : second-hand drum, new musical instruments, Processes, Tools and Materials.
KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI DI MAN 2 SITUBONDO ., Lailatul Choiriyah; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.583 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan oleh siswa MAN 2 Situbondo untuk membuat karya Seni Rupa 2 dimensi. (2) Mendeskripsikan jenis dan bentuk karya Seni Rupa 2 dimensi yang dihasilkan siswa MAN 2 Situbondo. (3) Mendeskripsikan nilai Estetik karya Seni Rupa 2 dimensi yang dibuat oleh siswa MAN 2 Situbondo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut: (1) Tekhnik Observasi, (2) Tekhnik Wawancara, (3) Tekhnik Dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan karya 2 dimensi di MAN 2 Situbondo ( pensil, penghapus, penggaris, kuas, mangkok plastik, gunting, gelas plastik, hair dryer, kanvas, triplek, benang, kulit telur, kompor, canting, wajan, rol karet, pisau cungkil, kertas karton, cat, air, serbuk kayu, glitter, isolasi kertas, plastik segitiga, pernis, lem fox, biji kacang hijau, kain, remasol, daun pandan, serabut kelapa, bokol posing, karet gelang, tinta bak, cat offset, kertas gambar, dan busa ati. (2) Jenis dan bentuk dari karya seni rupa 2 dimensi di MAN 2 Situbondo berupa: mural, kaligrafi, batik, grafis, mozaik dan poster. (3) Nilai estetik yang terlihat pada karya seni rupa 2 dimensi berupa: bentuk, tema, dan aspek keindahannya. Kata Kunci : Seni Rupa, 2 dimensi, MAN 2 Situbondo This study aimed to: (1) Describe the tools and materials used by students in MAN 2 Situbondo to create 2-dimensional works of fine art. (2) Describe the types and forms of 2-dimensional works of fine art produced by students of MAN 2 Situbondo (3) Describethe aesthetic value of 2-dimensional works of fine art that was made by students of MAN 2 Situbondo. The method used in this study was descriptive qualitative with data collection techniques as follows: (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation. The results of this studywere: (1) The tools and materials used in the process of making 2-dimensional works of fine art in MAN 2 Situbondo, (pencils, erasers, rulers, brushes, plastic bowls, scissors, plastic cups, hair dryer, canvas, plywood, threads, eggshells, stoves, canting, frying pans, rubber rollers, prying knives, paperboard, paint, water, wood powder, glitter, papertape, triangular plastic, varnish, wood glue, green bean seeds, cloth, remasol, pandan leaves, coconut fibers, bokolbosing, rubber bands, ink tanks, offset paint, drawing paper, and Eva sponge sheet . (2) The types and forms of 2-dimensional works of fine art in MAN 2 Situbondowere murals, calligraphy, batik, graphics, mosaics and posters. (3) The aesthetic value that could be seen in the 2-dimensional art works were the forms, the themes and the aspects of its beauty. keyword : fine Art, 2 dimensions, MAN 2 Situbondo
KERAJINAN BELERANG DI KAWAH IJEN ., Alimudin; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.472 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6436

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk, (1) Mengetahui sejarah keberadaan kerajinan yang berbahan belerang di kawah ijen. (2) Mengetahui proses pembuatan kerajinan belerang oleh para penambang belerang di kawah Ijen. (3) Mengetahui hasil kerajinan yang dibuat oleh para penambang yang membuat kerajinan belerang di kawah Ijen. Penelitian ini merupakan Penelelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Adapun subjek yang diteliti adalah kerajinan pengrajin belerang dalam memanfaatkan belerang sebagi prodak seni yang dapat dijual. Sedangkan obyek yang akan diteliti oleh peneliti, yaitu kerajinan belerang. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan peneliti, yaitu (1) tehnik observasi, (2) Tehnik wawancara, (3) tehnik dokumentasi, (4) tehnik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Sejarah keberadaan kerajinan yang berbahan belerang di kawah Ijen.Penambanganbelerangdiperkirakandimulaisejaktahun1964-1966.KerajinanbelerangadasemenjakkawahIjenramai di kunjungiwisatawan. (2) Proses pembuatan kerajinan belerang oleh para penambang belerang di kawah Ijen merupakan teknik yang biasanya digunkan untuk membuat logam, yaitu teknik cor. (3) Hasil kerajinan yang dibuat oleh para penambang yang membuat kerajinan belerang di kawah Ijen berupa kerajinan dalam bentuk patung dan kriya. Kata Kunci : Belerang, kerajinan, patung, dan kriya This study was conducted to, (1) To Know the history of the existence of handicrafts made of sulfur in Ijen crater. (2) To know the process of making crafts sulfur miners sulfur in Ijen crater. (3) Knowing the crafts made by the miners who make crafts sulfur in Ijen crater. This study is Penelelitian which uses descriptive approach with a qualitative approach. The subjects studied were craft artisans in the use of sulfur as a sulfur prodak art that canfor sale. While the object to be investigated by researchers, namely craft sulfur. The data collection techniques used by researchers, namely (1) observation technique, (2) interview techniques, (3) technical documentation, (4) technical literature. The results showed (1) History of the existence of handicrafts made of sulfur in Ijen crater. Sulfur mining started in from 1964 to 1966 is estimated. Craft sulfur existed since the Ijen crater crowded by tourist visitor. (2) The process of making crafts sulfur by the sulfur miners in the crater of Ijen is a technique that normally use to make the metal, which is a technique cast. (3) The handicrafts made by the miners who made crafts sulfur in Ijen crater become of craft in the form of sculpture and crafts. keyword : Sulfur, craft, sculpture.
BATIK SITUBONDO DI DESA SELOWOGO KECAMATAN BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO ., Rochman Kifrizyah; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.363 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam proses pembuatan batik Situbondo, (2) bagaimana proses pembuatan batik Situbondo (3)ragam motif yang dihasilkan batik Situbondo, (4) makna simbolik yang ada pada motif batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Penelitian kualitatif ini menggunakan Purposive Sampling yang khusus bertujuan untuk meneliti sampel yang memiliki filosofi motif dan makna simbolik pada motif batik Situbondo di Desa Selowogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat dan bahan yang dipakai untuk membuat batik antara lain: canting, kuas, wajan, kompor, kuas, tong, bak besar, dan bahan yang digunakan ialah kain katun, malam, remazol, napthol, water glass dan soda abu; (2) Proses pembuatan batik tulis, meliputi proses pengetelan mori, mendesain motif di kain, proses pencantingan dalam membuat motif, dan proses pewarnaan, penjemuran, penyucian dengan water glass, dan pelorodan; (3) Ragam motif batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo diberi nama motif batik Tale Percing, Kerang Gempel, Lerkeleran, Kerang Bertopeng, Malate Sato’or, Baluran Menunggu, Sonar Bulen, Sonar Are, Jaring Samudra, Gelang Bahari; (4) Makna filosofi dari ragam motif batik Situbondo di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo , sebagian besar mengajarkan tentang tata/norma kehidupan masyarakat Situbondo yang berada di daerah pesisir timur pulau Jawa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan petani.Kata Kunci : batik Situbondo, ragam motif, makna filosofi The objectives of this research are to find out: 1) the equipment and materials that needed of making Batik Situbondo, 2) the psocess of making Situbondo batik, 3) the motifs of Batik Situbondo which are produced, 4) implicit meaning of each Batik Situbondo’s motif in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency. The design of this research is descriptive qualitative research. The subjects of this research are the craftsmen of Batik Situbondo in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency. The instruments that used in this research are observation sheet, interview guide, and documentation .This qualitative reserch use purposive sampling, specifically aimed to philosophy of batik itself and the meaning behind the Situbondo batik’s motif. The result of this research showed that 1) the equipment and materials that needed in making Batik Situbondo are canting, brush, wok, stove, chair, barrel, large container, and the materials needed are cotton, malam, remazol, napthol, water glass, soda ash; 2) The process of making batik includes the process of pengetelan mori, motif on the cloth, process of pencantingan in making the motif, and process of coloration, sunbathing, washing using water glass, and pelorodan; 3) Types of the motif of Batik Situbondo in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency, given the name Tale Percing, Kerang Gempel, Lerkeleran, Kerang Bertopeng, Malate Sato’or, BaluranMenunggu, Sonar Bulen, Sonar Are, Jaring Samudra, Gelang bahari; 4) the philosophical meaning of the motif of Batik Situbondo in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency is almost related to the the life of Situbondo’s people who live in left littoral of Java islandin which the occupation of almost of the people as fisherman and farmer.keyword : batik Situbondo, motifs, philosophical meaning
PROSES KREATIF GUSTI AJI ROBED ., Gede Nuarsana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: Biografi Gusti Aji Robed, Tema karya Gusti Aji Robed, Nilai estetis karya Gusti Aji Robed, Proses Gusti Aji Robed dalam berkarya, Perkembangan karya-karya Gusti Aji Robed. Penelitian ini bersifat Deskritif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obervasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Penelitian ini membahas proses kreatif Gusti Aji Robed. Hasil penelitian ini antara lain: Gusti Aji Robed adalah pelukis tradisi dari Desa Panji yang mulai melukis sejak tahun 1989, Tema-tema karya Gusti Aji Robed antara lain tema Bhima Swarga, sejarah Panji Sakti, Tantri, dan tema bebas lainya, Unsur estetis karya Gusti Aji Robed meliputi unsur warna, komposisi bentuk, proporsi yang masih menunjukan pengaruh rupa klasik dalam penampilan karyanya, Secara proses berkarya memang Gusti Aji Robed medapat pengaruh dari kakeknya Gusti Ketut Natih, Perkembangan Gusti Aji Robed dimulai dari tema Bhima Swarga sejak 1989 hingga 1995. Dari 1995 hingga 2000, tema karya beliau beralih ke sejarah Buleleng, khususnya Ki Barak Panji Sakti. Pada tahun 2000 hingga 2008, karya beliau bertema bebas, contohnya adalah lukisan berjudul lupa ingat, menghibur dikala duka, dan lainya. Dari tahun 2008 sampai sekarang beliau mengerjakan lukisan yang bertema Tantri seperti Raja pisuna, dan mengerjakan tema lainya yang masih belum sempurna. Sampai sekarang beliau masih menekuni gaya klasik dan ini bisa dikatakan kecendrungan Robed dalam berkarya.Kata Kunci : Kata kunci : Biografi, Tema, Nilai Estetis, Proses berkarya, dan Perkembangan This stud aimed to obtain information about: Biography Gusti Aji Robed, The theme of Gusti Aji Robed, The aesthetic value Gusti Aji Robed work, Process Gusti Aji Robed in the work, Development work Gusti Aji - Robed work. This research is descriptive qualitative data collection techniques are observation, interviews, and review of the literature.This study discusses the creative process Gusti Aji Robed. The results of this study are: Gusti Aji Robed is a tradition of the village banner painter who started painting since 1989, The themes of the work Gusti Aji Robed Bhima Swarga among other themes, the history of Panji Sakti, Tantri, and free theme others, elements of aesthetic works Gusti Aji Robed include elements of color, composition form, which still shows the proportion of such classic influences in his appearance, in the process of work is Gusti Aji Robed get influence of his grandfather Gusti Ketut Natih, developments Gusti Aji Robed starting Bhima Swarga theme from 1989 to 1995. From 1995 to 2000, the theme of the work he switched to history Buleleng, especially Ki Barak Panji Sakti. In 2000 to 2008, he works free theme, for example, is a painting titled forget to remember, entertaining when his grief, and others. From 2008 to present he is working on a painting such as Raja Tantri themed pisuna, and working on other themes that are still not perfect. Until now he still pursue the classic style and this trend can be said Robed in the work.keyword : Keywords: Biography, Themes, Aesthetic Value, work processes, and development
ALIH KETERAMPILAN SENI LUKIS GAYA BATUAN OLEH KOMUNITAS BATURULANGUN BATUAN Dewi, Ni Wayan Erica; Sudarmawan, Agus; Ardana, I Gusti Ngurah Sura
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.982 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.28113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Latar belakang peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan, (2) Proses alih keterampilan oleh komunitas Baturulangun di dalam mengajarkan melukis gaya Batuan pada peserta didiknya, dan (3) Hasil karya para peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan. Subjek dan Objek penelitian ini adalah karya lukis dan katalog dari komunitas Baturulangun sebagai refrensi belajar peserta didiknya, serta  proses alih keterampilan seni lukis gaya Batuan. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) hal yang melatarbelakangi peserta didik yang mengikuti kegiatan alih keterampilan untuk belajar melukis bukan hanya sekedar hobi, namun juga karena kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya yang sudah turun temurun. (2) Proses alih keterampilan melukis gaya Batuan diawali dengan pemahaman tentang lukis Gaya Batuan, dilanjut dengan pemahaman bentuk ornament bali dan ukiran bali, setelah itu diberikan pemahaman tahapan-tahapan dalam melukis gaya Batuan. (3) Hasil dari lukisan gaya Batuan yang dibuat murid-murid dari kelompok akademik, cantrik, dan pewarisan memiliki tingkat kemiripan yang berbeda, hasil lukisan anak-anak kelompok cantrik dan pewarisan lebih mendekati ciri-ciri dari seni lukis gaya Batuan. Walaupun hasilnya berbeda tetapi dapat memberi manfaat bagi para pembelajar antara lain melatih kreatifitas, membina sikap kecermatan dan ketekunan, kerapian dan mengembangkan sensitifitas. Selain itu, memupuk bakat dan minat dalam keterampilan melukis gaya Batuan.
KAJIAN VISUAL KERAJINAN JUKUNG-JUKUNGAN DI DESA AMED, KECAMATAN ABANG, KABUPATEN KARANGASEM ., I Made Rosis Ariwangsa; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5947

Abstract

Pantai Amed terletak di ujung timur pulau Bali, di Desa Amed ,Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Kehidupan masyarakat di Desa ini sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Di pesisir pantai terdapat perajin yang membuat kerajinan jukung-jukungan.Jukung-jukungan tersebut menyerupai bentuk jukung yang sebenarnya dan juga bisa dibongkar pasang, sehingga sangat menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keberadaan kerajinan jukung-jukungan, (2) alat dan bahan yang digunakan, (3) proses pembuatan kerajinan jukung-jukungan, (4) wujud kerajinan jukung-jukungan. Objek penelitian adalah kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangsem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) pendokumentasian, (4) kajian pustaka. Instrumen penelitian meliputi (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) kamera. Analisis data terdiri dari (1) analisi domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed terdiri atas (1) bentuk, (2) warna, (3) garis, (4) motif hiasan pada bidak. Kata Kunci : Kajian visual, kerajinan, jukung-jukungan Amed beach is located at the eastern tip of Bali Island, in Amed Village, Abang subdistrict, Karangasem, Bali Province. The majority of the population in the village is predominately fishermen. On the coast, there are artisans who make handicrafts named jukung-jukungan. Jukung-jukungan are similar to the actual boats and also can be assembled, so it is very interesting to be studied. Based on explanation above, this research aims to describe (1) the existence of jukung-jukungan handicraft, (2) the tools and materials that are used, (3) the process of making jukung-jukungan handicraft, (4) the form of jukung-jukungan handicraft. The object of this research is the study of visual of jukung-jukungan craft in Amed village, Abang subdistrict, Karangasem regency. The data collection techniques used in this research are (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) study of literature. Research instruments include (1) guidelines for observation, (2) interview, (3) camera. Data analysis consisted of (1) the domain analysis and (2) analysis of taxonomy. These results of this study indicate that visual assessment craft of jukung-jukungan in Amed Village consists of (1) shape, (2) the color, (3) line, (4) motif decoration on the pawn. keyword : visual studies, crafts, jukung-jukungan
Analisis Gambar Montase Karya Kelas VI MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok ., Indrianti Amilda Pratami; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.732 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) elemen gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (2) proses pembuatan gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (3) Mendeskripsikan tema gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok. Penelitian ini menggunakan metode (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) fokus grup diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) elemen gambar montase anak ditunjukkan oleh foto-foto jurnalistik sebagai media karya seni yang telah menunjukkan atau memvisualkan unsur-unsur garis, bidang, warna, bentuk dalam perwujutannya. anak menyertakan goresan-goresan dan warna pada gambar montase; (2) proses gambar montase anak dari menggunting, menempel dan merespon tempelannya. Dengan menambahkan berbagai garis, warna, teks, bentuk alam (tumbuhan), hewan, bentuk-bentuk awan, matahari, jalanan. Teknik penempelan ada yang digunting ditempel secara utuh sesuai dengan foto jurnalistik yang ada, tetapi ada yang obyek manusianya digunting-gunting sehingga bagian tubuh manusia bisa ditukar-tukar antara badan yang satu dengan yang lain; (3) tema gambar montase karya anak-anak menurut kurikulum SD 2013 pada buku siswa dan guru terdapat 9 tema diantaranya selamatkan mahluk hidup, persatuan dalam perbedaan, tokoh dan penemuan, globalisasi, menuju masyarakat sehat, kepemimpinan, bumiku, menjelajah angkasa luar. Kata Kunci : analisis, gambar, montase This study aimed to determine (1) the image element montage class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (2) the process of making a picture montage of class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (3) describing the theme of the picture montage class VI in MI Ajie Rural Devel Pejanggik Praya District of Central Lombok. This study useed (1) Observation, (2) interviews, (3) documentation, (4) focus group discussion (FGD), and (5) literature. This type of study used descriptive qualitative method. The results of this study were; (1) the child element montage images shown by the photographs of journalism as a media artwork that has been demonstrated or visualize the elements of line, shape, color, embodiment form, children include scratches and color in the picture montage; (2) the children's picture montage of cutting, sticking and its respond by adding a variety of lines, colors, textures, shapes of nature (plants), animals, shapes of clouds, the sun, the streets. Mechanical attachment was cutting out taped in full accordance with existing photojournalism, but there is a human object-scissors cut also. So that the human body can be exchanged between the agencies with each other; (3) theme image montage works of the children of the elementary school curriculum in 2013 in a book of students and teachers, there were 9 themes including the save sentient beings, unity in diversity, character and discovery, globalization towards a healthy society, leadership, my earth, exploring outer space.keyword : analysis, picture, montage
PROSES KREATIF MOHAMMAD UBAITUL QOMAR, SENIMAN KALIGRAFI TABANAN ., Nurur Rahman; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) biografi Mohammad Ubaitul Qomar, seniman kaligrafi Tabanan; (2) dari mana datangnya sumber gagasan dan konsep seni kaligrafi Mohammad Ubaitul Qomar; dan (3) bagaimana perwujudan konsep dan perwujudan gagasan kaligrafi Muhammad Ubaitul Qamar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pendokumentasian, dan life history. Sasaran dalam penelitian ini adalah Mohammad Ubaitul Qomar. Data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu (1) Mohammad Ubaitul Qomar terlahir 21 tahun silam, tepatnya pada tanggal 14 Juni 1994 di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Sejak di bangku sekolah dasar Ubai sudah mengenal kaligrafi kemudian mendalami kaligrafi di Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di LEMKA (Lembaga Kaligrafi Alquran). Beberapa kali ikut MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dan memperoleh beberapa penghargaan dalam bidang kaligrafi Arab; (2) konsep dalam penggubahan kaligrafinya banyak datang dari lingkungan sekitar baik itu dari sumber daya manusia maupun dari sumber daya alam. Ide juga berasal dari pemesan yang mengajukan gagasannya kepada Ubai untuk direalisasikan atau negosiasi dan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Konsep yang digunakan yaitu bentuk-bentuk geometris, alam, arsitektur (bentuk bangunan), abstraksi, luar angkasa, dan mushaf Alquran; (3) Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, penghapus, spidol, penggaris, gunting, cutter, jangka, pena, kuas, ember, alas, kertas, triplek dinding, kanvas, tinta, cat, dan pigmen. Tahapan dalam proses penggubahan kaligrafinya yaitu proses sketsa, pembuatan mal, pengaplikasian mal, pewarnaan pola dasar, pemberian motif hias, penulisan ayat, dan finishing. Jenis khat yang digunakan adalah khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq’ih, dan kufi. Jenis iluminasi yang digunakan adalah motif arabes, motif bunga dan ranting, motif tali dan rantai, serta motif geometris. Jenis kaligrafi yang digubah adalah kaligrafi naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer.Kata Kunci : proses kreatif, seniman, kaligrafi arab This study aimed to describe (1) the biography of Mohammad Ubaitul Qomar, Tabanan calligraphy artists; (2) where the ideas and the art concept of calligraphy of Mohamad Ubatul Qomar come from, and (3) how the embodiment of the concept and idea calligraphy of Muhammad Qamar Ubaitul are. This research is a qualitative descriptive study. The data were obtained by doing observation, interview, documentation, and life history. The target of this research is Mohammad Ubaitul Qomar. The data were analyzed by using open coding, axial coding, and selective coding. The findings of this study are (1) Mohammad Ubaitul Qomar who was born 21 years ago, precisely on June 14, 1994 in Pupuan village, the district of Pupuan, Tabanan. Ubai has been familiar with calligraphy since studied in elementary school, then he studied calligraphy in Sukabumi, West Java, precisely in LEMKA (Qur'an Calligraphy Institute). He had participated in MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) for several time and earned several awards in the field of Arabic calligraphy; (2) the concepts in the composition of calligraphic come a lot from the surrounding environment both from human resources and natural resources. The idea also comes from subscribers who proposed the idea to Ubai to be realized or negotiated and also the agreement between the two parties. The concept used are the geometric forms, nature, architecture (houses), abstraction, aerospace, and Qur'an Manuscripts; (3) Tools and materials used are pencils, erasers, markers, rulers, scissors, cutter, compass, pens, brushes, buckets, mats, paper, plywood walls, canvas, ink, paint and pigment. The stages in the process of composing calligraphic are the processes of sketching, mal manufacturing, mal application, archetype staining, giving decorative motif, writing verse, and finishing. The types khat used are khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq'ih, and kufi. Meanwhile, the types of illumination used are arabes motifs, florals and twigs, rope and chain motifs and geometric motifs. Thus, Types of calligraphy composed are calligraphy script, ornate Manuscripts, décor, and contemporary.keyword : creative process, the artist, arabic alligraphy
Hiasan Perahu Nelayan Di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana ., Ida Bagus Made Pandit Parastu; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.19 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1). Bentuk dan struktur perahu nelayan di desa Perancak, (2). Jenis hiasan, ornamen dan gambar yang ada pada perahu nelayan di desa Perancak, (3). Nilai estetis dan makna simbolis dari hiasan, ornamen dan gambar pada perahu nelayan di desa Perancak. Objek penelitian ini adalah perahu nelayan di desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik kajian pustaka. Instrumen penelitian yang digunakan adalah buku catatan, pedoman observasi, pedoman wawancara dan kamera. Analisis data terdiri dari analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagian utama perahu nelayan di Perancak adalah badan, tiang-tiang, landangan serta panggungan. Hiasan pada perahu meliputi : (1). Ornamen, gambar, tulisan dan plangkiran pada badan, (2). Tabing, jambulan serta kubah masjid pada tiang, (3). Pola gambar dan hiasan pada landangan, (4). Bentuk dan gambar pada panggungan, serta (5). Hiasan pada tali perambat. Setiap jenis hiasan dan aspek di dalamnya memiliki nilai estetis dan makna simbolis di balik tampilan visualnya. Kata Kunci : hiasan, perahu nelayan, bentuk, gambar This study aimed to describe : (1). The shape and structure of the fishing boats in Perancak village, (2). Types of decoration, ornaments and pictures that were on fishing boats at Perancak village, (3). Aesthetic value and symbolic meaning of the decorations, ornaments and pictures on fishing boats at Perancak village. The object of this study was the fishing boat at Perancak village, Jembrana sub district, Jembrana Regency. The data collection techniques used were observation technique, interviewing technique, documentation technique and review of the literature technique. The research instruments used were note book, observation guide, interviewing guide and camera. The data analysis consisted of domain analysis and taxonomic analysis. The results of the study shown that a major part of fishing boats at Perancak were body, poles, landangan and panggungan. The decorations on boat covered : (1). Ornaments, pictures, written languange and plangkiran on the body, (2). Tabing, jambulan and the vault of mosque in the pole, (3). Image patterns and decorations on landangan, (4). Shapes and images on panggungan, and (5). Ornaments on propagation rope. Every kind of decorations and aspect in it has an aesthetic value and symbolic meaning behind its visual appearance. keyword : decorations, fishing boat, shape, picture
Co-Authors ., Amalia Ika Safitri ., Babat Nufus T s ., Dewa Agung Mandala Utama ., Fitri Ayu Nurjannatin ., I B SHINDU PRASETYA ., I Gede Dwitra N. Artista ., I Gede Yogi Saputra ., I Kadek Budiana ., I Kadek Susila Priangga ., I Ketut Dedi Susiawan ., I Made Edy Suastawa ., I Putu Agus Santika Putra ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., Indrianti Amilda Pratami ., Kadek Edy Satriawan ., Ketut Widiastra ., Lailatul Choiriyah ., Made Wijana ., Nurur Rahman ., Ririn Gusmawarni ., Salma Putri Nur r Alimudin . Alimudin ., Alimudin Amalia Ika Safitri . Arry Komang Gede Bhaskara . Babat Nufus T s . Dewa Agung Mandala Utama . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs.Jajang S,M.Sn . Drs.Mursal . Fira Sartika Putri Fitri Ayu Nurjannatin . Galih Efendi . Galih Efendi ., Galih Efendi Gede Eka Harsana Koriawan Gede Nuarsana . I B SHINDU PRASETYA . I Gede Antara . I Gede Astra Wesnawa I Gede Dwitra N. Artista . I Gede Suardika I Gede Yogi Saputra . I Gusti Made Budiarta I Gusti Made Budiarta I Kadek Budiana . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Dedi Susiawan . I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Suardana Karang . I Made Edy Suastawa . I Made Rosis Ariwangsa . I Made Rosis Ariwangsa ., I Made Rosis Ariwangsa I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sudiarka . I Putu Agus Santika Putra . I Wayan Sudiarta Ida Bagus Made Pandit Parastu . Indrianti Amilda Pratami . Janu Budi Utama, Putu Tri Kadek Edy Satriawan . Ketut Widiastra . Lailatul Choiriyah . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si Made Sudiksa . Made Sudiksa ., Made Sudiksa Made Wijana Muhammad Farhan Nugraha Nabilatul Warda Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Indri Kusumasari . Ni Wayan Erica Dewi Norman Efendi . Nurur Rahman . Pande Made Ari Sugitha . Perianto, Perianto Putri, Yuliana Khairi Putu Eka Juniarta . Putu Indra Christiawan Rai Sujanem Rediasa, I Nyoman Ririn Gusmawarni . Rochman Kifrizyah . Salma Putri Nur r . Sari, Desi Nurul Komala Sudiarsana, I Gusti Ngurah Alit UNDIKSHA . Yeni Yuanda Putri . yudiantara, kadek mega Yulia Nurul Fatih