Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES KREATIF GUSTI AJI ROBED ., Gede Nuarsana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: Biografi Gusti Aji Robed, Tema karya Gusti Aji Robed, Nilai estetis karya Gusti Aji Robed, Proses Gusti Aji Robed dalam berkarya, Perkembangan karya-karya Gusti Aji Robed. Penelitian ini bersifat Deskritif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obervasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Penelitian ini membahas proses kreatif Gusti Aji Robed. Hasil penelitian ini antara lain: Gusti Aji Robed adalah pelukis tradisi dari Desa Panji yang mulai melukis sejak tahun 1989, Tema-tema karya Gusti Aji Robed antara lain tema Bhima Swarga, sejarah Panji Sakti, Tantri, dan tema bebas lainya, Unsur estetis karya Gusti Aji Robed meliputi unsur warna, komposisi bentuk, proporsi yang masih menunjukan pengaruh rupa klasik dalam penampilan karyanya, Secara proses berkarya memang Gusti Aji Robed medapat pengaruh dari kakeknya Gusti Ketut Natih, Perkembangan Gusti Aji Robed dimulai dari tema Bhima Swarga sejak 1989 hingga 1995. Dari 1995 hingga 2000, tema karya beliau beralih ke sejarah Buleleng, khususnya Ki Barak Panji Sakti. Pada tahun 2000 hingga 2008, karya beliau bertema bebas, contohnya adalah lukisan berjudul lupa ingat, menghibur dikala duka, dan lainya. Dari tahun 2008 sampai sekarang beliau mengerjakan lukisan yang bertema Tantri seperti Raja pisuna, dan mengerjakan tema lainya yang masih belum sempurna. Sampai sekarang beliau masih menekuni gaya klasik dan ini bisa dikatakan kecendrungan Robed dalam berkarya.Kata Kunci : Kata kunci : Biografi, Tema, Nilai Estetis, Proses berkarya, dan Perkembangan This stud aimed to obtain information about: Biography Gusti Aji Robed, The theme of Gusti Aji Robed, The aesthetic value Gusti Aji Robed work, Process Gusti Aji Robed in the work, Development work Gusti Aji - Robed work. This research is descriptive qualitative data collection techniques are observation, interviews, and review of the literature.This study discusses the creative process Gusti Aji Robed. The results of this study are: Gusti Aji Robed is a tradition of the village banner painter who started painting since 1989, The themes of the work Gusti Aji Robed Bhima Swarga among other themes, the history of Panji Sakti, Tantri, and free theme others, elements of aesthetic works Gusti Aji Robed include elements of color, composition form, which still shows the proportion of such classic influences in his appearance, in the process of work is Gusti Aji Robed get influence of his grandfather Gusti Ketut Natih, developments Gusti Aji Robed starting Bhima Swarga theme from 1989 to 1995. From 1995 to 2000, the theme of the work he switched to history Buleleng, especially Ki Barak Panji Sakti. In 2000 to 2008, he works free theme, for example, is a painting titled forget to remember, entertaining when his grief, and others. From 2008 to present he is working on a painting such as Raja Tantri themed pisuna, and working on other themes that are still not perfect. Until now he still pursue the classic style and this trend can be said Robed in the work.keyword : Keywords: Biography, Themes, Aesthetic Value, work processes, and development
PENERAPAN 3 (TIGA) MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SENI RUPA DI KELAS B1 TK KUSUMA NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA ., Ni Putu Indri Kusumasari; ., Drs.Jajang S,M.Sn; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.626 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Penerapan Model Pembelajaran Tematik Seni Rupa: (1). Menyanyi dan Menari dalam Menggambar (3M), (2). Bermain Peran dalam Menggambar (BPM), (3). Pengamatan Objek Langsung dalam Menggambar (POM). Objek penelitian ini adalah anak-anak kelas B1 TK Kusuma Negara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, pendokumentasian, dan studi dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman pengamatan dan catatan harian pengamatan. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proses Penerapan Model Pembelajaran Tematik Seni Rupa 3M, BPM dan POM melalui 5 tahapan pembelajaran: (1). Persiapan, (2). Pelaksanaan, (3). Pengawasan, (4). Pengevaluasian serta (5). Perefleksian. Tahap persiapan, pengawasan, pengevaluasian dan perefleksian penerapannya sama pada ketiga model. Perbedaannya ada pada tahap pelaksanaannya disesuaikan dengan kegiatan masing-masing yang diikuti dengan kegiatan menggambar sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan anak dan menunjang hasil belajarnya. Kata Kunci : model pembelajaran (3M, BPM, POM), tematik, seni rupa, gambar This research is supposed to describes process Applying of Theme Learning Methods of: (1). Singing and Dancing in Drawing Art (3M), (2). Acting in Drawing Art (BPM), (3). Direct Object Perception in Drawing Art (POM). These direct objects refer to some kids of Kindergarten of Kusuma Negara (Grade B1) in Jembrana. Datas have been collected by som e techniques: observation, interview, documentation, and document study techniques. Moreover, this research used guidance of perception and notes of the daily perception instruments. The data analysis are composed by data collection, data reduction, data display, and conclusion withdrawal. All of those methods showed us some results that each of them have 5 learning steps such as: (1). Preparation, (2). Action, (3). Observation, (4). Evaluation and (5). Reflection. When we are about applying those steps, we may use the same activities on all of the methods. Despite on the action step should be accorded by each activity that followed by drawing activity in order to make fun learning situation and increase the learning result. keyword : Learning Method (3M, BPM, POM), Themes, Visual Art, Drawing
Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di Desa Beleka Lombok Tengah ., Ririn Gusmawarni; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.752 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.18973

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di desa Beleka Lombok Tengah, (2) untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di desa Beleka Lombok Tengah, (3) untuk mengetahui proses pembuatan kerajinan anyaman ketak rotan di desa Beleka Lombok Tengah, (4) untuk mengetahui bentuk kerajinan anyaman ketak rotan di desa Beleka Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Anyaman Ketak Rotan di desa Beleka Lombok Tengah. Metode pengumpulan data yang di lakukan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) sejarah anyaman ketak rotan di desa Beleka Lombok Tengah ini sudah mulai sejak tahun 1989, kerajinan ini sudah turun temurun dari nenek moyang kita terdahulu, (2) alat dan bahan, alat utama yaitu pusut, maje, penembek, jepitan,meteran alat pendukung yaitu ada bambu, kuas, panci, baskom, sedangkan bahan utamanya yaitu : ketak, rotan, dan bahan untuk finishing yaitu pewarna politur, mowilex,(3) proses pembuatannya terbilang cukup rumit, mulai dari tahap pengumpulan bahan, menganyam dan terakhir finishing, (4) bentuk hasil dari anyaman ketak rotan ini ada yang berbentuk oval, lingkaran dan segi empat. Kata Kunci : Kerajinan, Anyaman, Ketak, Rotan ABSTRACT This research has some purposes: (1) to know the history of “The King Of Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. (2) To know th tools and materials in prosecc of making Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. (3) to know the processing of making Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. (4) to know the shapes of Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. The kind of research is descriptive qualitative research. The objects of the research are Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok. The methods tocollect the data are observation method, interview method, documentation method and literature method. The results of the research show that: (1) the history Ketak Ratan Handicraft in Beleka Village Central Lombok has started since 1989. This handicraft has gone down from their oldest generations to the young generations. (2) the main tools and the materials are knives, small knives (maje), shooting pincers, measuring tool and some others like bamboos sweet lemonade, pan wash basin and the main materials are ketak, rattan and some others for finishing process: furnishing color and mowilex. (3) the making process is rather complicated: collecting the materials, plaiting and finishing. (4) the shapesof the ketak rattan handicraft are ovals,rounds and four sides shepes. keyword : Handicraft, plaiting, ketak rattan.
Seni Kerajinan Tempurung Kelapa Di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar ., Putu Eka Juniarta; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs.Mursal
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.346 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2136

Abstract

Tempurung kelapa merupakan kulit buah kelapa yang mempunyai tekstur keras, berwarna coklat apabila buahnya sudah tua, dan berwarna putih ketika masih muda. Pada umumnya tempurung kelapa pada kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan bakar atau arang. Namun di desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, tempurung kelapa justru dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat suatu kerajinan yang memiliki nilai estetis. Artikel ini mengulas tentang, keberadaan, alat, bahan, proses pembuatan, dan motif hias yang terdapat pada seni kerajinan tempurung kelapa di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti yaitu keberadaan seni kerajinan tempurung kelapa dari tahun 1950 dan mulai berkembang pada tahun 1997 sampai sekarang. Alat utama pembuatan meliputi mesin foredom, kapak, golok, pisau, dan amplas. Bahan utama yaitu tempurung kelapa. Proses pembuatan dimulai dari mengupas kulit buah kelapa hingga finising. Motif hias yang diterapkan pada seni kerajinan tempurung kelapa ini berupa motif hias geometris dan motif hias non geometris. Kata Kunci : Alat, Bahan, Tempurung kelapa Coconut shell was the skin of coconut fruit which had a hard texture, dark brown when the fruit’s old, and white when it’s younger. Coconut shell generally in the life were used as fuel or charcoal. But in the Tampaksiring Village, Gianyar Regency, precisely coconut shell used as raw materials to make a craft that has aesthetic value. This article reviewed about the existence, tools, materials, manufacturing process, and decorative motifs found in coconut shell craft Tampaksiring Village, Gianyar Regency. The purpose was to provide information about the presence of coconut shell craft to become art processing. The method was a descriptive study with qualitative and the data collection techniques used observation, interviews, documentation and literature. The result of the research was that the presence of coconut shell craft from 1950 and began to flourish in 1997 to present. The main tool manufacture were Foredom machines, axes, machetes, knives, and sandpaper. The main ingredient was coconut shell. The process began from manufacture of skin coconuts peeling until finishing. Decorative motifs that applied to the coconut shell craft arts such as decorative motifs inlaid geometric and non- geometric motifs.keyword : Equipment, Materials, Coconut shell
Proses Kreatif Pematung Jero Mangku Jinggo ., I Nyoman Sudiarka; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.426 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo; (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo; (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung Jero Mangku Jinggo. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, purposive sampling, wawancara, cross check, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo dimulai dari pekerjaannya sebagai penjual barang antik. Dari sana dia mendapat tawaran dari temannya untuk membuat belong yang diukir, kemudian membuat patung dari batu cadas hitam. Sehingga Mangku Jinggo semakin asik berkarya menghasilkan banyak patung dengan berbagai figur yang begitu polos, unik, dan mencirikan sebagai seniman alam (autodidak) yang dikenal banyak pecinta seni. (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo dalam berkarya berasal dari faktor alam, sosial-budaya yang telah terekan dalam memori pikirannya, dan muncul ketika melihat batu yang memiliki figur mirip seperti yang terbayang dalam pikirannya. Dia tidak membuat patung dengan corak yang diterapkan para pematung pada umumnya, namun tetap konsisten pada corak yang telah dikembangkan, yaitu corak patung yang kecenderungannya meminjam visual patung primitif dan naif. (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo banyak mengambil objek dari isi alam, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan tokoh lain seperti Detya, Kala, Celuluk, dan sebagainya. Objek-objek itu diwujudkan pada batu cadas hitam dengan piranti tradisional yang begitu sederhana.Kata Kunci : proses kreatif, pematung, Jero Mangku Jinggo This study attempts to know: (1) the acts of art Jero Mangku Jinggo; (2) a source of inspiration Jero Mangku Jinggo; (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jingo. The subject in this research was sculptor Jero Mangku Jinggo. Data collection method used in this research is a method of observation, purposive sampling, interview, cross check, documentation and literature. Data analyzed by using a technique descriptive with a qualitative approach. The results showed that: (1 of the acts of art Jero Mangku Jinggo started from his job as antique dealers, there he got an offer to make dimples carved from his friend, then make a statue of stone andesite. So that Jero Mangku Jinggo increasingly enjoy work produces a lot of the statue with various figure who so innocent, unique and characterizing as artists nature (autodidak). (2) a source of inspiration for Jero Mangku Jinggo in the work derived from natural factors, sociocultural terekan has been in the memory of his mind, and inspired by a visual form material. He was not to imitate pattern applied sculptor in general, but remain consistent with her style, namely pattern that tends to imitate visual a statue of a primitive and naïve. (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jinggo many take the object of in the, and there is a tendency thought background different to achieve the objects in the andesit stones with traditional the manually. There is a tendency thought background of the aspects which refers to the efforts the fulfillment of functional, containing highly personal narrative of the imagination, to display and realistic references the forms, references the visual elements of public sculpture to prevail, the tendency of responding to an early form of material.keyword : the creative process, a sculptor, Jero Mangku Jinggo
KERAJINAN AKAR KELAPA KARYA MADE SUKADANA DI PENUKTUKAN, TEJAKULA, BULELENG, BALI ., Kadek Edy Satriawan; ., Dr. I Ketut Sudita, M.Si; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.491 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Munculnya ide pembuatan kerajinan; (2) Bahan dan alat yang digunakan membuat kerajinan; (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana di Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Made Sukadana dan objek penelitian ini adalah kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisi domain dan analisi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ide awal pembuatan kerajinan muncul karena melihat peluang dari banyaknya populasi pohon kelapa dan kurangnya pemanfaatan akar kelapa yang hanya menjadi limbah setelah pohon kelapa ditebang. (2) Bahan dan alat untuk membuat kerajinan: akar kelapa, lem cyanoacrylate etil, politur, obat anti serangga dan oli bekas. Sedangkan alat yang digunaka antara lain: kapak kayu, pahat ukir, spidol, gergaji listrik, linggis, sikat dan kuas. (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana terdiri dari tiga proses inti yaitu ; Proses awal, proses pengerjaan, dan proses finishing. Tiap proses inti tersebut terdiri dari beberapa bagian proses, seperti Proses awal terdiri dari ; Mencari bahan, menyiapkan tempat, membersihkan bahan kerajinan, membuat sketsa desain untuk kerajinan akar kelapa, dan terakhir menyiapkan alat dan bahan. Proses pengerjaan juga terdiri dari beberapa proses seperti; Mengupas kulit akar kelapa, membuat sketsa pada bahan kerajinan, dan memahat atau mengukir bahan kerajinan. Terakhir proses finishing terdiri dari dua bagian proses yaitu; Proses penghalusan dan proses pewarnaan serta pengobatan. Kata Kunci : Kerajinan, akar kelapa, Penuktukan, Made Sukadana. This study aims to find out: (1) the emergence of crafting ideas; (2) Materials and tools used to make crafts; (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana in Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this research is Made Sukadana and the object of this research is coconut root craft by Made Sukadana. The method that the researcher used for data collection in this study were observation, documentation, interviews, and literature. The Analysis of the data that the researcher used were domain analysis and taxonomic analysis. The results of the study show that: (1) The initial idea of making crafts emerged because it saw that the opportunities for the large population of coconut trees and the lack of utilization of coconut roots which only became waste after the coconut trees were cut down. (2) Materials and tools for making crafts: coconut roots, ethyl cyanoacrylate glue, politur, insect repellent and used oil. While the tools used include: wood axes, carving chisels, markers, electric saws, crowbars, brushes and brushes. (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana consists of three core processes, namely; Initial process, work process, and finishing process. Each core process consists of several parts of the process, such as the initial process consists of; Search for materials, prepare places, clean craft materials, made a design sketches for crafting coconut roots, and finally prepare tools and materials. The process of make it also consists of several processes such as; Peel coconut root skin, sketch on craft materials, and sculpt or carve craft materials. Finally, the finishing process consists of two parts, namely; Smoothing process and coloring process and treatment. keyword : Crafts, coconut roots, Penuktukan, Made Sukadana.
BATIK SASAMBO DI DESA REMBITAN, PUJUT, LOMBOK TENGAH ., Amalia Ika Safitri; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.163 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11399

Abstract

Batik Sasambo adalah batik khas provinsi NTB. Nama Sasambo diambil dari tiga etnis yang mendiami provinsi NTB yaitu Sasak di Lombok, Samawa di Sumbawa, dan Mbojo di Bima. Motif batik Sasambo berkaitan dengan budaya lokal khas NTB. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) sejarah keberadaan batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (2) motif batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (3) makna yang terdapat dalam batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan samplenya adalah pengrajin batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah dengan teknik (1) observasi untuk mengamati langsung keberadaan dan motif batik Sasambo, (2) wawancara untuk menggali informasi mengenai sejarah keberadaan, motif batik dan makna motif batik Sasambo, (3) dokumentasi untuk pengambilan gambar macam motif batik Sasambo dan juga hal-hal yang dianggap penting. Hasil penelitian ini adalah (1) Sejarah batik Sasambo berakar dari batik Jawa yang sudah berkembang sebelumnya di Lombok. (2) motif batik Sasambo terdiri dari motif pokok, motif pelengkap, motif isen-isen dan motif pinggiran. (3) makna yang terdapat dalam batik Sasambo sebagian besar ditunjukkan atau digambarkan nilai-nilai dan harapan-harapan masyarakat NTB terkait dengan kehidupan diantaranya berisi nilai-nilai persatuan, kerukunan, kemakmuran, keamanan dari bencana, sumber rejeki, perdamaian dan perlindungan. Saran untuk penelitian ini diharapkan meneliti batik Sasambo di Desa lain dari segi alat dan bahan serta proses pembuatan batik Sasambo, karena masih banyak hal yang belum bisa dikaji pada penelitian ini, dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Kata Kunci : Lombok, batik, motif hias Sasambo batik is batik design provincial West Nusa Tenggara. Sasambo name is taken from the three ethnic inhabiting provincial West Nusa Tenggara namely Sasak in Lombok , Samawa in Sumbawa , and Mbojo in Bima. A batik sasambo pertaining to local culture typical West Nusa Tenggara. This research aimed to describe (1) the history about the existence of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, (2) the motif of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, and (3) the meaning conveyed in Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok. Draft this research using qualitative sample descriptive with whom are craftsman batik Sasambo in the Rembitan village, Pujut , Central Lombok to technique ( 1 ) observation to observe live presence and a batik sasambo, ( 2 ) interview to obtain information on the history of existence , a batik and meaning a batik sasambo, ( 3 ) documentation for simulcast kinds of a batik sasambo and also things that are considered important. The result of the research showed that (1) the history of Sasambo batik sourced from Javanese batik improved earlier in lombok, (2) The motifs of Sasambo batik consisted of some main motifs, complementary motifs, isen-isen motifs, and marginal motifs, (3) the meaning conveyed in Sasambo batiks at Rembitan village, Pujut, Central Lombok mostly showed and described the values and wishes of the citizens in West Nusa Tenggara relating to life, such as the value of unity, harmony, prosperity, safety from disaster, fortune resource, peace, and security. This was in accordance with the characteristics of agrarian and coastal community who were communal to live their cultural life. keyword : Lombok, batik, decorative Motifs
Proses Pembelajaran Seni Rupa Melalui Metode Bercerita Di kelas V MIT Mardlatillah ., Salma Putri Nur r; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.759 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i1.13631

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah, (2) mengetahui hasil gambar ilustrasi dalam pembelajaran seni rupa di kelas V MIT Mardlatillah. Data diperoleh dengan teknik obeservasi sebagai bahan penelitian, teknik wawancara untuk mendapatkan data tentang pendapat guru terkait dengan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V Mit Mardlatillah Singaraja, teknik dokumentasi untuk memperoleh hasil yang dideskriptifkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita di kelas V MIT Mardlatillah, sebagai berikut: 1). Proses pembelajaran seni rupa melalui metode bercerita dilakukan dalam satu model pembelajaran tematik, yang berkaitan dengan pembelajaran lainnya. Guru menggunakan media pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam pemahaman materi ajar. 2) menganalisis hasil gambar ilustrasi secara deskriptif. Kata Kunci : pembelajaran, seni rupa, metode bercerita This research is a qualitative descriptive research, for describe the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah. This research for (1) know the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, (2) To know the illustration drawing result in the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah. The data were obtained by obeservation technique as research material, interview technique get to data about teacher's opinion to the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, documentation technique to obtain descriptive result. The results of research show that the fine art learning process through telling stories method in class V MIT Mardlatillah, as follows: 1). the fine art learning process through telling stories method is done in a thematic learning model, the relating other to learning. The teachers using learning media to facilitate students in the teaching materials understanding. 2) analyzing the illustration drawings result in descriptive. keyword : the learning, fine arts, telling stories method
PEMBUATAN PEWARNA ALAMI UNTUK ALTERNATIF PEWARNA BERBASIS AIR ., I Ketut Dedi Susiawan; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.802 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.11483

Abstract

Pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui (1) bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (2) alat yang digunakan dalam pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (3) proses pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (4) warna yang dihasilkan dari pewarna alami untuk altenatif pewarna berbasis air pada media kertas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, pembuatan pewarna alami, dan uji pewarna alami pada media kertas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bahan alami yang digunakan adalah warna merah dari kembang kertas, warna biru dari bunga telang, warna kuning dari kunyit, warna hijau dari daun suji dan daun katuk, warna cokelat dari buah tinta dan biji kluwak, warna hitam dari arang (2) alat dan bahan yang digunakan adalah cobek dan ulekan, mangkok, saringan, pisau (3) proses pembuatan pewarna alami dengan proses ekstraksi melalui dua tahap yaitu penghalusan bahan dan penyaringan (4) hasil pewarna alami yang diterapkan pada media kertas yaitu bunga kertas menghasilkan warna merah muda, bunga telang menghasilkan warna biru muda, kunyit menghasilkan warna kuning oranye sampai kuning kecokelatan, daun suji menghasikan warna hijau muda, daun katuk menghasilkan warna hijau cerah sampai hijau tua, biji kluwak menghasilkan warna coklat tua, buah tinta menghasilkan warna cokelat tua, arang menghasilkan warna hitam pekat. Kata Kunci : pewarna alami, alternatif pewarna berbasis air The made of natural dyes for alternative dyes on water-based was a research experiment, which aimed at knowing (1) material of nature that could be used as a natural dye to alternative of a water-based, (2) the tool used in the manufacture of natural dyes for alternative of a water-based, (3) the process of making natural dyes for alternative of a water-based, and (4) the color produced from natural dyes for alternatives of a water-based on the media. The research was a descriptive qualitative research. The accumulations data were done by using observation, the creation of a natural dye, and a natural dye on the media. This research result indicated that (1) natural materials used were the red colors of the development of the paper, the blue color of Telang, the yellow color of turmeric, green color from the leaves of Suji. and leaf of Katuk, the brown color of the ink and seeds of Kluwak, black from charcoal, (2) the tools and materials used were mortar and see "ulekan", bowl, sieve, (3) the process of making natural dyes with extraction process through two stages, namely, refining materials and the screening and (4) the results of a natural dye were applied to the media of Bougenvilleproduced the color of pink, Telang produced a navy blue, turmeric produced orange yellow to amber, Suji leaf produced color of green, leaf of Katuk produced green light to dark green vegetables, seeds of Kluwak produced a dark brown color, fruit of ink produced the color of dark brown, charcoal produced the color black.keyword : natural dyes, alternative color.
SISTEM PENURUNAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PRASI I GUSTI BAGUS SUDIASTA DARI DESA BUNGKULAN BULELENG ., Dewa Agung Mandala Utama; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Dr. Drs. I Ketut Supir, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.085 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.13381

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) proses penurunan pengetahuan prasi I Gusti Bagus Sudiasta dan (2) proses penurunan keterampilan prasi I Gusti Bagus Sudiasta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu I Gusti Bagus Sudiasta dari Desa Bungkulan Buleleng. Objek penelitian ini yaitu penurunan pengetahuan dan keterampilan prasi yang diturunkan kepada Nengah Sukadana, Ketut Suastawa dan Ayu Puspa Dewi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses penurunan pengetahuan dan keterampilan oleh I Gusti Bagus Sudiasta menerapkan pendidikan non formal dengan cara pendekatan individual menggunakan sistem aprentisip/cantrik dan pewarisan. Sistem aprentisip/cantrik dilaksanakan di Gedong Kirtya dan sistem pewarisan terlaksana di rumah I Gusti Bagus Sudiasta kepada anaknya, yaitu I Gusti Bagus Kusuma Mahendra dan Gusti Ayu Sri Wedayani. Proses penurunan pengetahuan prasi dimulai dari proses pemahaman bentuk atribut sesuai karakteristik dari masing-masing tokoh wayang dan pengetahuan tentang tema, ide/gagasan yang digunakan sebagai panduan membuat narasi pewayangan. Proses penurunan keterampilan prasi diawali dari (1) proses pembuatan media toreh dengan daun rontal, (2) proses pengolahan buah kemiri sebagai bahan pewarna, dan (3) proses membuat prasi.Kata Kunci : keterampilan prasi, pengetahuan prasi, proses ABSTRACT This study aimed at describing (1) the process of prasi knowledge decrease, I Gusti Bagus Sudiasta and (2) the process of prasi skill decrease, I Gusti Bagus Sudiasta. The design of this study was descriptive qualitative. The subject of this study was I Gusti Bagus Sudiasta who is from Bungkulan Village, Buleleng. The objects of this study were prasi knowledge and skill decrease which have been generated to Nengah Sukadana, Ketut Suastawa, and Ayu Puspa Dewi. The methods of data collection were observation, interview, and documentation. The result of this study represents the process of knowledge and skill decrease by I Gusti Bagus Sudiasta implements non formal education with individual approach using aprentisip/cantrik system and inheritance conducted in I Gusti Bagus Sudiasta’s house to his children, I Gusti Bagus Kusuma Mahendra and Gusti Ayu Sri Wedayani. The process of prasi knowledge decrease is started from the process of comprehending the attribute form based on characteristic of each character in puppet and comprehension about theme and idea used as the guidance in order to make puppet narration. The process of prasi skill decrease is started from (1) the process of creating media, toreh, with rontal leaves, (2) the process of processing candlenut as dye substance, and (3) the process of creating prasi.keyword : prasi skill, prasi knowledge, process
Co-Authors ., Amalia Ika Safitri ., Babat Nufus T s ., Dewa Agung Mandala Utama ., Fitri Ayu Nurjannatin ., I B SHINDU PRASETYA ., I Gede Dwitra N. Artista ., I Gede Yogi Saputra ., I Kadek Budiana ., I Kadek Susila Priangga ., I Ketut Dedi Susiawan ., I Made Edy Suastawa ., I Putu Agus Santika Putra ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., Indrianti Amilda Pratami ., Kadek Edy Satriawan ., Ketut Widiastra ., Lailatul Choiriyah ., Made Wijana ., Nurur Rahman ., Ririn Gusmawarni ., Salma Putri Nur r Alimudin . Alimudin ., Alimudin Amalia Ika Safitri . Arry Komang Gede Bhaskara . Babat Nufus T s . Dewa Agung Mandala Utama . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs.Jajang S,M.Sn . Drs.Mursal . Fira Sartika Putri Fitri Ayu Nurjannatin . Galih Efendi . Galih Efendi ., Galih Efendi Gede Eka Harsana Koriawan Gede Nuarsana . I B SHINDU PRASETYA . I Gede Antara . I Gede Astra Wesnawa I Gede Dwitra N. Artista . I Gede Suardika I Gede Yogi Saputra . I Gusti Made Budiarta I Gusti Made Budiarta I Kadek Budiana . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Dedi Susiawan . I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Suardana Karang . I Made Edy Suastawa . I Made Rosis Ariwangsa . I Made Rosis Ariwangsa ., I Made Rosis Ariwangsa I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sudiarka . I Putu Agus Santika Putra . I Wayan Sudiarta Ida Bagus Made Pandit Parastu . Indrianti Amilda Pratami . Janu Budi Utama, Putu Tri Kadek Edy Satriawan . Ketut Widiastra . Lailatul Choiriyah . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si Made Sudiksa . Made Sudiksa ., Made Sudiksa Made Wijana Muhammad Farhan Nugraha Nabilatul Warda Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Indri Kusumasari . Ni Wayan Erica Dewi Norman Efendi . Nurur Rahman . Pande Made Ari Sugitha . Perianto, Perianto Putri, Yuliana Khairi Putu Eka Juniarta . Putu Indra Christiawan Rai Sujanem Rediasa, I Nyoman Ririn Gusmawarni . Rochman Kifrizyah . Salma Putri Nur r . Sari, Desi Nurul Komala Sudiarsana, I Gusti Ngurah Alit UNDIKSHA . Yeni Yuanda Putri . yudiantara, kadek mega Yulia Nurul Fatih