I Ketut Sudita
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

TAS GEGANDEK DESA LOYOK KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR Muhammad Erwin .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .; Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.15170

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) Bahan dan alat dalam memproduksi tas gegandek di Desa Loyok kecamatan Sikur Lombok Tmur, (2) Proses pembuatan tas gegandek di desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur, (3)Motif hias yang diterapkan pada kerajinan tas gegandek di desa Loyok kecamatan Sikur Lombok Timur. Subjek penelitian adalah perajin tasgegandek di desa Loyok kecamatan Sikur Lombok Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Bahan yang digunakan, (a)Bambu Tali,(b) Cat, (c) Tali rotan dan nilon, (2) Alat yang digunakan (a) Gergaji, (b) Bateq/golok, (c)Maje, (d) Pengkeres,(e)Meteran, (f) kuas cat (3) Proses pembuatan tas gegandek (a) Proses pemilihan bambu, (b) Proses pengolahan bambu, (c) Proses pengirisan, (d) Proses pengecatan,(e) Proses menganyam (f) Proses pembuatan anakan tas, (g) Proses pembuatan tali, (4) Motif hias yang sering diterapkan (a) Motif hias bunga pihuntuan, (b) Motif hias pihuntuan tertutup, (c) Motif hias mata walik, (d) Motif hias kepang pihuntuan, (e) Motif hias bunga gambir, dan (f) Motif hias hiumpik. Kata Kunci : Kerajinan, Tas gegandek, Motif hias ABSTRACT This research aimed to describe (1) the materials and tools in producing gegandek bag at Loyok Village, Sikur, East Lombok, (2) the process of making gegandek bag at Loyok Village, Sikur, East Lombok, (3) the decorative motifs applied to gegandek bag crafts at Loyok Village, Sikur, East Lombok. The object of this research was the gegandek bag craft located at Loyok Village, Sikur, East Lombok. This was a descriptive-qualitative research. The data of this research were collected through observation, interview, and documentation techniques. The result of the research showed that (1) the materials used in producing gegandek bag were (a) bamboo string, (b) paint, (c) rattan string and nyilon, (2) the tools used in producing gegandek bag were, (a) saw, (b) machete, (c) maje, (d) pengkeres, (e) gauge, (f) paint brush. (3) the process of making gegandek bag were, (a) selection of bamboo, (b) bamboo processing, (c) slicing process, (d) painting process, (e) plaiting process, (f) the process of making bag till, (g) the process of making string. (4) the decorative motifs applied to gegandek bag crafts were (a) bunga pihuntuan motif, (b) pihuntuan tertutup motif, (c) mata walik motif, (d) kepang pihuntuan motif, (e) bunga gambar motif, dan (f) hiumpik motif. keyword : Craft, Gegandek Bag, Decorative Motifs
KERAJINAN MOSAIK DI DESA KENDERAN TEGALLALANG GIANYAR I Kadek Agus Edi Yudana .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .; Dra. Luh Suartini, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.15174

Abstract

Judul penelitian ini adalah ”Kerajinan mosaik di desa Kenderan Tegalalang Gianyar”. Masalah yang dibahas pada penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimana keberadaan kerajinan mosaik di desa Kenderan (2) Bahan dan alat apa saja yang dimanfaatkan untuk membuat kerajinan mosaik (3) Bagaimana proses pembuatan kerajinan mosaik kaca (4) Apa saja jenis-jenis kerajin mosaik yang terdapat di desa Kenderan Tegalalang Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah artshop-arshop mosaik di desa Kenderan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil-hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) keberadaan kerajinan mosaik mulai berkembang tahun 2007 di desa Kenderan hingga saat ini dikarenakan sebelum tahun 2007 kerajinan kayu menurun sehingga masyarakat di desa Kenderan beralih ke kerajinan mosaik kaca. (2) bahan dan alat yang digunakan untuk membuat kerajinan mosaik kaca sebagai berikut. Bahan yang digunakan seperti : kaca, kayu, MDF, gerabah, lem fox, nat MU, cat impra, dan thinner. Adapun alat yang digunakan seperti : alat pemotong kaca, penggaris kayu, geregaji besi, kuas, spray gun, kompresor, amplas dan spon busa. (3) proses dilakukan dalam pembuatan kerajinan mosaik kaca adalah sebagai berikut : a.pemilihan bahan kaca, b.pemilihan alas atau landasan, c.Pemotongan kaca, d.pembuatan pola landasan, e.pemasangan kaca ke landasan, f. pemasangan nat dan g. finishing. (4) Jenis-jenis produk seni kerajinan mosaik di desa Kenderan adalah sebagai berikut : a.mosaik cermin lingkaran, b.mosaik cermin persegi, c.mosaik cermin fauna, d.mosaik tempat buah, e.mosaik tempat dupa, f.mosaik asbak, g.mosaik hiasan dinding berbentuk fauna, h.mosaik hiasan dinding berbentuk gitar, i.mosaik tulisan, dan j. mosaik pas bunga atau guci. Dapat disimpulkan bahwa Kerajinan mosaik berkembang tahun 2007 di desa Kenderan, dalam proses pembuatan menggunakan beberapa bahan dan alat, adapun beberapa proses yang dilakukan dalam pembuatannya. Produk yang sudah dibuat seperti mosaik cermin berbentuk geometris dan fauna, tempat buah dan dupa, hiasan dinding berupa fauna dan gitar, mosaik berbentuk tulisan dan mosaik berbentuk guci dan pas bunga. Saran Untuk menumbuh kembangkan produk kerajinan mosaik di desa Kenderan. Disarankan agar pemerintah lebih memperhatikan terkait dengan memberikan pembinaan kepada para pengerajin dalam bidang pemasaran dan pengembangan bentuk desain. Kepada para pengerajin agar terus berkarya dan mengembangkan karyanya hingga menembus pasar internasional. Untuk Peneliti selanjutnya yang akan meneliti karya kerajinan mosaik kaca di desa Kenderan diharapkan untuk menambahkan aspek sejarah dari artshop-artshop yang ada di desa KenderanWayan, serta memasukan aspek pemasaran dan manajemen dalam pembuatan produknya. Kata Kunci : Kerajinan, Mosaik kaca The title of this research is "The mosaic craft at Kenderan Tegalalang village, Gianyar ". The problems discussed in this study were as follows : (1) The existence of mosaic craft at Kenderan Tegalalang village, (2) What materials and tools were used to make the mosaic craft (3) The process of making the glass mosaic craft (4) What kinds of mosaic crafts were found at KenderanTegalalang village.The method used in this research was descriptive with qualitative approach. The subject of this research was the mosaic art shops at Kenderan village. The process of collecting data in this research was conducted through observation, interview, documentation, and bibliography. The results that found in this research were: (1) the existence of mosaic craft firstly developed at Kenderan village in the year of 2007 till today because before the year of 2007 the wood craft decreased and the people at Kenderan village switch their interest to glass mosaic craft. (2) The materials and tools were used to make the glass mosaic craft as follows: a glass, a wood, a MDF, a pottery, glue, a fox, a nat MU, an impra paint, and a thinner. The tools used such as: a glass cutting tool, a wood ruler, a railing iron, a brush, spray gun, a compressor, a sand paper and a sponge foam. (3) The process in making mosaic glass craft were as follows: a. selecting the glass materials, b. selecting the base or foundation, c. cutting the glass, d. making the grounding pattern, e. installing the glass to the base, f. installing the nat and g. finishing. (4) The types of mosaic craft art products at Kenderanvillage were as follows: the circular mosaic mirror , the square mosaic mirror, the fauna mosaic mirror, mosaic of the fruit place, mosaic incense, f. mosaic ashtray, g) mosaic ornament of fauna-shaped wall, mosaic of wall hangings of guitar shaped, written mosaic , and j. flower-fitting mosaic or jar. It can be concluded that Mosaic handicraft developed in the year of 2007 at Kenderan village. Actually, the process of making the object used some materials and tools. There were several processes in creating the mosaic crafts. Products that had been made such as geometric mirror mosaic and fauna, fruit and incense place, wall decoration of fauna and guitar, written mosaic shaped and mosaic shaped urn and flower fit. There were also the suggestions to grow the mosaic craft product atKenderan village. It was necessary for the government to give more attention related to providing the construction to the craftsmen in the field of marketing and the development of the design form. All of the craftsmen need to continue to work and develop the creation in order to penetrate the international market. For further researchers who will investigate the handicraft of mosaic glass at Kenderan village were expected to add the historical aspects of each art shops atKenderanvillage, Gianyar. They also were expected to enter the aspects of marketing and managing the manufacture of its products. keyword : Handicraft, Glass Mosaic
Proses Pengajaran Mosaik Di SMK Negeri 1 Sukasada PUTU DUDIK ARIAWAN .; I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21509

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ditujukan untuk (1) Mendeskripsikan perencenaan pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada. (2) mendiskripsikan proses pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada.(3)Mengetahui hasil karya Mosaik siswa kelas XII Seni Murni di SMK Negeri 1 Sukasada. Pengumpulan data menggunakan meteode survey dengan empat teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan. Seluruh data yang diperoleh dengan metode observasi, metode wawancara, dan metode kepustakaan, disusun berdasarkan urutan masalah, yaitu : data kelas XII Seni Murni, latar belakang, proses perencanaan pembelajaran Mosaik, proses pengajaran serta kelebihan dan kekurangan pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada kemudian dianalisis dengan cara (1) Analisis Domain (Domain Analysis), (2) Analisis Taksonomi ( Taxsonomic Analysis). Tahapan terakhir setelah semua data terkumpul yaitu melakukan penyusunan hasil peneliti melalui guru pengajar produktif seni Murni yang mengajarkan materi praktik Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada. Penulisan penelitian ini berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dilapangan setelah melalui beberapa tahapan yakni observasi, wawancara, dokumentasi, analisis data, dan diakhiri dengan menyusun penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga diperoleh gambaran umum tentang perencanaan pengajaran, proses pengajaran serta hasil akhir karya siswa kelas XII Seni Murni di SMK Negeri 1 Sukasada. Perencanaan Pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 sukasada tentu saja dengan penyiapan beberapa hal penting dalam pembelajaran yaitu; Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Sumber belajar, evaluasi. Kemudian Proses Pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada dilakukan sesuai dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang tertera pada Rencana Relaksanaan Rembelajaran (RPP). Diawali dengan (1) pendahuluan, kemudian dilanjutkan dengan (2) Kegiatan Inti yang terdiri dari proses eklprorasi,elaborasi serta konfirmasi dan yang terakhir (3) penutupan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1)Perencanaan pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada dilakukan dengan mempersiapkan silabus sebagai rambu rambu untuk pelaksanaan semua materi bahasan bahan pembelajaran satu bidang studi, kemudian RPP sebagai panduan langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Selain itu guru juga menyiapkan media pembelajaran, sumber belajar dan evaluasi.(2) Proses pengajaran Mosaik di SMK Negeri 1 Sukasada memiliki tiga tahapan yang pertama yaitu pendahuluan yang terdiri dari delapan kegiatan yang dilakukan selama 10 menit. Kedua kegiatan inti memiliki tiga bagian kegiatan yaitu eksplorasi, elaboeasi dan konfirmasi.tahap terakhir yaitu penutup yang memiliki tiga kegiatan dilakuan selama 30 menit.(3) Karya Mosaik siswa kelas XII SMK Negeri 1 Sukasada dari tujuh karya siswa hanya dua karya yang dapat digolongkan sebagai karya Mosaik. Dan lima karya dapat digolongkan sebagai karya Kolase. Kata Kunci : Proses Pengajaran, Mosaik, SMK Negeri 1 Sukasada. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The study was aimed at (1) Describing the planning of Mosaic teaching at SMK Negeri 1 Sukasada. (2) describe the process of teaching Mosaics at SMK Negeri 1 Sukasada (3) Knowing the work of Mosaics of class XII Pure Arts students at SMK Negeri 1 Sukasada. Data collection uses survey method with four data collection techniques, namely: observation techniques, interview techniques, documentation techniques and library techniques. All data obtained by the method of observation, interview methods, and literature methods, are arranged based on the order of the problems, namely: class XII Fine Arts data, background, the mosaic learning planning process, the teaching process as well as the advantages and disadvantages of teaching Mosaics at SMK Negeri 1 Sukasada then analyzed by (1) Domain Analysis, (2) Taxonomic Analysis. The final stage after all data has been collected is the preparation of the results of researchers through the teaching of productive Pure Arts teachers who teach Mosaic practice materials at SMK Negeri 1 Sukasada. The writing of this research is based on the facts found in the field after going through several stages, namely observation, interviews, documentation, data analysis, and ending with compiling research using qualitative descriptive methods, so that a general description of teaching planning, teaching process and the final results of student work is obtained. class XII Fine Arts at SMK Negeri 1 Sukasada. Mosaic Teaching Planning in SMK Negeri 1 Sukasada of course by preparing several important things in learning, namely; Syllabus, Learning Implementation Plan (RPP), Learning Media, Learning Resources, evaluation. Then the Mosaic Teaching Process at Vocational High School 1 Sukasada is carried out in accordance with the steps of the learning activities that are stated in the Learning Implementation Plan (RPP). It starts with (1) introduction, then continues with (2) Core Activities which consist of exploration, elaboration and confirmation processes and finally (3) closing. The conclusions of this study are (1) Mosaic teaching planning at SMK Negeri 1 Sukasada is carried out by preparing a syllabus as signposts for the implementation of all subject matter learning material in one field of study, then RPP as a guide for steps in the learning process. In addition, the teacher also prepares learning media, learning resources and evaluations. (2) The teaching process of Mosaics at SMK Negeri 1 Sukasada has the first three stages namely introduction which consists of eight activities carried out for 10 minutes. The two core activities have three parts of activities namely exploration, elaboeation and confirmation. The last stage is the closing which has three activities carried out for 30 minutes. Mosaic works. And five works can be classified as Collage works. keyword : Teaching Process, Mosaic, SMK Negeri 1 Sukasada.
KERAJINAN AKAR KELAPA KARYA MADE SUKADANA DI PENUKTUKAN, TEJAKULA, BULELENG, BALI Kadek Edy Satriawan .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Munculnya ide pembuatan kerajinan; (2) Bahan dan alat yang digunakan membuat kerajinan; (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana di Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Made Sukadana dan objek penelitian ini adalah kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisi domain dan analisi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ide awal pembuatan kerajinan muncul karena melihat peluang dari banyaknya populasi pohon kelapa dan kurangnya pemanfaatan akar kelapa yang hanya menjadi limbah setelah pohon kelapa ditebang. (2) Bahan dan alat untuk membuat kerajinan: akar kelapa, lem cyanoacrylate etil, politur, obat anti serangga dan oli bekas. Sedangkan alat yang digunaka antara lain: kapak kayu, pahat ukir, spidol, gergaji listrik, linggis, sikat dan kuas. (3) Proses pembuatan kerajinan akar kelapa karya Made Sukadana terdiri dari tiga proses inti yaitu ; Proses awal, proses pengerjaan, dan proses finishing. Tiap proses inti tersebut terdiri dari beberapa bagian proses, seperti Proses awal terdiri dari ; Mencari bahan, menyiapkan tempat, membersihkan bahan kerajinan, membuat sketsa desain untuk kerajinan akar kelapa, dan terakhir menyiapkan alat dan bahan. Proses pengerjaan juga terdiri dari beberapa proses seperti; Mengupas kulit akar kelapa, membuat sketsa pada bahan kerajinan, dan memahat atau mengukir bahan kerajinan. Terakhir proses finishing terdiri dari dua bagian proses yaitu; Proses penghalusan dan proses pewarnaan serta pengobatan. Kata Kunci : Kerajinan, akar kelapa, Penuktukan, Made Sukadana. This study aims to find out: (1) the emergence of crafting ideas; (2) Materials and tools used to make crafts; (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana in Penuktukan, Tejakula, Buleleng, Bali. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this research is Made Sukadana and the object of this research is coconut root craft by Made Sukadana. The method that the researcher used for data collection in this study were observation, documentation, interviews, and literature. The Analysis of the data that the researcher used were domain analysis and taxonomic analysis. The results of the study show that: (1) The initial idea of making crafts emerged because it saw that the opportunities for the large population of coconut trees and the lack of utilization of coconut roots which only became waste after the coconut trees were cut down. (2) Materials and tools for making crafts: coconut roots, ethyl cyanoacrylate glue, politur, insect repellent and used oil. While the tools used include: wood axes, carving chisels, markers, electric saws, crowbars, brushes and brushes. (3) The process of making coconut root crafts by Made Sukadana consists of three core processes, namely; Initial process, work process, and finishing process. Each core process consists of several parts of the process, such as the initial process consists of; Search for materials, prepare places, clean craft materials, made a design sketches for crafting coconut roots, and finally prepare tools and materials. The process of make it also consists of several processes such as; Peel coconut root skin, sketch on craft materials, and sculpt or carve craft materials. Finally, the finishing process consists of two parts, namely; Smoothing process and coloring process and treatment. keyword : Crafts, coconut roots, Penuktukan, Made Sukadana.
ESTETIKA RUANG TAMU RUMAH TIPE 45 DI PERUMAHAN PURI PERSADA KEROBOKAN PERMAI SINGARAJA KADEK SURYA DWIPA .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg. .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23225

Abstract

ESTETIKA RUANG TAMU RUMAH TIPE 45 DI PERUMAHAN PURI PERSADA KEROBOKAN PERMAI SINGARAJA Kadek Surya Dwipa1, Gede Eka Harsana Koriawan2 , I Ketut Sudita3, PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2019 e-mail : centunkdrawing@gmail.com , ekaharsana19@gmail.com, ketut sudita@ymail.com. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) potensi artistik bawaan bangunan pada ruang tamu dan elemen hias yang di tempatkan di ruang tamu warga di komplek perumahan Puri Persada Kerobokan Permai; (2) penerapan elemen dan unsur-unsur visual penghias ruang tamu pada rumah warga di perumahan Puri Persada Kerobokan Permai; (3) nilai estetik dari tampilan ruang tamu rumah warga di perumahan Puri Persada Kerobokan Permai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penghuni rumah di kawasan kompek perumahan Puri Persada Kerobokan Permai dan objek penelitian ini adalah ruang tamu, elemen penghias ruang tamu. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisi domain dan analisi taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemilihan furniture dan elemen hias pada ruang tamu berbeda-beda sesuai apa yang mau di tampilkan oleh si pemilik rumah.(2) unsur- unsur visual terdapat pada kelima sampel rumah yang di teliti dari warna, pencahayaan, dan tata letak. (3) tata letak dari kelima sampel memiliki perbedaan yang diakibatkan dari bentuk reumah,luias ruangan, bentuk tanah yang di banguni. (4) nilai estetik dari kelima sampel rumah ini berbeda –beda. Dikarenakan pemilik ingin menampilkan ruangannya seperti apa dan tujuan pemilik memilih elemen hias pada ruang tamunya. Kata kunci: Estetika, Ruang Tamu, Rumah Tipe 45, di Perumahan Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja. Kata Kunci : Estetika, Ruang Tamu, Rumah Tipe 45, di Perumahan Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja. ABSTRACT This research aimed to determine: (1) the innate artistic potential of the building in the living rooms and ornamental elements placed in the residents living room in the Puri Persada Kerobokan Permai residential complex;(2) the application of visual elements and elements to decorate the living rooms in the residents houses in Puri Persada Kerobokan Permai residential; (3) the aesthetic value living room display of the residents houses in Puri Persada Kerobokan Perma residential complex. This research was a descriptive study with a qualitative approach. The participants of this research were the occupants of the houses in Puri Persada Kerobokan Permai and the objects of this research were living rooms and living room decoration elements. Furthermore, observation, interview and library were used as the method of collecting the data of this research. Meanwhile, the domain analysis and taxonomy analysis were used as the data of analysis. The result of this study showed that: (1) the choice of furniture and ornamental elements in the living rooms varied based on what the owners want to show. (2) the visual elements were found in the five house samples examined in terms of color, lighting, and layout. (3) the layout of the five samples had differences due to the house shape, room size, and shape of the land built. (4) the aesthetic value of the five houses sample was different it was caused by the owners desire to show and aims to choose their own living rooms decoration elements. Key words: Aesthetic, Living Room, House Type 45, Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja Residential. keyword : Aesthetic, Living Room, House Type 45, Puri Persada Kerobokan Permai Singaraja Residential.
KERAJINAN TEMPURUNG KELAPA I MADE MERTAYASA DESA TIYINGTALI KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM KADEK ANGGA HERIAWAN .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 9 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i3.23421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Bahan dan Alat apa saja yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (2) Proses Pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. (3) Jenis-jenis bentuk dan fungsi kerajinan tempurung kelapa di Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengrajin tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah (1) Bahan yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah tempurung kelapa, bambu, benang nilon, cat kayu, lem G, dan cat untuk finishing. Sedangkan alat yang dipergunakan dalam proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah bor duduk, mata bor buatan, jarum jahit, alat gunting, alat asah/sangihan, kuas dan pisau. (2) Proses pembuatan kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah melalui beberapa tahapan yaitu proses pembuatan desain, proses pemotongan bahan tempurung kelapa, proses pemotongan bambu, proses merangkai dan proses finishing. (3) Jenis-jenis bentuk dan fungsi kerajinan tempurung kelapa I Made Mertayasa Desa Tiyingtali, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem adalah bokor sebagai tempat bawaan, tempat hidangan makanan ringan, dan tempat bawaan untuk sembahyang bagi umat Hindu dan sebagainya. Keben/Sokasi sebagai tempat banten/sesajen bagi umat Hindu. Petromaks sebagai alat penerangan ruangan dengan energi listrik. Dan vas bunga sebagai hiasan tempat bunga.Kata Kunci : kerajinan, tempurung kelapa This study aims to describe (1) what materials and tools are used in the process of making coconut shell handicrafts I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. (2) The process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. (3) Types of shapes and functions of coconut shell handicraft in Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this research is the coconut shell craftsman I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency. Data collection techniques that were used are; (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation, (4) Literature. Data analysis techniques that used in this study are domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study are (1) The materials used in the process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are coconut shell, bamboo, nylon yarn, wood paint, G glue, and paint for finishing. While the tools used in the process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are sitting drills, artificial drill bits, sewing needles, scissors, sharpening tools, brushes and knives. (2) The process of making coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency is through several stages, namely the process of making design, the process of cutting coconut shell material, the process of cutting bamboo, the process of stringing and the process of finishing. (3) Types of shapes and functions of coconut shell handicraft I Made Mertayasa Tiyingtali Village, Abang District, Karangasem Regency are bowl as a place of origin, place for snack food, and a place for prayer for Hindus and so on. Keben / Sokasi is a place for offerings for Hindus. Petromax as a room lighting device with electrical energy. And flower vase as decoration of flower placekeyword : handicraft, coconut shell
ANALISIS PEMBELAJARAN MURAL DI SMP NEGERI 1 ROGOJAMPI MONICA AYU RAYINDRA .; Dr. I Ketut Sudita, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.26323

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk kegiatan belajar mengajar dalam proses mendidik siswa yang menerangkan ilmu-ilmu bermanfaat bagi siswa. Pendidik menerapakan proses pembelajaran mural kepada siswa yang masih duduk di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F, (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkarya. Manfaat penelitian ini dapat memberikan bentuk pembelajaran yang lebih efektif, kreatif dan medorong interaksi siswa ke pendidik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menujukkan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F berdasarkan kurikulum yang ada di SMP Negeri 1 Rogojampi dan sesuai silabus KD yang bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar dengan membuat Rencana Pembelajaran (RPP), Materi Ajar, dan Pelaksanaan Pembelajaran. (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkaraya berdasarkan bentuk atau isi seperti bentuk hasil desain (sebelum), proses mendesain, alat dan bahan dan bentuk hasil mural (sesudah), proses membuat mural di media dinding kemudian isi antara lain dari unsur rupa dan simbol. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan ruang lingkup maupun objek penelitian yang lebih luas lagi dan hasil lebih berkualitas. Penelitian ini penting untuk diteliti sebagai perkembangan proses pembelajaran. Pentingnya penelitian ini dilakukan untuk mengungkap lebih dalam tentang Analisis Pembelajaran Mural di SMP Negeri 1 Rogojampi. Kata Kunci : Pembelajaran Lukisan Mural This research is a form of teaching and learning activities in the process of educating students that explains the science that is beneficial to students. Educators apply the mural learning process for students who are still in junior high school. This study aims to describe (1) the Learning Process of Killer Students in Class IX A to IX F, (2) Learning Outcomes of Class IX A to IX F students before and after they were made. The benefits of this research can provide more effective, creative and forms encourage student interaction with educators.This research is a descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and literature. Data analysis methods used in this study are domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study show (1) the Learning Process Murals of Class IX A to IX F students based on the existing curriculum at SMP Negeri 1 Rogojampi and in accordance with the KD syllabus that seeks to simplify and facilitate teaching and learning activities by making Learning Plans (RPP), Teaching Materials, and Learning Implementation. (2) Student Learning Outcomes of Class IX A to IX F before and after work based on the form or content such as design results (before), the design process, tools and materials resulting from the mural (after), the process of making murals on the wall media then the contents include from form and symbol. From the results of this study, it is recommended that further research be carried out with a wider scope and object of research and higher quality results. This research is important to be studied as the development of the learning process. The importance of this research was conducted to reveal more deeply about the Analysis of Mural Learning in SMP Negeri 1 Rogojampi.keyword : Learnings of Mural Painting
ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL DESA PEDAWA, BULELENG, BALI I Kadek Agus Kuncoro Adi; I Nyoman Sila; I Ketut Sudita
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 10 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i3.35809

Abstract

Desa Pedawa merupakan salah satu Desa Bali Aga yang memiliki ciri khas rumah tradisional. Rumah tradisional Desa Pedawa didasari oleh kepercayaan masyarakatnya dengan wujud ruang-ruang sakral yang masih dipertahankan di tengah derasnya perubahan yang terjadi. Suatu upaya pelestarian perlu dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengetahui bentuk serta fungsi dari jenis-jenis rumah tradisional Desa Pedawa. Peneliti menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan domain dan taksonomi untuk mendapatkan kesimpulan, sehingga hasil penelitian yang diperoleh yaitu Desa Pedawa memiliki tiga jenis bangunan rumah tradisional yang sangat khas dengan pola kehidupan masyarakatnya. Jenis rumah tradisional ini disebut dengan Rumah Adat Mesegali yang berbentuk kubus dengan 14 tiang pokok, kemudian Rumah Adat Bandung Rangki dengan 16 tiang pokok serta Rumah Adat Sri Dandan dengan 12 tiang pokok yang mana sama-sama berbentuk prisma segilima. Fungsi yang diwadahi diantaranya: fungsi istirahat, memasak dan membuat gula aren, wadah air, keagamaan, sosial, serta penyimpanan.
DEVELOPING CREATIVEECONOMY FOR COMMUNITY LEARNERS IN SUPPORTING TOURISM IN TEMBOK AND ABANG VILLAGE, BALI I Ketut Sudita; Dewa Nyoman Sudana; I Nengah Suandi; Dewa Bagus Sanjaya
International Journal of Social Science and Business Vol. 1 No. 4 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v1i4.12572

Abstract

Community group learners are a community group that  sets an example and deserves to be given a priority in a program for strengthening and  extending economy, especially in Bali province.  Departing from this idea, this study was aimed  (1) to produce an innovative   design  for handicrafs (creative economy)  for community group learners which matches their existing potentialities, (2) to produce a creative economy strategy at a larger scale. The results of this study showed that  the craftsmen had been able to produce  various  handicrafts such as laptop baggage, sokasi (bamboo basketwork used for holding rice), ballpoint stand, bamboo basket or tray for keeping offerings with  a variety of  designs. Community learners were able to develop product to meet the market conditions and   demands and were able to develop a larger network, with the local government, universities, and  businesses.
TAMAN PATUNG TERAKOTA PENARI GANDRUNG DI BANYUWANGI JAWA TIMUR Yordan Putra Bintoro; I Ketut Sudita; I Gusti Ngurah Sura Ardana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i3.52689

Abstract

This research of the terracotta gandrung dancer statue in Banyuwangi, East Java is “rawat ruwat” site in the cultural tradition of the Banyuwangi community to describe (1) the history of terracotta gandrung dancer statue garden in Banyuwangi East Java, (2) the Value, Symbol as well as The meaning of gandrung dancer statue garden in Banyuwangi East Java, (3) the setting of gandrung dancer statue garden in Banyuwangi East Java, (4) Process And Technique of terracotta gandrung dancer statue in Banyuwangi East Java. The type of this study is descriptive qualitative. The object study is the terracotta gandrung dancer statue garden in Banyuwangi, East Java. The method of data collection is used observation, interviews, and documentation. The results of this study is as following: the history of the terracotta gandrung dancer statue is as a care site ruwat on culture Banyuwangi to change era. Symbols and the meaning on terracotta gandrung dancer statue is jejer, ngepren , seblang subuh and also the available makda clothes gandrung that is omprok , kelat bahu, pattern of gajah oling. Setting the garden statue terracotta gandrung dancer forms the latter T, forming circular, vertical or straight. Manufacturing process garden statue terracota gandrung dancer use Technique print or cast in making statue terracotta gandrung dancer and the combustion process. Keywords: garden, terracotta, statue, gandrung
Co-Authors ., Amalia Ika Safitri ., Gede Koi Sanda ., I Kadek Agus Edi Yudana ., I Made Winarta ., I Nym Putra Purbawa ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., KADEK ANGGA HERIAWAN ., Kadek Edy Satriawan ., KADEK SURYA DWIPA ., Komang Marta Wira Miharja ., MONICA AYU RAYINDRA ., Muhammad Erwin ., PUTU DUDIK ARIAWAN ., Rido Amriadi ., Riza Nur Hanafi ., Umrah ., Yogi Pramana Agus Sudarmawan Amalia Ika Safitri . Ardana, I Gusti Nengah Sura Dewa Bagus Sanjaya Dewa Nyoman Sudana Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Jajang S,M.Sn . Drs.Mursal . Galih Efendi . Galih Efendi ., Galih Efendi Gede Eka Harsana Koriawan Gede Koi Sanda . Gusti Made Karismanata . I Dewa Gede Aristawan Gotama . I Dewa Gede Aristawan Gotama ., I Dewa Gede Aristawan Gotama I Dewa Gede Putra Ariawan . I Dewa Putu Mahesatya Kencana I Gusti Ayu Komala Dewi . I Gusti Made Budiarta I Gusti Nengah Sura Ardana I Gusti Ngurah Sura Ardana I Kadek Agus Edi Yudana . I Kadek Agus Kuncoro Adi I Ketut Supir I Komang Suardana Karang . I Made Winarta . I Nengah Suandi I Nym Putra Purbawa . I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sila I Wayan Kurniawan . I Wayan Kurniawan ., I Wayan Kurniawan I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta Ida Ayu Putu Sri Widnyani Janu Budi Utama, Putu Tri KADEK ANGGA HERIAWAN . Kadek Edy Satriawan . KADEK SURYA DWIPA . Kartamayasa, Gede Kencana, I Dewa Putu Mahesatya Ketut Ariawan . Komang Marta Wira Miharja . Komang Prayudi Indra Laksana . Kuncoro Adi, I Kadek Agus Kusumantara, Komang Pradia Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si MONICA AYU RAYINDRA . Muhammad Erwin . Priyono, Hendro PUTU DUDIK ARIAWAN . Rido Amriadi . Riza Nur Hanafi . saputero, gede adi Sari, Desi Nurul Komala Umrah . UNDIKSHA . Viana, Ariyanti Okta widiartta, ida bagus yuda Yogi Pramana . Yordan Putra Bintoro