Claim Missing Document
Check
Articles

DEVELOPING CREATIVEECONOMY FOR COMMUNITY LEARNERS IN SUPPORTING TOURISM IN TEMBOK AND ABANG VILLAGE, BALI Sudita, I Ketut; Sudana, Dewa Nyoman; Suandi, I Nengah; Sanjaya, Dewa Bagus
International Journal of Social Science and Business Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4130.62 KB) | DOI: 10.23887/ijssb.v1i4.12572

Abstract

Community group learners are a community group that  sets an example and deserves to be given a priority in a program for strengthening and  extending economy, especially in Bali province.  Departing from this idea, this study was aimed  (1) to produce an innovative   design  for handicrafs (creative economy)  for community group learners which matches their existing potentialities, (2) to produce a creative economy strategy at a larger scale. The results of this study showed that  the craftsmen had been able to produce  various  handicrafts such as laptop baggage, sokasi (bamboo basketwork used for holding rice), ballpoint stand, bamboo basket or tray for keeping offerings with  a variety of  designs. Community learners were able to develop product to meet the market conditions and   demands and were able to develop a larger network, with the local government, universities, and  businesses.
Analisis Pemakaian Bahasa Indonesia pada Laporan Penelitian Dosen di Lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha Suandi, I Nengah
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.036 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v3i2.4460

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan bagaimanakah penyimpangan pemakaian bahasa Indonesia pada laporan penelitian dosen di lingkungan UNDIKSHA ditinjau dari segi (1) tata kalimat, (2) tata bentukan, (3) tata makna/diksi, dan (4) tata tulis. Subjek penelitian ini adalah laporan penelitian dosen UNDIKSHA tahun 2012 sebanyak 35 buah dari jumlah penelitian dosen sebanyak 116 buah (di luar dosen Bahasa Indonesia). Jumlah laporan sebanyak itu berasal dari peneliti MIPA 11 buah dan peneliti NONMIPA 24 buah. Data yang berupa penyimpangan pemakaian bahasa Indonesia dalam laporan penelitian dosen dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Untuk memperkuat penggolongan ragam penyimpangan pemakaian bahasa dalam laporan, maka dilakukan validasi dari pakar dalam bidang analisis kesalahan atau dalam bidang linguistik terapan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam  laporan penelitian dosen Universitas Pendidikan Ganesha tahun 2012 masih ditemukan aneka ragam penyimpangan pemakaian bahasa, baik yang menyangkut tata kalimat, tata bentukan, tata makna/diksi, maupun tata tulis. Dalam kaitannya dengan tata kalimat, ditemukan adanya penyimpangan kalimat tanpa subjek dan atau predikat, kalimat tanpa paralelisme, kalimat dengan frasa berpola Menerangkan-Diterangkan, dan kalimat pleonastis. Dalam kaitannya dengan tata bentukan, ditemukan adanya penyimpangan bentuk prefiks meN- dan konfiks peN-an. Dalam kaitannya dengan tata makna, ditemukan adanya penalaran yang tidak logis dan pilihan penggunaan kata yang tidak tepat. Dalam kaitannya dengan tata tulis, pada garis besarnya ditemukan adanya beberapa ragam penyimpangan, yaitu penyimpangan (1) penulisan huruf, (2) penulisan kata, (3) dan pemakaian tanda baca.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMEROLEHAN KOSAKATA BAHASA BALI PADA BALITA Swadarma Putra, I Nyoman Arya; Sutama, I Made; Suandi, I Nengah
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.035 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v3i3.21839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan proses pemerolehan kosa kata bahasa Bali pada balita di Perumahan Padang Asri dengan di Banjar Jerowan Tumbak Bayuh, dan perbedaan pemerolehan kosa kata bahasa Bali di Perumahan Padang Asri dengan di Banjar Jerowan Tumbak Bayuh. Metode yang dibunakan dalam memeroleh data pad penelitian ini adalah metode Observasi Sebelum melakukan penelitian, pertama-tama mengobservasi atau survei lokasi yang akan dijadikan tempat penelitian, setelah itu peneliti menentukan siapa yang cocok dijadikan subjek penelitian ini, metode yang kedua adalah metode teknik rekam. Dalam penelitian ini peneliti mengguakan teknik merekam gambar (rekaman) dalam mendapatkan data. Alat perekam yang peneliti gunakan berupa telepon genggam (HP) milik pribadi. Teknik ini digunakan agar data yang diperoleh lebih jelas dan valid. Peneliti merekam gambar ketika anak balita dan orang tuanya sedang berkomunikasi. Di dalam rekaman tersebut, peneliti akan lebih mudah mengetahui kosa kata bahasa bali apa saja yang keluar dalam percakapan antara balita dengan orang tuanya tersebut. Subjek penelitian ini adalah anak balita usia satu sampai lima tahun dari kedua lokasi yang toalnya mencapai 20 anak balita. Objek penelitian ini adalah kosa kata bahsa bali. Data dianalisis melalui hasil rekaman balita yang sedang berinteraksi dengan orang tuanya. Hasil Pemerolehan kosa kata bahasa Bali pada anak balita di perumahan padang asri memang masih kurang dibandingkan dengan di desa Tumbak Bayuh yang mecapai 115 kosa kata bahasa bali total dalam waktu 50 menit dibandingkan  dengan di perumahan padang asri yang mencapai 40 kosa kata bahsa Bali. Kata kunci: Pemerolehan Kosa Kata Bahsa Bali, Metode Obsevasi, Teknik Rekam, dan Hasil Penelitian
Meningkatkan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Melalui Teknik Sispem Pada Siswa SMAN 1 Singaraja Suandi, I Nengah; Halustini, Ni Made; Widiarsini, Nyoman
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42, No 2 Jul (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.181 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i2 Jul.1738

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana teknik sispem dapat meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah pada siswa kelas XI SMAN 1 Singaraja. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMAN1 Singaraja tahun 2008. Data yang telah dikumpulkan dengan metode observasi, kuesioner, dan pemberian tugas kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sispem dapat meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah pada siswa kelas XI SMAN1 Singaraja. Secara kuantitatif, hal ini tampak dari perolehan nilai rata-rata dari 6,8 pada siklus I naik menjadi 7.9 pada siklus II, sedangkan secara kualitatif, hal ini tampak dari hasil pengamatan dan hasil wawancara yang  dilakukan bahwa sebagian besar siswa menyatakan senang terhadap penggunaan teknik sispem dalam pembelajaran menulis karya ilmiah dan cukup memudahkan dalam memahami materi pembelajaran menulis karya ilmiah.Kata kunci: keterampilan menulis, teknik sispem
PERILAKU VERBAL DAN NONVERBAL DALAM AKTIVITAS SENI MABEBASAN (KAJIAN SOSIOPRAGMATIK) Sriasih, Sang Ayu Putu; Suandi, I Nengah
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol 7, No 13 (2012): Periode Januari-Juni 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.87 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v7i13.435

Abstract

This research with its descriptive design aimed at (1) investigating as well as describing the types ofverbal and non-verbal behaviours used in the art of mabebasan activities, (2) finding out of describing the functionof each type of nonverbal behaviours, and (3) finding out the extent to which proportion of the appearanceof verbal and nonverbal behaviours in the art of mabebasan activities. The data about the function of nonverbal behaviours in mabebasan activities were collected through questionnaire and interviews. While conducting theinterview and observation, recording by using handycam and notetaking were also done. The collected datawere then analyzed, using quantitatively descriptive method and qualitatively method.Based on the result of data analysis done, it can be concluded as follows. Firstly, not all linguisticmacro functions advocated by Searle arise in mabebasan activities. Gradually, the types and frequencies oftheir occurance are as follows (1) representative function appeared 166 times (66.40%), (2) directive functionappeared 41 times (16.40%), and (3) expressive function appeared 43 a times (17.20%). There were no commisiveand declarative functions found. Secondly, in general viewed from the types of actions, it was foundout that there five types of nonverbal behaviours, which can gradually be classified as follows: (1) hand movements1 (0.40%). These findings were in accordance with the result of the questionnaire, in which the interpreters(the translators from the source language to Balinese) stated that the movements mostly used in mabebasanwere hands movements.Thirdly, in the activities of the art of mabebasan, the non-verbal behaviours or actions are very important,nonverbal behaviours like head movement, body movement, hand movement the combination of headand body movement, and the combination of head, body, and hand movement, always accompany the processof perfoming and interpreting in mabebasan. Without such movements, interpreting in mabebasan seems notto be serious or complete, the performance in mabebasan is not interesting or artistic; the appearance is not sopolite; the performance is not so complete; the mabebasan activities are so life/natural; language use becomesimperfect.In relation to speech function, there are three types of nonverbal behaviours identified in mabebasannamely : (1) nonverbal behaviours functioning to complete, emphasize or clarify the representative functioningof speech, (2) nonverbal behaviours which function to complete, emphasize or clarify the directive function ofspeech, and (3) nonverbal behaviours having the role of completing, emphasizing, or clarifying the expressivefunction of speech.Fourthly, quantitatively, it seems that there is a correlation between the frequency of the occurance ofverbal behaviours and nonverbal behaviours. It means that every speech/speech act is really accompanied byaction/movements. Verbally, it was found that there were 250 speeches, and nonverbally it was found out thatthere were 250 types of nonverbal behaviours in mabebasan activities.Keywords: verbal behaviour, nonverbal behaviour, function of nonverbal behavior, speech act
THE IMPLICATION OF ETHNOMEDICAL UNDERSTANDING ON THE CONSERVATION OF MEDICINAL PLANTS VOCABULARY IN THE SOUTH KUTA COMMUNITY Andiani, Dyah; Rasna, I Wayan; Suandi, I Nengah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.133 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v3i1.17360

Abstract

This study aimed to find out (1) ethnomedical understanding on the conservation of medicinal plants vocabulary in the South Kuta community, (2) the implication of ethnomedical understanding on the conservation of medicinal plants vocabulary in the South Kuta community. The design of this study was descriptive research design. The subjects in this study were 200 people. The objects in this study were in the form of understanding of the ethnomedical vocabulary, medicinal plants, and the implications of ethnomedical understanding on the preservation of vocabulary on traditional medicinal plants. Data collection were conducted by distributing questionnaires, interviews, document recording, and observation. Data analyses were conducted by the descriptive method of quantitative and qualitative. The presentation was done formally and informally. The results showed that the percentage of understanding which was very dominant or above 50%are aloe vera, turmeric, ginger, and kencur. The implications of ethnomedical understanding on vocabulary preservation of medicinal plants for the people of South Kuta include vocabulary linkages, the making of traditional medicines, the making and utilization of them, such as the manufacture and use of herbs for traditional medicine made from turmeric, dadap, aloe vera, ginger, and kencur. Making vegetables, from Moringa leaves, and dadap which is mashed and pasted/smeared, andong, dadap, kelor, turmeric, ginger, kencur. In addition, the manufacture of scrubs from turmeric, and kencur. Words of traditional medicinal plants which were not listed in implication mean the community just understood or knew but the implementation related to ethnomedical had not been done. In short, the percentage of public understanding which is dominant or above 50% is the understanding of the word of aloe vera, turmeric, ginger, and kencur. The implications of the ethnomedical understanding of vocabulary preservation of medicinal plants of the people of South Kuta include the linkage of vocabulary to the manufacture of traditional medicines and their utilization, such as the manufacture and use of herbs for traditional medicine made from turmeric, dadap, aloe vera, ginger, and kencur.
SOCIOLINGUISTIC INTERACTION OF SOCIETY IN BUSUNGBIU DISTRICT BULELENG REGENCY Elly, Kadek; Rasna, I Wayan; Suandi, I Nengah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.291 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v3i1.17363

Abstract

The purpose of this research to (1) describe the language variations in sociolinguistic interaction of society in Busungbiu district Buleleng Regency, (2) to describe the language choice in sociolinguistic interaction of society in Busungbiu district Buleleng Regency, and (3) to describe the factors that affect language variations and language choices in sociolinguistic interaction of society  in Busungbiu district Buleleng Regency. Data were collected using observation and interview. The data are analyzed through reduction, presentation and data collection. The location of this research is 4 of 15 villages in Busungbiu sub-district that is Sepang Village, Pelapuan, Kekeran, and Busungbiu. The result of this research shows that (1) There are language variations in terms of speakers of dialect and sociolek and language variations in terms of formality. (2) There is a code switching of the Bali language code into the Indonesia language, code switching the Indonesia language code into Bali language, code switching the Java language code into the Indonesia language. The code mixing into and code mixing exit. (3) Factors that influence is the language variation that is area of the speaker's and social origin. Factors that influence is the language choice that is changing speech situations, the presence of a third person, awakens a sense of humor, to a mere prestige, using more popular terms. Thus it can be concluded that the Bali language experiencing critical condition and bali language start to weaken. This can be proved by the existence of citizens who notabene native Bali language speakers can code switch and code mixed, so the use of Bali language began to shift little by little. Based on this, the need for guidance, training and coaching, especially the Bali language in Busungbiu district.
Membangun Sikap Bahasa Positif terhadap Bahasa Indonesia Dewantara, I Putu Mas; Suandi, I Nengah; Putrayasa, Ida Bagus; Rasna, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.238 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15974

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tujuan penelitian adalah mengembangkan perangkat pembelajaran bahasa Indonesia untuk membangun sikap bahasa positif terhadap bahasa Indonesia. Pada makalah ini pembahasan lebih difokuskan pada pola insersi nilai-nilai untuk membangun sikap bahasa terhadap bahasa Indonesia dan efektifitas perangkat yang dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola insersi penanaman sikap bahasa positif dapat dilakukan dengan menganalisis pembelajaran dan menanamkan nilai pada materi pembelajaran. Uji efektifitas menunjukkan bahwa insersi sikap bahasa dalam bahan ajar efektif menumbuhkan sikap bahasa positif terhadap bahasa Indonesia.
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERDASARKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS X MIA 2 SMA N 1 SUKASADA Kertayasa, I Wayan; Suandi, I Nengah; Utama, I Dewa Gede Budi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i2.20618

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskipsikan langkah-langkah operasional yang ditempuh guru dalam pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2, (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2, (3) mendeskripsikan hambatan-hambatan yang yang dihadapi oleh guru dalam mengelola pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2 SMA N 1 Sukasada. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode, yakni (1) metode observasi untuk mengamati langkah-langkah operasional yang ditempuh guru dalam pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2, (2) metode dokumentasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan tingkat kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2, (3) metode wawancara untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam mengelola pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh beberapa langkah yang ditempuh guru dalam pembelajaran menulis puisi dengan pendekatan kontekstual. Langkah tersebut dimulai dari memberikan umpan balik, pemberian materi hingga pembelajaran menulis puisi yang berbasis pendekatan kontekstual. Tingkat kemampuan siswa dalam menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual pada siswa kelas X MIA 2 menunjukkan nilai rata-rata 79 (kategori baik). Terdapat beberapa hambatan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran menulis puisi berdasarkan pendekatan kontekstual yaitu : (1) siswa kurang termotivasi (2) kesulitan mengondisikan kelas.
PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SERIRIT DENGAN PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN Ardeni, Made Sri; Suandi, I Nengah; Utama, I Dewa Gede Budi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i2.20624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran mengonversi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt dengan penerapan metode bermain peran yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Seririt. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 1 Seririt. Objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran mengonversi teks negosiasi. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode yakni (1) metode observasi untuk mengamati proses pembelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru. (2) Metode dokumentasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan keterampilan siswa memerankan teks negosiasi berdasarkan metode bermain peran. (3) metode wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru saat proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan analisis data, diperoleh perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan Permendikbud Tahun 2016, hanya saja pada bagian pendekatan pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan rencana kegiatan pembelajaran perlu dilengkapi agar mendapatkan RPP yang sempurna. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, kesesuaian pendekatan saintifik terlihat ketika guru sudah mampu merumuskan pertanyaan berdasarkan fasilitas yang sudah disediakan oleh guru yaitu memberikan peluang siswa menonton video negosiasi. Evaluasi sudah sesuai dengan penilaian keterampilan siswa menunjukan total nilai 3.047 dengan rata-rata 87 (kategori baik), 2.927 siswa pemperoleh kategori cukup serta 2.536 siswa pemperoleh kategori cukup. Terdapat dua kendala dalam proses pembelajaran mengonversi teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Seririt yaitu : (1) cakupan materi yang luas, (2) alokasi waktu kurang.
Co-Authors Ananda Aura Sifa Andiani, Dyah Ardeni, Made Sri Ayu Putu Purnami, Ida Budi, Imanuel Setyo Christina Purwanti Desak Made Yoniartini Dewa Bagus Sanjaya Dewa Nyoman Sudana Dewantara , I Putu Mas Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Elly, Kadek Fathorrahman Zairazi Gde Artawan Gunarianta, Komang Halena Gena, Engel Bertha I Dewa Gede Budi Utama I Gede Satria Aditya Wibawa I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Ayu Niken Launingtia, I Gusti Ayu Niken I KADEK ADHI DWIPAYANA . I Kadek Fendy Permana Merta I Ketut Sudita I Nengah Martha I Nyoman Yasa I Putu Gede Sutrisna . I Putu Lanang Wijidyatmika I Putu Mas Dewantara I Wayan Kertayasa I Wayan Wendra Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Putrayasa Januarta, Anak Agung Gede Aditya Kadek Wirahyuni Kami, Kanisius Kertayasa, I Wayan Komang Gunarianta Luh Yuli Purnamentari M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Ardeni Made Sri Indriani Negara, I Komang Astra Ni Made Halustini Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Siska Ery Swandini Ni Putu Diana Sari Ni Putu Vina Novita Sari Nurul Humairah Nyoman Widiarsini Pande Gede Brahmandika Pande Made Denny Sanjaya Petrus Sepi Kogoya Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Purnamentari, Luh Yuli Purwa, Ida Bagus Putri, Ida Ayu Puti Rika Wibawanti Putu Andyka Putra Gotama Putu Sugihartini Sang Ayu Putu Sriasih Sari, Ni Putu Vina Novita Sifa, Ananda Aura Sitepu, Alex Marganta Sukrin, Sukrin Susianti, Hartanti Woro Suyasa, Pt. Agus Swadarma Putra, I Nyoman Arya SYAIFUL BAHRI Tantri, Ade Asih Susiari Wijidyatmika, I Putu Lanang