I Ketut Sudita
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

THE DEVELOPMENT OF OGOH-OGOH MAKING WITH KINETIC ART’S TECHNOLOGY IN DENPASAR CITY I Gusti Nengah Sura Ardana; I Ketut Sudita
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i3.52692

Abstract

Ogoh-Ogoh is a three-dimensional kind of sculpture made at the time of pengrupukan in Bali, which is very closely related to the celebration of the Nyepi day of the Hindus in Bali as the new year, which comes once a year. In welcoming this celebration, there is something called tawur sange or the pecaruan ceremony, which means purifying the earth, carried out the day before the Nyepi celebration. The purpose of this celebration is to neutralize the forces of power of the negative that often interfere with human life, known as Bhuta Kala. It is what in Somia (neutralize) to be a good force (positive) and become the power of God. During this celebration, ogoh-ogoh are made that resemble the shape of Bhuta Kala or negative power whose shape is made very scary according to the imagination of the artists/young people who make it. The shape and appearance of the ogoh-ogoh today have progressed very rapidly. The development of making ogoh-ogoh today is very rapid and has experienced a very amazing increase, and it is because young people (yuwana) are developing creativity and innovation in making ogoh - ogoh. The innovation made is by incorporating elements of technology, namely Kinetic Art technology, into the manufacture of ogoh-ogoh, so that the ogoh-ogoh seem alive because they move. This research was conducted in Denpasar City with qualitative methods in data collection and has the purpose and benefit of knowing in depth about the development of ogoh-ogoh in the present. Keywords : Development, Ogoh - Ogoh, Kinetik Art
PEMBUATAN SEDOTAN BAMBU DI DESA SINABUN BULELENG BALI Saputero, Gede Adi; Sudita, I Ketut; Koriawan, Gede Eka Harsana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v12i1.43263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sedotan bambu di Desa Sinabun (2) Proses pembuatan sedotan bambu yang berisi gambaran wayang di Desa Sinabun.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Subjek penelitian ini adalah Gede Suarsa Ariawan dan objek penelitian ini adalah sedotan bambu karya Gede Suarsa Ariawan.  Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kepustakaan.  Analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:   (1) Bahan dan alat untuk membuat: ranting bambu untuk bahan utama untuk dijadikan sedotan bambu dan alat digunakan pensil, penggaris, grinda, amplas, sikat sedotan, setavol, solder, kawat tembaga, senargitar, panci dan kompor.  (2) Proses pembuatan sedotan bambu yang berisi gambar wayang di Desa Sinabun  yang dibuat Gede Suarsa Ariawan dimulai dengan persiapan: membuat sedotan bambu yang berisi gambar wayang, persiapan bahan dan alat, bahan sedotan bambu, alat setavol, solder kawat tembaga, senar, proses pembuatan: membuat sedotan bambu terlebih dahulu terus membuat gambar dengan menggunakan solder yang sudah disiapkan;  proses finishing: proses perebusan menggunakan panci dan kompor stelah itu proses pengeringan.  Kata kunci: Ide kreatif, pembuatan sedotan bambu di Desa Sinabun Singaraja, bahan dan alat sedotan bambu, Gede Suarsa Ariawan
PATUNG PADAS DAN RAGAM HIAS YANG ADA DI PURA GUNUNG SEKAR DESA ADAT SANGSIT DANGIN YEH,KECAMATAN SAWAN, BULELENG, BALI Janu Budi Utama, Putu Tri; Sudita, I Ketut; Sudarmawan, Agus
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v13i2.65676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)keberadaan patung yang ada di Pura Gunung SekarDesa Adat Sangsit Dangin Yeh, Kecamatan Sawankabupaten Buleleng Bali, 2) keunikan bentuk patungdan ragam hias yang ada di Pura Gunung Sekar Desa Adat Sangsit Dangin Yeh, 3) perbedaan bentuk keunikan patung dan ragam hias di Pura Gunung Sekar dengan patung dan ragam hias yng ada di Pura sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode penelitian kualitatif dengan teknikpengumpulan yakni survey awal, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pura Gunung Sekar hampir seluruh bangunannyaterbuat dari batu padas (paras) dihiasi dengan ukiranornamen dan patung-patung yang memiliki banyak keunikan, baik dari segi anatomi, gerakan patung, maupun karakter wajah setiap patungnya. Pura Gunung Sekar memiliki beragam patung dengan berbagai bentuk dan jenis. Terdapat patung-patung yang digunakan sebagai hiasan dekoratif, diletakkan di depan candi, dan juga patung-patung yang memiliki fungsi fungsional sebagai pijakan tampul atau penyangga atap bangunan pelinggih. Sebagian besar bentuk patung di Pura Gunung Sekar menyerupai sosok Yaksa, termasuk patung yang menyerupai Rangda dan patung- patung wilmana yang menjadihiasan pada dinding pelinggih utama.Patung-patungyang ada di Pura Gunung Sekar memiliki bentuk tiga dimensi dan dapat dilihat atau dinikmati dari berbagai arah. Batu padas yang digunakan untuk patung-patung di Pura Gunung Sekar memiliki strukturkepadatan yang berbeda dengan batu padas yang digunakan pada bangunan pelinggih lainnya. Batu padas yang digunakan untuk patung-patung memiliki pori-pori yang besar namun memiliki kepadatan yang sangat padat
TRANSFORMASI IKONOGRAFI TAMAN KOTA ASEMBAGUS KE DALAM BATIK DESI NURUL KOMALA SARI Sari, Desi Nurul Komala; Sudarmawan, Agus; Sudita, I Ketut
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v13i3.73311

Abstract

Transformasi Ikonografi Taman Kota Asembagus ke dalam Batik Desi Nurul Komala Sari diteliti dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan (Action Research) yang digolongkan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Keberadaan Taman Kota Asembagus, 2) Semiotika dasar ikonik Taman Kota Asembagus pada visualisasi batik karya Desi Nurul Komala Sari. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi, observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Keberadaan Taman Kota Asembagus yaitu asal mula nama Asembagus, berdirinya Taman Kota Asembagus, ikonik dan keadaan lingkungan Taman Kota Asembagus. (2) Semiotika dasar ikonik Taman Kota Asembagus pada visualisasi batik karya Desi Nurul Komala Sari yang meliputi deskripsi semiotika dan unsur-unsur seni rupa, alat dan bahan, proses pembuatan karya batik, nilai semiotika karya batik Desi Nurul Komala Sari berdasarkan unsur-unsur seni rupa. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah transformasi ikonografi Taman Kota Asembagus ke dalam karya batik Desi Nurul komala sari dengan tujuan mendeskripsikan keberadaan Taman Kota Asembagus dan semiotika ikonik pada visualisasi batik Desi Nurul Komala Sari. Setelah tervisualkan karya batik tersebut didiskusikan bersama dosen, pengamat seni, dan teman sejawat sebagai evaluasi karya untuk pengembangan diri peneliti dan sebagai referensi peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Transformasi,Taman Kota Asembagus, Batik.
KERAJINAN GAMELAN “GANGSA” BALI DI GONG ARATHAYASA, BANYUPOH, BULELENG - BALI Viana, Ariyanti Okta; Budiarta, I Gusti Made; Sudita, I Ketut
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v13i3.73314

Abstract

Kerajinan gamelan “gangsa” Bali di Gong Arthayasa, Banyupoh, Buleleng - Bali diteliti dengan menggunakan metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gangsa Bali di Gong Arthayasa, 2) Proses pembuatan kerajinan gamelan gangsa Bali di Gong Arthayasa, dan 3) Motif hias yang terdapat pada kerajinan gamelan gangsa Bali di Gong Arthayasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi, observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan gangsa Bali di Gong Arthayasa yaitu berupa, bahan baku berupa: perunggu, serta alat: palu, wadah melebur (muse), supit tang besi, culik atau penyulikan, landesan, gerinda, amplas, kikir, pangur, blander, tempat pencetakan, bor duduk, dan timbangan, 2) Proses pembuatan kerajinan gamelan gangsa Bali di Gong Arthayasa melalui tiga tahap, a) tahap awal, proses pemilihan bahan baku, b) tahap inti, proses melebur atau membesot, proses mencetak atau menyinggi, proses menempa, dan proses membabar, c) tahap akhir, proses melubangi bilah, proses pemasangan bilah pada pelawah, dan hasil produk yang telah jadi, dan 3) Motif hias yang terdapat pada kerajinan gamelan gangsa Bali di Gong Arthayasa berupa: motif hias karang boma, patra samblung, kakul-kakulan, panil dan karang goak. Kata-kata Kunci: kerajinan, bahan dan alat, proses, motif hias
PATUNG DAN UKIRAN PARAS ( PADAS ) KHAS BULELENG DI PURA DALEM SANGSIT KECAMATAN SAWAN BULELENG Kencana, I Dewa Putu Mahesatya; Sudita, I Ketut; Budiarta, I Gusti Made
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v13i3.73316

Abstract

Penelitian Patung dan Ukiran Paras (Padas) Khas Buleleng di Pura Dalem San gsit Kecamatan Sawan Buleleng adalah karya seni yang mencerminkan karakter gaya Buleleng. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang (1) Ciri khas pada patung dan ukiran paras (padas) di Pura Dalem Sangsit. (2) Bentuk patung dan motif ukiran paras (padas) khas Buleleng di Pura Dalem Sangsit. (3) Pola gerak pada patung paras (padas) khas Buleleng di Pura Dalem Sangsit. Metode penelitian ini adalah metode deskrptif kualitatf. Objek penelitian ini yaitu patung dan ukiran paras (padas) khas Buleleng. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah: Ciri khas pada patung dan ukiran paras (padas) khas Buleleng yaitu memiliki gerak yang dinamis, dan memiliki wajah yang tidak kaku. Ukiran paras nya memiliki bentuk yang besar dan dangkal serta memiliki alur yang bebas. Bentuk patung paras di Pura Dalem Sangsit yaitu patung Lenda Lendi, patung Bhuta Naya, patung Kalika Kaliki, patung Bhuta Sungsang, patung Dadong Among, dan Patung Dewa Dewi. Motif ukiran di Pura Dalem Sangsit adalah ukiran don sungenge, ukiran bungan sungenge, ukiran daun semangka, ukiran don paye, ukiran simbarmenjangan. Pola gerak patung yakni metimpuh, mekipekan, mingseh, ngiles, dan sengel/leleng. Kata kunci: patung, ukiran, paras, pura dalem
SENI LUKIS KACA PUTU TRI JANU BUDI UTAMA DI DESA SANGSIT, BULELENG Kartamayasa, Gede; Sudiarta, I Wayan; Sudita, I Ketut
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78047

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan (1) Mengetahui bagaimana proses pembuatan seni lukis kaca Put Tri Janu Budi Utama. (2) Mengetahui nilai estetika seni lukis kaca Putu Tri Janu Budi Utama. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik interview (wawancara), teknik dokumentasi, teknik kepustakaan dan analisis data menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil yaitu (1) menentukan ide/gagasan merupakan tahapan pertama dalam proses pembuatan lukisan kaca Putu Tri Janu Budi Utama, sleanjutnya proses pembuatan lukisan kaca Putu Tri Janu Budi Utama dilakukan melalui berbagai tahapan yaitu proses pembuatan yang diawali dengan tahapan sketsa, tahapan nyigar, tahapan nyawi, tahapan pewarnaan dan tahapan menggambar latar. (2) unsur estetika dalam seni lukis kaca Putu Tri Janu Budi Utama yaitu, kontur (cawi) sebagai visual utama, repetisi sebagai pengulangan unsur penghias sebagai ciri khas tema tradisi, irama penggunaan warna gelap dan terang untuk memperlihatkan suasana dalam lukisan dan dialek ke idiolek sebagai perkembangan dari pendahulunya. Kata Kunci : Lukisan Kaca, Estetika, Tradisi.
PATUNG SINGA AMBARA RAJA KARYA I WAYAN WINTEN DI TAMAN BUNG KARNO SINGARAJA Kusumantara, Komang Pradia; Sudita, I Ketut; Sutrisno, Langen Bronto
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahan dan alat yang digunakan, proses pembuatan serta bentuk patung Singa Ambara Raja karya I Wayan Winten di taman Bung Karno Singaraja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi (pengamatan), wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan 1) bahan yang digunakan yaitu besi baja, besi ulir, besi beton, kawat, kawat jarring, semen, air, pasir, mill dan cat untuk finishing. Sedangkan alat yang digunakan yaitu alat pemotong besi, centong, pisau ukir atau pahat, ember tempat campuran semen. 2) proses pembuatan patung Singa Ambara Raja pada awalnya dibuat pondasi patung kemudian membuat rangka besi baja dan ditambahkan kerangka besi ulir dan besi beton dibuat membentuk Singa Ambara raja kemudian dibungkus menggunakan kawat jaring yang dikeratkan memakai kawat biasa lalu beton dituangkan keseluruh rangka patung dan dilapisi dengan mill yang dicampur semen setelah setengah kering kemudian dibentuk atau diukir memakai pisau ukir setelah diukir dihaluskan lagi memakai kuas yang berisi air sehingga kelihatan rapi setelah dibentuk dan dihaluskan masuk ke tahap pengecatan sehingga terbentuklah patung singa. 3) bentuk patung dibuat berdasarkan hewan mitologi dengan sayap dan diposisikan di tengah mencengkram buah jagung gembal. Kata kunci: Seni Ukir, Patung, Singa Ambara Raja
TINJAUAN LOCAL GENIUS PADA PEMBUATAN PERAHU TRADISIONAL PENANGKAP IKAN DI PESISIR SITUBONDO Syaifullah, Syaifullah; Koriawan, Gede Eka Harsana; Sudita, I Ketut
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78057

Abstract

Tinjauan Local Genius pada Pembuatan Perahu Tradisional Penangkap Ikan di Pesisir Situbondo dilakukan karena letak geografis Situbondo mayoritas laut sehingga mata pencaharian utama yaitu nelayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan bertujuan mendeskripsikan 1) mengetahui proses pembuatan, alat dan bahan membuat perahu tradisional penangkap ikan pesisir Situbondo (local Genius) pesisir Keperan di Desa Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo, 2) Mengetahui fungsi setiap bagian perahu tradisional penangkap ikan pesisir Situbondo (local Genius) pesisir Keperan di Desa Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo. Jenis data primer dan data sekunder yang didapatkan dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan deskripsi profil Desa Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo, menjelaskan alat dan bahan, serta proses dengan teknik pembuatan perahu tradisional Situbondo. Selain itu juga menjelaskan fungsi pada bagian perahu tradisional penangkap ikan pesisir Situbondo (Local Genius) Pesisir Keperan di Desa Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo. Local genius merupakan pencipta kebudayaan pribumi dengan modal ethos kerja yang baik. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah proses pembuatan perahu meliputi survei dan pengambilan bahan baku, pembagian batang, pembentukan perahu, penghalusan, penyelesaian, uji kelayakan perahu, dan upacara selametan sebelum digunakan sebagai transportasi laut penangkapan ikan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan peneliti lain dalam mengembangkan local genius terhadap pembuatan perahu tradisional. Selain itu juga, menjadikan maha karya daerah untuk menunjang perekonomian dan melestarikan kesenian dan budaya. Penelitian ini nantinya dapat dikembangkan menjadi pengelolaan karya masyarakat berupa perahu menjadi sarana pengembangan pariwisata modernisasi namun tidak menghilangkan ciri khas budaya setempat. Kata Kunci: Local Genius, Perahu Tradisional, Pesisir Situbondo.
KERAJINAN LOGAM TEKNIK WUDULAN KETUT SADIA DESA RUNUH/MEKAR SARI BULELENG: KERAJINAN LOGAM TEKNIK WUDULAN KETUT SADIA DESA RUNUH/MEKAR SARI BULELENG widiartta, ida bagus yuda; Sudita, I Ketut; Koriawan, Gede Eka Harsana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1 Untuk mengetahui bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kriya logam teknik udulan pak sadia (2) Untuk mengetahui tahapan proses pembuatan kerajinan logam teknik udulan oleh pak sadia. (3) Untuk mengetahui hasil akhir serta fungsi dari kerajinan logam pak sadia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Kerajinan Logam Teknik Wudulan Ketut Sadia Desa Runuh/Mekar Sari Buleleng. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, (1) bahan dan alat yang digunakan dalam prmbuatan kerajinan kriya logam teknik udulan seperti, plat kuningan, jabung, air keras (HCL) sabun/diterjen, alat yang digunakan, palu, pahat, sikat besi, gunting. (2) proses pembuatan kerajinan kriya loagam yaitu mulai dari proses persiapan bahan baku, proses pemotongan, pemetahan/pembuatan model, pembakaran, dan proses penghalusan (3) terdapat beberapa hasil produk kerajinan kriya logam, tutup bokor, sampleng keris, patung dewa ganesha, pernak pernik, hiasan mahkota, bros/liontin, tempat tirta dan lain-lain. Kata-kata kunci: kerajinan, logam, teknik udulan
Co-Authors ., Amalia Ika Safitri ., Gede Koi Sanda ., I Kadek Agus Edi Yudana ., I Made Winarta ., I Nym Putra Purbawa ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., KADEK ANGGA HERIAWAN ., Kadek Edy Satriawan ., KADEK SURYA DWIPA ., Komang Marta Wira Miharja ., MONICA AYU RAYINDRA ., Muhammad Erwin ., PUTU DUDIK ARIAWAN ., Rido Amriadi ., Riza Nur Hanafi ., Umrah ., Yogi Pramana Agus Sudarmawan Amalia Ika Safitri . Ardana, I Gusti Nengah Sura Dewa Bagus Sanjaya Dewa Nyoman Sudana Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Jajang S,M.Sn . Drs.Mursal . Galih Efendi . Galih Efendi ., Galih Efendi Gede Eka Harsana Koriawan Gede Koi Sanda . Gusti Made Karismanata . I Dewa Gede Aristawan Gotama . I Dewa Gede Aristawan Gotama ., I Dewa Gede Aristawan Gotama I Dewa Gede Putra Ariawan . I Dewa Putu Mahesatya Kencana I Gusti Ayu Komala Dewi . I Gusti Made Budiarta I Gusti Nengah Sura Ardana I Gusti Ngurah Sura Ardana I Kadek Agus Edi Yudana . I Kadek Agus Kuncoro Adi I Ketut Supir I Komang Suardana Karang . I Made Winarta . I Nengah Suandi I Nym Putra Purbawa . I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sila I Wayan Kurniawan . I Wayan Kurniawan ., I Wayan Kurniawan I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta Ida Ayu Putu Sri Widnyani Janu Budi Utama, Putu Tri KADEK ANGGA HERIAWAN . Kadek Edy Satriawan . KADEK SURYA DWIPA . Kartamayasa, Gede Kencana, I Dewa Putu Mahesatya Ketut Ariawan . Komang Marta Wira Miharja . Komang Prayudi Indra Laksana . Kuncoro Adi, I Kadek Agus Kusumantara, Komang Pradia Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si MONICA AYU RAYINDRA . Muhammad Erwin . Priyono, Hendro PUTU DUDIK ARIAWAN . Rido Amriadi . Riza Nur Hanafi . saputero, gede adi Sari, Desi Nurul Komala Umrah . UNDIKSHA . Viana, Ariyanti Okta widiartta, ida bagus yuda Yogi Pramana . Yordan Putra Bintoro