Abdullah, Nazmin Binti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Students' Social Attitudes Towards Students with Disabilities and Social Guidance in Inclusive Elementary Schools Yuwono, Joko; Wenas, Ren; Abdullah, Nazmin binti; Supratiwi, Mahardika; Anggarani, Fadjri Kirana; Tectona, Citra
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 3
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers in elementary schools have a strategic role in providing social guidance to students to accept the presence of Students with Disability (SwD). The aims of this study were to determine the social attitudes of students, how teachers provide social guidance for non-disability students regarding the presence of disabled students in class/school and describe the challenges faced by teachers. This study uses a mixed method approach (Quantitative and Qualitative). This research method uses a data collection technique, namely a questionnaire distributed via Google Form to teachers in Indonesia. Through the questionnaire, quantitative data (percentage) and qualitative data were obtained regarding the challenges faced. The data were analyzed through descriptive statistics and qualitative analysis. Respondents in this study were elementary school teachers in inclusive elementary schools. A total of 173 elementary school teachers from 58 districts and cities. The results of the study showed that there were still many social attitudes of students towards the presence of SwD in inclusive elementary schools that were not good. Students are less able to accept the presence of SwD (51%). Most teachers have a way of guiding the form of advice to students (75%). Teachers have difficulty in providing social guidance to students with SwD. In providing social guidance, teachers face challenges of lack of information and teachers' ignorance about children with disabilities; teachers have difficulty in creating guidance models to help students who can’t yet accept SwD, increasing the independence of SwD, lack of training on guidance and counselling for SwD and dealing with parents.
Dampak Pelatihan Program CREADIS dalam Meningkatkan Pemahaman Disabilitas dalam Berwirausaha Anggarani, Fadjri Kirana; Wiliyanto, Dian Atnantomi; Yuwono, Joko; Supratiwi, Mahardika; Sumardin, Selvi; Widyaningsih, Vitri; Abdullah, Nazmin binti
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.849

Abstract

Berwirausaha adalah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian bagi disabilitas. Tujuan pelatihan CREADIS adalah untuk memberikan pelatihan komunitas disabilitas binaan dalam mengembangkan usahanya, mendapatkan omzet, dan mendapatkan pasar yang lebih luas. Kegiatan pelatihan CREADIS ini menggunakan metode kuantitatif untuk melihat dampak pelatihan terhadap pemahaman disabilitas binaan dalam memahami pengelolaan bisnis atau wirausaha bidang makanan sehat. Program pelatihan CREADIS dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan 10 disabilitas binaan. Hasil analisis secara statistik uji t-test dengan menggunakan Wilcoxon menunjukkan bahwa setiap pelatihan yang diikuti oleh binaan disabilitas memiliki signifikansi p < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pemahaman tentang materi bisnis atau wirausaha peserta pelatihan. Pelatihan sudah diberikan fasilitas Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk memberikan pelatihan yang inklusif bagi peserta disabilitas binaan dalam mengakses materi yang disampaikan narasumber. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan bagi disabilitas, karena pelatihan yang inklusif penting untuk memberikan akses lebih mudah bagi interaksi narasumber dan peserta pelatihan. Rekomendasi pelatihan kewirausahaan bagi disabilitas di rumah sakit maupun instansi lain adalah perlu diberikan satu kegiatan lagi untuk presentasi pemasaran produk kepada masyarakat atau pengusaha makanan yang sudah memiliki merek.