Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Sikap, Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Petani Dalam Menggunakan Bibit Unggul Kelapa Sawit Di Desa Tamemongga Harmonika, A; Rahbiah, Sitti; Nuraeni, Nuraeni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61537

Abstract

Provinsi Sulawesi Barat, kelapa sawit menjadi komuditas yang berkembang pesat dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani. Penggunaan bibit unggul kelapa sawit memiliki peran krusial dalam meningkatkan hasil produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keunggulan bibit kelapa sawit yang digunakan petani (2) menganalisis sikap petani terhadap penggunaan bibit kelapa sawit (3) menganalisis tingkat kepentingan atribut bibit unggul kelapa sawit yang digunakan petani (4) menganalisis tingkat kepuasan petani dari penggunaan bibit unggul kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tamemongga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada bulan Maret – Juni 2025. Populasi adalah seluruh petani kelapa sawit di Desa Tamemongga yang berjumlah 68 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, sehingga sampel sebanyak 68 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis multiatribut Fishbein, analisis kepentingan atribut (Importance Performance Analysis), dan analisis tingkat kepuasan (customer Satisfaction Index). Hasil penelitian menunjukkan (1) Bibit unggul kelapa sawit produksi di PT Jalur Hijau Bunde memiliki keunggulan dalam ukuran dan jumlah buah, daya tumbuh yang kuat, serta masa produksi lebih cepat dibanding bibit lokal. Bibit ini juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit, meskipun tingkat adaptasinya terhadap perubahan iklim setara dengan bibit lokal. Secara keseluruhan, bibit unggul menunjukkan hasil panen TBS yang lebih tinggi, yakni 60%–70% dibandingkan bibit lokal. (2) Nilai sikap petani sebesar 21,39 menunjukkan kategori sangat positif terhadap sembilan atribut bibit unggul kelapa sawit yang digunakan petani kelapa sawit di Desa Tamemongga. (3) Sementara kuadran II, yang merepresentasikan tingkat kepentingan dan kinerja yang sama-sama tinggi, memuat sejumlah atribut utama seperti hasil panen (atribut 1), daya tumbuh bibit (atribut 3), efisiensi penggunaan pupuk (atribut 4), dan ketersediaan stok bibit (atribut 7). Keberadaan atribut-atribut tersebut dalam kuadran ini mengindikasikan bahwa petani sangat memperhatikan aspek tersebut dan merasa puas terhadap kinerja bibit unggul dalam budidaya kelapa sawit. (4) Nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 82% masuk kategori sangat puas. Hal ini menunjukkan petani kelapa sawit di Desa Tamemongga sangat puas dengan bibit unggul, terutama pada hasil panen, daya tumbuh, efisiensi pupuk, dan ketersediaan stok bibit. Kinerja atribut-atribut tersebut perlu terus dipertahankan.
Peran Strategis PKK sebagai Agen Perubahan Melalui Pemanfaatan Daun Kelor dan Ketumbar Produk Herbal Bernilai Ekonomi di Desa Benteng Gantarang Rahbiah, Sitti; Hayati, Lilis Nur; Djamereng, Asdar
Ilmu Komputer untuk Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkomas.v6i2.2914

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan peran strategis anggota PKK Desa Benteng Gantarang sebagai agen perubahan melalui pemanfaatan daun kelor dan ketumbar sebagai produk herbal bernilai ekonomi. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman tentang manfaat tanaman herbal lokal serta keterbatasan keterampilan dalam pengolahan produk herbal bernilai jual. Sebagai solusi, tim pelaksana melaksanakan pelatihan berbasis penyadaran (awareness training) mengenai manfaat kesehatan dan ekonomi dari daun kelor dan ketumbar. Sebanyak 31 peserta mengikuti sesi pelatihan dan dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dari nilai rata-rata pre-test sebesar 46,74% menjadi 84,17% pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang digunakan efektif dalam membangun kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya lokal. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk pengembangan produk herbal berbasis komunitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
ANALISIS PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN PRESISI TERHADAP PRODUKTIVITAS KOMODITAS TANAMAN MELON GOLDEN (Studi Kasus di Perusahaan CV Malaka Farm di Kota Soppeng) Syam, Putri Ashari; Rahbiah, Sitti; Saida, Saida
WIRATANI Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v8i2.548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi pertanian presisi terhadap produktivitas komoditas tanaman melon golden. Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan CV Malaka Farm, yang terletak di Jl. Malaka, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia pada bulan Mei hingga Juli 2025.Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Produktivitas, analisis ini digunakan Untuk menganalisis pengaruh teknologi presisi terhadap peningkatan produktivitas tanaman melon golden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pertanian presisi di CV Malaka Farm dilakukan secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan budidaya melon golden. Teknologi yang digunakan mencakup pemantauan hasil panen (Yield Monitoring), sistem otomatisasi irigasi dan iklim (Autonomous Technology), penempatan presisi berbasis GPS/GNSS, pemberian nutrisi variatif sesuai kebutuhan (Variable-Rate Technology), serta pengendalian input berdasarkan zona (Automatic Section Control). Integrasi teknologi digital dan hayati ini menjadikan CV Malaka Farm sebagai contoh praktik pertanian presisi yang efisien dan berkelanjutan. Manfaat penerapan teknologi pertanian presisi yaitu teknologi ini tidak hanya mampu menghemat biaya operasional dengan penggunaan input yang lebih efisien, tetapi juga meningkatkan hasil dan kualitas panen karena tanaman mendapat perlakuan yang tepat. Selain itu, pertanian presisi mempercepat pekerjaan di lapangan, memudahkan pemantauan lahan secara real-time, serta meningkatkan kesehatan tanaman dan mengurangi risiko gagal panen. Produktivitas pada usaha tani melon golden, dengan 400 lubang tanam, hasil panen meningkat dari 480 kg menjadi 600 kg, dan produktivitas naik dari 1,20 menjadi 1,50 kg/lubang. Tingkat produktivitas pada kedua komoditas menunjukkan peningkatan sebesar 25%, yang berarti metode pertanian presisi mampu memaksimalkan hasil panen dari jumlah lahan yang sama.