Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Sikap, Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Petani Dalam Menggunakan Bibit Unggul Kelapa Sawit Di Desa Tamemongga Harmonika, A; Rahbiah, Sitti; Nuraeni, Nuraeni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61537

Abstract

Provinsi Sulawesi Barat, kelapa sawit menjadi komuditas yang berkembang pesat dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani. Penggunaan bibit unggul kelapa sawit memiliki peran krusial dalam meningkatkan hasil produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keunggulan bibit kelapa sawit yang digunakan petani (2) menganalisis sikap petani terhadap penggunaan bibit kelapa sawit (3) menganalisis tingkat kepentingan atribut bibit unggul kelapa sawit yang digunakan petani (4) menganalisis tingkat kepuasan petani dari penggunaan bibit unggul kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tamemongga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada bulan Maret – Juni 2025. Populasi adalah seluruh petani kelapa sawit di Desa Tamemongga yang berjumlah 68 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, sehingga sampel sebanyak 68 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis multiatribut Fishbein, analisis kepentingan atribut (Importance Performance Analysis), dan analisis tingkat kepuasan (customer Satisfaction Index). Hasil penelitian menunjukkan (1) Bibit unggul kelapa sawit produksi di PT Jalur Hijau Bunde memiliki keunggulan dalam ukuran dan jumlah buah, daya tumbuh yang kuat, serta masa produksi lebih cepat dibanding bibit lokal. Bibit ini juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit, meskipun tingkat adaptasinya terhadap perubahan iklim setara dengan bibit lokal. Secara keseluruhan, bibit unggul menunjukkan hasil panen TBS yang lebih tinggi, yakni 60%–70% dibandingkan bibit lokal. (2) Nilai sikap petani sebesar 21,39 menunjukkan kategori sangat positif terhadap sembilan atribut bibit unggul kelapa sawit yang digunakan petani kelapa sawit di Desa Tamemongga. (3) Sementara kuadran II, yang merepresentasikan tingkat kepentingan dan kinerja yang sama-sama tinggi, memuat sejumlah atribut utama seperti hasil panen (atribut 1), daya tumbuh bibit (atribut 3), efisiensi penggunaan pupuk (atribut 4), dan ketersediaan stok bibit (atribut 7). Keberadaan atribut-atribut tersebut dalam kuadran ini mengindikasikan bahwa petani sangat memperhatikan aspek tersebut dan merasa puas terhadap kinerja bibit unggul dalam budidaya kelapa sawit. (4) Nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 82% masuk kategori sangat puas. Hal ini menunjukkan petani kelapa sawit di Desa Tamemongga sangat puas dengan bibit unggul, terutama pada hasil panen, daya tumbuh, efisiensi pupuk, dan ketersediaan stok bibit. Kinerja atribut-atribut tersebut perlu terus dipertahankan.
MANAJEMEN PRODUKSI PRODUK MAKANAN ”ROLLIE SNACK” (STUDI KASUS UMKM CEMILAN KITA DI KOTA MAKASSAR) Nurliani, Nurliani; Has, Nur Alfiani; Sabahannur, St.; Rahbiah, Sitti
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7019

Abstract

Production management is an activity to organize and coordinate the use of human resources, tools and materials, effectively and efficiently to create and increase the usefulness of a good or service. The phenomenon of entrepreneurial development, now many entrepreneurs choose the culinary business compared to other businesses because humans need food ingredients at all times. Spring roll skin is a thin sheet made from wheat flour, water, salt and eggs. Rollie Snack is a food ingredient made from spring roll skin. Rollie Snack has product characteristics with a sweet and spicy taste, on the outside it has a crispy and soft texture. The purpose of this study is to describe the production process of Rollie Snack, identify product variants, prices, sales volume of Rollie Snack and analyze management functions (planning, organizing, implementing, and controlling). Rollie Snack business activities are centered in a production house in Panakkukang District, Makassar City, South Sulawesi. This business activity has been going on for 2 (two) years. The results of the study show that the Snacks MSME has implemented production management according to the business plan. The production process goes through several stages, namely forming spring roll skins, drying the skins, frying, making chocolate, vanilla, green tea, and spicy lime leaf flavor variants and mixing spring roll skins with flavor variants. Finally, it produces "Rollie Snack" products with four flavor variants, namely chocolate, vanilla, green tea, and spicy lime leaf.
STRATEGI PEMASARAN ONLINE DAN OFFLINE USAHA CEMILAN MELALUI IMPLEMENTASI BUSINESS PLAN Nurliani, Nurliani; Khaerunnisa, Anni; Sabahannur, St.; Rahbiah, Sitti
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.7020

Abstract

Marketing is a company's function of creating, communicating, and delivering value to customers in order to manage mutually beneficial customer relationships. Entrepreneurship in the culinary sector holds great promise for a region's economic growth by creating jobs and increasing its competitiveness. Snack businesses offer good prospects for development because they don't require large capital but offer high demand. This study aims to describe online and offline product marketing and formulate a marketing mix strategy (product, price, promotion, and distribution) to increase sales volume. This research is a case study of a home industry in Makassar City, as part of the implementation of a business plan. The results show that during snack product marketing activities, the company focused on using online marketing strategies through social media platforms such as Instagram, WhatsApp, and Facebook. Online marketing successfully reached a wider consumer base, built the brand, and presented the product with attractive visual content. Digital product, pricing, distribution, and promotion strategies were implemented through discounts and free shipping. Offline marketing utilized word-of-mouth and recommendations from colleagues/friends, who served as sources of information for consumers.
Peran Strategis PKK sebagai Agen Perubahan Melalui Pemanfaatan Daun Kelor dan Ketumbar Produk Herbal Bernilai Ekonomi di Desa Benteng Gantarang Rahbiah, Sitti; Hayati, Lilis Nur; Djamereng, Asdar
Ilmu Komputer untuk Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkomas.v6i2.2914

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan peran strategis anggota PKK Desa Benteng Gantarang sebagai agen perubahan melalui pemanfaatan daun kelor dan ketumbar sebagai produk herbal bernilai ekonomi. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman tentang manfaat tanaman herbal lokal serta keterbatasan keterampilan dalam pengolahan produk herbal bernilai jual. Sebagai solusi, tim pelaksana melaksanakan pelatihan berbasis penyadaran (awareness training) mengenai manfaat kesehatan dan ekonomi dari daun kelor dan ketumbar. Sebanyak 31 peserta mengikuti sesi pelatihan dan dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dari nilai rata-rata pre-test sebesar 46,74% menjadi 84,17% pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang digunakan efektif dalam membangun kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya lokal. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk pengembangan produk herbal berbasis komunitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.