Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Strada Journal of Radiography

Teknik Pemeriksaan Cruris Dextra Dengan Klinis Fraktur Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Andica Apriannisa; Angga Setiawan
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v1i2.36

Abstract

Os cruris biasa disebut tungkai bawah, didalam tungkai bawah terdapat dua tulang yaitu os tibia dan os fibula. Os tibia atau tulang kering merupakan kerangka yang utama dari tungkai bawah dan terletak medial dari fibula atau tulang betis. Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemeriksaan os cruris dengan klinis fraktur di instalasi radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri. Terdapat dua proyeksi pada pemeriksaan teknik os cruris yaitu proyeksi AP dan Lateral, posisi pasien tidur terlentang diatas meja pemeriksaan. Pemeriksan os cruris tidak memerlukan perlengkapan terlalu banyak antara lain pesawat radiologi, film dan kaset dengan ukuran 35 x 43 cm dan marker. Untuk mendapatkan gambaran radiografi yang baik pada kasus fraktur dilakukan upaya –upaya antara lain : Penderita harus nyaman dan tidak menambah rasa sakit pada pasien. Memilih faktor eksposi yang tepat agar mendapat hasil foto yang optimal, sehingga di peroleh gambar yang optimal sehinga dapat memberikan informasi untuk menegakkan diagnosa.Berdasarkan hasil pemeriksaan radiografi os cruris dengan kasus fraktur di Instalasi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri. Alasan menggunakan proyeksi AP dan Lateral pada pemeriksaan os cruris dengan indikasi fraktur adalah agar menghasilkan gambaran keadaan fraktur yang lebih jelas. Namun kekurangan pada pemeriksaan ini adalah ketika pasien dengan kondisi gelisah atau tidak koperatif akan sulit dikondisikan true lateral.
Teknik Pemeriksaan Shoulder Sinistra 3 Posisi dengan Klinis Closed Fractur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit X Ridha Rachmathiany; Angga Setiawan
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.69

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, menunjukkan bahwa prevalensi kasus patah tulang di Indonesia adalah 5,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  teknik pemeriksaan sinistra  bahu tiga posisi  dengan humerus klinis yang hampir retak pada instalasi radiologi rumah sakit umum regional X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Ada pasien yang mengatasnamakan Ibu S ke Instalasi Radiologi RSUD X dalam keadaan bahu kiri menggunakan kain, Ibu S berjalan bersama keluarga dan membawa surat meminta rontgen bahu sinistra AP (Anteroposterior), EXO (Rotasi Eksternal) dan INDO (Rotasi Internal). Prosedur kerja dalam pemeriksaan bahu adalah terlebih dahulu menerima dan membaca surat permohonan foto yang dibawa oleh perawat/keluarga yang mengantar pasien ke ruang radiologi. Kemudian, masukkan data pasien ke dalam monitor dan konfirmasikan kembali identitas pasien sudah benar. Memberikan penjelasan kepada pasien setelah proses paparan dilakukan. Setelah memposisikan pasien selesai, instruksikan pasien untuk tidak bergerak dan saat mengekspos pasien, pastikan untuk memantau pasien dari kaca pelindung untuk menghindari penolakan. Pada pemeriksaan rontgen bahu, proyeksi AP (Anteroposterior), EXO (External Rotation) dan INDO (Internal Rotation) menggunakan jarak film fokus (FFD) adalah 100 cm, ukuran film dan kaset yang digunakan adalah 24x30 cm. Perbedaan pada titik pusat, yaitu EXO (Rotasi Eksternal), berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid., INDO (Rotasi Internal) berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid. dan AP (Anteroposterior) berada pada mid scapulohumeral joint (2 cm inferior dan lateral proc.coracoid).