Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Mesin Bubur Sampah Organik dan Pemilah Sampah Plastik Kapasitas 180 Kg/Jam Rony Kurniawan; Angga Setiawan; Rahmat Wijaya
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 9 No 1 (2024): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/v-mac.v9i1.3437

Abstract

Sampah adalah limbah atau buangan yang dihasilkan dari proses produksi baik domestik ( rumah tangga ) maupun industri, dalam pengolahan sampah harus di pisah terlebih dahulu berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik dan sampah an organik. Dalam proses pemilahan sampah akan memakan waktu dan tempat. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang mesin pencacah sampah organik dan pemilah sampah plastik. Dan dengan perancangan ini diharapkan proses pengolahan sampah lebih cepat , tidak memakan tempat. Sedangkan hasil cacahan sampah organik ini bisa dimanfaatkan untuk pakan magot, briket sampah, pupuk kompos dll. Berdasarkan pengumpulan data dan perhitungan mesin ini terdiri dari pisau pencacah , pisau penumbuk, dan blade pendorong plastik , dengan bahan poros S45c dan penggerak utama mesin diesel . Dengan Rancangan mesin ini mampu mengolah 180 kg/jam sehingga proses pengolahan sampah lebih cepat . tidak memakan tempat dan efisien.
Pembuatan Dan Pengujian Mesin Pencacah Sampah Organik Dan Pemilah Sampah Plastik Dengan Kapasitas 180 Kg/Jam Murdiyanto; Angga Setiawan; Rahmat Wijaya
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 9 No 1 (2024): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/v-mac.v9i1.3439

Abstract

Sampah adalah hasil atau sisa dari barang dalam berbagai bentuk yang dihasilkan manusia, hewan dan tumbuhan. Manusia cenderung membuang sampah sembarangan masih bercampur antara sampah organik dan sampah anorganik. Pengolahan sampah dengan proses pencacahan dapat memperkecil ukuran sampah dan memisahkan jenis sampah organik dan sampah plastik dengan screening. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menentukan kapasitas, konsumsi bahan bakar dan waktu yang dibutuhkan saat proses produksi. Analisa dilakukan dengan cara merubah rpm mesin untuk mencari putaran poros pisau pencacah di 747 rpm, 1000 rpm dan 1265 rpm kemudian mencatat waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan 6 kg sampah organik dan sampah plastik. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa hasil pencacahan menggunakan kecepatan poros pisau pencacah 747 rpm membutuhkan waktu 93 detik, untuk kecepatan putaran poros 1000 rpm membutuhkan waktu 76 detik dan kecepatan putaran poros pisau pencacah 1265 rpm membutuhkan waktu 63 detik untuk mencacah sampah organik dan sampah plastik dengan berat 6 kg. Sementara kapsitas mesin di putaran poros pisau pencacah 747 rpm adalah 141.17 kg/jam, untuk kecepatan putaran poros 1000 rpm adalah 158.76 Kg/jam dan kecepatan puataran poros pisau pencacah 1265 rpm adalah 175.6 kg/jam.
Sistem Presensi Dan Penggajian Karyawan Menggunakan Teknologi RFID Dengan Fitur Penggajian Otomatis Arif Kurniawan; Berkah Yordan Santoso; Desta Aditya; Angga Setiawan; Rudi Susanto
Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika Vol. 2 No. 3 (2024): September: Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/uranus.v2i3.226

Abstract

An Employee Attendance And Data Management System Based On Rfid Technology And Api Communication Has Been Successfully Developed And Tested With Satisfactory Results. The Problem Faced Is The Weakness Of Traditional Attendance Methods Which Are Susceptible To Human Error And Time Consuming, Hampering The Productivity And Effectiveness Of Company Operations. The Aim Of Developing This System Is To Increase Efficiency And Accuracy In Recording Employee Attendance. The Method Used In This Research Is The Waterfall Method, Which Includes The Stages Of Requirements Analysis, System Design, Implementation, Testing And Maintenance. At The Needs Analysis Stage, Identification And Documentation Of The Desired Attendance System Requirements Are Carried Out. The System Design Phase Involves Designing The Hardware And Software Architecture, Including The Use Of Rfid With Components Such As The Esp8266, Buzzer, And Rc522 As Well As Integration With The Server Via Api. Implementation Is Carried Out By Developing Hardware And Software According To The Design That Has Been Created. Testing Is Carried Out On Hardware Components To Ensure Function According To Specifications And Hardware-Software Integration To Ensure Smooth Communication Without Delays Or Loss Of Data. Business Logic Testing Ensures The System Detects Absences And Performs Automatic Salary Deductions According To Company Policy. The Data Export Module Was Developed To Export Attendance, Member, Division And Salary Data To An Excel File With The Appropriate Format. The Results Show That The Hardware Components Function Well, Able To Read And Send Rfid Data To The Server Accurately. Hardware And Software Integration Via Api Runs Smoothly, Enabling Real-Time Two-Way Communication. Business Logic Testing Shows That The System Can Detect Employee Absences And Perform Automatic Salary Deductions With High Accuracy. The Data Export Module Proved Effective, Allowing Users To Export Data To An Excel File In An Easily Accessible Format For Further Analysis Or Reporting. The Conclusion Of This Research Is That The Employee Attendance And Data Management System Based On Rfid And Api Technology Has Been Proven To Increase Efficiency And Accuracy In The Employee Attendance And Attendance Management Process. This System Offers A Modern And Effective Solution Compared To Traditional Attendance Methods, Providing Significant Flexibility And Ease Of Access. The Implementation Of This Technology Makes An Important Contribution In The Field Of Human Resource Management, Optimizing Productivity And Operational Effectiveness Of The Company.
Teknik Pemeriksaan Shoulder Sinistra 3 Posisi dengan Klinis Closed Fractur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit X Ridha Rachmathiany; Angga Setiawan
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.69

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, menunjukkan bahwa prevalensi kasus patah tulang di Indonesia adalah 5,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  teknik pemeriksaan sinistra  bahu tiga posisi  dengan humerus klinis yang hampir retak pada instalasi radiologi rumah sakit umum regional X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Ada pasien yang mengatasnamakan Ibu S ke Instalasi Radiologi RSUD X dalam keadaan bahu kiri menggunakan kain, Ibu S berjalan bersama keluarga dan membawa surat meminta rontgen bahu sinistra AP (Anteroposterior), EXO (Rotasi Eksternal) dan INDO (Rotasi Internal). Prosedur kerja dalam pemeriksaan bahu adalah terlebih dahulu menerima dan membaca surat permohonan foto yang dibawa oleh perawat/keluarga yang mengantar pasien ke ruang radiologi. Kemudian, masukkan data pasien ke dalam monitor dan konfirmasikan kembali identitas pasien sudah benar. Memberikan penjelasan kepada pasien setelah proses paparan dilakukan. Setelah memposisikan pasien selesai, instruksikan pasien untuk tidak bergerak dan saat mengekspos pasien, pastikan untuk memantau pasien dari kaca pelindung untuk menghindari penolakan. Pada pemeriksaan rontgen bahu, proyeksi AP (Anteroposterior), EXO (External Rotation) dan INDO (Internal Rotation) menggunakan jarak film fokus (FFD) adalah 100 cm, ukuran film dan kaset yang digunakan adalah 24x30 cm. Perbedaan pada titik pusat, yaitu EXO (Rotasi Eksternal), berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid., INDO (Rotasi Internal) berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid. dan AP (Anteroposterior) berada pada mid scapulohumeral joint (2 cm inferior dan lateral proc.coracoid).