S.Pd. Kadek Suranata .
Unknown Affiliation

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KONSELING KARIR HOLLAND DENGAN TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA KELAS X TKJ 1 SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., I Nyoman Subagia Ardana; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd; ., Kadek Suranata, S.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui (1) deskripsi hasil pengamatan awal kondisi kematangan karier siswa, (2) peningkatan kematangan karier siswa setelah diberi tindakan pada siklus I dan siklus II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling, dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari enam langkah yang dikelompokkan menjadi empat tahap yaitu tahap perencanaan (identifikasi, diagnosa, dan prognosa), pelaksanaan (konseling/treatmen), pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 1 SMK Negeri 3 Singaraja yang berjumlah 28 orang siswa. Untuk memperoleh data digunakan alat pengumpulan data berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara sebagai alat pengumpulan data komplementer serta kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama. Data yang diperoleh dari responden dikumpulkan dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data prasiklus menunjukkan dari 28 orang siswa terdapat 4 orang siswa yang memiliki presentase skor kemataangan karier rendah dengan presentase skor rata-rata 43,625 % (kematangan karier sangat rendah). Setelah diberikan tindakan pada siklus I presentase skor kematangan karier siswa mengalami peningkatan menjadi 76,125 % (kematangan karier sedang). Dari 4 orang siswa terdapat 2 orang siswa yang masih memiliki presentase skor ≤ 80% dengan presnetase skor rata-rata 70 % (kematangan karier sedang). Setelah pemberian tindakan siklus II presentase skor kematangan karier siswa menjadi 81,25 % (kematangan karir tinggi). Keempat siswa yang mendapatkan tindakan konseling karir Holland dengan teknik modeling telah mampu memperoleh presentase skor kematangan karir ≥ 80 %. Berdasarkan pada hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa konseling karir Holland dengan teknik modeling dapat meningkatkan kematangan karir siswa. Kata Kunci : konseling karir holland, modeling, kematangan karir The purpose of this research is to know (1) the description of initial observation result of student career maturity condition, (2) increase students' career maturity after being given career counseling holland with modeling techniques in the first and second cycle. The kind of this research is action research in counseling, that’s done in two cycles and in each cycle consists of six steps, which are grouped into four stages, there are planning (identification, diagnosis, and prognosis), action (counseling/treatment), observation, and reflection. The subject of this research is 28 students member of X TKJ 1, SMK N 3 Singaraja, while the main sample of this research is four students in that class. In this research, the researcher used observation and interview method of complementary data collection and questioner to get the main result. The data then collected and analised by the method of descriptive-quantitative analysis. The result of the research shows there are increased of career maturity from average score 43,625 % (very low career maturity) to 76,125 % (medium career maturity) in the first cycle and there are also increasing from 70 % average score (medium career maturity) to 81,25 % (high career maturity) in the next cycle. The four students who got the action research in Holland career counseling with modeling method is able to get a score of career maturity ≥ 80 %. Based on that result, the researcher can proof that the Holland career counseling with modeling method can increase the students career maturity. keyword : Holland Career Counseling, Modeling, Career Maturity
EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK MODEL GESTALT UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA KELAS VIII 5 SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Kadek Agus Marthana Putra; ., Kadek Suranata, S.Pd.; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.4286

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII5 SMP Negeri 2 Singaraja. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu sampel yang dipilih didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang di pandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang telah diketahui sebelumnya. Sampel dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas VIII5 yang mengalami rasa percaya diri yang rendah. Rancangan penelitian ini adalah pretest-posttest-control group design. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa konseling kelompok model gestatl efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, ini dilihat dari hasil analisis nilai thitung > ttabel dengan taraf signifikan 5% (0,568>0.207), berarti terjadi peningkatan rasa percaya diri siswa, ini terlihat dari hasil post test (723192). Berdasarkan analisis ini menunjukkan bahwa konseling kelompok model gestalt efektif digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa.Kata Kunci : konseling kelompok model gestal, percaya diri. This study was an experimental study . The population was VIII5 grade students of SMP Negeri 2 Singaraja . The research sample was determined by purposive sampling technique , the sample is selected based on certain characteristics that in view of the close has nothing to do with the characteristics of the population that has been known previously . The sample in this study was 6 VIII5 graders who experienced low self-esteem . The study design was a pretest - posttest - control group design . The data collection method used was a questionnaire . Based on the analysis , it was found that group counseling gestatl effective models to improve the confidence of students , is seen from the results of the analysis of the value of t count > t table with a significance level of 5 % ( 0.568 > 0.207 ) , meaning an increase in self-confidence of students , is evident from the results post test ( 723 < 794 ) of the control class and experimental class ( 192-227 ) , the experimental group were given a gestalt model of group counseling is more effective than the control group treated in accordance with the counseling service in school without the gestalt model group , is visible from average value of the experimental group gain score is higher than the average value of the control group gain score ( 227 > 192 ) . Based on this analysis shows that the model group gestalt counseling effectively used to improve students' self-confidence.keyword : gestal model of group counseling, self-confidence
PENERAPAN KONSELING TRAIT DAN FACTOR UNTUK MEMANTAPKAN DIRI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA KELAS XI IPS SMA N 1 TEGALLALANG 2013/2014 ., I Made Suwija Diana; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Kadek Suranata, S.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.2579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Trait and Factor untuk memantapkan diri dalam pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tegallalang tahun ajaran 2013/2014.Penelitian tindakan Bimbingan Konselingdilaksanakan terhadap permasalahan mengenai kematangan/kemantapan arah pilihan karir siswa.Datadi kembangkan dengan observasi dan kuesioner.Data di analisisdengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian baik secara kelompok maupun individu menunjukkan bahwa, Konseling Trait and Factor memberi konstribusi terhadap pemilihan arah kematangan karir siswa, ini terlihat dari perubahan diri konseli pada tahap I memberikonstibusi sebesar15,64% yaitu dari 58,17%, pada kondisi awal menjadi 73.81% pada siklus I, dan pada tahap II memberi konstribusi sebesar10,71% dari 73,81% pada kondisi kedua menjadi 84.53%, kategori inimerupakan kategori tinggi. Ini menunjukkan bahwa layanan konseling trait and factor dapat meningkatkan kematangan karir siswa.Berdasarkan hasil analisis itu disarankan, kepada siswa agar dapat mengembangkan tingkat kematangan karirnya baikdi sekolah maupun di lingkungan keluarga.Kepada guru pembimbing dapat menggunakan layanan konseling Trait and Factor untuk membantu siswa yang mengalami masalah dengan keputusan karir di SMA.Kata Kunci : Kata kunci : Trait and Factor, kematangan/kemantapan pilihan karir. The implementation of trait and factor counseling to improve self-steady in taking the carrier decision in class XI IPS SMA Negeri 1 Tegalalang in academic year 2013/2014. The aim of this classroom action research is to know the counseling Trait and Factor effect toward student whose class is XI IPS SMA Negeri 1 Tegalalang in taking their carrier decision. This study was conducted on students’ self-steady of carrier option. The data was developed by observation and questionnaire. The data was analyzed descriptively. The result of study whether group or individually showed that the trait and factor counseling gave contribution toward students’ self-steady. It can be seen from self improvement that is occurred in the first step about 15.64% which is at first condition is about 58.17% became 73.81%. In cycle II improved about 10.71% from 73.81% to 84.53% and categorized high. It means trait and factor counseling service can improve the students’ self-steady in carrier option. Based on the evaluation it can be suggested that, for the students, hopefully they can improve their self-steady of carrier in school or even in their environment. For the advisor, he/she can use trait and factor counseling service to help the students who have problem in choosing their major in SMA. keyword : Keywords : Cognitive - Behavioral , Academic Procrastination , Counseling
PENERAPAN KONSELING KARIR SUPER TEHNIK MODELING BERBANTUAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KARIR SISWA KELAS XI AKUNTASI D SMK N 1 SINGARAJA TAHUN 2013/2014 ., I Ketut Redita; ., Kadek Suranata, S.Pd.; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3695

Abstract

Penelitian ini disebut dengan penelitian tindakan bimbingan konseling (Action Research In Counseling). Tujuan penelitian tindakan bimbingan konseling ini adalah untuk mengetahui peningkatan sikap karir siswa setelah memberikan layanan konseling melalui teori konseling karir Super dengan tehnik modeling. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah kelas XI Akuntansi D SMK N 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan subjek penelitian yang difokuskan adalah 9 orang yang sudah tergolong memiliki sikap terhadap karir yang kurang baik. Kesembilan orang siswa tersebut diberikan perlakuan melalui layanan konseling dengan tehnik modeling berbantuan Audio Visual. Berdasarkan penelitian hasil pada siklus I dapat dilihat rata-rata persentase skor yaitu 68,56 % meningkat menjadi 75,22 peningkatannya adalah 12,66 %. Meskipun sudah terjadi peningkatan pada siklus I secara persentase akan tetapi seluruh siswa atau subjek penelitian yang berjumlah 9 orang tersebut belum mencapai target keberhasilan yaitu 80 % maka dari itu pemberian layanan akan dilanjutkan pada sikus II. Setelah layanan diberikan pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata persentase skor yaitu 75,22 menjadi 85,11 dan peningkatannya adalah 13,44. Ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teori konseling karir Super tehnik modeling efektif digunakan untuk membantu meningkatkan sikap siswa terhadap karir. Siswa yang mengalami kebingungan atau permasalahan terhadap karir akan mendapat solusi atau jalan keluar yang tepat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa layanan konseling karir Super tehnik modeling berbantuan audio visual dapat meningkatkan sikap karir pada siswa.Kata Kunci : Konseling Karir Super, Tehnik Modeling-Media Audio Visual, Sikap Karir The Research is called by action research in counseling. The Aim of this action research in counseling is for to know about increasing students’s attitude to carreer after giving counseling service or treatment by carreer counseling of Super’s teory with modelling technique. The research do in two cycle. The research subject is second grade of D class accountancy department SMK N 1 Singaraja, by years of study 2013/2014 with research subject focused on 9 persons or students who have low attitude for carreer. The 9 of the students given treatment by counseling service with modeling technique receive aid audio visual. Based on research result is can be seen from mean scores that is 68,56 percen increasing to 75,22 percen, the increased is 12,66 percen in first cycle. Although already happen increased in first cycle look from the percentation but all those students or subjects number 9 persons is not getting success target yet, that is 80 percen. So, service or treatment will continued to second cycle. After treatment or service given at second cycle, increased happen to mean scores that is 75,22 percen increasing to 81,11 persen, the increased is 13,44 percen. This is shows that groups counseling with carrer counseling of Super’s teory by modeling technique is effective used to helf increasing students attitude for carrer. Students who have doubts experiences or problem with carrrer will find good solution. From the research result can be noded that counseling Super’s carrer service with modeling technique receive aid audio visual can increasing the student’s attitude for carrer.keyword : Counseling Carrer Super, Modeling Technique receive aid audio visual, carrer attitude
PENERAPAN KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENURUNKAN FEELING OF INFERIORITY SISWA KELAS XI A ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Kadek Yuni Muliarti Dewi; ., Kadek Suranata, S.Pd.; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan feeling of inferiority siswa kelas XI.A.AP SMK Negeri 1 Singaraja setelah diberikan konseling analisis transaksional teknik bermain peran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan dalam bimbingan konseling (Action Research In Counseling). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI A AP SMK Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 38 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan evaluasi, refleksi. Hasil tindakan selanjutnya dipantau dengan observasi dan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan feeling of inferiority siswa sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Penurunan persentase keberhasilan layanan yaitu 65% pada siklus I namun terdapat 7 orang siswa yang masih dalam kategori tinggi, sehingga perlu dilanjutkan ke siklus II melalui konseling kelompok dan konseling individu. Pada evaluasi siklus II penurunan persentase keberhasilan pencapaian siswa yaitu 48%, dari hasil tindakan diketahui bahwa penurunan feeling of inferiority siswa bervariasai dan umumnya penurunan ini berjalan dengan baik. Persentase dari siklus I dan siklus II yaitu: 65% menjadi 48%, sehingga penurunan persentasenya adalah 27%. Persentase penurunan feeling of inferiority tercapai dan sesuai dengan target keberhasilan yakni di bawah 65%. Kesimpulannya, bahwa konseling analisis transaksional teknik bermain peran mampu menurunkan feeling of inferiority siswa.Kata Kunci : konseling analisis transaksional, teknik bermain peran, feeling of inferiority This study was aimed to decrease feeling of inferiority for class XII.A.AP students at SMK Negeri 1 Singarajaby conducting transactional analysis counseling on role play. This study was an Action Reseach In Counseling. Data in this study were obtained through questionnaire method. Then, the data obtained were descriptively analyzed. This study was conducted in 2 cycles and each cycle consisted of planning, acting, evaluation and reflection. The results of action was controlled by using questionnaire, then analyzed descriptively.The subject of this study were 38 students of class XI.A.AP inSMK Negeri 1 Singaraja in the academic year of 2013/2014. The result of the study showed students feeling of inferiority was decreased after the treatment. Students’ improvement were showed from the questionnaire results, from 52% to 66% and the improvement was 31% in cycle I. However, there were 7 students still in poor category, so the cycle II was conducted by group and individual counceling. On the evaluation in cycle II, the result of students’ questionnaire was improved from 54% became 76% and the improvement was 43%. It could be concluded that transactional analysis counselling on role play technique could decrease students’ feeling of inferiority.keyword : transactional counseling analysis, role play technique, feeling of inferiority.
Efektifitas Model Konseling Cognitive-Behavioral Untuk Meminimalisir Perilaku Penundaan Akademik Siswa SMP Laboratorium Undiksha Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Putu Dewi Pebriantari; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Kadek Suranata, S.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.2349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Model konseling Cognitive- Behavioral untuk meminimalisir perilaku prokrastinasi akademik pada siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Secara khusus untuk mengetahui perbedaan penurunan perilaku prokrastinasi akademik antara siswa yang diberikan konseling menggunakan model Cognitive Behavioral dengan yang diberikan tindakan konseling secara konvensional Jenis penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan desain “Post Test only Control Group design”. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha berjumlah 87 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan N= 20 siswa yang tergolong memiliki perilaku prokrastinasi tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis statistik t-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penurunan perilaku prokrastinasi akademik antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Hal ini dilihat dari tingkat presentase penurunan perilaku prokrastinasi akademik kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Berdasarkan analisis t-test didapatkan hasil thitung > ttabel, dan nilai probabilitas hitung (0,000) < α (0,05). Secara umum disimpulkan model konseling Cognitive- Behavioral efektif untuk meminimalisir perilaku prokrastinasi akademik siswa. Saran dari penulis, semoga penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menghadapi permasalahan prokrastinasi akademik, dan dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan model konseling Cognitive- Behavioral. Kata Kunci : Cognitive-Behavioral, Prokrastinasi akademik, Konseling This study aims to determine the effectiveness of Cognitive-Behavioral Counseling Model to minimize the academic procrastination behavior on the VIII class students of SMP Laboraturium Undiksha Singaraja school on academic year 2013/2014. And the specifically to know a difference decrease of academic procrastination behavior that having a Cognitive Behavioral Counseling Model and that having a Conventional model. The type of research for this study are a Quasi Experiment with the design are "Post Test only Control Group Design" . The population for this research was VIII class students of SMP Laboratory Undiksha that the value is 87 student. For the sampling this research are using Purposive Sampling Method, with N = 20 students that classified as who having a high procrastination behavior. For collective data research this study using a questionnaire. And more the data will analyzed using a descriptive and t - test analysis method. The results was showed a differences decrease in the control group with the experimental group for the academic procrastination behavior value. It is seen from the percentage decrease in the level of academic procrastination behavior of the experimental group was higher than the control group . Based on t-test analysis showed t research > t table , and calculate the probability value ( 0.000 ) < α ( 0.05 ). In the concluded Cognitive-Behavioral counseling models are effective to minimize academic procrastination behavior of the student . Advice from the authors , this study may be can used to help of academic procrastination problems, and can be used as a reference for the development of Cognitive-Behavioral counseling model keyword : Cognitive - Behavioral , Academic Procrastination , Counseling
PENERAPAN TEORI ANALISIS TRANSAKSIONAL TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SISWA KELAS XIB AP SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Luh Hari Candhani Dewi; ., Kadek Suranata, S.Pd.; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3680

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teori konseling analisis transaksional teknik bermain peran dalam meningkatkan komunikasi antar pribadi siswa kelas XIB AP SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XIB AP SMK Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 yang memiliki komunikasi antar pribadi rendah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari identifikasi, diagnosa, prognosa, konseling, evaluasi dan tahap refleksi. Berdasarkan hasil analisis data skor awal diperoleh hasil bahwa terdapat 9 orang siswa yang memiliki komunikasi antar pribadi yang rendah. Kesmbilan siswa ini akan ditindak lanjuti pada penelitian siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan komunikasi antar pribadi siswa. Peningkatan persentase komunikasi antar pribadi siswa adalah sebagai berikut: pada pelaksanaan siklus I diperoleh peningkatan 17,85%. Pada siklus II semua siswa mengalami peningkatan diatas 80% katagori tinggi dengan rata-rata peningkatan 7,53%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan komunikasi antar pribadi siswa dari sebelum pemberian tindakan dengan sesudah pemberian tindakan. Ini berarti penerapan teori konseling analisis transaksional teknik bermain peran dapat meningkatkan komunikasi antar pribadi siswa kelas XIB AP SMK Negeri 1 SingarajaKata Kunci : konseling analisis transaksional, teknik bermain peran, komunikasi antar pribadi. This study was aimed at describing the implementation of role play technique of transactional analysis counseling theory on increasing personal communication among the studentsof class XIBAP of SMK Negeri 1 Singaraja. The subject of this study was the students of classXIBAP of SMK Negeri 1 Singarajain academic year 2013/2014, who had the low personal communication skill. This study was a counseling action research. The methods of data collection used in this study were questionnaire, observation checklist, and documentation. This study was done in two cycles in which each cycle consists of identification, diagnosis, prognosis, counseling, evaluation, and reflection. According to the result of preliminary observation, there were 9 students who had the low personal communication skill. Those 9 students would be further given a treatment in cycle I and cycle II. This study showed a significant increasing of the students' personal communication was occured. The increasing percentages of the personal communication of the students were as follows: there was an increasing as much as 17.85% in first cycle. Meanwhile, an increasing above 80%, which was categorized as high increasing level, was occured to all of the students in cycle II. The average percentage in second cycle was 7.53%. These results indicated that there was an increasing of the students' personal communication from preliminary observation to the second cycle. It means that the implementation of role play technique of transactional analysis counseling theory can increase personal communication among th estudents of class XIB AP of SMK Negeri 1 Singaraja. keyword : personal communication, role play technique, transactional analysis counseling theory.
PENERAPAN TEORI KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI C AP SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., Made Sukeyasa; ., Kadek Suranata, S.Pd.; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan teori konseling behavioral dengan teknik self-management untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI C AP SMK Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI C AP berjumlah 37 orang. Teknik yang digunakan adalah teknik self-management melalui Metode pengumpulan data berupa kuesioner, observasi dan analisis data. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari identifikasi, diagnosa, prognosa, konseling, evaluasi dan tahap refleksi. Treatment diberikan sebanyak 3 kali pada siklus I dan siklus II. Jika siswa sudah melebihi kriteria keberhasilan 70%, maka telah tuntas pada siklus I dan tidak perlu mendapatkan treatment disiklus II. Peningkatakan dapat dilihat dari hasil kuesioner skor penyebaran awal yaitu sebesar 50,25% meningkat menjadi 74,77%. Rata-rata peningkatannya adalah 38,78%. Dari hasil tersebut, 4 orang siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan 70% sehingga perlu untuk melanjutkan treatment ke siklus II. Pada siklus II siswa yang sudah mengalami peningkatan pada minat belajar diikut sertakan dalam siklus II yang bertujuan untuk menjaga dan mengembangkan minatnya dalam belajar. Pada siklus II pencapaian minat belajar siswa yaitu 74,77% menjadi 86,16 %. Rata-rata peningkatannya adalah 18,08% terhadap 8 orang siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik self-management efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa. Kata Kunci : Teori Konseling Behavioral, Self-management, Minat Belajar This study aimed at knowing the effectiveness of behavioral counseling theory through self-management to improve learning interest of students in class XI C AP SMK Negeri 1 Singaraja. The subjects of this study were 37 students of XI C AP. Technique implemented was self-management technique through data collection method in the form of questionnaire, observation and data analysis. This study have been conducted in two cycles; each cycle contains of diagnose, prognose, counseling, evaluation, and reflection. Treatments were given three times on cycle I and Cycle II. When the students achieving the success criteria of 70%, they complete the cycle I and do not need to get treatments in cycle II. The improvement can be seen through the results of questionnaires’ score in the initial distribution from 50.25% improve to 74.77%. The improvement’s average is 38.78%. From those results, 4 students do not meet the completeness criteria of 70%, so that it was needed to continue the treatments to cycle II. At the cycle II, the students whose learning interests are improved were joined at cycle II. The purpose is to keep and foster their interest in studying. At the cycle II, the achievement of students’ learning interest improved from 74.77% to 86.16%. The improvement’s average is 18.08% toward 8 students. These findings show that the implementation of self-management technique is effective to improve students’ learning interest.keyword : counseling theory behavioral, self-management, learning interset
PENERAPAN KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA KELAS VIII B3 SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Ni Kadek Pipi Suwardani; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd; ., Kadek Suranata, S.Pd.
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektikan penerapan konseling behavioral dengan teknik self management untuk meningkatkan konsep diri siswa kelas VIII B3 di SMP Negeri 4 Singaraja. Hipotesis penelitian ini, yaitu jika konseling behavioral dengan teknik self management diterapkan dengan baik, maka konsep diri pada siswa dapat ditingkatkan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B3 yang berjumlah 26 orang. Penelitian ini menggunakan teknik self management melalui metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari identifikasi, diagnosa, prognosa, konseling, evaluasi dan tahap refleksi. Treatment diberikan sebanyak 4 kali pada siklus I dan siklus II. Ketika siswa memenuhi kriteria secara kuantitatif dan kualitatif, maka siswa telah tuntas pada siklus I dan tidak perlu mendapatkan treatment di siklus II. Pencapaian peningkatan konsep diri pada siswa di siklus I, yaitu dengan hasil : 3,80% kategori sangat tinggi, 80,77% kategori tinggi, 3,80% kategori sedang, 11,54% kategori rendah dan 0% kategori sangat rendah. Pencapaian peningkatan konsep diri pada siklus II, yaitu dengan hasil : 76,92% kategori sangat tinggi, 23,08% kategori tinggi, 0% kategori sedang, 0% kategori rendah dan 0% kategori sangat rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik self-management efektif untuk meningkatkan konsep diri siswa. Kata Kunci : teori konseling behavioral, self-management , konsep diri This Research aim to to know effectiveness of applying of behavioral konseling with technique of self management to increase conception class student self of VIII B3 in SMP Negeri 4 Singaraja. This Hypothesis Research, that is if behavioral counseling with technique of self management applied better, hence self concept at student can be improved. This Research type is Research Of Action Tuition of Counseling. This subjek Research is class student of VIII B3 amounting to 26 people. This research use technique of self management through data collecting method which is used in this research is observation and kuesioner. This research is executed in two cycle, and each;every cycle consist of to identify, diagnosa, prognosa, konseling, phase and evaluation of refleksi. Treatment given by counted 4 times at cycle of I and cycle of II. When student fulfill criterion quantitatively and qualitative, hence student have complete at cycle of I and needn't get treatment in cycle of II. Attainment of[is make-up of self concept at student in cycle of I, that is with result : 3,80% category very high, 80,77% high category, 3,80% category is,% low category and 0% very low category. Attainment of is make-up of self concept at cycle of II, that is with result : 76,92% category very high, 23,08% high category, 0% category is,% low category and 0% very low category. This finding indicate that applying of technique of self-management effective to increase conception student self.keyword : theory of counseling behavioral, self-management , self concept
Penerapan Konseling Eksistensial Humanistik dengan Teknik Meditasi untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Siswa Kelas X TITL 3 SMK Negeri 3 Singaraja ., Luh Putu Ayu Widya Ningsih; ., Kadek Suranata, S.Pd.; ., Prof. Dr. I Ketut Dharsana,M.Pd
Jurnal Jurusan Bimbingan Konseling Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jibk.v2i1.3913

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan Bimbingan Konseling dengan tujuan meningkatkan konsentrasi pada siswa kelas X TITL 3 SMK Negeri 3 Singaraja dengan menerapkan konseling eksistensial humanistik dengan teknik meditasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TITL 3 yang berjumlah 30 orang. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner, dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari identifikasi, diagnosa, prognosa, konseling, evaluasi dan tahap refleksi. Hasil tindakan selanjutnya dipantau dengan observasi dan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan penilaian acuan norma (PAN). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi belajar pada siswa sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Pada siklus 1 subjek penelitian mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan dan peningkatannya adalah dengan skor rata-rata 83 dari target keberhasilah skor di bawah 94 ≤ 116 dengan kategori sedang. Sedangkan pada tindakan siklus II pencapaian peningkatan konsentrasi belajar, peneliti memberikan kembali konseling eksistensial humanistik melalui klasikal, kelompok dan individu kepada semua subjek penelitian. Setelah memberikan tindakan semua subjek penelitian yang telah diberikan layanan sudah mencapai target keberhasilan. Terlihat peningkatan yaitu dengan skor rata-rata 113 dari kriteria keberhasilan. Kesimpulannya, bahwa eksistensial humanistik dengan teknik meditasi mampu meningkatkan konsentrasi belajar. Kata Kunci : Konseling Eksistensial Humanistik, Meditasi, Konsentrasi Belajar This counseling guidance action research was aimed to improve the concentration level on the students of X TITL 3 grade at SMK Negeri 3 Singaraja by applying humanistic extensial counseling through meditation technique. Te subject of this study was the students of X TITL 3 grade in number of 30 students. In this study, the method used by the researcher to collect the data was a quistionnaire and observation. This study was formulated on 2 cycles, and each cycle consisted of identification, diagnose, prognose, counseling, evaluation, and reflection step. The measurement result would determine through observation and questionnaire which is analyzed descriptively through norm reference assessment (PAN). The result shows that there is an improvement on students’ concentration level before and after the treatment applied. On cycle I, the subject got improvement on concentration level after given treatment and the improvement is 83 as average score from the score achievement target is below 94 ≤ 116 as categorized standard level. Whereas, on the cycle II, the achievement of learning concentration improvement, the researcher applied the humanistic extensial counseling through classical, group, and individual to all subject of the study. After giving treatment, all subject of the study is already achieved the target. There is an improvement and can be seen through avatrage score 113 from achievement category. In can be concluded that humanistic extensial through meditation technique is able to improve learning concentration. Humanistic extensial counseling, meditation, learning concentration keyword : Humanistic extensial counseling, meditation, learning concentration