Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Megaptera

Studi Kasus: Praktik Pemberian Pakan Dan Dampaknya Terhadap Kinerja Budidaya Udang Vaname Di Tambak Intensif Perusahaan Swasta Di Nusa Tenggara Barat (NTB) Rahi, Oktaviani Ananta; Sinaga, Riris Yuli Valentine; Amalo, Pieter
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i1.15613

Abstract

Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang telah banyak dibudidayakan, karena berbagai keunggulannya seperti responsif terhadap pakan, tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, kepadatan tebar yang tinggi, waktu pemeliharaan yang relatif singkat, pertumbuhan yang lebih cepat, serta ketahanan yang lebih baik terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik pemberian pakan dan mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam manajemen pakan pada budidaya udang vannamei di tambak intensif milik perusahaan swasta di NTB. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif, dan telaah pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pakan dalam budidaya udang vannamei di PT. Sumbawa Dua Belas Makmur Sejahtera mencakup: pemilihan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi udang, penyimpanan pakan yang efisien, pemberian pakan dengan program blind feeding dan demand feeding, serta program berbasis control anco. Penelitian ini dilaksanakan di satu kolam dengan analisis hasil pakan menunjukkan SR mencapai 87%, efisiensi pakan 87,83% dan FCR sebesar 1,1 dengan tingkat FCR tersebut, produksi udang dapat dinyatakan baik.Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of Indonesia's leading export commodities that has been widely cultivated, due to its various advantages such as responsiveness to feed, high survival rate, high stocking density, relatively short rearing time, faster growth, and better resistance to disease. This study aims to evaluate feeding practices and identify problems that arise in feed management in vannamei shrimp farming in intensive ponds owned by private companies in NTB. The method applied in this study is descriptive, with data collection from primary and secondary sources. Data were obtained through observation, interviews, active participation, and review of relevant literature. The results showed that feed management in vannamei shrimp farming at PT Sumbawa Dua Belas Makmur Sejahtera includes: feed selection in accordance with the nutritional needs of shrimp, efficient feed storage, feeding with blind feeding and demand feeding programs, and anco control-based programs. This study was conducted in one pond with feed yield analysis showing SR reached 87%, feed efficiency 87.83% and FCR of 1.1 with the FCR level, shrimp production can be declared good.
Pengaruh Penambahan Probiotik Terhadap Pertumbuhan dan Konversi Pakan pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Olla, Putri Camelia Jasendu; Kusuma, Ni Putu Dian; Amalo, Pieter
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v3i2.15241

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan probiotik dengan dosis berbeda yang diaplikasikan pada pakan buatan terhadap pertumbuhan, konversi pakan, serta kelangsungan hidup ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajek, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Sebanyak 360 ekor ikan uji dengan berat awal 2,29 ± 0,18 gr dan panjang awal 4,39 ± 0,24 cm diberi pakan buatan pada masing-masing perlakuan. Dosis pakan buatan sebanyak 5%/hari ditambahkan dengan probiotik sebanyak 0 ml (perlakuan A atau kontrol), 2 ml (perlakuan B), 4 ml (perlakuan C), dan 6 ml (perlakuan D) yang diberikan selama 30 hari pemeliharaan. Perlakuan pemberian dosis probiotik 4 ml menunjukkan pengaruh yang signifikan (p < 0,05) terhadap pertumbuhan dan konversi pakan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kelangsungan hidup di seluruh perlakuan (p > 0,05).The study aimed to evaluate the effects of probiotics in different doses applied to artificial feed on tilapia's growth, feed conversion, and survival (Oreochromis niloticus). The study was conducted 30 days, at Ngrajek Freshwater Fish Hatchery and Cultivation Workshop, Central Java. The research employed a completely randomised design (CRD) with four treatments and three replications. A total of 360 test fish, with an initial weight of 2.29 ± 0.18 g and an initial length of 4.39 ± 0.24 cm, were administered artificial food in each treatment. The dosage of artificial feed was 5% day-1 , supplemented with 0 ml of probiotics (treatment A or control), 2 ml (treatment B), 4 ml (treatment C), and 6 ml (treatment D), administered throughout a 30-day maintenance period. The 4 ml probiotic dosage demonstrated a statistically significant effect (p < 0.05) on growth and feed conversion relative to the control group. No notable variation in survival rates was seen among treatments (p > 0.05). 
Uji Makroskopik Dan Biokimia Terhadap Aeromonas Hydrophila Sebagai Upaya Diagnostik Infeksi Bakteri Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Bahariyanto, Devi Ramadani; Amalo, Pieter; Pratiwi, Rifqah
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i1.15576

Abstract

Penyakit akibat infeksi bakteri merupakan salah satu permasalahan utama dalam budidaya ikan nila Oreochromis niloticus, yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kematian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri patogen penyebab penyakit pada ikan nila menggunakan pendekatan uji makroskopik dan biokimia. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 20 Februari 2025, di Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan dan Udang, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Sampel yang digunakan berupa 1 ekor ikan nila sakit dengan panjang 19 cm dan bobot 10,9 gram yang menunjukkan luka pada bagian tubuh. Metode yang digunakan adalah identifikasi infeksi bakteri berdasarkan karakteristik morfologi melalui uji makroskopik dan karakteristik fisiologis melalui serangkaian uji biokimia. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan nila terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila, yang merupakan patogen oportunistik penyebab penyakit pada ikan air tawar. Penelitian ini menunjukkan bahwa uji makroskopik dan uji biokimia efektif digunakan sebagai metode diagnostik awal dalam mengidentifikasi infeksi bakteri pada ikan nila, sehingga dapat menunjang upaya pengendalian penyakit dalam kegiatan budidaya.Diseases caused by bacterial infections are one of the main problems in Nile Tilapia, Oreochromis niloticus cultivation, which can reduce productivity and increase the risk of fish death. This study aims to identify pathogenic bacteria that cause disease in tilapia using macroscopic and biochemical test approaches. The study was conducted on 4 to 20 February 2025, at the Fish and Shrimp Pests and Diseases Laboratory, Center for Brackish Water Aquaculture, BBPBAP Jepara. The sample used was 1 sick tilapia fish with a length of 19 cm and a weight of 10.9 grams, showing wounds on the body. The method used was the identification of bacterial infections based on morphological characteristics through macroscopic tests and physiological characteristics through a series of biochemical tests. The analysis showed that tilapia were infected with Aeromonas hydrophila bacteria, which are opportunistic pathogens that cause disease in freshwater fish. This study indicates that macroscopic and biochemical tests are effective as early diagnostic methods in identifying bacterial infections in tilapia, so that they can support disease control efforts in cultivation activities.
Aplikasi Bioball Dalam Menurunkan Kadar Nitrit Pada Limbah Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Tangguda, Sartika; Serihollo, Lukas Giovani Gonzales; Usman, Zainal; Amalo, Pieter; Sinaga, Riris Yuli Valentine; Pratiwi, Rifqah; Kusuma, Ni Putu Dian; Hariyadi, Dimas Rizky; Timuneno, Melkias
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i1.15731

Abstract

Limbah pada budidaya Udang vaname (L. vannamei) mengandung sejumlah senyawa yang bersifat toksik, salah satunya adalah Nitrit (NO2 - ) yang bersifat tidak stabil dalam air. Penyaringan limbah sangat diperlukan sebelum dibuang ke perairan umum untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, salah satu cara yang dilakukan yaitu aplikasi bioball sebagai media tumbuh mikroorganisme atau bakteri yang berperan sebagai bioremediasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah bioball yang efektif untuk menurunkan kadar nitrit pada limbah budidaya udang vaname serta mengetahui parameter kualitas air yang berperan dalam penguraian limbah tambak udang tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk melihat pengaruh bioball dalam menurunkan kadar nitrit pada limbah tambak udang vaname. Penelitian ini diawali dengan menyalurkan air limbah hasil buangan kegiatan budidaya udang vaname ke dalam tandon penampungan. Kemudian pada masing-masing tandon penampungan dimasukkan filter biologis sesuai dengan rancangan, yaitu P1 (bioball sebanyak 2.000 buah), P2 (bioball sebanyak 3.000 buah), dan P3 (bioball sebanyak 4.000 buah). Parameter utama yang diamati adalah kadar nitrit, sedangkan parameter penunjang yang diamati terdiri dari kadar nitrat, fosfat, suhu, pH, salinitas, dan intensitas cahaya. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 (penggunaan bioball sebanyak 3.000 buah) menghasilkan kadar nitrit yang lebih rendah dibandingkan perlakuan P1 dan P3, yaitu 0.020 mg/L. Parameter kualitas air yang berpengaruh terhadap penguraian limbah tambak udang vaname dengan menggunakan bioball adalah suhu, pH, salinitas, intensitas cahaya, nitrat, dan fosfat. Pada penelitian selanjutnya perlu dilakukan penambahan naungan atau shelter pada tandon penampungan limbah sehingga suhu dan intensitas cahaya tidak terlalu tinggi dan dapat memaksimalkan kinerja filter biologis.Waste from Vaname Shrimp (L. vannamei) cultivation contains a number of toxic compounds, one of which is Nitrite (NO2 - ) which is unstable in water. Waste filtration is essential before being discharged into public waters to prevent environmental pollution, one way is to apply bioballs as a growing medium for microorganisms or bacteria that act as bioremediation. This study aims to analyze the number of bioballs that are effective in reducing nitrite levels in vaname shrimp cultivation waste and to determine the water quality parameters that play a role in the decomposition of shrimp pond waste. The method used in this study is a descriptive method to see the effect of bioballs in reducing nitrite levels in vaname shrimp pond waste. This study began by channeling wastewater from vaname shrimp cultivation activities into a storage tank. Then, a biological filter was inserted into each storage tank according to the design, namely P1 (2,000 bioballs), P2 (3,000 bioballs), and P3 (4,000 bioballs). The main parameters observed were nitrite levels, while the supporting parameters observed consisted of nitrate, phosphate, temperature, pH, salinity, and light intensity levels. The results showed that treatment P2 (using 3,000 bioballs) produced lower nitrite levels compared to treatments P1 and P3, which was 0.020 mg/L. Water quality parameters that affect the decomposition of vaname shrimp pond waste using bioballs are temperature, pH, salinity, light intensity, nitrate, and phosphate. In further research, it is necessary to add shade or shelter to the waste storage tank so that the temperature and light intensity are not too high and can maximize the performance of the biological filter.