Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Maspari Journal

Penapisan Aktivitas Antibakteri dari Bakteri yang Berasosiasi dengan Karang Lunak Sarcophyton sp Chairul Huda; Salni .; Melki .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.102 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1343

Abstract

A screening of antibacterial activity from bacteria associating with soft coral Sarcophyton sp from Tegal island, Lampung, was conducted. The purpose of this screening was to get bacterial isolates that have antibacterial activity with Escherichia coli and Stapiloccocus aureus and also to determine the biochemical characters from the bacteria that have the antibacterial activity. The sample of soft coral was taken by snorkeling at 1,5 meters depth. The bacteria that associated with soft coral were isolated by dilution and pour plate method on NA media. The test of antibacterial activity was done by using agar diffusion  method with paper discs. Isolates that have antibacterial activity were tested to check their biochemical characters. From 10 bacteria isolates that have associated with soft coral Sarcophyton sp were obtained, there were two isolates had antibacterial activity (D1.1 to E. coli and D2.2 to S. Aureus).  Both bacteria isolates were  gram negative and motil. In catalyst test, oxidation, urea, citrate, and carbohydrate fermentation both bacteria isolates showed positive reaction. With VP test, D1.1 isolate showed positive  reaction but D2.2 showed negative reaction. In contarary, with gelatin isolate test, isolate D1.1 showed negative reaction but D2.2 positive. Keywords: Bacteria associations, soft corals, Sarcophyton sp, antibacterial,  biochemical tests   ABSTRAK Telah dilakukan penapisan aktivitas antibakteri dari bakteri yang berasosiasi dengan karang lunak Sarcophyton sp dari perairan Pulau Tegal, Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus serta mengetahui sifat biokimia dari bakteri yang memiliki aktivitas antibakteri tersebut. Pengambilan sampel karang lunak dilakukan dengan teknik snorkeling pada kedalaman 1,5 meter. Bakteri yang berasosiasi dengan karang lunak diisolasi dengan metode pengenceran bertingkat dan pour plate pada media NA. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan paper disk. Isolat yang memiliki aktivitas antibakteri diuji sifat biokimianya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 10 isolat bakteri yang berasosiasi dengan karang lunak Sarcophyton sp, dan dari 10 isolat tersebut didapat 2 isolat yang memiliki aktivitas antibakteri (D1.1 terhadap E. coli dan D2.2 terhadap S. aureus). Kedua isolat bakteri ini merupakan bakteri gram negatif dan motil. Pada uji katalase, oksidase, urea, sitrat dan fermentasi karbohidrat, kedua isolat bakteri baik D1.1 maupun D2.2 sama-sama menunjukan reaksi yang positif. Uji MR kedua isolat sama-sama menunjukan reaksi negatif. Sedangkan pada uji VP isolat bakteri D1.1 menunjukkan reaksi positif dan D2.2 negatif. Sebaliknya, pada uji gelatin isolat D1.1 menunjukkan reaksi negatif dan D2.2 positif. Kata Kunci: Bakteri asosiasi, karang lunak, Sarcophyton sp, antibakteri, uji  biokimia
DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN TOTAL DISSOLVED SOLID DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ahmad Firdaus; Melki .; Hartoni .; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.801 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2493

Abstract

Muara Banyuasin merupakan daerah estuaria yang memiliki peranan penting dari segi ekonomi maupun ekologi, tempat bermuaranya sungai besar, beberapa sungai kecil. Aktivitas manusia seperti industri, transportasi, penebangan hutan dan pembukaan lahan peningkatan TSS dan TDS di Muara. Kegiatan ini menyebabkan meningkatnya pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai sehingga berdampak terhadap padatan tersuspensi dan padatan terlarut semakin tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi TSS dan TDS, kondisi kualitas air di Muara sungai Banyuasin di lihat dari parameter lingkungan, menggambarkan distribusi TSS dan TDS saat pasang dan surut, menggambarkan profil melintang TSS dan TDS saat pasang dan surut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2013. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling. Hasil Konsentrasi TSS di perairan Muara sungai Banyuasin lebih tinggi saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TSS saat surut 208 mg/l – 1640 mg/l, sedangkan saat pasang 527 mg/l – 1116 mg/l. TDS lebih rendah saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TDS saat surut 192 mg/l – 1081 mg/l, sedangkan saat pasang 779 mg/l - 1909 mg/l. Kondisi kualitas air Muara sungai Banyuasin meliputi suhu dan salinitas bervariasi setiap lapisan kedalaman dan lebih dominan di lapisan permukaan perairan.KATA KUNCI: Muara sungai Banyuasin, TDS, TSS.
Karakterisasi Bakteri Penghasil Gas Metana pada Rumput Laut Jenis Gracilaria sp Erwin F Silalahi; Melki .; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.32 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1432

Abstract

One of the biological resources that have importanteconomic value is seaweed. During this  seaweed  is  only  used  as  a  source  of  food,  medicines  and  cosmetics.  The  many  types  of seaweed  that  untapped  potential  as  an  alternative  to  bioenergy-producing  raw  materials. Increasing energy demand, caused by population growth and depletion of oil reserves as well as emissions from fuel problems put pressure on people to produce and use renewable energy is an  alternative  biogas  from  seaweeds.  The  purpose  of this  study  was  to  determine  the  gas pressure and to know the characterization of bacteria methane-producing bacteria of seaweed speciesGracilaria sp. This research is a laboratory scale research.The research was conducted in  July  2010  to  March  2011.  The  sampling  was  taken  around  the  waters  Kalianda,  South Lampung.  Making  biogas  process  is  conducted  at  the  Laboratory  of  Marine  Science. Characterization of bacteria is conducted at the Central Health Laboratory Palembang. Biogas manufacturing  done  by  collecting  seaweed  and  coastal  sediments  asseedsman  intake  that  is the source of microorganisms that later would form  the metan gas in the process of anaerobic fermentation  of  seaweed,  the  completion  of  the  stater  and  the  digester  and  manufacturing fields,  biogas pressure observations carried  out by  using  the manometer.  Characterization  of bacteria consists of three stages namely the characterization of morphology, macroscopic and physiological  observations. Based on research results  obtained  gas  pressure type  of  seaweed Gracilaria sp produced 14.88 Psi. Morphological characteristics of bacterial cells is a group of gram negative.ABSTRAKSalah  satu  sumberdaya  hayati  yang  mempunyai  nilai  ekonomis  penting  adalah rumput  laut.  Selama  ini  rumput  laut  hanya  dimanfaatkan  sebagai  sumber  makanan,  obatobatan  dan  kosmetik.  Peningkatan  permintaan  energi, yang  disebabkan  oleh  pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak serta permasalahan emisi dari bahan  bakar  memberikan  tekanan  kepada  masyarakat  untuk  memproduksi  dan menggunakan energi terbaharukan yaitu biogas alternatif dari rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan gas serta mengetahui karakterisasi bakteri penghasil gas  metan  rumput  laut  jenis  Gracilaria sp.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  skala laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli 2010 sampai dengan Maret 2011. Pengambilan  sampel  diambil  di  sekitar  perairan  Kalianda,  Lampung  Selatan.  Proses Pembuatan  biogas  dilakukan  di  Laboratorium  Dasar  Ilmu  Kelautan.  Karakterisasi  Bakteri dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Pembuatan biogas dilakukan dengan  cara  pengumpulan  rumput  laut  dan  pengambilan sedimen  pantai  sebagai  penyemai yaitu  sumber  mikroorganisme  yang  nantinya  akan  membentuk  gas  metan  dalam  proses fermentasi anaerob rumput laut, kemudian penyiapan  digester serta pembuatan starter dan isian, pengamatan  tekanan  biogas  dilakuakan  dengan  menggunakan  manometer. Karakterisasi bakteri terdiri dari tiga  tahap  yaitukarakterisasi morfologi,  makroskopis dan pengamatan fisiologi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tekanan gas jenis rumput laut Gracilaria sp  dihasilkan 14,88 Psi. Karakteristik morfologi sel  bakteri merupakan kelompok dari gram negatif.
SKRINING Nypa fruticans SEBAGAI ANTIBAKTERI Bacillus subtilis, Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Herni Tri Nopiyanti; Fitri Agustriani; Isnaini .; Melki .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.665 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3484

Abstract

Mangrove kaya akan senyawa steroid, saponin, flavonoid dan tannin. Kandungan senyawa flavonoid  bermanfaat  sebagai  bahan  antibakteri.  Nypa fruticans  adalah  salah  satu tumbuhan mangrove yang mempunyai banyak sekali manfaat sebagai sumber pangan dan obat.  Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  aktivitas  antibakteri  dan  konsentrasi hambat  minimum ekstrak  Nypa  fruticans  terhadap  bakteri  uji  dengan  menggunakan pelarut metanol.  Penelitian  dilaksanakan  pada  April  -  Juni  2014.  Pembuatan ekstrak dilakukan  dengan  metode  maserasi  sedangkan  pengujian  aktivitas antibakteri menggunakan  metode  difusi  agar.  Hasil  penelitian  menunjukkan aktivitas  antibakteri ekstrak daun murni Nypa fruticans menghambat pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi maksimum,  Staphylococcus  aureus yaitu  12  mm,  Escherichia  coli  12  mm  dan  Bacillus subtilis  14  mm. Konsentrasi  hambat  minimum  (KHM)  ekstrak  buah  Nypa  fruticans pada bakteri Escherichia coli adalah 0,05% dan pada bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis  adalah pada konsentrasi  5%, sedangkan pada ekstrak daging buah  Nypa fruticans tidak ditemukan. Ekstrak daun  Nypa fruticans  sangat baik digunakan sebagai antibakteri pada  bakteri  Escherichia coli  dibandingkan  dengan  ekstrak  daging  buah  Nypa  fruticans yang tidak berpotensi sebagai  antibakteri. Berdasarkan analisis ANOVA ekstrak daun dan daging  buah  Nypa  fruticans  dianggap  tidak  memberikan  pengaruh yang  besar  terhadap zona hambat pada bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis.KATA KUNCI:   Antibakteri,  Bacillus  subtilis,  Escherichia  coli,  Nypa fruticans, Staphylococcus aureus.
Penapisan Bakteri yang Bersimbiosis dengan Spons Jenis Aplysina sp sebagai Penghasil Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung Defin Ari Pastra; melki .; Heron Surbakti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.102 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1344

Abstract

This research was conducted in October 2010 - January 2011. Sampling of sponge was conducted in the waters of the Tegal island Lampung. This study aims to obtain symbiotic bacteria  of  sponge that has material potential as antibacterial and know the biochemical nature of the symbiotic bacterium of sponges that has the potential material as antibacterial. Bacteria of sponges were inoculated on NA media with for casting method. Results of inoculation were purified by the bowls scratch method. Purification selected 10 bacteria isolates to be performed screening of antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcusa aureus bacteria. Bacteria wes capable to forming  inhibition zone was characterized to determine biochemically characteristic. This study found two isolate of symbiotic bacteria of  sponges that can produce bioactive compounds that are antibacterial, bacteria A23 can restrain  the bacteria S. aureus and E. coli and the bacteria A25 can only restrain the bacteria S. aureus. A23 bacteria are gram-positive bacteria ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration acid  compounds, able to use carbon sources from citrat, produce the enzyme of urease, catalase, oxidase, glatinase, and motility. A25 bacteria are gram-negative bacteria, ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration of acid   compounds, can ferment carbohydrates 2,3 butanadiol, able tu use carbon sources from citrat, produce the enzyme urease, catalase, oxidase Key word : Antagonist, Antibacterial, Bacteria, Screening, Symbiotic, Sponge ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 - Januari 2011. Sampel spons diambil di Perairan Pulau Tegal Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri dan mengetahui sifat biokimia bakteri  simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri tersebut Bakteri pada sampel spons diinokulasi pada media NA dengan metode agar tuang. Hasil inokulasi dimurnikan dengan metode cawan gores. Pemurnian memilih 10 isolat bakteri yang kemudian dilakukan penapisan aktifitas antibakteri terhadap bakteri  Escherichia coli dan bakteri Staphylococcusa aureus. Bakteri yang mampu membentuk zona hambat kemudian  dikarakterisasi untuk mengetahui sifat-sifat biokimianya. Penelitian ini mendapatkan dua isolat bakteri simbion spons yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri yaitu bakteri A23 dapat menghambat bakteri S aureus dan E coli dan bakteri A25 yang haya dapat menghambat bakteri S aureus. Bakteri A23 adalah bakteri gram positif mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase,  oksidase, glatinase dan melakukan motilitas. Bakteri A25 adalah bakteri gram negatif, mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, memfermentasikan karbohidrat 2,3 butanadiol, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase, oksidase Kata kunci : Antagonis, Antibakteri, Bakteri, Penapisan, Simbion, Spons
PURIFIKASI DAN UJI DEGRADASI BAKTERI MIKROPLASTIK DARI PERAIRAN MUARA SUNGAI MUSI, SUMATERA SELATAN Rizky Okta Vianti; Melki .; Rozirwan .; Anna IS Purwiyanto
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v12i2.12648

Abstract

Kepadatan limbah plastik menjadi suatu ancaman besar bagi lingkungan dan organisme perairan, pasalnya proses degradasi plastik menjadi mikroplastik membutuhkan waktu yang sangat lama. Salah satu upaya alternatif untuk mengurangi dampaknya dapat menggunakan bakteri.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifkasi jenis bakteri pendegradasi limbah mikroplastik dan menentukan kemampuan isolat bakteri dalam mendegradasi limbah mikroplastik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – September 2019. Pengambilan sampel air menggunakan jaring micro nett berdiameter 90x15 cm dengan mesh size 300 ?m dan dilakukan pengukuran kualitas air, meliputi suhu, salinitas, DO, pH dan kecepatan arus. Identifikasi bakteri menggunakan uji biokimia otomatis (VITEK-2). Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga jenis bakteri yang berpotensi mendegradasi mikroplastik dari enam isolat yang berhasil dimurnikan yaitu Vibrio fluvialis, Serratia rubidaea, Serratia marcescens dan Psedomonas putida.Kata Kunci : Bakteri mikroplastik, degradasi, kualitas air, Muara Sungai Musi.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Eucheuma cottoni terhadap Bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholera dan Salmonella typhosa Rizka Sartika; Melki .; Anna I.S. Purwiyanto
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.675 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2502

Abstract

Seaweed (Eucheuma cottonii) is one of the marine biological resources that contain flavonoid compounds as antibacterial agents. In a previous study the antibacterial Eucheuma cottonii, had been performed by dipping the disc paper into antibacterial extract, while in this study the antibacterial extract in exact volume will be dropped onto the disc paper, so we will know the volume certainty. The aims of the study were to determine the antibacterial activity and the minimum inhibitory concentration of the extract of Eucheuma cottonii test bacteria by using methanol solvent. The study was conducted in September-October 2012. In this study, seaweed extract made by using maceration method while the antibacterial activity testing by using agar diffusion method. The study results showed that the extract of Eucheuma cottonii antibacterial activity inhibited the growth of Staphylococcus aureus with inhibition zone diameter 17.33 mm, Escherichia coli with inhibition zone diameter 16,33 mm, Vibrio cholera with inhibition zone diameter 13,67 mm and Salmonella typhosa with inhibition zone diameter 11,67 mm. Minimum inhibitory concentration of Eucheuma cottonii to Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Vibrio cholera were at 1% concentration while Salmonella typhosa was at 5 % concentration.Keywords: Antibacterial, Eucheuma cottonii, Minimum Inhibitory Concentration.
STUDI PERTUMBUHAN ABALON TROPIS (Haliotis asinina) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG BERBEDA Dedi Saputra Sinaga; Melki .; Dwi Eny Djoko Setyono
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.054 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2489

Abstract

Abalon merupakan siput atau gastropoda laut yang bersifat herbivora. Permintaan dunia akan abalon di Indonesia terus meningkat sehingga membahayakan populasi abalon di Indonesia, karena produk abalon di Indonesia sampai saat ini utamanya masih dari hasil tangkapan di alam. Tujuannya penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan abalon tropis (Haliotis asinina) yang dilakukan dengan pemberian pakan buatan dengan komposisi perbandingan sumber protein yang berbeda serta mengetahui komposisi pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan abalon tropis (Haliotis asinina) yang paling baik. Penelitian ini mengenai studi pertumbuhan abalon dengan pemberian pakan buatan yang berbeda yang dilaksanakan di UPT Loka Pengembangan Bio Industri Laut, LIPI Mataram pada bulan Juli-Oktober 2013 dengan metode RAK (Rancang Acak Kelompok). Anakan abalon yang digunakan dengan ukuran rata-rata panjang cangkang ± 25 mm dan berat ± 2 gram. Pengukuran dilakukan panjang dan berat abalon dilakukan tiap 2 minggu (dwiminggu) selama 84 hari dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni : Abalon tropis (Haliotis asinina) yang diberi pakan rumput laut (Gracillaria sp) sebagai kontrol, formulasi pakan A (100% tepung udang), formulasi pakan B (50% tepung udang : 50% tepung ikan) dan formulasi pakan C (100% tepung ikan). Hasil yang diperoleh pertumbuhan panjang cangkang terbaik didapatkan pada pakan B sebesar 3,92 mm. Pertumbuhan berat abalon adalah dengan pemberian pakan A 3,22 gr. Komposisi pakan buatan yang paling baik adalah pakan A dengan komposisi sumber protein 100% tepung udang.KATA KUNCI: Abalon, pakan buatan, pertumbuhan.
Karakterisasi Bakteri Penghasil Gas Metana pada Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii M. Indra Fatoni; Melki .; Fitri Agustriani
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.003 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1434

Abstract

This study aims to determine the pressure of methane gas produced by the seaweed Eucheuma cottonii and characterization of methane-producing bacteria learn in the process of making biogas from Eucheuma cottonii seaweed species. Laboratory scale research conducted in July-August 2010. The material used is seaweed Eucheuma cottonii 5 kg and 10 kg of sediment taken from the coastal waters Kalianda, Lampung province. Making biogas and methane gas pressure calculations performed at the Laboratory of Marine Biology Department of Marine Science Sriwijaya University and characterization of bacteria carried in the Great Hall of the Public Health Laboratory Palembang. Measurement of methane gas pressure using a manometer and characterization of bacteria through the three stages of colony morphology, cell morphology and physiology with test observations of biochemical reactions. The results showed that the seaweed Eucheuma cottonii can produce methane gas with a maximum pressure of 14.90 psi on day 24. From the results obtained by characterization of the bacteria bacillus-shaped bacteria that are gram-negative group. In tests of biochemical reactions that function to see the metabolic activity of bacteria showed positive results in the motility test, glucose, maltose, indole, TSIA (H2S), red methil, citrat simmon’s, lysine decar and shown negative results in tests of lactose, mannitol, sucrose, urea, voges proskauers and ornithine decar. Key words : seaweed, Eucheuma cottonii, methane, bacteria,  characterization of bacteria. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan gas metana yang dihasilkan rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan mengetahui karakterisasi bakteri penghasil gas metana dalam proses pembuatan biogas dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Penelitian skala laboratorium ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2010. Bahan yang digunakan adalah rumput laut Eucheuma cottonii 5 kg dan sedimen pantai 10 kg yang diambil dari perairan Kalianda, provinsi Lampung. Pembuatan biogas dan perhitungan tekanan gas metana dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya serta karakterisasi bakteri dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Pengukuran tekanan gas metana dengan menggunakan alat manometer dan karakterisasi bakteri melalui 3 tahap yaitu morfologi koloni, morfologi sel dan pengamatan fisiologi dengan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut Eucheuma cottonii dapat menghasilkan gas metana dengan tekanan maksimal 14,90 psi pada hari ke 24. Dari hasil karakterisasi bakteri didapatkan bakteri berbentuk basil yang merupakan kelompok dari gram negatif. Pada uji reaksi biokimia yang berfungsi untuk melihat aktivitas metabolisme bakteri menunjukkan hasil positif pada uji motilitas, glukosa, maltosa, indol, TSIA (H2S), methil red, simmon’s citrat, lysine decar dan hasil negatif ditunjukkan pada uji laktosa, manitol, sukrosa, urea, voges proskauers serta ornithine decar.   Kata kunci : Rumput laut, Eucheuma cottonii, gas metana, bakteri,  karakterisasi bakteri
Struktur Vegetasi Mangrove Alami di Areal Taman Nasional Sembilang Banyuasin Sumatera Selatan Yudhis H Sutasoit; Melki .; Sarno .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.611 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4141

Abstract

Mangrove merupakan suatu komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohonan yang khas atau semak yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Kerusakan hutan mangrove dapat disebabkan 2 faktor utama yaitu faktor aktifitas manusia dan faktor alami. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis struktur vegetasi mangrove alami di areal Taman Nasional Sembilang. Penelitian dilaksanakan pada September-Oktober 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode transek berpetak dimana ukuran plot untuk pohon 10m x 10m, anakan 5m x 5m, dan semai 2m x 2m. Mangrove yang ditemukan pada kedua lokasi pengamatan yaitu Sungai Sembilang dan Sungai Bungin sebanyak 12 jenis mangrove antara lain Avicennia alba, Avicennia marina, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Hibiscus tiliaceus, Kandelia candel, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Soneratia alba, dan Terminalia catappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur vegetasi mangrove alami di areal Taman Nasional Sembilang pada fase pohon jenis Rhizophora apiculatamemiliki indeks nilai penting tertinggi sebesar 44,49 %, pada fase anakanjenis Rhizophora mucronata memiliki indeks nilai tertinggi sebesar 72,54 %,pada fase semai jenis Rhizophora mucronata memiliki indeks nilai pentingtertinggi sebesar 66,07 %.KATA KUNCI: Mangrove, Taman Nasional Sembilang, struktur vegetasi.