Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Ikan Gabus dan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Perineum di Pmb Tambun Selatan Tahun 2025 Nur Ismi Wahyuni; Siti Jumaeroh2
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50349

Abstract

Latar Belakang: Upaya percepatan penyembuhan luka perineum dapat dilakukan melalui terapi nutrisi maupun latihan fisik. Ikan gabus (Channa striata) dikenal kaya akan albumin yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka dengan meningkatkan sintesis kolagen, proliferasi sel, serta mempercepat proses angiogenesis. Sementara itu, senam kegel merupakan latihan otot dasar panggul yang bermanfaat dalam melancarkan aliran darah ke area perineum, sehingga dapat membantu mempercepat proses regenerasi jaringan. Tujuan: Untuk Mengetahui Perbandingan Efektivitas Ikan Gabus Dan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Di PMB Tambun Selatan Tahun 2025 Metode: penelitian Quasy eksperimen dengan kelompok intervensi dan kontrol . Variabel independen dalam penelitian ini adalah konsumsi ikan gabus dan senam kegel , variabel dependennya adalah lama penyembuhan luka perineum. Total reponden dalam penelitian ini adalah 30 responden Hasil: perbedaan antara kelompok pemberian ikan gabus dengan melakukan senam kegel dari rata – rata terlihat kelompok pemberian ikan gabus rata- rata dengan nilai yang kecil yaitu 6,40 hari dibandingkan kelompok melakukan senam kegel 8,67 hari, sehingga perbandingan kelompok ikan gabus dan senam kegel di dapat nilai t = -5,557, Uji statistic di dapatkan nilai P-value = 0,000 yang artinya Adanya Perbandingan Efektivitas Ikan Gabus Dan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Kesimpulan dan Saran: Memberikan informasi yang bermanfaat mengenai pilihan sumber protein yang dapat membantu proses penyembuhan luka perineum secara alami, mudah didapat, dan terjangkau
Studi Komperatif Antara Metode Pijat Oksitosin dengan Daun Katuk Dalam Meningkatkan Produksi Asi Tahun 2025 Nur Ismi Wahyuni; Ayu Deska Sari; Kurniya Wati; Okky Diah Wulandari; Defiana Aprilia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50896

Abstract

Latar Belakang: Upaya peningkatan produksi ASI dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis, salah satunya dengan pijat oksitosin dan konsumsi daun katuk. Pijat oksitosin dapat merangsang refleks let down sehingga membantu pengeluaran ASI, sedangkan daun katuk mengandung senyawa laktagogum yang dipercaya meningkatkan sekresi ASI. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan efektivitas pijat oksitosin dan konsumsi daun katuk dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu tahun 2025. Metode: Penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control two group. Sampel berjumlah 120 ibu menyusui dengan produksi ASI rendah, dibagi menjadi dua kelompok: 60 responden pijat oksitosin dan 60 responden konsumsi daun katuk. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil: Pada kelompok daun katuk, produksi ASI meningkat dari kategori cukup (55%) menjadi banyak (83,3%), sedangkan pada kelompok pijat oksitosin meningkat dari cukup (55%) menjadi banyak (75%). Uji Wilcoxon menunjukkan kedua intervensi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI (p = 0,000 < 0,05). Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua metode (p = 0,144 > 0,05). Kesimpulan dan Saran: Pijat oksitosin dan konsumsi daun katuk sama-sama efektif meningkatkan produksi ASI dan dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis bagi ibu menyusui dengan produksi ASI rendah.
Pengaruh Health Literacy Berbasis Augmented Reality terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Persiapan Kehamilan Wahyuni, Nur Ismi; Futriani, Elfira Sri; Himawan, Himawan; SR, Nurqalbi
Madu Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14, No 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mjk.14.2.169-174.2025

Abstract

Some women of childbearing age who are preparing for pregnancy are still unaware of nutritional issues that greatly affect the preconception period, often prospective brides or mothers will be ignorant of the nutritional content of food intake, therefore the number of KEK is still relatively high. The development of health promotion media in the form of Augmented Reality applications is expected to increase interest in the material presented. With increased interest in the material, then the subsequent knowledge of understanding will experience an increase. The purpose of this study was to determine the effect of Health Literacy preconception preparation and screening based on Augmented Reality on Women of Childbearing Age. The research method used a Randomized controlled trial design with two groups PreTest - PostTest Design. A total of 50 Women of Childbearing Age who have never given birth. The research instrument was a questionnaire that will later be processed to obtain results. The study used Unity 3D software which is an alternative application that can be used in creating Augmented Reality. The results of the study showed that the knowledge of the participants before being given Augmented Reality was 62.6 and after being given Augmented Reality intervention, the results of the intervention were 82.3. Based on the Wilcoxon test, the results were assessed with a p value of 0.000 < 0.005. This result shows that there is an influence of Augmented Reality-based Health Literacy on increasing knowledge about pregnancy preparation in fertile women in 2025.
Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Antenatal Care Terpadu dengan Kepuasan Ibu Hamil Terimester I dan Cakupan K1 di Wilayah Puskesmas Purwasari dan Puskesmas Bayur Lor Tahun 2025 Wahyuni, Nur Ismi; Nabilah, Syifa; Kunaah, Kunaah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55821

Abstract

Latar Belakang: Kualitas ANC tidak hanya dinilai dari aspek kepatuhan terhadap standar layanan, tetapi juga dinilai dari kepuasan ibu hamil. Ibu hamil yang tidak puas dengan layanan di puskesmas dapat menyebabkan penurunan angka kunjungan ANC selanjutnya. Faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan ibu hamil terhadap layanan ANC meliputi layanan yang diberikan, waktu tunggu, serta fasilitas dan infrastruktur di puskesmas. Aksesibilitas klinik, seperti jarak dari tempat tinggal ke puskesmas, juga dapat memengaruhi ketidakpuasan ibu hamil. Selain itu, interaksi antarpribadi, seperti sikap dan komunikasi dari petugas kesehatan, dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan ketidakpuasan ibu hamil terhadap layanan ANC di puskesmas. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Antenatal Care Terpadu Dengan Kepuasan Ibu Hamil Terimester 1 Dan Cakupan K1 Di Wilayah Puskesmas Purwasari dan Puskesmas Bayur Lor Tahun 2025. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Analisis Longitudinal dengan pendekatan Cross Sectionail Stuidy (Firmasyah, et.al, 2022). Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan November dan Desember tahun 2025. Sampel sebanyak 93 ibu hamil. Teknik sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis bivariat hubungan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan kepuasan ibu hamil pada trimester pertama menunjukkan nilai p 0,000 < 0,05, sehingga Ho ditolak. Analisis hubungan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan cakupan K1 menunjukkan nilai P 0,039 ≤ 0,05. Kesimpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan kepuasan ibu hamil pada trimester pertama, serta terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi kualitas layanan perawatan antenatal terpadu dan cakupan K1. Diharapkan petugas kesehatan, khususnya bidan, perlu meningkatkan kepatuhan dalam memberikan layanan ANC 10T sesuai standar untuk setiap ibu hamil, dan bidan harus mengatur waktu mereka dengan baik.