Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Meta Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Abad 21 terhadap Profil Pelajar Pancasila Dimensi Bernalar Kritis pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Rondli, Wawan Shokib; Darmuki, Agus
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i2.9274

Abstract

Kemampuan bernalar kritis harus benar-benar menjadi perhatian khusus karena merupakan unsur yang sangat penting bagi pelajar. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh model pembelajaran abad 21 terhadap kemampuan bernalar kritis dan (2) mendeskripsikan model pembelajaran abad 21 yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis. Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ini adalah meta analisis terhadap 10 artikel hasil penelitian yang terpublikasi pada google scholar terindeks sinta dan scopus. Teknik pengumpulan data menggunakan protokol PRISMA ((Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) yang dikumpulkan pada tanggal 15 – 26 April 2024. Berdasarkan hasil analisis effect size secara keseluruhan diperoleh nilai sebesar 1,418 yang dikategorikan dalam efek sangat besar. Adapun nilai effect size ditinjau berdasarkan jenis model pembelajarannya menunjukkan nilai paling besar pada model PjBL sebesar yang dikategorikan dalam efek sangat besar. Secara keseluruhan, besarnya nilai mean effect size menunjukkan penerapan model pembelajaran abad 21 atau nonkonvensional terutama model PjBL efektif dalam memberikan kontribusi yang baik terhadap kemampuan bernalar kritis siswa sehingga dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Resilience of Gen-Z people with disabilities against the dark joke phenomenon: Qualitative research Abadi, Dinda Putri; Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Reidana, Linka Latifany Falasifa; Wahyuni, Fitri
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v7i1.248

Abstract

Humor or jokes have become an integral part of social life. The Gen-Z group's response to humor is strange, especially for those above 25 years old. It is often characterized by an absurd and dark sense of humor. This will certainly cause contradictions from many parties, especially for people with disabilities who feel themselves to be the butt of jokes. In responding to dark jokes, a person with a disability uses resilience to maintain their self-actualization in the community. The objectives of this study are (1) to analyze the resilience dynamics of Gen-Z people with physical disabilities towards the dark joke phenomenon. The method used in this research is qualitative research with phenomenological design. Data collection was conducted by in-depth interviews with 3 key informants and 3 supporting informants. The results of this study indicate that aspects of resilience that arise include (1) emotion regulation; (2) Reaching out; (3) Imput control of negative behavior; (4) use of dark jokes; (5) optimism and support from the surrounding environment; (6) self-adjustment; and (7) self-efficacy. People with disabilities also use coping mechanisms as a problem-solving strategy that includes emotion focused coping and problem focused coping. Through resilience and coping owned by people with disabilities, they are able to actualize themselves and accept their physical limitations.
Implementasi Pendidikan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di Era Globalisasi Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Moh Ridlo; Noor Aisyah; Putri Yourdamarta Adinda Meychilla Permatasary; Santoso
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12752

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai luhur ideologi negara. Di tengah tantangan globalisasi, pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, nasionalis, dan berkepribadian Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan sumber-sumber dokumen literatur. Sumber studi literatur ini berupa artikel jurnal daring dan buku-buku. Artikel ini membahas secara komprehensif implementasi Pendidikan Pancasila di satuan pendidikan dasar dan menengah, hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta strategi penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan peserta didik melalui berbagai pendekatan, baik kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Meta Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Abad 21 terhadap Profil Pelajar Pancasila Dimensi Bernalar Kritis pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Rondli, Wawan Shokib; Darmuki, Agus
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12 No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v12i2.9274

Abstract

Kemampuan bernalar kritis harus benar-benar menjadi perhatian khusus karena merupakan unsur yang sangat penting bagi pelajar. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh model pembelajaran abad 21 terhadap kemampuan bernalar kritis dan (2) mendeskripsikan model pembelajaran abad 21 yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan bernalar kritis. Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ini adalah meta analisis terhadap 10 artikel hasil penelitian yang terpublikasi pada google scholar terindeks sinta dan scopus. Teknik pengumpulan data menggunakan protokol PRISMA ((Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) yang dikumpulkan pada tanggal 15 – 26 April 2024. Berdasarkan hasil analisis effect size secara keseluruhan diperoleh nilai sebesar 1,418 yang dikategorikan dalam efek sangat besar. Adapun nilai effect size ditinjau berdasarkan jenis model pembelajarannya menunjukkan nilai paling besar pada model PjBL sebesar yang dikategorikan dalam efek sangat besar. Secara keseluruhan, besarnya nilai mean effect size menunjukkan penerapan model pembelajaran abad 21 atau nonkonvensional terutama model PjBL efektif dalam memberikan kontribusi yang baik terhadap kemampuan bernalar kritis siswa sehingga dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Meta Analisis Komparatif Pengaruh Model Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Purbasari, Imaniar; Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Ifada, Erika Nurul
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar melalui pendekatan meta-analisis. Sebanyak 21 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria PRISMA dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak JASP dan Microsoft Excel. Dari total artikel, 13 membahas model PBL dan 8 membahas model PjBL. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran nonkonvensional secara keseluruhan memiliki mean effect size sebesar 1,504 yang tergolong dalam kategori efek sangat besar. Secara spesifik, model PBL memiliki mean effect size sebesar 1,700, lebih tinggi dibandingkan model PjBL yang memiliki mean effect size sebesar 1,191. Uji signifikansi menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kedua model (p-value = 0,00147). Selain itu, uji heterogenitas menunjukkan variasi yang tinggi antar studi (I² = 91,478%), dan uji bias publikasi melalui fail-safe N menghasilkan nilai 3119 yang mengindikasikan bahwa hasil penelitian bebas dari bias publikasi. Dengan demikian, model PBL lebih direkomendasikan sebagai pendekatan utama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar, meskipun model PjBL tetap menjadi alternatif yang efektif sesuai konteks pembelajaran.
Artificial Intelligence in Elementary Education: A Bibliometric Analysis and Systematic Literature Review Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Fakhriyah, Fina; Khamdun
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12752

Abstract

This study presents a bibliometric analysis and systematic literature review of AI in primary education by searching the Scopus database in August 2025. The initial search identified 619 articles, and after screening, 57 articles published between 2021 and 2025 were analyzed. The analysis was conducted using bibliometric analysis and the TCCM framework, which was applied to answer research questions and map research gaps. The findings show an increasing trend in publications each year, with the most articles published in 2025 (n = 27), while the peak in annual citations occurred in 2024 (with 561 citations). Keyword co-occurrence analysis formed five clusters, namely AI literacy and pedagogy; GenAI and personalization; student perceptions; AI literacy in elementary schools; and student behavior. The TCCM analysis identified various theories used, with TAM/UTAUT being the most frequently applied. In terms of context, the most frequent participants were elementary school students (≈50%; 26 studies), followed by teachers, prospective teachers/students, a combination of students and teachers, and school management. In terms of characteristics, 15 main categories of factors were mapped, namely personal, intention, attitude, usage, usefulness, ease, pedagogical, and knowledge, which were the dominant categories. In terms of methods, survey-based quantitative designs were the most dominant (n = 25; 44.6%), with SEM-PLS as the analysis technique. Furthermore, this study synthesizes the latest evidence to describe research gaps and offers a future research agenda for advancing AI in the context of primary education.