Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode Quenched Terhadap Sifat Mekanik Baja Tahan Karat Austenitik Berbasis Big Data Leni, Desmarita; ., Islahuddin; ., Mulyadi; ., Hendra; Sumiati, Ruzita
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 7, No 2: Juli 2024
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rmme.v7i2.18025

Abstract

A profound understanding of the mechanical properties of stainless steel is crucial in modern industrial applications. However, comprehensively understanding the mechanical properties of stainless steel requires sufficient testing to gather data on its characteristics. In this research, an analysis was conducted on the influence of chemical composition and heat treatment on the mechanical properties of stainless steel, utilizing data from the Material Algorithm Project (MAP), which is a material database. The dataset comprises 986 samples, encompassing 11 chemical elements, variations in quenching, and 3 mechanical properties of stainless steel. The data was analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation to examine the relationships between these variables. The research results indicate a negative correlation of -0.35 between temperature and Yield Strength (YS) in samples of steel undergoing air cooling. The YS values in this treatment can reach 300 MPa at temperature combinations ranging from 1300 K to 1330 K, with heating times ranging from 180 seconds to 420 seconds. Meanwhile, water cooling exhibits a wide range of cooling times and relatively high temperatures. Combinations of time between 1400 seconds and 2200 seconds and temperatures between 1300 K and 1400 K result in YS ranging from 240 MPa to 260 MPa. This research suggests that experimental material testing datasets not only play a passive role in validating an experiment but can also be actively utilized in the analysis and design of materials more effectively.
Manajemen Kurikulum di SDIT Mentari Ilmu Karawang ., Mulyadi
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/08204.2024

Abstract

The curriculum is crucial to the success of the learning process, and curriculum management plays a vital role in achieving curriculum goals. This study aims to analyze curriculum management at IT Mentari Ilmu Elementary School in Karawang. This research focuses on curriculum management, which includes curriculum planning, organizing, implementation, and evaluation stages. A qualitative descriptive approach was adopted in this study. Data were collected through observations and interviews with the school principal, teachers, and curriculum developers' representatives. The data were analyzed using the methods of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that curriculum management at IT Mentari Ilmu Elementary School has effectively followed the stages of planning, organizing, implementation, and evaluation.
PEMANFAATAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DARI INDUSTRI TAHU SEBAGAI BAHAN DASAR MEMBUAT NATA DE SOYA ., Indrawati; ., Mulyadi; Quentena, Novi; ., Yusnimar
Jurnal Vokasi Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.368 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v3i1.993

Abstract

Salah satu home industri yang terdapat di Gampong Mesjid Punteut adalah pabrik pembuatan tahu. Bahan baku pembuatan tahu adalah biji kedelai yang diolah sehingga menghasilkan produk utamanya adalah tahu. Selain menghasilkan tahu, pabrik juga menghasikan produk sampingan berupa limbah cair dan limbah padat. Selama ini limbah cair tidak dimanfaatkan, namun limbah padat dipergunakan sebagai makanan ternak. Untuk itu dalam program penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan keterampilan berupa pelatihan untuk memanfaatkan limbah cair dari industri tahu menjadi produk baru yaitu Nata de Soya. Nata de Soya merupakan produk pangan yang bergizi tinggi terutama pada kandungan karbohidrat, protein dan serat kasar. Metode yang dilakukan pada pelatihan ini adalah ceramah dan demontrasi. Tujuan dilaksanakan program ini untuk menambahkan wawasan dan keterampilan masyarakat khusunya di Gampong Mesjid Punteut dalam mengolah limbah cair menjadi produk Nata de Soya. Hasil dari penelitian ini masyarakat sudah berhasil memanfaatkan limbah cair industri tahu menjadi olahan makanan berupa Nata de Soya. Kata kunci : limbah cair tahu, pelatihan, Nata de Soya
Analisa Manufaktur Kursi Roda Elektrik Untuk Disabilitas Fisik Ditinjau dari Aspek Ergonomi Harmi Tjahjanti, Prantasi; ., Mulyadi; ., Iswanto; Artha Gumelar, Buyung; Rudyansyah Kristiadi, Rakhmad; Prastio, Anggit; Mustakim, Annas
English Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 - Nomor 1 - Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v3i1.864

Abstract

Angka disabilitas fisik yang tinggi sebagai pemicu dan pemacu dalam pengembangan riset/penelitian bagi penyandang disabilitas untuk membantu aktivitas sehari-hari mereka, salah satunya adalah dengan kursi roda. Ada rasa keprihatinan melihat kursi roda manual yang dipakai sehari-hari para disabilitas fisik, khususnya dengan tangan dan kakinya yang tidak normal, sehingga menjadi masalah sendiri karena mereka cukup kesulitan dan melelahkan dalam mengayuh kursi roda manual. Kondisi tersebut jelas berdampak pada produktivitas kerjanya, sehingga mengurangi pendapatan/perekonomian mereka. Karena itu tujuan penelitian ini adalah manufaktur pembuatan kursi roda elektrik milik dua orang disabilitas fisik (yaitu peserta pertama dan peserta kedua) dan dilakukan uji ergonominya meliputi Kesesuaian anthropometri tubuh pengguna dan dimensi kursi roda, Hasil analisa  postural pengguna dengan RULA (Rapid Upper Limb Assesment), Kesesuaian dimensi kursi roda dengan standar, dan Evaluasi usabilitas kursi roda berdasarkan observasi. Hasil yang diperoleh untuk kursi roda elektrik Peserta pertama adalah dari sisi antropometri, tinggi popliteal lebih panjang dari pada jarak antara dudukan dan pijakan kaki di kursi roda. Agar Peserta pertama lebih nyaman dalam menggunakan kursi rodanya dan kaki tidak menyerong (yang akan berpotensi menyebabkan gangguan musculoskeletal lebih besar), direkomendasikan jarak antara dudukan dan pijakan kaki perlu diperpanjang. Sementara untuk kursi roda elektrik Peserta kedua, secara umum kursi roda Peserta kedua sudah diberikan modifikasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Peserta kedua sekaligus membuat desain kursi roda Peserta kedua lebih ergonomis. Namun demikian analisis postural menunjukkan posisi lengan bawah terangkat dan tangan mengalami twisting (menekuk) saat Peserta kedua mengoperasikan kontroler kursi roda elektrik.  Sehingga disarankan untuk menurunkan posisi kontroler sejajar dengan dudukan kursi roda