Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) Amalia Fatmawati; Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5241

Abstract

Penelitian ini tentang kajian dosis pupuk kandang kambing dan pupuk organik cair limbah tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut (Zea mays ceratina) telah dilaksanakan pada bulan oktober – desember 2020, bertempat di di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Dengan ketinggian tempat ± 150 mdpl dengan jenis tanah grumosol. Penelitian ini bertujuan : Mengkaji dosis pupuk kandang kambing dan POC limbah tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung pulut (Zea mays ceratina). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang di susun secara faktorial, Perlakuan terdiri dari 2 faktor, masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah: (1) dosis pupuk kandang kambing (K) dengan 4 taraf yaitu : control (K0) , dosis 500 g (K1), dosis 750 g (K2), dosis 1000 g (K3), (2). Penyiraman poc limbah tahu yang terdiri dari 3 taraf yaitu: penyiraman tanpa poc (T0), penyiraman poc dosis 28,066 ml/liter (T1), penyiraman poc dosis 56,132 ml/ liter (T2). Perlakuan diulang 3 kali sehingga di dapatkan 36 kombinasi. Data analisis menggunakan Uji F melalui analisis ragam. Sedangkan untuk mengetahui signifikan perlakuan, digunakan Uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan pupuk kandang kambing berpengaruh terhadap parameter berat kering brangkasan dan berat tongkol. Dosis K2 (750 gram) memberikan berat kering tertinggi yaitu 238,85 gram dan dosis K3 (1000 gram) memberikan berat tongkol tertinggi sebesar 286,15 gram. Interaksi perlakuan berpengaruh terhadap parameter berat brangkasan basah, berat kering brangkasan, berat tongkol, berat tanpa klobot, dan berat 100 biji. Perlakuan K2T1 dosis (pupuk kandang 750 gram dan poc 28,066 ml/l) memberikan hasil berat kering brangkasan tertinggi yaitu 277,89 gram dan perlakuan K3T1 dosis (pupuk kandang 1000 gram dan poc 28,066 ml/l) memberikan hasil berat 100 biji tertinggi yaitu 31,63 gram
UJI KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN PEMANGKASAN PUCUK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas blackie) Lia Puspitasari; Dewi Ratna Nurhayati; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5253

Abstract

Penelitian ini tentang “Uji konsentrasi paclobutrazol dan pemangkasan pucuk pada pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar ungu (Ipomoea batatas blackie)” telah dilaksanakan mulai tanggal 16 Oktober 2020 sampai 16 Januari 2021 di Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi paclobutrazol terhadap pangkasan pucuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas blackie). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri dari 2 faktor, masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Adapun kedua faktor tersebut adalah : (1) pemangkasan pucuk (P) dengan 3 (tiga) taraf yaitu : tanpa pemangkasan (P0), pemangkasan 10 cm (P1), pemangkasan 20 cm (P2), (2) pemberian konsentrasi paclobutrazol (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : tanpa pemberian konsentrasi paclobutrazol (K0), pemberian konsentrasi paclobutrazol 50 ppm (K1), pemberian konsentrasi paclobutrazol 100 ppm (K2), pemberian paclobutrazol 150 ppm (K3). Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi paclobutrazol dan pemangkasan pucuk berpengaruh terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil tanaman. Perlakuan tanpa pemangkasan pucuk dan konsentrasi paclobutrazol 150 ppm (P0K3) memberikan hasil tertinggi pada berat umbi yaitu sebesar 666,67 gram
PENGARUH PEMBERIAN TIGA MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JEWAWUT (Setaria italica L.) Een Yuni Ria Saputri; Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i1.5257

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Pemberian Tiga Macam Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jewawut (Setaria italica L.) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jewawut dan untuk mengetahui pupuk yang tepat untuk memperoleh hasil tanaman jewawut yang paling baik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 10 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, terdiri dari D0, A1, A2, A3, K1, K2, K3, S1, S2, S3. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%, parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, berat biji per malai, berat brangkasan basah dan berat kering brangkasan. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Perlakuan macam pupuk kandang berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan, jumlah malai, berat biji per malai dan berat brangkasan basah. (2) Perlakuan pemberian macam pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap berat kering brangkasan. Perlakuan pemberian macam pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan panjang malai. (3) Perlakuan tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian pupuk kandang ayam, karena menghasilkan tinggi tanaman tertinggi dengan rata-rata 178,78 cm dan panjang malai tertinggi dengan rata-rata 26,39 cm. Kata kunci : pupuk kandang, pertumbuhan, hasil, jewawut
A KAJIAN MACAM PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO: KAJIAN MACAM PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO M. Abdullah Faiq Kholily; Y Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) varietas Anjasmoro. Tempat penelitian dilaksanakan di Kebun Penelitian dan Koleksi (Research and Collection Gardens) Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta, yang berlokasi di Jl. Jaya Wijaya No. 384, Kelurahan Kadipiro, Kec.Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57136 dengan ketinggian tempat ±105 mdpl. Pelaksanaan penelitian 14 April 2021 sampai dengan 9 Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal. Adapun macam perlakuannya yaitu: Kontrol/tanpa perlakuan (C0); POC Megharizo dengan konsentrasi 4 ml/l, 8 ml/l, 12 ml/l (M1, M2, M3); POC Nasa dengan konsentrasi 2 ml/l, 4 ml/l, 6 ml/l (N1, N2, N3); POC Pomi dengan konsentrasi 2 ml/l, 4 ml/l, 6 ml/l (P1, P2, P3). Perlakuan tersebut terdiri dari 9 macam perlakuan dan 1 kontrol yang diulang 3 kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi a.tinggi tanaman (cm), b.jumlah daun (helai), c.berat brangkasan basah gram), d.berat brangkasan kering (gram), e.jumlah polong per tanaman (polong), f.berat polong per tanaman (gram), g.jumlah biji per tanaman (biji), h.berat biji kering per tanaman (gram), i.berat 100 biji per tanaman (gram). Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (Anova), jika berbeda nyata kemudian data diuji dengan uji Duncan pada taraf 5% untuk membedakan rerata antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai, namun berpengaruh terhadap hasil tanaman kedelai, (2)Hasil tertinggi dicapai pada perlakuan pupuk organik cair Nasa dengan konsentrasi 2 ml/l (N1) yaitu dengan berat 100 biji/tanaman 16,13 gram, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk organik cair Pomi P1 dan P2.
A KAJIAN TIGA MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI HITAM (Oryza sativa L.): KAJIAN TIGA MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS PADI HITAM (Oryza sativa L.) Septi Kumalasari; Sartono Joko Santosa; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6180

Abstract

Kajian tiga macam media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi hitam (Oryza sativa L.) telah dilaksanakan mulai tanggal 22 Maret 2021 sampai 26 Juli 2021 di Dusun Jatirejo RT 07, Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Tujuan penelitian ini untuk menguji tiga macam media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi hitam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) factorial yang disusun secara Split Plot terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu macam varietas padi hitam sebagai main plot (petak utama) dan macam media tanam sebagai sub plot (anak petak),  sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dan masing-masing kombinasi perlakuan memiliki 1 cadangan maka terdapat total keseluruhan 54 polybag. Adapun kedua faktor tersebut adalah : (1). Jenis Padi (V) sebagai main plot / petak utama yaitu : V1 varietas cempo ireng, V2 varietas jeliteng, V3 YR07 (2). Macam Media Tanam (M) sebagai sub plot / anak petak yaitu : M1 tanah, M2 tanah dan cocopeat, M3 tanah dan sekam.  Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam, yang dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan macam varietas (V) tidak memberikan pengaruh pada semua pengamatan, macam media (M) memberikan pengaruh pada jumlah anakan per rumpun tertinggi yaitu 21,00 batang, berat basah brangkasan tertinggi 364,50 gram, dan berat kering brangkasan tertinggi 72,43 gram, dan interaksi antara media tanam (M) dan macam varietas (V) berpengaruh pada berat basah brangkasan tertinggi yaitu 364,50 gram dan panjang tertinggi 26,67 cm.
A Kajian Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Jagung Manis (Zea mays sacharat sturt): Kajian Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Jagung Manis (Zea mays sacharat sturt) Agung Putra Leksana; Priyono Priyono; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6193

Abstract

Penelitian ini tentang kajian dosis pupuk kandang sapi dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (zea mays sacharata sturt) telah dilaksanakan pada bulan april sampai juni 2021, bertempat di di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Dengan ketinggian tempat ± 150 mdpl dengan jenis tanah grumosol. Penelitian ini bertujuan : Mengkaji dosis pupuk kandang sapi dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung pulut (Zea mays sacharata sturt). Penelitian menggunakan perancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial, terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu pemberian pupuk kandang sapi dan macam varietas jagung manis. Adapun kedua faktor tersebut adalah: (1) dosis pupuk kandang kambing (K) dengan 4 taraf yaitu : control (K0) , dosis 500 g (K1), dosis 750 g (K2), dosis 1000 g (K3), (2). Varietas jagung manis yang terdiri dari 3 taraf yaitu: varietas sweet lady (V1), varietas talenta (V2), varietas jambore (V3). Perlakuan diulang 3 kali sehingga di dapatkan 36 kombinasi. Data analisis menggunakan Uji F melalui analisis ragam. Sedangkan untuk mengetahui signifikan perlakuan, digunakan Uji Beda Nyata Jujurpada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan pupuk kandang sapiberpengaruh terhadap parameter berat  brangkasan basah dan berat tongkol. Dosis K3 (1000gram) memberikan berat basah tertinggi yaitu 420,53 gram dan dosis K 1 (500 gram) memberikan berat tongkol tertinggi sebesar 315,12 gram. Interaksi perlakuan berpengaruh terhadap parameter berat brangkasan basah, berat kering brangkasan, berat tongkol danberat tanpa klobot. Perlakuan K3V2 dosis (pupuk kandang 1000 gram dan varietas talenta) memberikan hasil berat kering brangkasan tertinggi yaitu 208,32 gram dan perlakuan K1V1 dosis (pupuk kandang 500 gram dan varietas sweet lady) memberikan hasil berat tongkol tanpa klobot tertinggi yaitu 204,63 gram.    
A Kajian Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Hitam: Kajian Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Hitam Yohana Natalia Attik Primastuti; Priyono Priyono; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6202

Abstract

Pengkajian dengan judul Kajian Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Hitam bertujuan untuk mengetahui macam kompos alami yang berpengaruh optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung hitam. Diselenggarakan tanggal 06 Oktober 2020 sampai 23 Desember 2020, bertempat di Pusat Penelitian Faperta Unisri Surakarta yang beralamat di Jl. Jaya Wijaya, Mojosongo, Banjarsari, Surakarta. Metode pengkajian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor tunggal dan 10 perlakuan serta masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Kompos alami yang digunakan adalah pupuk kandang sapi; hijau; dan kascing. Perhitungan data dilakukan dengan Microsoft Excel kemudian dianalisis dengan analisis ragam dilanjutkan dengan uji lanjut yaitu uji BNJ taraf 5%. Parameter pengkajian terdiri dari tinggi tanaman; jumlah daun; lebar batang; berat brangkasan basah; berat brangkasan kering; jumlah tongkol per tanaman; panjang tongkol; lebar tongkol; berat tongkol; dan berat tongkol tanpa kelobot. Hasil pengkajian menunjukkan: (1)Pemberian kompos alami tidak mempengaruhi tinggi tanaman jagung hitam; jumlah daun; lebar batang; bobot brangkasan basah; bobot brangkasan kering; jumlah tongkol per tanaman; panjang tongkol; lebar tongkol; berat tongkol; dan berat tongkol tanpa kelobot. (2)Pupuk kandang sapi 426,66 g/polybag (B2) mempengaruhi lebar batang. (3)Pemberian pupuk kandang sapi 426,66 g/polybag (B2) menghasilkan lebar batang paling tinggi yaitu 1,99 cm.
A KAJIAN INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA KUTU PUTIH (Pseudococcus citriculus) PADA TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena): KAJIAN INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA KUTU PUTIH (Pseudococcus citriculus) PADA TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena) wahyu huddin; Sartono Joko Santoso; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2021): Innofarm : Jurnal Inovasi Pertanaian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v23i2.6266

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian insektisida nabati terhadap hama kutu putih  (Pseudococcus citriculus) pada tanaman terong ungu (Solanum melongena) bertujuan untuk mengkaji insektisida nabati terhadap hama kutu putih (Pseudococcus citriculus) pada tanaman terong ungu (Solanum melongena). Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Januari 2021 sampai 11 Mei 2021, di RT 01 RW 05 Lingkungan Balong Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Perancangan Dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 10 macam perlakuan dan diulang 3 kali. Adapun perlakuannya meliputi DKO, DS1, DS2, DS3, DP1, DP2, DP3, DR1, DR2 dan DR3. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan uji Duncan pada taraf nyata 5 %, hasil penelitian menunjukan bahwa gejala serangan hama kutu putih mulai menyerang merata pada umur 45 HST pada tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Perlakuan ekstrak daun sirih 100 g/l dapat menekan intensitas serangan hama kutu putih pada tanaman terong ungu sebesar 35,13, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan ekstrak daun papaya 1,5 kg/l. Perlakuan ekstrak daun sirih 100 g/l juga memberikan hasil tertinggi pada jumlah buah per tanaman dengan purata 4,00, diameter buah dengan purata 7,38 cm, panjang buah dengan purata 21,17 cm dan total bobot tanaman dengan purata 3,40 kg.
KAJIAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH DAN CEKAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L): KAJIAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH DAN CEKAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) Linuwih Adhi Anggoro; Priyono Priyono; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v24i1.7049

Abstract

This study aimed to examine the concentration of growth regulators and water stress on the growth and yield of groundnut (Arachis hypogaea l). The study site was conducted at the Research and Collections Garden Faculty of Agriculture Slamet Riyadi University Surakarta  located on Jl. Jaya Wijaya No. 38 Joglo Village Banjarsari District Surakarta City Central Java 57136 with an elevation of ± 105 meters aove sea level. The study was conducted from  May 27 2021 to  August 25 2021. The design used was a completely randomized factorial design (CRD). The types of treatment are: Controlno treatment (D0); ZPT Dekamon 22.43 L with a content of 3.75 ml1 7.5 ml1 11.25 ml1 (D1 D2 D3); Water stress with concentrations of 600mlpolyag 1200mlpolyag 1800mlpolyag (C1 C2 C3). The treatment consisting of 12 treatments and 1 control  was repeated 3 times to otain 36 experimental units. The oserved parameters include visual oservation of the plant plant height (cm) numer of leaves (fiers) wet stem weight (gram) dry stem weight (gram) numer of fruits per tree (fruit) fruit weight per plant (gram) numer of seeds per plant (seeds) dry seed weight per plant (gram) mass of 100 seeds per plant (gram). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) if significant differences were found data were then  tested using Duncans multiple range test at 5%  to discriminate values. mean etween treatments. The results showed that  D2C2 treatment had the est effect on the visual morphology of plants. At the tree height parameter D3 with the highest average level of 39.63 showed a significant difference in efficiency. This is ecause  growth regulator Dekamon  is an artificial growth regulator that stimulates the growth of stems leaves and plant parts. In the wet stove weight parameter each stress treatment (C) showed a very significant effect the highest average was 15.7 in treatment C3. This is ecause water is needed to achieve maximum quality and quantity of results. The results of the response coefficient analysis (DC) showed that there was no significant difference in the parameters of leaf numer plant height wet stem weight dry stem weight numer of fruits fruit weight numer of fruits and numer of fruits. seeds mass of dry  seeds mass of 100 seeds. among all other treatments. This is due to the genetic nature of plants and external (environmental) factors such as soil water humidity temperature and light.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM ( Sorghum bicolor L.): PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SORGUM ( Sorghum bicolor L.) Pebriana Choirunnisa; Dewi Ratna Nurhayati; Kharis Triyono
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 24 No. 1 (2022): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v24i1.7228

Abstract

This study entitled The Effect of Giving Various Doses of NPK Fertilizer and Goat Manure on the Growth and Yield of Sorghum (Sorghum bicolor L), aims to determine the effect of giving various doses of NPK fertilizer and goat manure on the growth and yield of sorghum plants, carried out starting in May 2021. until August 2021, at the Green House or Experimental Garden of the Slamet Riyadi Faculty of Surakarta, which is located in Kadipiro Village, Kec. Banjarsari, Surakarta City, Central Java with an altitude of ± 105 meters above sea level and the type of soil is Alluvial. This study used a completely randomized design (CRD) method which was arranged in a factorial manner consisting of 16 treatments, each treatment repeated 3 times. The fertilizers used are NPK fertilizer and goat manure. The data from this study were analyzed using the BNJ test (Real Honesty Difference) at the level of 5%. Parameters observed included plant height, number of leaves, fresh weight of seeds per panicle, dry weight of seeds per panicle, weight of 1000 seeds, number of seeds per panicle, weight of wet stover, weight of dry stover, and panicle length. The results showed that: 1 Treatment of goat manure dose of 70 g/plant gave the best results on the weight parameter of 1000 seeds and treatment of goat manure dose of 105 g/plant gave the best results on the weight of wet stover. (2)NPK fertilizer treatment of 8 g/plant gave the best results on the number of leaves parameters, NPK fertilizer treatment of 6 g/plant gave the best results on the parameters of dry weight of seeds per panicle and number of seeds per panicle. While NPK fertilizer 8 g/plant gave the best results on the parameters of wet weight of seeds per panicle and dry weight of stover, NPK fertilizer treatment of 6 g/plant gave the best results on parameters of wet stover weight.(3) The interaction between the dose of goat manure (K) and NPK fertilizer (N) did not affect all observations.