Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Dakwah Tabligh

KOMUNIKASI POLITIK SYAHRUL YASIN LIMPO DAN NURDIN ABDULLAH DALAM PENCITRAAN PEMBANGUNAN DI SULSEL Firdaus Muhammad
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v17i1.6076

Abstract

Dalam kajian komunikasi politik, strategi pencitraan menjadi keniscayaan, sekalipun kadang berbeda dengan realitasnya, tetapi publik harus diyakinkan dengan retorika dan rekayasa pencitraan ihwal pembangunan dapat membangun opini publik keberhasilan seorang pemimpin. Bagi masyarakat Sulsel, strategi komunikasi politik Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Nurdin Abdullah di Bantaeng, cukup membanggakan terkait keberhasilannya membawa citra baik masyarakat Sulsel yang berhasil melakukan inovasi-inovasi pembangunan secara berkala.            Keberhasilan membangun citra politik melalui media merupakan strategi yang digunakan SYL selaku gubernur Sulsel dan Nurdin Abdullah selaku bupati Kabupaten Bantaeng. Pemanfaatan media menjadi cara untuk mempublikasikan hasil-hasil pembangun yang telah dicapai. Artinya, kinerja mereka dengan berbagai capainnya dipublikasikan sehingga masyarakat luas mengetahuinya. Diaspora informasi melalui media dapat membentuk opini publik ihwal program-program pembangunan yang telah direalisasikan maupun agenda pembangunan yang sementara dalam proses penyelesaiannya.            Dalam konteks pemerintahan, diniscayakan memaksimalkan citra diri dan karya-karya pembangunan  para pemimpin melalui publikasi media sehingga masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan serta masyarakat luas dapat mengenal sepak terjang dan kepemimpinan melaui kerja nyata.
KOMUNIKASI POLITIK PEMERINTAHAN JOKOWI-JK DALAM PERSPEKTIF MEDIA Firdaus Muhammad; Andi Fikra Pratiwi
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 16 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v16i2.6117

Abstract

Maneuver President Jokowi invite the opposing faction in Golkar, Bakrie (ARB) and Agung Laksono to the Palace. The same thing, Jokowi invited PPP also hostile camps. Jokowi capabilities reflect the political communication is effective as published in various media. This paper demonstrates how Metro TV and TV One doing the framing of the news. Metro TV tends to support the government, it appears on the selection of a resource that is not balanced, Metro TV tends to continue airing excerpts of an interview of Pranowo Hanung who does not believe will be 100 daily. On television station Metro TV broadcast factual programs exclusive interview with President Joko Widodo. Where the factual program was aired on prime time (primetime) so as to attract the attention of the audience. At one factual programs Metro TV news texts government performance tends to have a duration of more than text news about criticism of the government. Based on this construction Metro TV news does not meet the values of the Islamic concept of journalism. TV One tends to criticize the government, it appears in the narrative reports by news Ancore TV One contains prejudice or find fault with other people or groups exclusive interview along with Vice President Yusuf Kalla, news Ancore questioned the performance of Yusuf Kalla, who is considered likely to be less active when compared to the performance of Yusuf Kalla and Susilo bambang Yudhoyono.