Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Health Community Service

Pemberian Susu Kedelai (Soya Bean Milk) terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Nifas di Desa Rawang Panca Arga Umamy, Farida
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.5910

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada masa nifas sering mengalami hambatan yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu faktor penting yang memengaruhi produksi ASI adalah asupan nutrisi ibu, termasuk konsumsi bahan makanan yang memiliki efek galaktagog. Susu kedelai (soya bean milk) mengandung fitoestrogen, terutama isoflavon, yang diketahui dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan praktik konsumsi susu kedelai pada ibu nifas di Desa Rawang Panca Arga sebagai upaya alami peningkatan produksi ASI. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pembuatan susu kedelai rumahan, serta pemberian susu kedelai secara rutin selama masa intervensi. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner pre-post terhadap perubahan volume ASI dan persepsi ibu terhadap kebermanfaatan intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai nutrisi laktasi dan sebagian besar responden melaporkan peningkatan jumlah ASI setelah mengonsumsi susu kedelai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian susu kedelai sebagai intervensi berbasis pangan lokal merupakan pendekatan yang efektif, murah, dan dapat diimplementasikan secara mandiri oleh masyarakat. Disimpulkan bahwa intervensi ini layak dikembangkan lebih lanjut sebagai strategi pemberdayaan kesehatan ibu menyusui, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap dukungan gizi komersial. Intervensi ini juga mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif secara berkelanjutan.