Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH INTERVENSI GLUKOSA ORAL 30% TERHADAP RESPON NYERI BAYI DENGAN IMUNISASI DI PUSKESMAS BAKI SUKOHARJO Endang Zulaicha Susilaningsih; Sulastri; Lita Andes Clara
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v7i2.95

Abstract

Imunisasi yang diberikan melalui injeksi dapat menyebabkan rasa nyeri pada bayi. Rasa nyeri menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang. Penatalaksanaan nyeri secara non farmakologi diperlukan untuk mengurangi nyeri, antara lain dengan pemberian larutan glukosa oral. Efek analgesia larutan glukosa yaitu dengan pelepasan beta endorphin menyebabkan mengurangi transmisi sinyal nyeri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi larutan glukosa oral 30% terhadap respon nyeri bayi usia 2-6 bulan yang dilakukan imunisasi vaksin Pentabio. Metode penelitian menggunakan quasy experiment dengan rancangan after only nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode randomized sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden, terdiri dari 20 bayi diberikan intervensi larutan glukosa 30% diberikan 2 menit sebelum dilakukan injeksi imunisasi vaksin Pentabio dan dilakukan pengukuran respon nyeri menggunakan skala perilaku FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability) pada saat injeksi, tiga menit dan lima menit setelah injeksi dan 20 bayi sebagai kelompok kontrol. Analisa data untuk mengetahui perbedaan respon nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol menggunakan uji Mann-Whitney Test. Pada saat injeksi diperoleh nilai p value 0,03 (< 0,05) dan pada menit ke tiga dan ke lima terdapat perbedaan respon nyeri yang bermakna antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol yaitu dengan nilai p = 0,001 (p value<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian glukosa oral 30% terhadap respon nyeri pada bayi yang dilakukan imunisasi vaksin Pentabio baikpada saat injeksi, tiga menit dan lima menit setelah injeksi.
Penyakit Penyerta Kehamilan sebagai Gambaran Kejadian Komplikasi selama Persalinan S Sulastri; Amalia Arifatul Diktina; Linda Tri Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.789 KB)

Abstract

Kematian ibu dapat terjadi sebagai akibat langsung dari komplikasi yang berkembang pada masa kehamilan, persalinan, atau faktor postpartum. Kejadian komplikasi kehamilan ini dapat disebabkan karena adanya faktor-faktor risiko pada saat kehamilan dan adanya penyakit penyerta selama kehamilan yang dapat memicu terjadinya masalah atau komplikasi saat persalinan. Pentingnya identifikasi penyakit penyerta kehamilan pada ibu dengan komplikasi persalinan ialah untuk mengetahui determinan penyakit penyerta kehamilan yang terjadi pada ibu bersalin. Metode. Penelitian ini dilakukan di RSUD Pandan Arang Boyolali pada tanggal 13-20 Mei 2019, sampel merupakan seluruh ibu hamil yang melakukan persalinan di RSUD Pandan Arang Boyolali dari tahun 2016-2018 dengan penyakit penyerta kehamilan dan komplikasi persalinan sebanyak 358 sampel yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen (alat pengumpulan data berupa checklist). Analisis diskriptif menggunakan tendensi pusat (central tendency). Hasil penelitian ini menunjukkan usia ibu hamil dengan penyakit penyerta dan komplikasi persalinan tertinggi pada kelompok usia 20-35 tahun 260 (72.6%), penyakit penyerta kehamilan tertinggi adalah pre-eklampsia 143 (39.9%), penanganan persalinan tertinggi dilakukan dengan sectio caesarea (SC) 214 (59.8%), dan komplikasi persalinan tertinggi yang terjadi adalah perdarahan 216 (60.3%). Screening kehamilan untuk mengetahui penyakit peyerta kehamilan sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Studi Eksplorasi Penatalaksanaan Hipertensi Pada Wanita Melahirkan S Sulastri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.111 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu, janin, maupun neonatus. Hipertensi pada kehamilan ditandai dengan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Penatalaksanaan hipertensi pada kehamilan terdiri dari dua jenis yaitu penatalaksanaan non farmakologis dan penatalaksanaan farmakologis seperti pemberian antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi penggunaan obat antihipertensi pada ibu hamil. Metode yang digunakan berupa deskriptif secara observasional, pengambilan data secara retrospektif dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Pandan Arang Boyolali pada bulan Juni-Juli 2020. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan hipertensi. Sampel sebanyak 39 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan distribusi pengobatan yang didapatkan ibu hamil dalam penelitian yaitu seluruh responden mendapatkan terapi elektrolit (RL), 35 responden (89,74%) mendapatkan anthihipertensi Nifedipin tablet, 18 responden (46,15%) mendapatkan Metildopa, 28 responden (71,79%) mendapatkan injeksi anti konvulsan MgSO4, selain itu juga mendapatkan terapi antiinflamasi, vitamin, suplemen, antibiotik, dan pemberian hormon.
Pemahaman Gender Sebagai Stategi Pencegahan LGBT di Lingkungan Pondok Pesantren Sulastri Sulastri; Enita Dewi; Dian Hudiyawati; Setiyo Purwanto; Wachidah Yuniartika
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v5i3.1204

Abstract

Institusi Pendidikan yang tidak lepas dengan keberadaan isu homoseksual adalah pondok pesantren. Orangtua, pengelola dan ustadz-ustadzah wajib mengetahui perkembangan santriwan dan santriwatinya yang memasuki fase remaja. Masa remaja adalah fase peralihan menuju masa dewasa yang sangat membutuhkan perhatian. Kondisi yang demikian dapat menyebabkan berbagai masalah tentang reproduksi remaja diantaranya melakukan tindakan yang termasuk kedalam Lesbian, Gay, Biseksual dan Trangender (LGBT). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman gender pada remaja (santri) sebagai strategi dalam pencegahan LGBT. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendidikan kesehatan, forum group discussion, pendampingan dan evaluasi program. Hasil pangabdian didapatkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman pengelola, ustadz-ustadzah, orang tua, dan santri dalam pencegahan terjadinya masalah LGBT di Wisma Asuhan Yatim Nurul Huda. Kejadian LGBT di lingkungan pondok pesantren dapat dilakukan berbagai pencegahan diantaranya melalui peningkatan pengetahuan gender pada masa remaja, agar para remaja dapat memahami siapa dirinya dan bagaimana harus berperilaku, selain itu kegiatan pemasangan poster tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan LGBT di sekolah-sekolah pada kegiatan pengabdian selanjutnya.
Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Model Kooperatif Tipe Probing Prompting Pada Siswa Kelas V Sulastri; Yulia Maftuhah Hidayati; Siti Samsiyah
Educatif Journal of Education Research Vol 4 No 3 (2022): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v4i3.219

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar IPA melalui modelkooperatif tipe probing prompting pada siswa kelas V SDN Tegalrejo 1 tahun 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah siswa 15. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini terjadi peningkatan hasil belajar IPA dari persentase tingkat pencapaian rata-rata prasiklus dengan nilai rata-rata kelas 72,33, siklus I dengan nilai rata-rata kelas 77, dan siklus II dengan nilai ratarata kelas 80,33. Dengan demikian penggunaan model kooperatif tipe probing promting dalam muatan pelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Tegalrejo 1.
Pemberdayaan kader berbasis educational and community based program dalam upaya pencegahan penyakit jantung Dian Hudiyawati; Abi Muhlisin; Arum Pratiwi; Sulastri Sulastri; Kartinah Kartinah; Reni Kartika Sari; Intan Roesyati
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i3.10736

Abstract

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Salah satu penyebab tingginya prevalensi penyakit jantung adalah gaya hidup masyarakat yang semakin tidak sehat. Upaya pencegahan faktor risiko penyakit jantung telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya melalui Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di setiap desa. Permasalahan mitra (Desa Gedongan di wilayah Puskesmas Baki Sukoharjo) yaitu masih terbatasnya kegiatan pencegahan penyakit jantung berupa pengendalian hipertensi pada lansia. Kegiatan pencegahan lain belum dilaksanakan seperti upaya pengendalian merokok, perubahan pola hidup sehat melalui pemenuhan zat gizi, aktivitas, manajemen stres. Hal ini belum dilakukan karena keterbatasan kemampuan kader untuk memberikan edukasi tersebut sehingga kegiatan kader masih sangat bergantung pada Puskesmas. Melihat permasalah dan pentingnya peningkatan kemampuan kader terkait pencegahan penyakit jantung maka Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bermaksud untuk memberikan pendampingan pelatihan pencegahan penyakit jantung pada kader agar kader dapat menjadi pelopor kesehatan atau role model serta dapat membentuk masyarakat yang peduli terhadap kesehatan jantung. Kata Kunci: pemberdayaan kader, penyakit tidak menular, penyakit jantung, preventif
Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Model Kooperatif Tipe Probing Prompting Pada Siswa Kelas V Sulastri; Yulia Maftuhah Hidayati; Siti Samsiyah
Educatif Journal of Education Research Vol 4 No 3 (2022): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.965 KB) | DOI: 10.36654/educatif.v4i3.219

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar IPA melalui modelkooperatif tipe probing prompting pada siswa kelas V SDN Tegalrejo 1 tahun 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah siswa 15. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini terjadi peningkatan hasil belajar IPA dari persentase tingkat pencapaian rata-rata prasiklus dengan nilai rata-rata kelas 72,33, siklus I dengan nilai rata-rata kelas 77, dan siklus II dengan nilai ratarata kelas 80,33. Dengan demikian penggunaan model kooperatif tipe probing promting dalam muatan pelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Tegalrejo 1.
Edukasi dan Deteksi Dini Kecacingan pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo Sulastri Sulastri; Winarsih Nur Ambarwati; Dian Hudiyawati; Widya Putri Rachmawati; Anindyati Fatikhul Jannah
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 3, Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.314 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i3.1088

Abstract

Infeksi kecacingan masih menjadi masalah di Indonesia, prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu mempunyai risiko tinggi terjangkit penyakit ini. Infeksi cacing juga dapat muncul pada kehamilan dan menjadi salah satu penyebab anemia pada ibu. Anemia pada kehamilan sangat terkait dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi. Upaya pencegahan kecacingan pada ibu hamil dapat dilakukan dalam pelayanan asuhan antenatal care melalui kelas ibu hamil. Pelaksanaan kelas ibu hamil di Desa Luwang saat ini sudah berjalan dengan baik, akan tetapi pengetahuan ibu mengenai kecacingan pada ibu hamil masih tergolong rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kecacingan pada ibu hamil dan melakukan deteksi dini penyakit kecacingan pada ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan di kelas ibu hamil Desa Luwang yang dihadiri sebanyak 30 peserta. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kecacingan. Pendidikan kesehatan dimulai dengan pretest dan diakhiri dengan posttest. Media yang digunakan dalam pendidikan kesehatan adalah power point dan booklet sebagai buku panduan. Pemeriksaan kecacingan dilakukan dengan mengumpulkan sampel berupa sedikit tinja yang akan diperiksa dengan metode Harada Mori. Setelah kegiatan berlangsung terdapat peningkatan pengetahuan dari sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dan setelah pendidikan kesehatan, dari hasil analisis didapatkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetauhan dan sikap ibu hamil. Dari hasil pemeriksaan kecacingan pada 30 ibu hamil terdapat 4 ibu hamil yang positif terinfeksi.
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN PENDERITA KOLESTEROL Wachidah Yuniartika; Wita Oktaviana; Sulastri Sulastri; Luluk Ria Rahma; Nieldya Nofandrilla; Fatimah Nur Janah Amini; Zuan Nun Alea Syavinka; Dyaz Surya Ananta; Aisyah Dani Hanifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3409-3416

Abstract

Kolesterol termasuk pada golongan lipid yang memiliki sifat aterogenik yaitu sifat yang mudah menempel dan dapat menimbulkan penimbunan yang dapat menyumbat pembuluh darah. Akibat adanya penumpukan kolesterol pada pembuluh darah biasanya sering disebut dengan aterosklerosis. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan lansia dan kader tentang penyakit kolesterol serta bahaya kadar kolesterol yang tinggi pada lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini melatih kader dan lansia pembuatan minyak kelapa bebas kolesterol. Kegiatan ini dilaksanakan di posyandu dukuh karangijo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa tengah. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia yang memiliki kadar kolesterol total ≥ 200 mg/dl. Lansia yang mengikuti kegiatan ini mayoritas berjenis kelamin perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan Juli 2023. Kegiatan di awali dengan screening pemeriksaan kolesterol total pada lansia, selanjutnya pembuatan minyak rendah kolesterol, lalu aktivitas fisik dengan senam aerobic low impact, dan setelah 2 minggu penggunaan minyak dilakukan post test. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan terjadinya penurunan kolesterol total pada lansia. Pada awalnya, hasil 18 responden memiliki kadar kolesterol agak tinggi dan 15 responden memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Sedangkan hasil posttest pemeriksaan kadar kolesterol pada lansia menunjukkan 11 responden memiliki kadar kolesterol yang baik, 15 responden memiliki kadar kolesterol agak tinggi dan 7 responden lain memiliki kadar kolesterol tinggi. Saran dari pengabdian masyarakat ini sebaiknya kegiatan ini dilanjutkan oleh kader dalam membantu lansia ataupun penderita kolesterol lainnya supaya dapat melakukan hidup tanpa kolesterol.
Efektivitas Breast Care terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea dengan Fetal Hypoxia di Ruang Nifas RS PKU Muhammadiyah Delanggu Dini Nur Rohmah; Sulastri Sulastri; Tiwuk Amini Syamsiah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13987

Abstract

ABSTRACT Mother's milk is one of the most important parts where production and its smoothness must be considered by the mother, breast milk has many benefits for the needs of the baby. Breastfeeding is influenced by several factors, including education level, age, knowledge, information about breast care, family support, economy, and mother's parity. Mothers in post sectio caesarea often experience problems in breastfeeding due to inadequate milk production. Barriers to breastfeeding that occur in postpartum sectio caesarea mothers are caused by a decrease in the hormones oxytocin and prolactin which play a role in the smooth production of breast milk. To facilitate milk production, non-pharmacological efforts are needed, namely breast care. The purpose of this study was to determine the effectiveness of breast care techniques for the smooth production of breast milk and postpartum mothers with caesarean sections in the Postpartum Room of PKU Muhammadiyah Delanggu Hospital. This research design uses a case study approach (case report). The data sources for this research were obtained through interviews, observations, and documentation studies about post-sectio caesarea mothers. The results of this study on nursing care by teaching breast care and can be applied to post sectio caesarea mothers as expected, the mother's breastfeeding status can improve on the third day. The trickle/radiation of milk has increased sufficiently and the adequate supply of breast milk has increased sufficiently and the baby's fussiness has decreased sufficiently. The conclusion in this study is that the problem of ineffective breastfeeding can be resolved by teaching breast care and in accordance with the expected results. Breast care can affect the smooth production of breast milk in post sectio caesarea mothers in the postpartum room at PKU Muhammadiyah Delanggu Hospital. Keywords: Breast Care, Breast Milk, Section Caesarea  ABSTRAK Air Susu Ibu merupakan salah satu bagian terpenting dimana produksi berserta kelancarannya harus diperhatikan oleh ibu, ASI memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan bayi. Menyusui dipengaruhi beberapa faktor antara lain tingkat pendidikan, usia, pengetahuan, informasi tentang perawatan payudara, dukungan keluarga, ekonomi, dan paritas ibu. Ibu pada post sectio caesarea sering mengalami masalah pada menyusui karena produksi ASI yang tidak adekuat. Hambatan menyusui yang terjadi pada ibu postpartum sectio caesarea disebabkan karena penurunan hormone oksitosin dan prolactin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI, untuk memperlancar produksi ASI dibutuhkan upaya nonfarmakologis yaitu dengan Breast care. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas teknik breast care terhadap kelancaran produksi ASI dan ibu postpartum dengan section caesarea di Ruang Nifas RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (laporan kasus). Sumber data penelitian ini diperoleh melalui proses wawancara, observasi, dan studi dokumentasi tentang ibu post sectio caesarea. Hasil penelitian ini pada asuhan keperawatan dengan mengajarkan breast care dan dapat diterapkan pada ibu post sectio caesarea sesuai yang diharapkan, status menyusui ibu dapat membaik pada hari ketiga. Tetesan/pancaran ASI cukup meningkat dan suplai ASI adekuat cukup meningkat dan kerewelan bayi cukup menurun. Kesimpulan pada penelitian ini masalah menyusui tidak efektif dapat teratasi dengan mengajarkan breast care dan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Breast care dapat mempengaruhi kelancaran produksi ASI pada ibu post sectio caesarea di Ruang Nifas RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Kata Kunci: Breast Care, ASI, Section Caesarea