Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APPLYING K-MEANS ALGORITHM FOR CLUSTERING ANALYSIS EARTHQUAKES DATA IN WEST NUSA TENGGARA PROVINCE Kertanah, Kertanah; Rahadi, Irwan; Aryani Novianti, Baiq; Syahidi, Khaerus; Sapiruddin, Sapiruddin; Mandala Putra, Hadian; Gazali, Muhammad; Haiban Hirzi, Ristu; Sabar, Sabar
Indonesian Physical Review Vol. 5 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v5i3.148

Abstract

This study aims to cluster and visualize the earthquake data on a geographical map to determine earthquakes' characteristics using the k-means algorithm. Cluster analysis using the k-means algorithm was carried out on the earthquake data. K-means algorithm is familiar and is one of the well-known techniques to have been applied in cluster analysis. One of Its advantages in cluster analysis is scaling large datasets, for example, earthquake data. The data used in this study is earthquake data in the West Nusa Tenggara from 1991 to 2021. Applying the proposed k-means algorithm, the optimal number of clusters (k) used in this clustering is 2, based on the highest silhouette score of 0.749. The cluster analysis on the geographical map showed that the epicenters of the earthquakes were pretty spread out before 2018, and the number of earthquakes in the eastern region of West Nusa Tenggara is more than in the western area. However, in 2018, the clusters were all bunched in the northern Lombok region. There were a few earthquakes in the west region in 2018, but they happened before August 5. Even after 2019, most earthquakes continue to occur, with the epicenters clustered close to the northern Lombok region  
Penerapan Model Pembelajaran Konstruktivisme Melalui Metode Eksperimen dan Demonstrasi Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fluida Fartina, Fartina; Hizbi, Tsamarul; Zahara, Laxmi; Sapiruddin, Sapiruddin; Yunus, Muhammad
Kappa Journal Vol 7 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v7i2.21219

Abstract

This study aims to determine whether there is an influence of the constructivism model through experimental and demonstration methods on student learning outcomes on fluid material at SMA Negeri 1 Suralaga in the 2022/2023 academic year". This study uses an experimental method with a posttest-only control design, which only provides a post-test at the end of the treatment. The population in this study were all students of class XI IPA SMA Negeri 1 Suralaga. Meanwhile, the sample in this study was class IPA 1 as the experimental group and class XI IPA 2 as the control group. The two samples were randomly selected with either Cluster Random Sampling (Area Sampling). The experimental group was taught physics using the constructivism model through experimental and demonstration methods and the control group was taught physics using the conventional model. The research data were analyzed using a one-sided t-test. Based on the results of the study obtained tcount (2,73 ) > ttable (1,68 )   at a significant level  is received. So, it can be concluded that there is an influence of the constructivism model through experimental and demonstration methods on student learning outcomes on fluid material.
Penerapan Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Zahara, Laxmi; Syahidi, Khaerus; Fartina, Fartina; Novianti, Baiq Aryani; Sapiruddin, Sapiruddin
Kappa Journal Vol 7 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v7i3.24199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiwa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakankelas karena mengupayakan perbaikandalam praktik pembelajaran dan melihat pengaruhnya. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan Model Pembelajaran Project Base Learning. Aspek kemampuan berpikir kritis yang ditinjau adalah: 1) mengevaluasi; 2) Menganalisis argumen; 3) Mengidentifikasi Asumsi dan 4) memutuskan dan melaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan berpikir kritis mahasiswa mengalami peningkatan dari siklus 1 sebesar 18%.Untuk mahasiswa yang nilainya di atas 65 pada siklus I sebesar 15% meningkat pada siklus 2 menjadi 58% meningkat sebesar  43%
PELATIHAN PENGGUNAAN KIT FISIKA BAGI GURU IPA SMA/MA DI LOMBOK TENGAH Syahidi, Khaerus; Sapiruddin, Sapiruddin; Novianti, Baiq Aryani; Juandi, Tarpin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.780-786

Abstract

PkM ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) kemampuan guru IPA/Fisika dalam merancang pembelajaran basis praktikum, (2) keterampilan guru IPA/Fisika dalam menggunakan alat-alat peraga fisika. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah penyelenggaraan inservice berupa pelatihan  dan  pendampingan.  Pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan mengembangkan keterampilan dan kreativitas guru IPA/fisika dalam merancang pembelajaran basis praktikum dan pelatihan dalam menggunakan Kit IPA/Fisika sebagai implementasi perangkat pembelajaran yang telah dirancang. Kegiatan yang dilakukan terdiri atas kegiatan pendahuluan berupa pembekalan/pendalaman perangkat pembelajaran dengan basis praktikum; dan pelatihan penggunaan Kit IPA/Fisika. Berdasrkan hasil pelatihan dan workshop dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kegiatan pelatihan mampu: 1) memberi solusi alternatif untuk menanggulangi kendala yang menghambat terlaksananya kegiatan praktikum dalam pembelajaran IPA/Fisika; 2) memfasilitasi kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khusus alat laboratorium bagi staf laboratorium; 3) meningkatkan kompetensi (keterampilan) tenaga laboratorium IPA/Fisika untuk mengatasi permasalahan alat laboratorium yang rusak, jumlah/jenis alat yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan, dan kurangnya jumlah alat yang tersedia; 4) Peserta pelatihan menyambut positif kegiatan ini karena mereka mendapatkan banyak informasi tentang pengetahuan dan keterampilan khusus (reparasi, modifikasi, dan duplikasi) alat laboratorium IPA/Fisika dan mampu mentransformasi diri manjadi lebih terampil menata laboratorium di sekolah masing-masing.
Analisis Keterampilan Berpikir Reflektif Mahasiswa Pendidikan Fisika pada Matakuliah Fisika Modern Sapiruddin, Sapiruddin; Lasmawan, I Wayan; Parmiti, Desak Putu; Juandi, Tarpin; Amin, Muhammad Syahruddin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir reflektif mahasiswa pada matakuliah fisika modern. Fokus analisis dilakukan pada topik radiasi benda hitam dan sinar-X. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode refleksi mandiri mahasiswa diminta untuk menuliskan pengalaman belajar menggunakan VLab-AI, dengan lima pertanyaan pemandu untuk menggali pemahaman dan pengalaman terhadap materi. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan software Nvivo 15. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengaitkan konsep-konsep fisika dengan aplikasi nyata dan menunjukkan kemajuan dalam pemahaman. Sebagian besar mahasiswa cenderung menggunakan strategi lama dalam memecahkan masalah, meskipun beberapa mencoba strategi baru. Keterampilan berpikir reflektif terbukti efektif dalam mengatasi tantangan pembelajaran, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dan memperdalam pemahaman terhadap fisika modern. Penelitian ini menyarankan supaya pendekatan pembelajaran yang mendorong refleksi dan pemikiran kritis terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan fisika di tingkat pendidikan tinggi.
Pelatihan Transcript Based Lesson Analysis (TBLA) sebagai upaya penguatan kompetensi reflektif guru dalam menganalisis interaksi pembelajaran Juandi, Tarpin; Novianti, Baiq Aryani; Sapiruddin, Sapiruddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37854

Abstract

Abstrak Kemampuan refleksi merupakan salah satu kompetensi penting bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas praktik pembelajaran. Namun, banyak guru belum terbiasa melakukan refleksi secara sistematis sehingga berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan refleksi guru melalui pelatihan penerapan Transcript Based Lesson Analysis (TBLA). Program pelatihan dilaksanakan bagi guru-guru dari sekolah di bawah naungan YPH PPD NWDI Pancor dan mencakup kegiatan sosialisasi, workshop, praktik analisis transkrip, serta observasi pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan sesi pembekalan teori, praktik TBLA, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif dalam pelatihan dan mampu memahami langkah-langkah penerapan TBLA, mulai dari pembuatan transkrip hingga analisis interaksi pembelajaran. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kualitas refleksi guru secara sistematis sehingga dapat berdampak pada peningkatan proses pembelajaran di kelas. Kata kunci: refleksi pembelajaran; TBLA; analisis transkrip; peningkatan kompetensi guru. Abstract Reflective ability is one of the essential competencies for educators in improving the quality of instructional practices. However, many teachers are not yet accustomed to conducting systematic reflection, which leads to less optimal learning processes. This community service program (PkM) aims to enhance teachers’ reflective skills through training on the implementation of Transcript Based Lesson Analysis (TBLA). The training program was carried out for teachers from schools under the YPH PPD NWDI Pancor foundation and included dissemination sessions, workshops, transcript analysis practices, and classroom observation activities. The implementation employed a participatory approach consisting of theoretical briefing, TBLA practice, and evaluation. The results indicate that participants were actively engaged in the training and were able to understand the steps in implementing TBLA, from transcript development to the analysis of classroom interactions. This program has the potential to systematically improve teachers’ reflective capacity, thereby contributing to the enhancement of classroom teaching and learning processes. Keywords: learning reflection; TBLA; transcript analysis; teacher competency development.