Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TEKNOLOGI LINGKUNGAN

PENGARUH pH PADA PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN FERRI KLORIDA S.W., Rachmawati; Iswanto, Bambang; ., Winarni
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koagulasi terjadi karena adanya interaksi antara koagulan dengan kontaminan seperti partikel koloid. Proses koagulasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pH, dosis koagulan, serta kekeruhan larutan. Dalam penelitian ini dilakukan studi untuk mengetahui pengaruh parameter pH dan dosis pada proses koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan koagulan aluminum sulfat (Al2(SO4)3..14,3H2O ) dan ferri klorida (FeCl3.6H2O). Air baku yang digunakan adalah suspensi air baku sintetis menggunakan kaolin, dengan variasi suspensi kekeruhan tinggi (124 NTU) dan suspensi kekeruhan sedang (51 NTU). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengaruh pH dan dosis pada koagulan aluminum sulfat sangat signifikan, sedangkan ferri klorida memberikan rentang pH operasi yang lebih besar dibandingkan dengan aluminum sulfat.Keywords : colloid, destabilization, pH, dosages, sweep flocculation.
PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN DI HARVEST CITY, CIBUBUR ., Winarni; Yanidar, Ramadhani; Saputri, Meifani
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harvest City merupakan kawasan perumahan seluas kurang lebih 950 Ha yang terletak di Cileungsi-Cibubur. Perencanaan jaringan Sistem Penyaluran Air Buangan ini direncanakan melayani 100% penduduk hingga lahan terisi penuh.Sistem penyaluran air buangan di Harvest City sampai akhir perencanaan direncanakan dapat melayani penduduk total 120.321 jiwa. Faktor hari maksimum 1,3 dan persentase air buangan didapat dari hasil survey di STP (Sewerage Treatment Plant) Lippo Karawaci, Tangerang, kemudian dibandingkan dengan referensi tugas akhir yang mengambil persentase air buangannya di Lippo Karawaci, lalu dilakukan uji statistik, sehingga diperoleh persentase air buangan sebesar 81,43 %. Debit rata-rata air buangan akhir perencanaan sebesar 265,22 L/dtk. Pemilihan jalur alternatif 1 pada bagian barat sampai ke utara perumahan Harvest City akan melalui jalan utama dan akan melalui taman, rumah sakit dan komersial area untuk menuju daerah bagian timur, selain melalui jalan utama, jalur pipa akan melalui jalan utama di dalam cluster, total panjang pipa sebesar 15232 m. Jalur alternatif 2, pipa induk pada daerah bagian utara akan melalui jalan-jalan utama Harvest City. Pada daerah bagian utara, jalur pipa akan melalui jalur yang sama seperti alternatif 1, total panjang pipa sebesar 14553 m. Pemilihan alternatif ketiga merupakan perpaduan dari kedua alternatif yang ada, total panjang pipa sebesar 13821 m. Alternatif yang terpilih adalah alternatif 3, dengan total biaya investasi rencana sistem penyaluran air buangan + IPAL sebesar Rp. 119. 407. 115. 589, dengan diameter yang digunakan 200 mm-1000 mm, jumlah manhole 67 buah, dan perlengkapan lain berupa 4 buah bangunan gelontor, dan sambungan rumah sebesar 26236 buah. Biaya investasi per rumah sebesar Rp.3.552.451 untuk rumah tipe A, Rp.4.973.431 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Biaya operasional pengaliran air buangan per rumah sebesar Rp. 747 untuk rumah tipe A, Rp.1.062 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Pentahapan pada alternatif ini dibagi 3 tahap.Keyword: Waste Water, designing, installation of water treatment of wasteHarvest City merupakan kawasan perumahan seluas kurang lebih 950 Ha yang terletak di Cileungsi-Cibubur. Perencanaan jaringan Sistem Penyaluran Air Buangan ini direncanakan melayani 100% penduduk hingga lahan terisi penuh.Sistem penyaluran air buangan di Harvest City sampai akhir perencanaan direncanakan dapat melayani penduduk total 120.321 jiwa. Faktor hari maksimum 1,3 dan persentase air buangan didapat dari hasil survey di STP (Sewerage Treatment Plant) Lippo Karawaci, Tangerang, kemudian dibandingkan dengan referensi tugas akhir yang mengambil persentase air buangannya di Lippo Karawaci, lalu dilakukan uji statistik, sehingga diperoleh persentase air buangan sebesar 81,43 %. Debit rata-rata air buangan akhir perencanaan sebesar 265,22 L/dtk. Pemilihan jalur alternatif 1 pada bagian barat sampai ke utara perumahan Harvest City akan melalui jalan utama dan akan melalui taman, rumah sakit dan komersial area untuk menuju daerah bagian timur, selain melalui jalan utama, jalur pipa akan melalui jalan utama di dalam cluster, total panjang pipa sebesar 15232 m. Jalur alternatif 2, pipa induk pada daerah bagian utara akan melalui jalan-jalan utama Harvest City. Pada daerah bagian utara, jalur pipa akan melalui jalur yang sama seperti alternatif 1, total panjang pipa sebesar 14553 m. Pemilihan alternatif ketiga merupakan perpaduan dari kedua alternatif yang ada, total panjang pipa sebesar 13821 m. Alternatif yang terpilih adalah alternatif 3, dengan total biaya investasi rencana sistem penyaluran air buangan + IPAL sebesar Rp. 119. 407. 115. 589, dengan diameter yang digunakan 200 mm-1000 mm, jumlah manhole 67 buah, dan perlengkapan lain berupa 4 buah bangunan gelontor, dan sambungan rumah sebesar 26236 buah. Biaya investasi per rumah sebesar Rp.3.552.451 untuk rumah tipe A, Rp.4.973.431 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Biaya operasional pengaliran air buangan per rumah sebesar Rp. 747 untuk rumah tipe A, Rp.1.062 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Pentahapan pada alternatif ini dibagi 3 tahap.Keyword: Waste Water, designing, installation of water treatment of waste
PENGARUH PENGADUKAN PADA KOAGULASI MENGGUNAKAN ALUM ., Winarni; Iswanto, Bambang; Karina, Citra
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 6 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadukan cepat bertujuan untuk mendispersikan koagulan secara merata ke dalam air baku untuk memacu pembentukan flok. Pada proses koagulasi menggunakan alum, interaksi yang terjadi adalah antara partikel koloid dengan produk hidrolisa aluminum yang terbentuk pada kondisi pH operasi tertentu. Produk hidrolisa aluminum terbentuk dalam waktu yang sangat singkat sehingga diperlukan pengadukan dengan intensitas tinggi agar spesies ini dapat teradsorpsi di permukaan koloid. Penelitian ini merupakan penelitian awal guna mengembangkan rancangan penelitian pengaruh pengadukan pada koagulasi alum. Untuk melihat dampak pengadukan pada koagulasi dengan adsorpsi monomer dan polimer aluminum, perlu dilakukan proses koagulasi pada pH 4. Suspensi air baku diperluas dengan suspensi kekeruhan tinggi untuk mengkonfirmasi pecahnya flok. Guna mengatasi kendala kecepatan pengadukan jar-test yang terbatas maka diperlukan reaktor mini koagulasi-flokulasi-sedimentasi dengan motor pengaduk intensitas tinggi yang mencapai gradient kecepatan 16000 detik -1 .Keywords: coagulation, mixing, velocity gradient, adsorption, sweep coagulation  
STUDI PENGOLAHAN LUMPUR INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM TAMAN KOTA - JAKARTA BARAT Alfa Julian, Dedi; Lindu, Muhammad; ., Winarni
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi pengolahan air minum (IPA) Taman Kota, Jakarta Barat, memiliki kapasitas disain 200 liter/detik, dan air baku berasal dari Cengkareng Drain dan terdapat unit prasedimentasi sebelum air baku masuk ke IPA. Digunakan IPA konvensional yang dilengkapi dengan unit bio filter untuk mengabsorbsi zat organik di air baku. Lumpur berasal dari unit sedimentasi yang dibuang secara rutin setiap 10 menit dengan volume lumpur rerata 144,93 m3/hari dan pada kondisi maksimum 628,30 m3/hari, unit biofilter yang dibuang secara berkala saat dilakukan pengurasan bak yaitu 150,10 m3/hari, serta unit saringan pasir cepat yang membuang air bekas backwash filter secara berkala dan dalam waktu yang singkat sebesar 468,86 m3/hari. Mempertimbangkan perbedaan karakteristik lumpur yang dihasilkan, direncanakan 2 unit tanki penampung (ekualisasi) terpisah yaitu tanki pertama menerima lumpur sedimentasi serta tanki kedua menerima lumpur pengurasan bio filter dan air bekas backwash filter. Memperhatikan luas lahan yang tersedia, maka lumpur sedimentasi yang terkumpul di tanki penampung dipompa menuju ke unit thickener dan selanjutnya ke unit dewatering mekanik. Studi perbandingan dilakukan terhadap 3 opsi peralatan dewatering mekanik dengan mempertimbangkan volume lumpur yang dapat direduksi, biaya investasi, serta biaya operasional dan energi.   Peralatan dewatering mekanik terpilih adalah belt filter press yang mereduksi lumpur sedimentasi menjadi 4,20 m3/hari, dan pada kondisi maksimum menjadi 18,20 m3/hari. Keywords: water treatment plant, sludges, backwashed water, dewatering