Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Rectifying Antenna (rectenna) Untuk Sinyal Tv Uhf 470 - 806 Mhz Fadhli Iwanda; Zulfi Zulfi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energy harvesting sedikit banyaknya telah membantu permasalahan krisis energi yang memiliki sumber daya terbatas. Teknik ini mengambil sumber energi eksternal dari suatu sistem yang ketersediaannya cukup berlimpah seperti sinar matahari, angin, dan gelombang radio. Selain sinar matahari, saat ini gelombang radio merupakan sumber energi yang bisa dibilang tidak terbatas karena ketersediaan sumber pancar yang banyak baik dari BTS, akses poin WLAN, maupun stasiun televisi. Salah satu aplikasi energy harvesting yang memanfaatkan gelombang radio sebagai sumber adalah rectifying antenna (rectenna). Gelombang radio yang ada di udara bebas diterima oleh antena dan kemudian diubah menjadi tegangan DC. Penelitian tugas akhir ini merancang sistem rectenna sederhana yang terdiri dari antena dan rectifier. Antena yang dirancang merupakan antena mikrostrip vivaldi berjenis tapered slot dan bisa beroperasi pada sinyal TV UHF frekuensi 470 – 806 MHz. Rangkaian rectifier yang dirancang berjenis voltage multiplier dengan menggunakan kombinasi dioda dan kapasitor sebagai penyusunnya. Dioda yang digunakan yaitu dioda Schottky tipe BAT 17. Dioda ini mampu beroperasi pada rentang frekuensi UHF (300 – 3000 MHz). Antena vivaldi hasil realisasi berbahan substrat FR-4 epoxy dengan dimensi 200 mm x 250 mm. Hasil realisasi antena vivaldi memiliki gain yang paling tinggi pada rentang frekuensi 470 – 806 MHz sebesar 2,4 dB. VSWR antena ini memiliki nilai paling tinggi sebesar 1,86 dan bandwidth lebih dari 400 MHz. Sistem rectenna berhasil mengkonversi gelombang radio menjadi tegangan DC senilai 20,2 mV dengan daya kirim 19 dBm dari antena pancar dengan jarak 60 cm pada frekuensi 806 MHz. Tegangan DC yang paling rendah dihasilkan pada frekuensi 470 MHz sebesar 0,4 mV dengan daya kirim 19 dBm dari antena pancar dengan jarak 60 cm. Kata Kunci: Antena Vivaldi, Energy Harvesting, Rectenna, Rectifier, Voltage Multiplier Abstract Energy harvesting more or less has helped energy crisis problems about limited resources. This technique takes an external source of energy from a system with abundant availability such as sunlight, wind and radio waves. In addition to sunlight, today radio waves are an almost unlimited source of energy due to the availability of many transmit sources such as BTS, WLAN access points, and television stations. One application of energy harvesting that utilizes radio waves as a source is rectifying antenna (rectenna). Radio waves in the free air are received by the antenna and then converted to DC voltage. This final project research designs a simple rectenna system consisting of antennas and rectifiers. The designed antenna is a tapered slot vivaldi microstrip antenna and can operate on 470 - 806 MHz UHF TV signals. The rectifier circuit is designed to be a voltage multiplier by using a combination of diodes and capacitors as their constituents. The diode used is the BAT 17 type Schottky diode. The diode is capable of operating in the UHF frequency range (300 - 3000 MHz). Realization of Vivaldi antenna consists of FR-4 epoxy as a substrate with dimension 200 mm x 250 mm. The results of Vivaldi antenna realization have the highest gain in the 470 - 806 MHz frequency range of 2.4 dB. VSWR of this antenna has the highest value of 1.86 and bandwidth over 400 MHz. The rectenna system successfully converts radio waves into DC voltages worth 20.2 mV with 19 dBm of radiated power from transmit antennas with a distance of 60 cm at 806 MHz frequency. The lowest DC voltage is generated at 470 MHz frequency of 0.4 mV with 19 dBm of radiated power from the transmit antenna 60 cm apart. Keywords: Energy Harvesting, Rectenna, Rectifier, Vivaldi Antenna, Voltage Multiplier
Perancangan Dan Realisasi Rectenna Mikrostrip Rectangular Patch Array Pada Frekuensi 470 Mhz - 2400 Mhz Sebagai Energi Penggerak Jam Wahyu Yanuar Arifin; Zulfi Zulfi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini dilakukan proses perancangan dan realisasi Rectenna. Antena yang realisasikan adalah antena array mikrostrip. Antena ini ditujukan untuk menyerap gelombang pancar pada rentang frekuensi tertentu pada 470 MHz - 2400 MHz. Frekuensi kerja berdasarkan pengukuran yaitu 900 MHz dan 1800 MHz dengan gain > 3 dBi pada VSWR < 2. Rectifier yang digunakan dalam penelitian ini rectifier yang menggunakan dioda Schottky tipe BAT17 yang rentang kerjanya pada frekuensi UHF (300 MHz - 3000 MHz). Hasil pengukuran menunjukkan nilai tegangan tertinggi dari rangkaian rectenna ini mencapai 1,358 Volt pada jarak 30 cm dari antena horn sebagai pemancar GSM di ruang chamber. Sedangkan pada ruang terbuka, didapatkan tegangan rata-rata 200 mVolt. Rectenna masih belum bisa menggerakkan jam yang memiliki spesifikasi tegangan DC 1,5 Volt. Kata kunci : Rectenna, Rectifier, Antena, Dioda Schottky
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Inset-fed Pada Frekuensi 2,4 Ghz Untuk Aplikasi Wifi Nadya Sabrina; Heroe Wijanto; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan kabel dalam akses telekomunikasi kini begitu diminimalisir. Meningkatnya kebutuhan user akan mobilitas yang tinggi menjadi latar belakang kemunculan jaringan nirkabel atau WLAN. WLAN atau wireless LAN merupakan suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. WiFi adalah salah satu produk dari WLAN. Dalam penerapannya, dibutuhkan beberapa komponen khusus, salah satunya adalah antena eksternal yang berfungsi sebagai penguat daya pancar. Karakteristik antena yang dibutuhkan diantaranya berukuran kecil, memiliki tingkat matching yang baik, hanya mengkonsumsi sedikit arus listrik, dan memiliki pola radiasi omnidirectional. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan disimulasikan sebuah antena mikrostrip inset-fed untuk aplikasi WiFi yang dapat digunakan secara optimal pada frekuensi 2,4 GHz menggunakan simulator elektromagnetik. Tahapan implementasi dari Tugas Akhir ini adalah penentuan spesifikasi antena, pemodelan, simulasi, realisasi prototype, pengujian, dan perbandingan hasil simulasi. Hasil yang diharapkan dari Tugas Akhir ini adalah antenna yang direalisasikan memiliki nilai VSWR ≤ 1,5 dan pola radiasi omnidirectional. Kata kunci : WLAN, WiFi, antena mikrostip inset-fed
Perancangan Dan Analisis Jaringan Fiber To The Home Dengan Teknologi Gpon (gigabit Passive Optical Network) Di Area Kelurahan Sragen Tengah Haris Bacharudin Rahman; Sugito Sugito; Irvan Zulfi Akbar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berkembangnya teknologi jaringan akses serat optik dari teknologi akses optik aktif hingga pasif semakin baik, salah satu diantaranya jaingan akses serat optik berbasis PON. GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access berbasis kabel serat optik. Perancangan FTTH memilih Kelurahan Sragen Tengah yang berada di wilayah PT. Telkom Witel Solo dengan menggunakan teknologi GPON Dalam tugas akhir ini, dilakukan survey penggumpulan data menggunakan GPS. Kemudian dilakukan perancangan jaringan FTTH (Fiber To The Home) menggunakan teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network) yang hasilnya nanti di uji kelayakan sistem dengan melihat parameter antara lain Link Power Budget dan Rise Time Budget. Nilai parameter tersebut dihitung secara manual dan akan dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak OptiSystem. Lalu parameter lainnya adalah Bit Error Rate (BER) untuk performansi sistem, nilai ini dapat dilihat dengan simulasi perancangan pada Optisystem. Hasil perhitungan manual link power budget adalah total redaman yang dihasilkan untuk jarak terjauh sebesar 19,91096 dB untuk downstream dan 4,78096 dB untuk upstream. Hasil perhitungan tersebut memenuhi standar yang telah ditentukan oleh ITU-T dan PT. Telkom, yaitu sebesar 28 dBm. Berdasarkan nilai total redaman pada jarak terjauh didapatkan nilai daya terima sebesar - 22,91096 dBm untuk downstream dan -10,28096 dBm untuk upstream. Untuk nilai rise time budget didapatkan nilai waktu batasan sebesar 0,28135 ns dan hasil nilai tsystem sebesar 0,252662379 ns untuk downstream. Dan didapatkan nilai waktu batasan sebesar 0,5627 ns dan hasil nilai tsystem sebesar 0,250182259 ns untuk upstream. Hasil rise time budget yang didapatkan bernilai baik karena nilai tsystem lebih kecil dari nilai batasan waktu. Untuk parameter performansi sistem yaitu BER yang dihasilkan dari simulasi pada OptiSystem, didapatkan nilai BER downstream sebesar 3,50184 x 10-128 dan 1.58392 x 10-242 untuk upstream. Nilai tersebut memenuhi nilai minimum BER untuk optik sebesar 10-9 . Kata kunci: Bit Error Rate, FTTH, GPON, Kelurahan Sragen Tengah, Link Power Budget, Rise Time Budget, OptiSystem Abstract The development of fiber optic access network technology from active to passive optical access technology is getting better, one of which is competition for access to PON-based optical fiber. GPON (Gigabit Passive Optical Network) is an access technology that is categorized as Broadband Access based on fiber optic cable. The FTTH design chose Kelurahan Sragen Tengah in the area of PT. Telkom Witel Solo using GPON technology. In this final project, data collection surveys using GPS were conducted. Then the FTT (Fiber To The Home) network design using GPON technology (Gigabit Passive Optical Network), the results of which will be tested for the feasibility of the system by looking at parameters such as Link Power Budget and Rise Time Budget. The parameter values are calculated manually and will be compared with the simulation results using OptiSystem software. Then the other parameter is the Bit Error Rate (BER) for system performance, this value can be seen with a design simulation at Optisystem. The result of manual link power budget calculation is the total attenuation generated for the farthest distance of 19.91096 dB for downstream and 4.78096 dB for upstream. The calculation results meet the standards set by ITUT and PT. Telkom, which is equal to 28 dBm. Based on the total attenuation value at the farthest distance, the value of receiving power is - 22.91096 dBm for downstream and -10.28096 dBm for upstream. For the rise time budget value, the time limit value is 0.28135 ns and the tsystem value is 0.252662379 ns for downstream. And the time limit value obtained is 0.5627 ns and the result of tsystem value is 0.250182259 ns for upstream. The obtained rise time budget results are good because the tsystem value is smaller than the time limit value. For system performance parameters, namely BER, which is generated from a simulation at OptiSystem, the BER downstream value is 3.50184 x 10-128 and 1.58392 x 10-242 for upstream. This value satisfies the minimum value for optical BER of 10-9. Keyword : Bit Error Rate, FTTH, GPON, Kelurahan Sragen Tengah, Link Power Budget, Rise Time Budget, OptiSystem
Perancangan Dan Realisasi Harmonic Suppression Circular Patch Antenna Untuk Aplikasi Wireless Energy Harvesting Wildan Fadil Muhammad; Zulfi Zulfi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertimbangan penting dalam perancangan sistem wireless energy harvesting adalah bagaimana mencapai efisiensi yang tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai efisiensi yang tinggi tersebut adalah dengan cara menekan sinyal-sinyal harmonik yang dibangkitkan oleh dioda yang terdapat di dalam rectifier. Tugas akhir ini membahas tentang perancangan dan realisasi antena yang memiliki fungsi ganda, yaitu menangkap sinyal dan menekan sinyal-sinyal harmonik. Antena yang digunakan adalah microstrip circular patch antenna yang dirancang pada substrat FR4 dengan 𝜺𝒓 = 4,7 dengan ketebalan 1,6 mm. Teknik yang digunakan untuk menekan sinyal-sinyal harmonik adalah dengan mencacati bagian ground plane dengan susunan teratur sebanyak 9 buah bidang lingkaran masing-masing berjari-jari 5 mm. Kinerja antena dalam menahan sinyal-sinyal harmonik akan dinyatakan dengan parameter return loss antena. Antena yang dirancang mampu menahan frekuensi harmonik kedua dan harmonik ketiga. Sinyal harmonik kedua pada frekuensi 4,9 GHz dapat ditekan sebesar -0,567 - (-11,541) = 10,974 dB dan sinyal harmonik ketiga pada frekuensi 7,35 GHz dapat ditekan sebesar -4,736 - (-10,765) = 6,029 dB. Kata kunci : wireless energy harvesting, microstrip patch antenna, harmonic suppression Abstract An important consideration in designing a wireless energy harvesting system is how to achieve high efficiency. One effort that can be done to achieve high efficiency is by suppressing the harmonic signals generated by the diode contained in the rectifier. This final project discusses the design and realization of antennas that have multiple functions, namely capturing signals and suppressing harmonic signals. The antenna used is a microstrip circular patch antenna designed on a FR4 substrate with ε_r = 4.7 with a thickness of 1.6 mm. The technique used to suppress harmonic signals is to choke the ground plane with a regular arrangement of 9 pieces of circle each with a radius of 5 mm. Antenna performance in holding harmonic signals will be expressed with the antenna return loss parameter. The antenna designed is able to withstand the second harmonic frequency and the third harmonic. The second harmonic signal at a frequency of 4.9 GHz can be suppressed at -0.567 - (-11.541) = 10.974 dB and the third harmonic signal at a frequency of 7.35 GHz can be suppressed at -4.736 - (-10.765) = 6.029 dB. Keywords: Wireless energy harvesting, microstrip patch antenna, harmonic suppression
Perancangan Dan Realisasi Rectenna Array Bow-tie Dipole Frekuensi 2,4 Ghz Dengan Voltage Multiplier Untuk Energy Harvesting Hendro Fransniko Situmeang; Levy Olivia Nur; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi hingga saat ini kebanyakan mengharapkan hanya dari fossil. Padahal sumber fossil seiring berjalannya waktu akan habis terpakai. Salah satu solusi menanggulangi hal tersebut adalah dengan energy harversting pada frekuensi radio. Tugas akhir ini membahas tentang perancangan dan pembuatan rectenna (rectifying antenna) untuk energy harvesting. Input dari rectenna adalah gelombang elektromagnetik dengan keluaran berupa DC. Antena yang dirancang dengan patch bowtie dengan array 1x2 dan groundplane yang dimodifikasi dengan u-slot dan rectifier menggunakan topologi 7 stage voltage multiplier dengan dioda scottky bat 46. Pada tugas akhir ini, nilai return loss setelah pengukuran adalah -18,445. Nilai VSWR pada frekuensi 2,4 GHz adalah 1,29 dan gain pada frekuensi kerja sebesar 2.798 dBi. Rectifier dengan input –2 dB dapat menghasilkan keluaran rata-rata 86,77 mV dan semakin rendah frekuensi maka semakin besar keluaran rectifier. Pengukuran rectenna dengan input rata-rata -26 dBm dapat menghasilkan keluaran 8,09 mV. Kata Kunci : Rectenna, Energy Harvesting, Dioda Schottky, Mikrostrip Abstract Energy needs up to now mostly expect only from fossils. Though fossil sources over time will be used up. One solution to overcome this problem is energy harversting on radio frequency. This final project discusses the design and manufacture of rectenna (rectifying antenna) for energy harvesting. Input from rectenna is an electromagnetic wave with an output in the form of DC. Antenna designed with patch bowtie with a 1x2 array and groundplane modified with u-slot and rectifier using a 7 stage voltage multiplier topology with bat 46 scottky diode. In this final project, the return loss value after the measurement is 18,445. The VSWR value at the 2.4 GHz frequency is 1,29 and gain at work frequency of 2.798 dBi. An input -2 dB rectifier can produce an average output of 86.77 mV and the lower the frequency the greater the output of the rectifier. Measurement of rectenna with an average input of -26 dBm can produce output of 8,09 mV. Keywords: Rectenna, Energy Harvesting, Schottky Diodes, Microstrip
Analisis Perencanaan Layanan Data Jaringan Long Term Evolution (lte) Indoor Pada Stadion Patriot Candrabhaga Jeremy Elivranto Partogi Tambunan; Uke Kurniawan Usman; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Stadion Patriot Candrabhaga merupakan stadion sepak bola yang sudah memiliki fasilitas bertaraf internasional yang dapat menampung penonton hingga 30.000 orang. Dengan struktur bangunan dan lokasi stadion di pusat kota meredam sinyal telekomunikasi dari site outdoor, perlu dilakukan perencanaan jaringan indoor LTE di Stadion Patriot Candrabhaga. Untuk memperoleh hasil perhitungan dengan akurasi yang baik digunakan pemodelan propagasi Cost-231 Multiwall. Permodelan tersebut dipakai karena kondisi stadion ini merupakan semi indoor dan semi outdoor sehingga terdapat struktur bangunan berupa tembok-tembok yang dapat menjadi faktor pelemahan kuat sinyal yang ada di stadion. Didapatkan nilai RSRP untuk seluruh area sebesar -49,43 dBm. Sedangkan nilai SIR sebesar 6,10 dB. Dengan menggunakan KPI operator acuan yaitu untuk parameter RSRP harus > -90 dBm (90% area) dan parameter SIR harus > 0 dB (90% area) maka hasil prediksi disimulasi nilai RSRP & SIR mencapai target KPI. Kata Kunci : LTE, Coverage planning, Capacity Planning, RSRP, SIR Abstract Patriot Candrabhaga Stadium is a football stadium that already has international standard facilities that can accommodate the audience of up to 30,000 people. With building structure and stadium location in city center dampen telecommunication signal from outdoor site, need to be done indoor network planning LTE at Patriot Candrabhaga Stadium. To obtain the calculation result with good accuracy is used modeling propagation Cost-231 Multiwall. The modelling is used because the condition of the stadium is semi indoor and semi-outdoor so there is a building structure in the form of walls that can be a factor of strong weakening of the signal in the stadium. The value of RSRP for the entire area is -49,43 dBm dBm. The value of SIR is 6,10 dB . By using the benchmark operator KPI i.e. for the RSRP parameter must be >-90 dBm (90% area) and the SIR parameter must be > 0 dB (90% area) then the predicted prediction result of RSRP & SIR reached KPI target. Keywords : LTE, Coverage planning, Capacity Planning, RSRP, SIR
Perancangan Dan Realisasi Harmonic Suppression Antenna Untuk Aplikasi Wireless Energy Harvesting Ridwan Adhitya Pradipta; Zulfi Zulfi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam sistem wireless energy harvesting, proses pemanenan energi mengalami kendala karena energi yang dikirim dari antena menuju rectifier sebagian akan dikembalikan lagi ke antena. Hal ini disebabkan oleh komponen utama rectifier, yaitu dioda, merupakan komponen non linier yang dapat membangkitkan sinyal-sinyal harmonik. Oleh karena itu, untuk meningkatkan energi yang dipanen, makan sinyal-sinyal harmonik yang muncul harus ditekan. Tugas akhir ini bertujuan merancang dan merealisasikan suatu antena yang berfungsi ganda, yaitu menangkap sinyal sekaligus berfungsi sebagai filter yang dapat menekan sinyal-sinyal harmonik yang muncul. Metode yang digunakan dalam menekan sinyal-sinyal harmonik adalah dengan melakukan modifikasi pada bagian ground plane antena dengan teknik defected ground structure (DGS) dan melakukan modifikasi pada bagian patch antena dengan teknik notch. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan software CST 2017, antena yang dirancang dapat menekan sinyal-sinyal harmonik, yaitu nilai return loss menjadi lebih besar dari -3 dB. Nilai return loss sinyal harmonik kedua pada frekuensi 3,6 GHz dapat ditekan dari -7,1539 dB menjadi -1,2005, sedangkan nilai return loss sinyal harmonik ketiga pada frekuensi 5,4 GHz dapat ditekan dari -11,043 dB menjadi -1,1595. Kata kunci : RF energy harvesting, microstrip patch antenna, harmonic suppression Abstract In wireless energy harvesting, the process of harvesting energy has a problem because some energy from antenna to the rectifier will be returned back to the antenna. it is caused by the rectifier main component, diode, which is a non linear component that can generates the harmonic signals. Therefore, the harmonic signal must be suppressed to increase the harvested energy. This final task is proposed to design and realize an antenna that has a dual function, namely capturing the signals and also as a filter that can suppress the generated harmonic signals. The method used to suppress harmonic signals are by modifying the ground plane of the antenna with the defected ground structure (DGS) technique and modifying the patch of the antenna with the notch technique. Based on the simulation result using CST 2017 software, the design of antenna can suppress harmonic signals, the return loss value is higher than -3 dB. The value of return loss of the second harmonic signal at the frequency of 3,6 GHz can be reduced from -7,1539 dB to -1,2005 dB, meanwhile the return loss value of the third harmonic signal at the frequency of 5,4 GHz can be reduced from -11,043 dB to -1,1595 dB. Keywords: RF energy harvesting, microstrip patch antenna, harmonic suppression
PENGEMBANGAN POTENSI DESA CILANGKAP MELALUI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA TEMATIK Adrio Kusmareza Adim; Roselind Gandi; Aura Narita Aryadhani; Achmad Zulfi Nur Khamdani; Laksamana Aidzul Haq
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7906

Abstract

Penulis dapat menceritakan summary dari kegiatannya pada bagian ini. Pada bagian ringkasan dapat Artikel ilmiah ini membahas pelaksanaan Program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD) Kuliah Kerja Nyata KKN Tematik di Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai kegiatan yang mencakup pencegahan stunting, peningkatan literasi dasar, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan desa wisata. Melalui observasi dan partisipasi aktif mahasiswa, program ini berhasil menciptakan inovasi dan meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat desa. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek sosial dan ekonomi desa.