Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA KENDARAAN BUS KHUSNUL HIDAYAT, AHMAD; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAerodinamika berasal dari dua buah kata yaitu aero berarti udara dan dinamika berarti kekuatan atau tenaga. Jadi aerodinamika dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari akibat yang ditimbulkan oleh udara pada objek yang bergerak atau sebaliknya. Objek ini dapat berupa kendaraan bermotor (mobil, bus, truk, maupun sepeda motor), yang desain bodinya selalu mempertimbangkan aerodinamis. Penggunaan kendaraan sebagai sarana transportasi menjadi solusi untuk mendukung peningkatan mobilitas manusia. Sampai saat ini, penggunaan alat transportasi umum khususnya bus, masih menjadi alternatif kendaraan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam meningkatkan sisi aerodinamis kendaraan bus beberapa parameter yang berpengaruh antara lain : dimensi utama berupa panjang, lebar, dan tinggi kendaraan, sudut diffuser, ground clearance, sudut kemiringan leading edge dan trailing edge. Penelitian ini lebih memfokuskan pada variasi leading edge karena telah di ketahui bahwa leading edge mempunyai pengaruh besar terhadap gaya aerodinamika kendaraan dan akhirnya mempengaruhi efisiensi bahan bakar pada kendaraan tersebut. Model uji dalam penelitian ini yang menyerupai kendaraan jenis bus yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:30 dari dimensi aslinya, dan akan diamati distribusi tekanan di kontur model, dan menghitung nilai koefisien drag dan lift dengan memvariasikan kemiringan sudut leading edge pada kendaraan bus. Penelitian ini dilakukan dalam open circuit wind tunnel subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm). Variasi sudut kemiringan leading edge antara lain: standar 35,4°; 26,4°; 44,4°; dan 53,4°. Reynold number (Re) yang digunakan = 4,24x104 (19 Km/Jam), 7,06x104 (32 Km/Jam), dan 9,83x104 (44 Km/Jam). Pengukuran profil kecepatan aliran dibelakang model uji kendaraan dilakukan pada rasio X/L 0,49; X/L 0,61; X/L 0,73 dari leading edge pelat datar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wind tunnel, thermometer, pressure tap, pitot static tube, dan manometer digital. Hasil penelitian menunjukkan dengan variasi sudut kemiringan leading edge cenderung menurunkan coefficient pressure (CP), pada bagian atap model. Penurunan nilai coefficient drag preassure (CDp) terjadi pada variasi sudut kemiringan pada sudut 53,4° dan Re = 9,83x104 yakni 0,4923 atau turun 17,80 % dari model yang standart, sehingga bisa dikatakan dengan variasi kemiringan leading edge mempunyai dampak terbaik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. Selain itu dengan memvariasi sudut kemiringan leading edge juga dapat meningkatkan coefficient lift pressure (CLp). Sedangkan CLp pada sudut 53,4° dan Re = 9,83x104 yakni -0,1291 atau turun 30,52 % dari model yang standart, CLp terendah ada pada variasi pada sudut 26,4° dan Re = 7,06x104 yakni -0,2474 atau naik 30,49% dari kendaraan standart. Pada pengukuran profil kecepatan (Vp) dibelakang model, semua variasi kemiringan leading edge cenderung menurunkan defisit momentum aliran pada semua Re dan semua rasio X/L. Kata kunci: Leading Edge, Karakteristik Aerodinamika, dan Kendaraan bus
VISUALISASI PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA KENDARAAN BUS FAHMI, WILDAN; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada dasarnya dalam peningkatan efisiensi bahan bakar tidak hanya meliputi tentang bagian mesin saja. Namun, terdapat aspek lain yang dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar, yaitu tentang aerodinamis pada bodi kendaraan agar laju aliran udara yang melewati bodi kendaraan dapat dimanfaatkan dengan baik. Dalam meningkatkan sisi aerodinamis kendaraan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh antara lain : dimensi utama berupa panjang, lebar, dan tinggi kendaraan, sudut diffuser, ground clearance, sudut kemiringan leading edge. Dengan melakukan metode dan teknik dalam pengambilan data secara visualisasi ini, dapat mengetahui dan memahami fenomena pada laju aliran secara nyata sesuai dengan kondisi real. Model uji dalam penelitian ini yang menyerupai kendaraan jenis bus yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:30 dari dimensi aslinya. Penelitian ini dilakukan dengan sudut standart leading edge 35,4° dan memvariasikan sudut leading edege 26,40; 44,40; 53,40 dengan menggunakan alat bantu smoke generator, open circuit wind tunnel subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm) dan Reynold number (Re) yang digunakan = 0,26x Hasil penelitian ini menunjukkan dengan variasi sudut kemiringan leading edge didapatkan hasil visualisasi yang berbeda. Pada variasi sudut kemiringan leading edge 53,40 memiliki garis alir yang yang lebih baik daripada variasi sudut kemiringan leading edge 35,40 (standar) dapat dilihat dari visualisasi aliran pada titik stagnasi, aliran saat terdefleksi ke bagian upper surface dan lower surface, lalu terjadinya bubble surface pada aliran, dan terjadinya titik separasi aliran ketika akan meninggalkan kontur kendaraan.Kata kunci: Visualisasi Leading Edge, Karakteristik aerodinamika,, dan Kendaraan busAbstractBasically in improving fuel efficiency not only covers the engine parts. However, there are other aspects that can affect fuel efficiency, which is about aerodynamics in the vehicle body so that the air flow rate that passes through the vehicle body can be utilized properly. In increasing the aerodynamic side of the vehicle there are several influential factors, among others: main dimensions in the form of length, width, and height of the vehicle, diffuser angle, ground clearance, leading edge tilt angle. By doing the methods and techniques in visualizing this data retrieval, it can know and understand the phenomena at the flow rate significantly in accordance with the real conditions. The test model in this study resembles a bus type vehicle made from a PCB (printed circuit board) with a scale of 1:30 from the original dimension. This study was conducted with a leading edge standard angle of 35.4 ° and varied the angle of leading edege 26.40; 44,40; 53.40 by using smoke generator tools, open subsonic wind tunnel circuits with test section dimensions (365 mm x 365 mm x 1250 mm) and Reynold number (Re) used = 0.26x The results of this study indicate the leading slope angle variations edge results are different visualizations. The variation in the leading edge of the leading edge 53.40 has a flow line that is better than the variation in the slope angle of the leading edge 35.40 (standard) can be seen from the visualization of flow at the point of stagnation, flow when deflected to the upper surface and lower surface, then occur bubble surface in flow, and the occurrence of flow separation points when it will leave the contour of the vehicle. Keywords: Leading Edge Visualization, Aerodynamic Characteristics, and Bus Vehicles
Experimental study of the boundary layer development on the flat plate at laminar flow A. Grummy Wailanduw; Priyo Heru Adiwibowo; Budihardjo Achmadi Hasyim
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v15i1.145

Abstract

Pengaruh adanya plat datar terhadap silinder maupun susunan silinder yang diletakan dekat dengannya dapat dijelaskan melalui adanya informasi karakteristik aliran yang terjadi pada plat datar tersebut itu sendiri. Kajian eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan open-circuit sub-sonic wind tunnel ini bertujuan untuk mendapatkan informasi perkembangan boundary layer (lapis batas) yang terjadi di plat datar pada kondisi aliran laminar. Pengujian model plat datar ini dilakukan pada jarak 0,350 m; 0,409 m; 0,438 m; 0,680 m; dan 0,750 m dari leading edge plat datar. Kecepatan free stream yang digunakan adalah 10,4±0,1 m/s. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan boundary layer thickness seiring dengan penambahan jarak dari leading edge plat datar.
EVALUASI IMPLEMENTASI PJBL SESUAI PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMK KRIAN 2 SIDOARJO Wafi, Hibatul; WAILANDUW, A. GRUMMY
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 7 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v7n1.p16-25

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam mendukung sasaran pencapaian Pembangunan. Program transformasi pengembangan SMK dimulai dengan program Revitalisasi SMK pada 2017, kemudian SMK Center Of Excellence tahun 2020, dilanjut program SMK Pusat Keunggulan (PK) pada tahun 2021. Salah satu program SMK PK adalah pengembangan karakter profil pelajar pancasila melalui model Project based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Project based learning sesuai dengan profil pelajar pancasila pada dimensi gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif di SMK Krian 2 Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL sesuai dengan profil pelajar pancasila sudah baik, namun belum maksimal. Pada dimensi gotong royong menunjukkan kolaborasi yang baik antara guru dan siswa, namun guru masih perlu membimbing siswa agar meningkatkan keterampilan kerjasama yang baik lagi. Dimensi mandiri menunjukkan guru mampu mengarahkan siswa untuk menumbuhkan jiwa kemandirian, tetapi guru masih perlu mendorong siswa untuk mengenali kualitas dan minat diri. Kemudian dimensi bernalar kritis menunjukkan guru mampu membimbing siswa untuk memecahkan masalah dengan solutif, namun guru masih perlu mendorong siswa untuk mengembangkan kebiasaan mencari tahu. Dimensi kreatif menunjukkan guru membimbing siswa untuk mengembangkan ide dan gagasan, namun guru masih perlu membimbing siswa untuk menghasilkan sesuatu yang orisinal.
Rancang Bangun Sistem Kelistrikan Body pada Mobil Listrik Garuda Unesa Putra, Agung Wahana; Wailanduw, A.Grummy
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v1i01.2328

Abstract

Sistem kelistrikan body mempunyai peran sangat penting di dalam sebuah kendaraan yaitu sebagai penerangan utama saat perjalanan malam hari serta isyarat untuk memberi tanda pada pengemudi lain saat berbelok dan mengerem maupun suara klakson sebagai salah satu unsur safety pada sebuah kendaraan secara utuh. Permasalahan yang sering terjadi pada sistem kelistrikan body utamanya pada sistem kelistrikan lampu konvensional penggunaan lampu pijar memiliki daya yang sangat besar sehingga kurang efisien dalam hal penghematan energi, dengan menggunakan lampu LED dapat memangkas daya yang digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lampu LED memang lebih efisien dalam hal daya untuk digunakan menjadi sistem kelistrikan body, serta memiliki intensitas cahaya yang lebih tinggi dibanding lampu pijar biasa. Intensitas cahaya yang dihasilkan lampu halogen 55 watt 1690 lumen, sedangkan lampu LED berdaya 55 watt adalah 4774 lumen. Untuk klakson sudah dianggap cukup untuk sebagai isyarat pada mobil listrik Garnesa meskipun mempunyai tingkat tekanan suara lebih kecil ketimbang klakson milik mobil Toyota Avanza.
ANALISIS TORSI PADA TRAINER SISTEM STARTER MARITA, DONA; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26804

Abstract

Analisis sistem starter bertujuan untuk menganalisis kondisi motor starter pada saat diberikan beban bervariasi. Sistem kerja motor starter ini membutuhkan suatu rangkaian untuk menyalakan motor starter yang berfungsi untuk menggerakkan flywheel yang nantinya diberikan beban. Dari motor starter bisa didapat besarnya torsi mekanik. Untuk itu desain yang dibuat diberikan beban yang bervariasi dengan menguji dari beban terkecil, sedang hingga terbesar. Metode rekayasa yang akan dilakukan oleh peneliti dalam upaya mendesain trainer analisis torsi pada sistem starter dimulai dari merencanakan, merancang dan membuat trainer tersebut, menguji coba trainer, menganalisis hasil dari uji coba trainer. Analisis torsi pada trainer sistem starter umumnya digunakan sebagai media pembelajaran dengan diberikan beban agar mengetahui torsi yang dihasilkan pada motor starter tersebut. Setelah membuat desain trainer analisis sistem starter ini, dilanjutkan dengan uji coba untuk mengetahui karakteristik motor starter. Hasil pengujian pada trainer motor starter saat tidak menggunakan beban dan menggunakan beban dari 0,5 kg, 1kg, 1,5 kg, 2kg torsi yang dihasilkan pada motor starter jika beban semakin berat maka torsi yang dihasilkan motor starter tersebut juga akan semakin besar.
RANCANG BANGUN SMOKE GENERATOR DENGAN ALIRAN ASAP SECARA KONSTAN UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM AERODINAMIKA Matondang, Pahottua; Wailanduw, A. Grummy
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 6 No 03 (2021): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v6i03.44949

Abstract

Students who carry out practicum at the Aerodynamics Laboratory of Mechanical Engineering, State University of Surabaya have a smoke generator that is still simple, where the tool still has shortcomings in producing thick and constant smoke. The design of this tool uses the Research and Development (R&D) method with the analysis carried out covering the design of the tool, the heater used and the material. Trials of several heating devices and materials that have been carried out such as water heaters using liquid paraffin and dry ice. The second experiment was using a hairdryer using liquid paraffin, VG glycerin and VG+PG glycerin, the third experiment using flat nickelin wire with liquid paraffin, VG glycerin and VG+PG glycerin and the fourth experiment using coiled nickelin wire using liquid paraffin, VG glycerin and glycerin. VG+PG. Experiments on heating devices and materials were carried out by dripping and also partially soaking, except for heating water with dry ice by adding hot air to dry ice. From the experiments that have been carried out, the maximum heating device in producing as soon as possible is using a coil of nickelin wire with liquid paraffin. The results of the development and engineering of the research tool decided to use 3 coils of nickelin wire with a length of 120 mm, a diameter of 10 mm with a resistance per nickelin of 3.5 Ohm. For the power supply, the adapter uses an AC input of 220V DC output of 24V 10A and uses liquid paraffin as a liquid to be evaporated, because it does not cause corrosion of tools or wind tunnels. This tool works by evaporating liquid paraffin that is submerged in a coil of nickelin wire with a horizontal hanging position. It takes 3-5 minutes to get production fast which is good. From the smoke generator test results, this tool can be used for 10 minutes per rake in the wind tunnel in the data collection process.
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING KERJA SENSOR PADA SEPEDA MOTOR INJEKSI Sari, Heni Musvita; Wailanduw, A. Grummy
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 7 No 01 (2022): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v7i01.45065

Abstract

In today's modern era motor vehicles, especially motorcycles, have been dominated by electronic devices. Automotive electronic systems typically use ECU (Electronic Control Unit), a digital control by a microcomputer that allows the formation of information processes quickly and highly accurately. ECU can also detect damage there is an electrical system in motor vehicles, especially in motorcycles through sensors in motorcycle engines. And also be able to know the electronic system on a motorcycle is needed so that users/motorcyclists can fix it for that the purpose of this research is to create a system or device that can monitor the performance of electronic systems on motor vehicles, especially in motorcycles, in real-time through serial display programs using Arduino nano microcontrollers and store data in Excel. The method used in this engineering is to use a frame with a length dimension of 384 mm and a width of 264 mm with a height of 102 mm. Using a microcontroller. The mechanism of the tool is to process data from sensors and then the data is processed using a microcontroller into data whose output can be to LCD or Lamp or to excel with the help of a third-party program, namely PLX DAQ. The results of this engineering show that the standard value of measurement ofO2 levels resulting from this engineering in injection motorcycles is still far from the tool in the market because there are unit differences in the sensor work monitoring tool on injection motorcycles with tools in the market. And the results of this engineering for temperature measurement there is a difference in the measurement position in the sensor work monitoring tool on the injection motorcycle is on the cylinder head, while in the EOT measuring device.
RANCANG BANGUN SISTEM PERPIPAAN "RAKE" PADA ALAT VISUALISASI ALIRAN DI LABORATORIUM AERODINAMIKA Zuhri, Mochamad Saifudin; Wailanduw, A. Grummy
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 6 No 03 (2021): JRM
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v6i03.45066

Abstract

Fluid mechanics is a scientific discipline, which is part of the field of applied mechanics which studies the behavior of liquids and gases in a state of rest or motion. Fluid mechanics can be divided into fluid statics, fluid kinematics, and fluid dynamics. Fluid dynamics are fluid mechanics which study fluids in motion, especially liquids and gases. Fluid dynamics has a wide range of applications. Examples are used in calculating forces and moments on aircraft, mass flow rates of petroleum in pipelines, and forecasting weather patterns. Fluids are substances that can flow which have small to invisible particles and they can easily move and change shape without mass separation. Flow visualization is used to make the flow pattern of fluid (one of which is air) visible in order to obtain accurate data. The purpose of this research is to create a smoke generator that can spray smoke continuously. The method used in engineering is to vary the distance between the output pipes (tubes). There are three variations of rake used with each distance between the output pipes (tubes) of 60 mm (5 pieces), 42 mm (7 pieces), and 30 mm (9 pieces). The diameter of the outlet pipe (tube) and the main pipe (manifold) are made the same. The results of this engineering show that with variations in the distance between the output pipes (tubes) on the rake, different visualization results are obtained. In the 9 output pipe variations, the smoke output (streamline) is better than the other two versions, it can be seen from the visualization of the flow at the stagnation point and the flow is deflected to the upper and lower surfaces. While the visualization of the flow behind the vehicle there is not too much change because it does not vary the angle of the diffuser.
DIGITAL INNOVATION IN AUTOMOTIVE EDUCATION : IMPROVING COLLABORATION SKILL OF STUDENT USING INTERACTIVE FLIPBOOK Kunesa, Faisal Anas; Warju, Warju; Wailanduw, A. Grummy; Nur, Hamid Ramadhan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9194

Abstract

  Students in the twenty-first century need to be able to work together effectively and be actively involved in their own education. Creating interactive learning material based on flipbooks is one way to bolster these abilities. The purpose of this research is to investigate how students' collaborative abilities are impacted by the use of flipbook media and to document their reactions to the created materials. The researchers in this study used a quasi experimental (group posstest design), which meant that only one set of students received the instructional materials (flipbooks) and the associated activities. An observation sheet for teamwork abilities and a questionnaire for student feedback made up the study tools. After using flipbook media, students cooperation abilities significantly improved, as shown by a significance value of 0.000 < 0.05 in the comparative test on collaboration skills. In addition, the reliability test yielded a Cronbach's Alpha score of 0.846, reflecting strong reliability, and the validity test showed that all ten questionnaire questions had correlation coefficients higher than 0.361, proving that all items were valid. Evident from these results, the flipbook medium was well-received by the student. Thus, the created flipbook-based learning material is well-received and useful for improving students teamwork abilities and receives positive responses, making it suitable for use as an interactive learning medium in twenty-first century learning.   ABSTRAK Siswa di abad ke-21 perlu mampu bekerja sama secara efektif dan terlibat aktif dalam pendidikan mereka sendiri. Membuat materi pembelajaran interaktif berbasis flipbook adalah salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana kemampuan kolaborasi siswa dipengaruhi oleh penggunaan media flipbook dan untuk mendokumentasikan reaksi mereka terhadap materi yang dibuat. Para peneliti dalam studi ini menggunakan desain kuasi eksperimental (desain posttest kelompok), yang berarti hanya satu kelompok siswa yang menerima materi pembelajaran (flipbook) dan aktivitas terkait. Lembar observasi untuk kemampuan kerja tim dan kuesioner untuk umpan balik siswa merupakan alat penelitian. Setelah menggunakan media flipbook, kemampuan kerja sama siswa meningkat secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dalam uji komparatif pada keterampilan kolaborasi. Selain itu, uji reliabilitas menghasilkan skor Alpha Cronbach sebesar 0,846, yang mencerminkan reliabilitas yang kuat, dan uji validitas menunjukkan bahwa semua sepuluh pertanyaan kuesioner memiliki koefisien korelasi lebih tinggi dari 0,361, membuktikan bahwa semua item valid. Terbukti dari hasil ini, media flipbook diterima dengan baik oleh siswa. Dengan demikian, materi pembelajaran berbasis flipbook yang dibuat diterima dengan baik dan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kerja tim siswa serta mendapat respons positif, sehingga cocok digunakan sebagai media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran abad ke-21.