Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMK NEGERI 3 SURABAYA , NURILANWAR; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan tenaga kerja dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang perlunya pelaksanaan revitalisasi SMK, untuk menjalankan Inpres tersebut dijalankan program teaching factory di SMK. Teaching factory adalah konsep pembelajaran dimana sekolah melaksanakan produksi atau layanan jasa yang merupakan bagian dari proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengetahui baik tidaknya pelaksanaan teaching factory ditinjau dari aspek proses pembelajaran & training serta aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga untuk mengetahui faktor menghambat dan pendukung pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner dan wawancara. Kedua instrumen ini digunakan untuk saling melengkapi dan memperkuat data penelitian sehingga didapat data yang benar-benar valid. Data yang didapat, diolah dan dicari nilai rata-rata dari hasil kuesioner dan wawancara. Selanjutnya dari nilai rata-rata tersebut dapat diperoleh Nilai Pencapaian Keberhasilan (NPK) dari pelaksanaan teaching factory dari aspek pola pembelajaran & training serta aspek SDM. Hasil penelitian yang dilakukan di SMKN 3 Surabaya pada program keahlian Teknik permesinan. Dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuesioner dengan responden sebanyak 12 guru maka diperoleh hasil bahwa pelaksanaan teaching factory dari aspek pola pembelajaran dan training dikategorikan sesuai dimana diperoleh Nilai Pencapaian Kualitas (NPK) sebesar 16,1 dengan persentase sebesar 74,54 %. Sedangkan dari aspek SDM dikategorikan sangat sesuai, dimana diperoleh hasil Nilai Pencapaian Kualitas (NPK) sebesar 14,4 dengan persentase 80%. Faktor penghambat dalam pelaksanaan teaching factory adalah: a). Pelaksanaan teaching factory belum menerapkan praktik pembelajaran kewirausahaan; b). Tidak didapatkannya kompetensi pengelasan yang didapatkan siswa dalam pembelajaran. Sedangkan faktor pendukungnya adalah: a). Kegiatan pengajar aktif dalam menjalankan program teaching factory; b). Guru memiliki kompetensi yang sejalan dengan pelaksanaan teaching factory; c). Memiliki team work yang baik dalam menjalankan teaching factory. Kata kunci: Evaluasi, Teaching Factory, Faktor Penghambat, Faktor Pendukung.AbstractThe needs of the labor required to produce a quality SMK graduates according to the needs of the industry. Through Presidential Instruction No. 9 of 2016 concerning the need for the implementation of vocational school revitalization, to carry out the Inpres, the factory teaching program was run in Vocational Schools. Teaching factory is the concept of learning in which schools carry out production or services that are part of the process of teaching and learning. The purpose of this study was to measure and determine whether or not the implementation of the teaching factory was reviewed in terms of aspects of the learning process and training as well as aspects of Human Resources (HR) and also to find out the inhibiting factors and supporting implementation. The methods used in this research is descriptive quantitative. The data obtained, processed and searched for the average value of the results of questionnaires and interviews. Both of these instruments are used to complement and strengthen the research data so that the data obtained are completely valid. The data obtained, processed and sought the average value of the results of questionnaires and interviews. Further from the average value can be obtained the value of achievement of success (NPK) from implementation of the teaching factory pattern of learning & training and HR aspects. The results of research conducted at SMKN 3 Surabaya at machining engineering program. By using the method of data collection in the form of a questionnaire with respondents as many as 12 teachers thus obtained the result that implementation of the teaching factory pattern of learning and training are categorized accordingly where the retrieved value to achieving quality (NPK) of 16.1 with the percentage of 74.54%. While the HR aspects of categorized very fit, where the value of achieving quality results obtained (NPK) by 14.4 percentage 80% with. The obstacle factor in the implementation of the teaching factory is: a). Implementation of teaching factory learning-practices apply yet entrepreneurship; b). There is no welding competence obtained by students in learning. While the supporting factors are: a). The teaching activities are active in running the program teaching factory; b). Teachers have a competency in line with the implementation of a teaching factory; c). Have a good team work in running teaching factory. Keywords: Evaluation, Teaching Factory, Factor Restricting, Factor Endowments.
SIMULASI NUMERIK VARIASI LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA BODI BUS ENDRA MUSTAFA, AHMAD; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memvariasikan geometri leading edge bus diprediksi dapat mereduksi drag force. Drag force yang kecil dari kendaraan, akan membuat hambatan angin yang diterima kendaraan saat berjalan berkurang dan akhirnya dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Hucho dan Sovran (1993), bahwa drag force berkontribusi hingga 50% dari total konsumsi bahan bakar kendaraan pada kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kemiringan sudut leading edge terhadap efisiensi pemakaian bahan bakar dengan melihat penurunan nilai Coefficient drag (CD).Penelitian ini, menggunakan model kendaraan bus dengan dimensi yang sama seperti ukuran bus sebenarnya. Geometri leading edge ini divariasikan dengan sudut kemiringan : 35,40, 26,40, 44,40, 53,40 pada ujung leading edge. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik 2-D dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamics) ANSYS FLUENT 16.0. Mesh yang digunakan model Test/Hybrid Tgrid atau segitiga, namun pada bagian dekat bodi dan jalan diberi inflation layer dengan model mesh quad atau persegi empat. Viscous model yang digunakan k-epsilon standart dengan variasi Reynolds 1,3 x 106 (19 Km/Jam), 2,2 x 106 (32 Km/Jam), 3,08 x 106 (45 Km/Jam), 5,47 x 106 (80 Km/Jam), dan 6,84 x 106 (100 Km/Jam). Data hasil yang dianalisa adalah Coefficient lift (CL), Coefficient drag (CD), velocity contour, velocity streamline, dan pressure contour.Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa dengan memvariasikan sudut kemiringan leading edge dapat mempengaruhi karakteristik aliran pada kendaraan bus. Semakin besar sudut leading edge maka akan menurunkan nilai Coefficient Pressure (CP) dan membuat titik separasi yang semakin ke belakang kendaraan, dan mengakibatkan penurunan nilai Coefficient drag (CD)sehingga pemakaian bahan bakar lebih efisien. Dengan mempertimbangkan efisiensi pemakaian bahan bakar, maka pemvariasian sudut kemiringan leading edge 53.40 dipilih sebagai variasi terbaik, karena mampu memiliki nilai Coefficient drag (CD) paling kecil yakni (0,423) atau turun (-19,734 %) dari model standar. Kata kunci: Simulasi Numerik, leading edge, Coefficient drag, Reynolds Number.Memvariasikan geometri leading edge bus diprediksi dapat mereduksi drag force. Drag force yang kecil dari kendaraan, akan membuat hambatan angin yang diterima kendaraan saat berjalan berkurang dan akhirnya dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Hucho dan Sovran (1993), bahwa drag force berkontribusi hingga 50% dari total konsumsi bahan bakar kendaraan pada kecepatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kemiringan sudut leading edge terhadap efisiensi pemakaian bahan bakar dengan melihat penurunan nilai Coefficient drag (CD).Penelitian ini, menggunakan model kendaraan bus dengan dimensi yang sama seperti ukuran bus sebenarnya. Geometri leading edge ini divariasikan dengan sudut kemiringan : 35,40, 26,40, 44,40, 53,40 pada ujung leading edge. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik 2-D dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamics) ANSYS FLUENT 16.0. Mesh yang digunakan model Test/Hybrid Tgrid atau segitiga, namun pada bagian dekat bodi dan jalan diberi inflation layer dengan model mesh quad atau persegi empat. Viscous model yang digunakan k-epsilon standart dengan variasi Reynolds 1,3 x 106 (19 Km/Jam), 2,2 x 106 (32 Km/Jam), 3,08 x 106 (45 Km/Jam), 5,47 x 106 (80 Km/Jam), dan 6,84 x 106 (100 Km/Jam). Data hasil yang dianalisa adalah Coefficient lift (CL), Coefficient drag (CD), velocity contour, velocity streamline, dan pressure contour.Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa dengan memvariasikan sudut kemiringan leading edge dapat mempengaruhi karakteristik aliran pada kendaraan bus. Semakin besar sudut leading edge maka akan menurunkan nilai Coefficient Pressure (CP) dan membuat titik separasi yang semakin ke belakang kendaraan, dan mengakibatkan penurunan nilai Coefficient drag (CD)sehingga pemakaian bahan bakar lebih efisien. Dengan mempertimbangkan efisiensi pemakaian bahan bakar, maka pemvariasian sudut kemiringan leading edge 53.40 dipilih sebagai variasi terbaik, karena mampu memiliki nilai Coefficient drag (CD) paling kecil yakni (0,423) atau turun (-19,734 %) dari model standar. Kata kunci: Simulasi Numerik, leading edge, Coefficient drag, Reynolds Number.
EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA KENDARAAN BUS KHUSNUL HIDAYAT, AHMAD; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAerodinamika berasal dari dua buah kata yaitu aero berarti udara dan dinamika berarti kekuatan atau tenaga. Jadi aerodinamika dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari akibat yang ditimbulkan oleh udara pada objek yang bergerak atau sebaliknya. Objek ini dapat berupa kendaraan bermotor (mobil, bus, truk, maupun sepeda motor), yang desain bodinya selalu mempertimbangkan aerodinamis. Penggunaan kendaraan sebagai sarana transportasi menjadi solusi untuk mendukung peningkatan mobilitas manusia. Sampai saat ini, penggunaan alat transportasi umum khususnya bus, masih menjadi alternatif kendaraan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam meningkatkan sisi aerodinamis kendaraan bus beberapa parameter yang berpengaruh antara lain : dimensi utama berupa panjang, lebar, dan tinggi kendaraan, sudut diffuser, ground clearance, sudut kemiringan leading edge dan trailing edge. Penelitian ini lebih memfokuskan pada variasi leading edge karena telah di ketahui bahwa leading edge mempunyai pengaruh besar terhadap gaya aerodinamika kendaraan dan akhirnya mempengaruhi efisiensi bahan bakar pada kendaraan tersebut. Model uji dalam penelitian ini yang menyerupai kendaraan jenis bus yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:30 dari dimensi aslinya, dan akan diamati distribusi tekanan di kontur model, dan menghitung nilai koefisien drag dan lift dengan memvariasikan kemiringan sudut leading edge pada kendaraan bus. Penelitian ini dilakukan dalam open circuit wind tunnel subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm). Variasi sudut kemiringan leading edge antara lain: standar 35,4°; 26,4°; 44,4°; dan 53,4°. Reynold number (Re) yang digunakan = 4,24x104 (19 Km/Jam), 7,06x104 (32 Km/Jam), dan 9,83x104 (44 Km/Jam). Pengukuran profil kecepatan aliran dibelakang model uji kendaraan dilakukan pada rasio X/L 0,49; X/L 0,61; X/L 0,73 dari leading edge pelat datar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wind tunnel, thermometer, pressure tap, pitot static tube, dan manometer digital. Hasil penelitian menunjukkan dengan variasi sudut kemiringan leading edge cenderung menurunkan coefficient pressure (CP), pada bagian atap model. Penurunan nilai coefficient drag preassure (CDp) terjadi pada variasi sudut kemiringan pada sudut 53,4° dan Re = 9,83x104 yakni 0,4923 atau turun 17,80 % dari model yang standart, sehingga bisa dikatakan dengan variasi kemiringan leading edge mempunyai dampak terbaik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. Selain itu dengan memvariasi sudut kemiringan leading edge juga dapat meningkatkan coefficient lift pressure (CLp). Sedangkan CLp pada sudut 53,4° dan Re = 9,83x104 yakni -0,1291 atau turun 30,52 % dari model yang standart, CLp terendah ada pada variasi pada sudut 26,4° dan Re = 7,06x104 yakni -0,2474 atau naik 30,49% dari kendaraan standart. Pada pengukuran profil kecepatan (Vp) dibelakang model, semua variasi kemiringan leading edge cenderung menurunkan defisit momentum aliran pada semua Re dan semua rasio X/L. Kata kunci: Leading Edge, Karakteristik Aerodinamika, dan Kendaraan bus
VISUALISASI PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA KENDARAAN BUS FAHMI, WILDAN; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada dasarnya dalam peningkatan efisiensi bahan bakar tidak hanya meliputi tentang bagian mesin saja. Namun, terdapat aspek lain yang dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar, yaitu tentang aerodinamis pada bodi kendaraan agar laju aliran udara yang melewati bodi kendaraan dapat dimanfaatkan dengan baik. Dalam meningkatkan sisi aerodinamis kendaraan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh antara lain : dimensi utama berupa panjang, lebar, dan tinggi kendaraan, sudut diffuser, ground clearance, sudut kemiringan leading edge. Dengan melakukan metode dan teknik dalam pengambilan data secara visualisasi ini, dapat mengetahui dan memahami fenomena pada laju aliran secara nyata sesuai dengan kondisi real. Model uji dalam penelitian ini yang menyerupai kendaraan jenis bus yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:30 dari dimensi aslinya. Penelitian ini dilakukan dengan sudut standart leading edge 35,4° dan memvariasikan sudut leading edege 26,40; 44,40; 53,40 dengan menggunakan alat bantu smoke generator, open circuit wind tunnel subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm) dan Reynold number (Re) yang digunakan = 0,26x Hasil penelitian ini menunjukkan dengan variasi sudut kemiringan leading edge didapatkan hasil visualisasi yang berbeda. Pada variasi sudut kemiringan leading edge 53,40 memiliki garis alir yang yang lebih baik daripada variasi sudut kemiringan leading edge 35,40 (standar) dapat dilihat dari visualisasi aliran pada titik stagnasi, aliran saat terdefleksi ke bagian upper surface dan lower surface, lalu terjadinya bubble surface pada aliran, dan terjadinya titik separasi aliran ketika akan meninggalkan kontur kendaraan.Kata kunci: Visualisasi Leading Edge, Karakteristik aerodinamika,, dan Kendaraan busAbstractBasically in improving fuel efficiency not only covers the engine parts. However, there are other aspects that can affect fuel efficiency, which is about aerodynamics in the vehicle body so that the air flow rate that passes through the vehicle body can be utilized properly. In increasing the aerodynamic side of the vehicle there are several influential factors, among others: main dimensions in the form of length, width, and height of the vehicle, diffuser angle, ground clearance, leading edge tilt angle. By doing the methods and techniques in visualizing this data retrieval, it can know and understand the phenomena at the flow rate significantly in accordance with the real conditions. The test model in this study resembles a bus type vehicle made from a PCB (printed circuit board) with a scale of 1:30 from the original dimension. This study was conducted with a leading edge standard angle of 35.4 ° and varied the angle of leading edege 26.40; 44,40; 53.40 by using smoke generator tools, open subsonic wind tunnel circuits with test section dimensions (365 mm x 365 mm x 1250 mm) and Reynold number (Re) used = 0.26x The results of this study indicate the leading slope angle variations edge results are different visualizations. The variation in the leading edge of the leading edge 53.40 has a flow line that is better than the variation in the slope angle of the leading edge 35.40 (standard) can be seen from the visualization of flow at the point of stagnation, flow when deflected to the upper surface and lower surface, then occur bubble surface in flow, and the occurrence of flow separation points when it will leave the contour of the vehicle. Keywords: Leading Edge Visualization, Aerodynamic Characteristics, and Bus Vehicles
Experimental study of the boundary layer development on the flat plate at laminar flow A. Grummy Wailanduw; Priyo Heru Adiwibowo; Budihardjo Achmadi Hasyim
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 15 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36289/jtmi.v15i1.145

Abstract

Pengaruh adanya plat datar terhadap silinder maupun susunan silinder yang diletakan dekat dengannya dapat dijelaskan melalui adanya informasi karakteristik aliran yang terjadi pada plat datar tersebut itu sendiri. Kajian eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan open-circuit sub-sonic wind tunnel ini bertujuan untuk mendapatkan informasi perkembangan boundary layer (lapis batas) yang terjadi di plat datar pada kondisi aliran laminar. Pengujian model plat datar ini dilakukan pada jarak 0,350 m; 0,409 m; 0,438 m; 0,680 m; dan 0,750 m dari leading edge plat datar. Kecepatan free stream yang digunakan adalah 10,4±0,1 m/s. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan boundary layer thickness seiring dengan penambahan jarak dari leading edge plat datar.
Simulasi Numerik dengan Pendekatan 3D-URANS Aliran yang Melintasi Susunan Empat Silinder Sirkular Dekat Dinding pada “Small-Gap” A. Grummy Wailanduw; Triyogi Yuwono; Wawan Aries Widodo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 15 No. 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A flow cross four circular cylinders arrangement in center-line had been many investigated by an experimentally, a simulation, as well as a visualization. The flow phenomena around the cylinders were different when its arrangement were located near a wall, especially at small gap. A boundary layer of the wall would effected a flow characteristics around the cylinders. This research was done by numerical method with FLUENT 6.3.26 software at L/D = 4.0 and G/D rasio 0.1 and 0.2 and Reynolds number 53000 based on the diameter of a single cylinder. An evolution of pressure distributions in circular cylinders, especially at the lower cylinders, are effected of a plane wall which located near them.
Simulasi Numerik Aliran Melintasi Susunan Empat Silinder Sirkular pada Rasio L/D= 3,0 Dekat Dinding A Grummy Wailanduw; Priyo Heru AW
Mesin Vol. 25 No. 1 (2016)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2016.25.1.3

Abstract

Aliran yang melintasi susunan empat silinder sirkular di center line telah banyak dilakukan, baik secara eksperimen, simulasi, maupun visualisasi. Fenomena aliran yang terjadi di sekeliling silinder akan berbeda, ketika rasio susunan empat silinder sirkular disetting di L/D= 3,0 dan diletakkan dekat dinding. Pengaruh lapis batas dari dinding akan mempengaruhi aliran pada lower cylinder terutama down-stream cylinder yang sebelumnya hanya dipengaruhi oleh up-stream cylinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena aliran di sekeliling susunan silinder yang diletakkan dekat dengan dinding tersebut. Metode simulasi numerik disini menggunakan bantuan software FLUENT 6.3.26, dan karakteristik aliran diteliti pada susunan empat silinder sirkular dengan rasio L/D= 3,0 yang ditempatkan dekat dinding dengan variasi rasio G/D= 0,2; 0,7; dan 1,2 pada bilangan Reynolds 5,3x104 berdasarkan  diameter silinder. Dalam menentukan model viskos yang akan digunakan, dilakukan validasi antara hasil simulasi numerik yang menggunakan berbagai model viskos dan hasil eksperimen pada silinder sirkular tunggal yang ditempatkan di center line. Hasil validasi menunjukkan bahwa dari berbagai model viskos 2D-URANS yang telah dicoba, model viskos k-ω sst memiliki hasil yang mendekati hasil eksperimen. Berdasarkan penelitian tersebut, diperoleh pressure coefficient distribution (Cp) dari upper cylinder dan lower cylinder yang berbeda. Selanjutnya dari hasil simulasi ini juga dapat dilihat bahwa daerah di belakang silinder sirkular, antara upper dan lower cylinder terjadi perbedaan pola vortex shedding. 
EVALUASI IMPLEMENTASI PJBL SESUAI PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMK KRIAN 2 SIDOARJO Wafi, Hibatul; WAILANDUW, A. GRUMMY
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 7 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v7n1.p16-25

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam mendukung sasaran pencapaian Pembangunan. Program transformasi pengembangan SMK dimulai dengan program Revitalisasi SMK pada 2017, kemudian SMK Center Of Excellence tahun 2020, dilanjut program SMK Pusat Keunggulan (PK) pada tahun 2021. Salah satu program SMK PK adalah pengembangan karakter profil pelajar pancasila melalui model Project based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Project based learning sesuai dengan profil pelajar pancasila pada dimensi gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif di SMK Krian 2 Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL sesuai dengan profil pelajar pancasila sudah baik, namun belum maksimal. Pada dimensi gotong royong menunjukkan kolaborasi yang baik antara guru dan siswa, namun guru masih perlu membimbing siswa agar meningkatkan keterampilan kerjasama yang baik lagi. Dimensi mandiri menunjukkan guru mampu mengarahkan siswa untuk menumbuhkan jiwa kemandirian, tetapi guru masih perlu mendorong siswa untuk mengenali kualitas dan minat diri. Kemudian dimensi bernalar kritis menunjukkan guru mampu membimbing siswa untuk memecahkan masalah dengan solutif, namun guru masih perlu mendorong siswa untuk mengembangkan kebiasaan mencari tahu. Dimensi kreatif menunjukkan guru membimbing siswa untuk mengembangkan ide dan gagasan, namun guru masih perlu membimbing siswa untuk menghasilkan sesuatu yang orisinal.
Rancang Bangun Sistem Kelistrikan Body pada Mobil Listrik Garuda Unesa Putra, Agung Wahana; Wailanduw, A.Grummy
Jurnal Rekayasa Mesin JRM : Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v1i01.2328

Abstract

Sistem kelistrikan body mempunyai peran sangat penting di dalam sebuah kendaraan yaitu sebagai penerangan utama saat perjalanan malam hari serta isyarat untuk memberi tanda pada pengemudi lain saat berbelok dan mengerem maupun suara klakson sebagai salah satu unsur safety pada sebuah kendaraan secara utuh. Permasalahan yang sering terjadi pada sistem kelistrikan body utamanya pada sistem kelistrikan lampu konvensional penggunaan lampu pijar memiliki daya yang sangat besar sehingga kurang efisien dalam hal penghematan energi, dengan menggunakan lampu LED dapat memangkas daya yang digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lampu LED memang lebih efisien dalam hal daya untuk digunakan menjadi sistem kelistrikan body, serta memiliki intensitas cahaya yang lebih tinggi dibanding lampu pijar biasa. Intensitas cahaya yang dihasilkan lampu halogen 55 watt 1690 lumen, sedangkan lampu LED berdaya 55 watt adalah 4774 lumen. Untuk klakson sudah dianggap cukup untuk sebagai isyarat pada mobil listrik Garnesa meskipun mempunyai tingkat tekanan suara lebih kecil ketimbang klakson milik mobil Toyota Avanza.
ANALISIS TORSI PADA TRAINER SISTEM STARTER MARITA, DONA; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v5i1.26804

Abstract

Analisis sistem starter bertujuan untuk menganalisis kondisi motor starter pada saat diberikan beban bervariasi. Sistem kerja motor starter ini membutuhkan suatu rangkaian untuk menyalakan motor starter yang berfungsi untuk menggerakkan flywheel yang nantinya diberikan beban. Dari motor starter bisa didapat besarnya torsi mekanik. Untuk itu desain yang dibuat diberikan beban yang bervariasi dengan menguji dari beban terkecil, sedang hingga terbesar. Metode rekayasa yang akan dilakukan oleh peneliti dalam upaya mendesain trainer analisis torsi pada sistem starter dimulai dari merencanakan, merancang dan membuat trainer tersebut, menguji coba trainer, menganalisis hasil dari uji coba trainer. Analisis torsi pada trainer sistem starter umumnya digunakan sebagai media pembelajaran dengan diberikan beban agar mengetahui torsi yang dihasilkan pada motor starter tersebut. Setelah membuat desain trainer analisis sistem starter ini, dilanjutkan dengan uji coba untuk mengetahui karakteristik motor starter. Hasil pengujian pada trainer motor starter saat tidak menggunakan beban dan menggunakan beban dari 0,5 kg, 1kg, 1,5 kg, 2kg torsi yang dihasilkan pada motor starter jika beban semakin berat maka torsi yang dihasilkan motor starter tersebut juga akan semakin besar.