Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analyzing Aerodynamic Performance of Two-Dimensional NACA 642415 Using XFLR Application: a Research Baseline Sukahir
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 17 No 01 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v17i01.1026

Abstract

Baseline penelitian diperlukan untuk tindak lanjut penelitian selanjutnya. Selain dari eksperimen, penggunaan simulasi numerik sederhana dapat menjadi pembanding secara singkat performa aerodinamika dari airfoil maupun sayap pesawat terbang dan UAV. Penelitian ini menunjukkan peforma aerodinamika NACA 642415 menggunakan aplikasi XFLR5 dengan sudut serang α = 0o, 2o, 4o, 6o, 8o, 10o, 12o, 14o, 16o, 18o, dan 20o. XFLR5 dapat menunjukkan secara singkat dan cepat performa aerodinamika dari airfoil dan sayap. Koefisien tekanan yang dihasilkan dapat menunjukkan secara ringkas titik separasi dan titik stall yang terjadi meskipun tidak dapat ditunjukkan secara langsung melalui hasil koefisien lift.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Kualitas Kinerja Personel PKP PK Dalam Rencana Penaggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara: Kedisiplinan, Pengalaman Kerja dan Penghargaan Fadli, Muhammad; Sukahir; Nugraha, Wildan; Komalasari, Yeti
Journal of Engineering and Transportation Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Engineering and Transportation
Publisher : Cipta Kind Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset terdahulu atau riset yang relevan sangat penting dalam suatu riset atau artikel ilmiah. Riset terdahulu atau riset yang relevan berfungsi untuk memperkuat teori dan penomena hubungan atau pengaruh antar variable. Artikel ini mereview faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan kualitas kinerja personel pkp pk dalam rencana penaggulangan keadaan darurat bandar udara, yaitu kedisiplinan, pengalaman kerja dan penghargaan, suatu studi literatur akuntansi perpajakan. Tujuan penulisan artikel ini guna membangun hipotesis pengaruh antar variabel untuk digunakan pada riset selanjutnya. Hasil artikel literature review ini adalah: 1) kedisiplinan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kinerja personel pkp pk dalam rencana penaggulangan keadaan darurat bandar udara; 2) pengalaman kerja berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kinerja personel pkp pk dalam rencana penaggulangan keadaan darurat bandar udara; dan 3) penghargaan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kinerja personel pkp pk dalam rencana penaggulangan keadaan darurat bandar udara
ANALISIS TEGANGAN PENAMBAL DAN GAYA PAKU KELING PADA PEMASANGAN ANTENA ATC TRANSPONDER PESAWAT BOEING 737-200 Sukahir; Hariyadi S.P., Setyo
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 02 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v16i02.928

Abstract

Pesawat Boeing 737-200 di produksi dari tahun 1967-1988, sehingga peralatan navigasi pada era tersebut belum banyak kemanjuan di banding saat ini, sehingga perlu dimodifikasi dengan melakukan penambahan peralatan navigasi yang salah satunya adalah ATC Transponder. Peralatan ATC Transponder terdiri dari 2 komponen utama, yaitu Transceiver (alat pemancar dan penerima sinyal gelombang radio) dan antena. Peralatan transceiver dipasang pada cockpit, sedangkan antena dipasang pada fuselage skin yang berlokasi di body station 427 bagian atas. Untuk menguatkan pemasangan antena, maka diperlukan penambal (doubler). Berdasarkan data SRM Boeing 737-200, geometrinya berukuran panjang 165,1 mm, lebar 266,7 mm dan tebalnya 2 mm. Penambal direkatkan dengan menggunakan paku keling sebanyak 74 dengan diameter 4,76 mm pada fuselage skin. Fuselage skin dimodelkan berupa pelat utama (exixsting skin) dengan ukuran panjang 354,33 mm, lebar 401,4 mm dan tebal 1,8 mm. Material pelat utama dan penambal adalah aluminium T2024-T3, modulus elastisitasnya 72 GPa. Data-data dari material dan SRM Boeing 737-200 dianalisis menggunakan metode elemen hingga dengan software PATRAN NASTRAN. Hasil analisis menunjukan bahwa resultan beban geser maksimum yang terjadi pada paku keling adalah sebesar 675,76 N dan paku keling yang mendapat beban maksimum tersebut posisinya paling jauh dari lubang. Berdasarkan batas nilai kekuatan geser maksimum paku keling dengan diameter 4,76 mm sebesar 4498 N, maka paku keling masih aman digunakan
Runway Strength Analysis Using ACR-PCR at Sultan Mahmud Badaruddin II Airport Ria Maya Sari; Agustien, Melawaty; Herno Della, Rhaptyalyani; Sukahir
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 3 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v18i3.1492

Abstract

Aircraft Classification Rating-Pavement Classification Rating (ACR-PCR) is a system to determine the PCR value of runway pavement strength and recommended for runway maintenance issued by International Civil Aviation Organization (ICAO) based on ICAO Advisory Circular (AC) 150/5335-5D of 2022, as a replacement for the Aircraft Classification Number - Pavement Classification Number (ACN-PCN) system that has been used since 1980. The implementation of the ACR-PCR Method is determining the strength value of runway pavement can be used as a reference in holding the load of aircraft that have a lower or the same ACR value. The ACR-PCR system was published in order to plan a more rational pavement structure strength by analyzing the response of the pavement structure to the weight of aircraft movement on the runway. The calculation was carried out using the modulus of elasticity of each layer on the runway pavement structure with a more specific type of material. Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Airport is one of the airports in Indonesia that is currently in the process of transitioning using the ACN-PCN system to ACR-PCR system for runway strength reporting. Base on data of aircraft movement at SMB II airport management in 2024 and calculated by using FAARFIELD 2.1 software, PCR value for the critical runway strength of SMB II Airport was 890 F/C/X/T with a critical aircraft is Boeing B747-400.