Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN (BULLYING) DI SEKOLAH DASAR Sama', Sama'; Husnul Khotimah
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v8i1.313

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan masalah yang paling serius yang sering terjadi di lingkungan Sekolah Dasar dan dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan peserta didik baik dalam aspek fisik, sosial, karir, maupun belajarnya sehingga perlu diatasi agar tercipta kenyamanan di sekolah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang implementasi atau penerapan layanan Bimbingan dan Konseling dalam upaya pencegahan tindakan perundungan (bullying) di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dari teori-teori yang relevan dengan objek penelitian kemudian dianalis dengan menggunakan teknik analisis data kajian kepustakaan (library research). Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran yang dikemukakan oleh Biddle dan Thomas. Guru Bimbingan dan konseling pada tingkat sekolah dasar diintegrasikan ke dalam materi-materi pembelajaran sehingga guru kelas juga berperan sebagai guru Bimbingan Konseling. Peran guru kelas dalam mencegah terjadinya perundungan, yaitu: sebagai sosok pemberi inspirasi di sekolah dan berperan sebagai pengelola di kelas
Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah terhadap Minat Baca Siswa di SDN Brakas II Kuswa, Sofiyatul; Sama', Sama'; Kuswandi, Iwan
Journal of Education Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i3.2457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terhadap minat baca siswa di SDN Brakas II. Rendahnya minat baca siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi menjadi tantangan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. GLS yang diterapkan melalui kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran diyakini mampu menumbuhkan budaya literasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, melibatkan 35 siswa sebagai sampel dengan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 26. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara implementasi GLS dan minat baca siswa (r = 0,578; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa GLS berkontribusi nyata dalam meningkatkan minat baca siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman mengenai peran program literasi dalam konteks pendidikan dasar. Secara praktis, hasilnya dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan literasi yang lebih sistematis dan kolaboratif di lingkungan sekolah dasar.
Inovasi Abad 21: Penguatan Komeptensi Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Adaptif Berbasis Augmented Reality Dengan Bantuan Aplikasi Asemblr Edu Di Era Industri 5.0 AR, Muhammad Misbahudholam; Armadi, Ali; Sama', Sama'; Astuti, Yeni Puji; Astutik, Choli
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/x1njce91

Abstract

Transformasi pendidikan di era Industri 5.0 menuntut guru untuk adaptif terhadap teknologi dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) melalui aplikasi Assemblr Edu. Pelatihan dilaksanakan di SDN Baban I, Kabupaten Sumenep sebagai Mitra pengabdian, dengan melibatkan 18 orang guru sebagai peserta aktif. Metode pelatihan menggunakan pendekatan participatory educational yang menggabungkan praktik langsung (hands-on training), pendampingan, dan refleksi kolaboratif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, dengan rata-rata skor meningkat dari 50,1 (pre-test) menjadi 83,98 (post-test). Aspek yang mengalami peningkatan meliputi penguasaan teknis aplikasi Assemblr Edu, integrasi media Augmented Reality (AR) ke dalam modul ajar, kemampuan merancang media interaktif, serta kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi digital. Pelatihan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis praktik efektif dalam memperkuat literasi digital guru, kompetensi guru dan menjawab tantangan pendidikan pada abad ke-21.
GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA KELAS IV DI SDN KALIANGET TIMUR I Sari, Rika Purnama; Jamilah, Jamilah; sama', sama'
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25289

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah pada kelas IV di SDN Kalianget Timur I, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat di dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah pada kelas IV di SDN Kalianget Timur I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah pada kelas IV di SDN Kalianget Timur I ada 2, yaitu kegiatan membaca buku non pelajaran di dalam hati selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai baik dilaksanakan di dalam kelas maupun di luar kelas, serta penggunaan pojok baca. Untuk mekanisme pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SDN Kalianget Timur I dilaksanakan dalam 3 tahapan, yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Selain itu, faktor pendukungnya yaitu adanya motivasi dan keterlibatan dari pihak kepala sekolah, guru kelas IV, dan orang tua dalam pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah, tersedianya pojok baca di dalam ruang kelas IV, tersedianya bahan bacaan yang bervariasi pada pojok baca. Faktor penghambatnya yaitu buku yang ada di perpustakaan masih belum bervariasi, kurangnya minat peserta didik dalam membaca, dan ada siswa yang bergurau dengan temannya pada saat pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah.
The Implementation of Ecoliteracy as a Learning Resource to Improve Environmental Care Attitudes in Elementary Schools Misbahudholam AR, Muhammad; Sama', Sama'; Aini, Kurratul
Mimbar Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v10i1.51256

Abstract

Ecoliteracy refers to learning outside the classroom by utilizing the surrounding environment as a learning resource. This study aimed to determine the steps for implementing ecoliteracy with nature as a learning resource in improving environmental care attitudes in elementary schools. This study employed classroom action research, involving 20 fourth-grade students as participants. This study was divided into two cycles, each of which comprised four stages. The instruments used in the study were the student's environmental care attitude observation sheet and environmental care attitude sheet, and the teacher's activity sheet. The findings revealed that the caring attitude towards the environment reached an average of 61%; 14 students (70%) were in the caring category and six students (30%) in the very caring category. The learning outcomes of Cycle 1 were four students (20%) who passed and 16 students (80%) who failed. The attitude of caring for the environment in the Cycle 2 increased following the implementation of ecoliteracy learning steps, as indicated by the questionnaire results that one student (5%) was in the caring category, and 19 students (90%) in the very caring category. Meanwhile, the learning outcomes obtained in the Cycle 2 were 15 students (75%) in the complete category and five students (15%) in the incomplete category.