Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL SOSIOLOGI Wijaksono, Agus; Sriartah, Putu; Mudana, Wayan; Pageh, I Made
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5777

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Pada pembelajaran sosiologi bagi Siswa Kelas X. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Pada Pembelajaran Sosiologi X di MA Gembolo. Sumber data penelitian adalah siswa kelas X MA Gembolo Banyuwangi sebanyak 16 siswa. Waktu penelitian dari tanggal 23 September sampai dengan 17 Oktober 2024. Penelitian dilakukan selama 2 (dua) siklus. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil tes formatif pada setiap siklus. Sedangkan data kualitatif berupa data observasi pada tiap siklus pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dikonsultasikan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada prasiklus hanya 3 siswa (19%) yang mencapai ketuntasan yaitu 70. Pada siklus I meningkat menjadi 7 orang (44%) dan pada siklus II meningkat menjadi 16 orang (100%). Kesimpulan dari penelitian perbaikan menggunakan metode Think Pair and Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Sosiologi.
MEMBANGUN KESADARAN MULTIKULTURAL MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH Windayani, Ni Luh Ika; Dewi, Ni Wayan Risna; Laia, Bestari; Sriartha, I Putu; Mudana, Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.2889

Abstract

Penelitian bertujuan mendalami konsep pendidikan multikultural dan menganalisis bagaimana implementasinya dapat memperkaya pengalaman belajar siswa serta membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai keragaman budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian teori. Dengan menganalisis hasil penelitian dan studi kasus yang relevan, kajian teori ini memberikan wawasan mengenai bagaimana model pendidikan multikultural dapat menjadi sarana efektif untuk mengubah pola pikir siswa, mendorong toleransi, dan membangun pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya. Pendekatan pendidikan multikultural menekankan pentingnya mengintegrasikan elemen-elemen budaya yang beragam ke dalam kurikulum dan pengalaman belajar. Kajian teori ini menyelidiki berbagai model pendidikan multikultural yang telah diterapkan di berbagai sekolah, menyoroti keberhasilan dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaannya. Artikel ini juga mengeksplorasi dampak implementasi model pendidikan multikultural pada peningkatan kesadaran multikultural di kalangan siswa. Kesimpulannya, penelitian ini menyajikan kerangka konseptual mengenai implementasi model pendidikan multikultural sebagai upaya meningkatkan kesadaran multikultural di lingkungan sekolah. Diharapkan bahwa temuan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi para pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan strategi yang lebih inklusif dan berorientasi pada keberagaman budaya di dunia pendidikan.
PENANAMAN NILAI KEARIFAN LOKAL REBA MELALUI SIKAP SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN IPS Fengi, Anastasia Chrisanta Alwinda; Mudana, Wayan; suastika, I Nengah
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i3.5264

Abstract

Sikap sosial merupakan kesadaran seseorang yang menentukan perbuatan nyata dan dilakukan secara berulang-ulang terhadap suatu objek, sikap empati atau kepedulian terhadap orang lain yang ada disekitarnya. Pembentukan sikap sosial pada anak usia remaja ditanamkan melalui pengalaman terhadap mata pelajaran tertentu yang berkaitan dengan aspek kehidupan sosialnya. Misalnya mata pelajaran yang berisi kajian-kajian konsep dasar IPS. Sehingga anak dapat mengembangkan sikap-sikap sosial dalam kehidupan bermasyarakat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana penanaman sikap sosial dan nilai kearifan etnis lokal bajawa dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan nilai kerifan lokal dan nilai sikap sosial terhadap materi IPS SMP, seperti kearifan lokal reba berkaitan dengan materi bentuk-bentuk interaksi sosial, zono berkaitan dengan interaksi sosial dan pranata sosial, memberikan kalimat-kalimat positif yang mengadung nilai sikap sosial diawal pembelajaran ,melaksanakan evaluasi terkait sikap sosial, dapat disimpulkan bahawa penamana nilai kearifan lokal dan nilai sikap sosial melalui pembelajaran IPS sudah tertanam dengan kategori baik.
Double Fatherless: Bias Gender Tak-Sadar, Kelangkaan Guru Laki-laki di TK, dan Keadilan Sosial Dalam Pendidikan Indonesia Yuliati, Ni Komang Dwi Eka; Sriartha, I Putu; Mudana, Wayan; Pageh, I Made
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i1.9894

Abstract

This study analyzes the phenomenon of "double fatherless" as a manifestation of unconscious gender bias in the Indonesian education system, focusing on the absence of male figures in both family and school contexts. Through literature review, analysis of training documents (INOVASI), and examination of empirical cases, the research identifies that unconscious bias against men results in stigmatization of male teachers in early childhood education while simultaneously creating a double burden for women who bear both domestic and public roles. This study connects this global phenomenon to local Indonesian context, particularly the nyentana practice in Tabanan Bali which displays gender ambivalence: strengthening women's position as heirs while multiplying their social responsibilities. Using frameworks of relational justice (Nancy Fraser and John Rawls) and critical education theory (Paulo Freire, John Dewey), the research proposes a reorientation of education that accommodates not only gender equality in a narrow sense, but also recognition of male vulnerability and complexity of gender relations in multiethnic Indonesian contexts. Research findings indicate the need for teacher training based on critical awareness of symmetrical gender bias, gender-sensitive curriculum accommodating non-mainstream families, and inclusive policies that position men in caregiving roles without stigma. Practical implications include redesigned teacher training, reform of recruitment policies, research on student resilience in gender-responsive family and school contexts, and important implications for early grade reading literacy development.
Best Practices for Learning Based on Ecological Traditions and Local Culture of the Lambitu Community in Bima Regency Fauzi, Azra; Otta, Gracia M. N.; Sriartha, I Putu; Mudana, Wayan; Pageh, I Made
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i1.9959

Abstract

This study aims to formulate learning Best Practices based on the ecological traditions and local culture of the Lambitu community by integrating the values of Tri Hita Karana (THK). Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with cultural leaders, local artisans, and educators, as well as documentation of cultural artifacts and ecological practices. The findings reveal a strong alignment between Lambitu’s cultural traditions and the three dimensions of THK—Parahyangan, Pawongan, and Palemahan—providing a pedagogical foundation for contextual and character-based learning. Five Best Practices were identified: Uma Lengge–based Eco–Ethno Learning, the “Adopt a Sacred Spring” conservation program, the Tembe Nggoli Character Project, the Eco–Craft Pandan Project, and the Mbolo Weki Education Forum. The study concludes that learning rooted in local culture supports holistic education that reflects harmonious relationships between humans, nature, and spirituality as conceptualized in THK values.
INTEGRASI LITERASI DIGITAL DALAM KEBIJAKAN ANTI-BULLYING UNTUK PENCEGAHAN CYBERBULLYING DI SEKOLAH: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) Rudiarta, I Wayan; Adi, Ni Nyoman Serma; Sriartha, I Putu; Mudana, Wayan; Pageh, I Made
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 2 (2025): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i2.873

Abstract

Tindakan bullying sangat marak terjadi pada siswa di Indonesia. Siswa memandang bahwa bullying sebagai sesuatu yang wajar, tanpa memahami sisi dampak yang bisa ditimbulkan kepada para korban. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Systematic Literature Review (SLR) guna mengeksplorasi terkait integrasi literasi digital ke dalam kebijakan dan strategi sekolah dalam mencegah serta menangani cyberbullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan model PRISMA. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel yang akan direview adalah “literasi digital, anti-bullying, kebijakan anti-bullying, sekolah dan Indonesia”. Pencarian awal menemukan 332 paper relevan yang kemudian setelah dilakukan inklusi serta eksklusi dengan model PRISMA ditetapkan 5 artikel yang dianalisis. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa bahwaintegrasi literasi digital dalam kebijakan dan praktik anti-bullying sekolahmerupakan faktor kunci dalam mencegah cyberbullying. Literasi digital berfungsi sebagai mekanismeprotektif yang membentuk perilaku etis, meningkatkan kesadaran risiko, dan memperkuat budaya digital yang aman di sekolah. Efektivitas kebijakan sangat ditentukan oleh kolaborasi antar-pihak (stakeholder Pendidikan), yaitu guru sebagai fasilitator utama, siswa sebagai agen perubahan sosial, dan keluarga sebagai pengawas digital di rumah. Sebagai upaya implementasi maksimal, perlu juga dilakukan strategi intervensi, adapaun intervensi yang diterapkan, mulai dari edukasi digital, kampanye anti-perundungan, dan penguatan regulasi.