Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

KAJIAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK, KUAT LENTUR, DAN REDAMAN BUNYI PADA PANEL DINDING BETON RINGAN DENGAN AGREGAT LIMBAH PLASTIK PET DAN LIMBAH SEKAM PADI Adi Purwoko Wicaksono; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.109 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37352

Abstract

Kerusakanlingkungansemakinmeluasdikarenakanbanyaklimbah yang tidakdimanfaatkan.Untukmengurangikerusakanlingkungan yang diakibatkankarenalimbah, dilakukanpemanfaatanlimbahdengancaramembuatagregatcampurandarilimbahplastik PET danlimbahsekampadi. LimbahPlastik PET dapatdigunakansebagaipenggantiagregatkasarpadabetonringanmelalui proses pemanasan, pendinginandanpemecahan.Limbahsekampadidigunakansebagaibahanpengisikarenamemilikikandungansilika (SiO2) yang biasadigunakanuntukcampuranpadapembuatan semen portland, kemudiandicampurdengan semen sebagaiperekat. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikuattekan, kuattarik, kuatlenturdanredamanbunyipada panel dindingbetondenganpenggantianagregatkasarmenggunakanlimbahplastik PET danlimbahsekampadi. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeeksperimen. Benda uji yang digunakandalampenelitianiniterdiridari 4 bentukdenganukuran yang berbedasetiappengujiansebanyak 3 sampel, yaitusilinder diameter 7,5 cm tinggi 15 cm untukpengujiankuattekan, balok I untukpengujiankuattarik,panel 50 x 30 x 3 cm untukpengujiankuatlentur, dansilinder diameter 10 cm tebal 3 cm untukpengujianredamanbunyi.Perencanaanmix design yang akandigunakandalamcampuranmenggunakanmetodeDreux-Corrise. Pengujiankuattekan, kuattarik, kuatlentur, danredamanbunyidilakukansetelahbendaujiberumur 28 hari. Hasilpengujianmenunjukkanbahwabetondenganagregatkasardarilimbahplastik PET danlimbahsekampadimemberikanhasilkuattekan 6,19 MPa, kuattarik 1,01 MPa, kuatlentur 1,703 MPa, dankoefisienredamanbunyiantara 0,1-0,42 padarentangfrekuensi 250-2000 Hz. Dari data tersebutuntukpengaplikasiansebagai panel dindingbetondalampengujiankuattekandankuatlenturbelummemenuhisyarat, sedangkanuntukpengujianredamanbunyimemenuhipersyaratanuntukdiaplikasikansebagai panel dindingbeton.
UJI KUAT LENTUR SANDWICH PANEL DENGAN CORE DARI BETON MENGGUNAKAN LIMBAH PLASTIK PET SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN LAPISAN KULIT DARI RESIN Andriyani Budi Kuspadwati; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.762 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37110

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut manusia untuk terus berpikir kreatif, menghasilkan ide-ide baru untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar lebih efisien dan ekonomis, begitu pula bangunan. Pada dekade belakangan ini sedang digalakkan program Green Building atau yang lebih kita kenal dengan Bangunan Ramah Lingkungan. Green Building memiliki konsep yaitu mengoptimalkan penggunaan fungsi bangunan dalam berbagai aspek, salah satunya adalah efisiensi material. Efisiensi material dapat berupa pemilihan dan penggunaan material yang tepat, contohnya dengan penggunaan sandwich panel sebagai pengganti dinding partisi. Penggunaan sandwich panel merupakan pilihan yang efisien dan ekonomis. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya tentang pemanfaatan PET sebagai agregat kasar dan mengaplikasikannya pada sandwich panel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur yang dihasilkan dari 2 macam sandwich panel, yaitu sandwich panel dengan lapisan inti beton beragregat kasar PET dan lapisan kulit dari resin, serta sandwich panel dengan lapisan inti beton beragregat kasar PET dan lapisan kulit dari campuran resin dan 5% serat nanas. Metode eksperimental merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode rancang campur menggunakan metode Dreux-Corrise. Bahan tambah dalam beton PET terdiri dari silica fume sebesar 10% dari berat semen, kawat bendrat sebesar 10 kg/m3, dan visconcrete-10 sebesar 1% dari berat air. Untuk lapisan kulit menggunakan jenis resin bqtn 157 dan serat nanas. Benda uji berupa sandwich panel berukuran 50x30x4 cm terdiri dari 3 lapis yaitu, 2 lapisan kulit pada bagian luar (atas dan bawah) tebal masing-masing 0,5 cm serta 1 lapisan inti pada bagian dalam tebal 3 cm. Nilai kuat lentur rata-rata yang dihasilkan oleh sandwich panel dengan lapisan kulit dari resin adalah sebesar Mcrack=866.666,67 Nmm dan Mfailure=938.333,33 Nmm, sedangkan nilai kuat lentur rata-rata sandwich panel dengan lapisan kulit dari campuran resin dan serat nanas adalah sebesar Mcrack=880.000 Nmm dan Mfailure=1.291.666,67 Nmm. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan resin dan serat nanas dapat meningkatkan nilai kuat lentur.
KAJIAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK, KUAT LENTUR DAN REDAMAN BUNYI PADA PANEL DINDING BETON RINGAN DENGAN AGREGAT LIMBAH PLASTIK PET DAN LIMBAH SERBUK KAYU Itzna Fauziah Royani; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.943 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37360

Abstract

Beton banyak digunakan secara luas sebagai bahan bangunan. Penelitian dilakukan dengan meninjau besarnya nilai kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur dan redaman bunyi pada panel dinding beton dengan agregat kasar dari campuran limbah plastik PET dan limbah serbuk kayu. Pemilihan penggunaan limbah plastik PET dan limbah serbuk kayu diharapkan dapat menghasilkan beton ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah industri dan rumah tangga karena sumber daya agregat kasar terbatas. Beton diperoleh dengan cara mencampurkan semen portland, air, dan agregat pada perbandingan tertentu. PET merupakan resin polyester yang tahan lama, kuat, ringan dan mudah dibentuk ketika panas. Pada serbuk kayu terdapat kadar selulosa dan hemiselulosa yang apabila ditambahkan pada campuran semen dan pasir pembentuk beton, senyawa ini akan terserap pada permukaan mineral/partikel dan memberikan tambahan kekuatan ikat antar partikel akibat sifat adhesi dan dispersinya, serta menghambat difusi air dalam material akibat sifat hidrofobnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Rancang campur beton menggunakan metode Dreux-Corrise dengan agregat kasar dihasilkan melalui proses pemanasan, pendinginan dan pemecahan. Penelitian dilakukan dengan membuat 12 benda uji, yaitu 3 silinder diameter 7,5 cm tinggi 15 cm untuk pengujian kuat tekan, 3 balok I untuk pengujian kuat tarik, 3 pelat panel ukuran 50x30x3 untuk pengujian kuat lentur dan 3 silinder diameter 10 cm dengan ketebalan 3 cm untuk pengujian redaman bunyi. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur dan redaman bunyi dilakukan pada beton usia 28 hari, selama 27 hari dilakukan perawatan (curing) dengan merendam benda uji didalam bak air.Agregat yang dihasilkan memiliki bentuk tidak beraturan, bersudut dengan tekstur permukaan halus dan berpori. Hasil uji kuat tekan 5,28 MPa, kuat tarik 1,18 MPa dan kuat lentur 1,82 MPa, menunjukkan bahwa beton dengan agregat kasar dari limbah plastik PET dan limbah serbuk kayu belum memberikan hasil sesuai dengan syarat dan hasil yang diinginkan untuk pengaplikasian panel dinding beton dalam pengujian kuat tekan, kuat tarik dan lentur. Untuk pengujian redaman bunyi, beton dengan agregat kasar limbah plastik PET dan limbah serbuk kayu memiliki kemampuan meredam bunyi sangat rendah dengan koefisien serapan antara 0,1-0,3 pada rentang frekuensi 250-2000 Hz.
PERILAKU RANGKAK PADA BALOK LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON Muhammad Nashirudin; Achmad Basuki; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37105

Abstract

Permintaan kayu sebagai material konstruksi umumnya dipenuhi dari penebangan dengan kualitas baik dan umur kayu yang cukup tua, sehingga kayu yang mempunyai kualitas baik semakin berkurang karena kecepatan pertumbuhan kayu tidak sebanding dengan kecepatan penebangan dan pemanfaatan kayu. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu penggunaan Laminated Veneer Lumber (LVL) dari kayu sengon. Kayu sengon merupakan kayu yang masa panennya singkat yaitu 5-10 tahun sehingga dapat terjamin ketersediaannya. Struktur bangunan kayu yang dibebani selama jangka waktu lama akan terjadi penurunan kekuatan yang disebabkan oleh rangkak. Rangkak merupakan pertambahan defleksi yang terjadi pada suatu komponen struktural yang dipengaruhi oleh waktu, oleh karena itu diperlukan adanya penelitian dengan memperhatikan lama pembebanan yang berpengaruh terhadap kekuatan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku rangkak dan nilai faktor rangkak LVL kayu Sengon. Hasil pengujian ini adalah nilai faktor rangkak yang dapat digunakan untuk memprediksi defleksi pada rentang waktu yang lebih lama. Penelitian ini dilakukan menggunakan benda uji sebanyak 54 buah balok LVL dari kayu sengon yang terdiri dari 6 dimensi penampang yang berbeda dan 3 jenis pembebanan. Pengujian rangkak dilakukan dengan memberi beban ditengah bentang selama 7 hari di dalam ruangan. Hasil penelitian adalah nilai faktor rangkak yang dapat digunakan untuk perencanaan bangunan dengan bahan konstruksi kayu Sengon. Penelitian ini dapat memperkirakan struktur yang digunakan apakah aman atau tidak jika dibebani selama umur perencanaannya. Dari hasil nilai faktor rangkak disimpulkan bahwa dalam merencanakan struktur kayu, harus memperhitungkan kuat lentur dan lendutan yang terjadi selama masa pembebanan. Termasuk memperhatikan jenis kayu yang akan digunakan untuk pembangunan struktur karena perilaku struktur tiap kayu berbeda-beda.
KINERJA BETON SERAT MENGGUNAKAN UJI TOUGHNESS PANEL PADA KANDUNGAN SERAT YANG BERBEDA Eriria Imam; Solihin As'ad; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37270

Abstract

Beton merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk konstruksi.Material ini memiliki kuat tekan tinggi,sebaliknya kelemahannya adalah kuat tarik yang sangat kecil, mudah retak karena getas. Berbagai bangunan infrastruktur misalnya terowongan memerlukan material daktail, yaitu dengan mencampurkan serat baja kedalam beton.Penelitianinimenyajikanuji toughness panelbetonseratbajaberdasarkanmetode EFNARCdenganberbagaikandunganserat. Empatcampuranbetonserat20kg/m3,40kg/m3,60 kg/m3,dan80 kg/m3betondansatucampuranbetontanpaseratsebagaipembandingdisiapkan.Betonseratberbahanbeton normalyangdicampurseratbajaberbentukend-hookedDRAMIX RC80/60 BN.Setiapcampuranbetondicetakdalamtiga panel berukuran 600 mm x 600 mm x 100 mm. Benda ujidiujibebanpadaumur 28 hari.Kurvahubunganbeban-deformasimasing-masingbendaujidicatatdandibandingkan. Hasilpengujianmenunjukanbahwaseratmempengaruhikurvabeban- deformasi.Betontanpaseratretakdanlangsungruntuhsetelahmencapaibebanmaksimal.Sedangkanbendaujibetonseratmenunjukkankeruntuhandaktail,dimanasetelahbebanmaksimaltercapaimasihdilanjutkankurvabeban-deformasiakibat proses cabutseratdaribetonserat yang retak. Pengaruhkandunganseratadalahsemakintinggikandunganseratsemakintinggikurvabeban-deformasibendauji.Semakintinggidosisseratmakaenergyuntukkeruntuhanbendaujimakintinggi.Padapengujianinienergytertinggiditunjukkanolehbendauji 80 kg/m3denganenergi 55,4388Joule.Kandunganseratjugamempengaruhipolaretakbendauji.Semakintinggikandunganserat,jumlahretak yang terjadisemakinbanyak.Interaksibetondanseratcenderungmemunculkanretakbarusebelumterjadikeruntuhanpadasaatpemberianbebanpadabendauji.
KAJIAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK, KUAT LENTUR, DAN REDAMAN BUNYI PADA PANEL DINDING BETON DENGAN AGREGAT LIMBAH PLASTIK PET DAN LIMBAH KERTAS Aditya Nugraha Nugraha; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37353

Abstract

Perkembangan industri yang sangat pesat saat ini menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan diantaranya semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh industri-industri tersebut. Limbah plastik dan limbah kertas dapat digunakan sebagai pengganti material agregat kasar untuk menghasilkan beton dengan berat ringan. Pemakaian limbah ini juga akan mendukung upaya untuk penyelamatan lingkungan. Limbah plastik yang akan digunakan adalah plastik PET (Polyethylene Terephthalate). Limbah kertas yang digunakan didapat dari limbah koran bekas. Agregat kasar dihasilkan dari pembakaran botol PET dicampur dengan limbah kertas yang kemudian didinginkan, sebagai hasilnya diperoleh agregat dengan bentuk tidak beraturan dan bersudut dengan tekstur permukaan yang tidak rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan redaman bunyi untuk pengaplikasian panel dinding beton.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 bentuk dengan ukuran yang berbeda setiap pengujian sebanyak 3 sampel, yaitu silinder diameter 7,5 cm tinggi 15 cm untuk pengujian kuat tekan, silinder diameter 10 cm tebal 3 cm untuk pengujian redaman bunyi, balok I untuk pengujian kuat tarik, dan panel 50 x 30 x 3 cm untuk pengujian kuat lentur. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan redaman bunyi dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Perawatan benda uji dilakukan dengan cara merendam benda uji dalam bak air. Pengujian kuat lentur dengan metode pembebanan dua titik dan pengujian redaman bunyi dengan prosedur sesuai ASTM E-1050-98. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan beton sebesar 5,66 MPa, kuat tarik sebesar 1,32 MPa, kuat lentur sebesar 1,76 MPa, dan redaman bunyi berada pada kelas E. Kuat lentur panel pada penelitian ini belum memenuhi standar kuat lentur yang disyaratkan sebesar 10 MPa. Redaman bunyi kelas E menunjukkan kemampuan beton dengan agregat kasar dari limbah plastik PET dan limbah kertas sangat rendah, dengan koefisien serapan berkisar antara 0,1 hingga 0,3 pada rentang frekuensi 250-2000 Hz. Dari data tersebut menunjukkan bahwa beton dengan agregat limbah plastik PET dan limbah kertas belum memenuhi syarat sebagai panel dinding, berdasarkan syarat kuat lentur.
KAJIAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK, KUAT LENTUR DAN REDAMAN BUNYI PADA PANEL DINDING BETON RINGAN DENGAN AGREGAT LIMBAH PLASTIK PET Pitra Ardhiantika; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37369

Abstract

Perkembangan dalam dunia konstruksi selalu mengalami peningkatan, baik dari segi mutu, efisiensi dan produktivitas. Beton ringan kini semakin dikembangkan karena akan mereduksi beban sendiri yang cukup besar. Untuk itu dalam penelitian ini agregat kasar kerikil akan digantikan dengan agregat buatan yang terbuat dari limbah botol plastik minuman jenis PET. Dipilih plastik jenis PET karena plastik jenis ini sangat banyak ditemukan sebagai sampah. Satu lagi yang dapat dilihat langsung dari limbah ini adalah berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan redaman bunyi dari beton dengan agregat kasar limbah plastik PET dalam aplikasinya sebagai beton nonstruktural yaitu panel dinding, sehingga dapat diketahui apakah beton modifikasi ini layak untuk digunakan atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Dengan presentasi penggantian agregat kasar adalah 100%, sehingga agregat kasar alami seluruhnya akan digantikan oleh agregat buatan dari plastik PET. Pengujian akan dilaksanakan pada beton berumur 28 hari. Penggantian kerikil dengan agregat limbah plastik PET ini menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 6,187 MPa, sedangkan untuk pengujian kuat tarik dan kuat lentur berturut turut menghasilkan kuat tarik maksimum sebesar 1,133 MPa dan kuat lentur maksimal sebesar 1,759 MPa. Untuk redaman bunyi, koefisen serapan bunyi beton agregat PET ini berada didalam kelas E, dimana koefisien serapan bunyi berkisar antara 0,1 - 0,3 dengan rentang frekuensi 250 - 2000 Hz. Berdasar penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari pengujian kuat lentur beton kurang memenuhi syarat, karena syarat lentur minimal adalah 10 MPa, sedangkan berdasar pengujian redaman suara beton ini dapat diklasifkasikan sebagai peredam suara dengan kelas sangat rendah, karena nilai minimum koefisien serap bunyi adalah 0,15.
KAPASITAS LENTUR BALOK LAMINATED VENEER LUMBER (LVL)KAYU SENGON Rismaya Nurrahma Putri; Achmad Basuki; Sholihin As'ad
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.377 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37308

Abstract

Kebutuhan kayu sebagaimaterial konstruksi yang semakin meninggitidak sebanding dengan kecepatan penebangan pohon dengan kayu berkualitas baik (kelas kuat I/II).Salah satu alternatif untuk masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Laminated Veneer Lumber (LVL)kayu sengon. Kayu sengon memiliki usia tebang cukup singkat sehingga ketersediaannya terjamin. Kayu LVL ini juga dapat mengatasi berkurangnya kayu dengan dimensi yang besar. Penggunaan balok susun LVL memungkinkan penggunaan balok kayu secara optimal sehingga perlu dilakukan penelitian dengan berbagai macam variasi susunan penampang balok susun.Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian lentur pada balok kayu. Sistem pembebanan yang digunakan adalah two point loading. Pengujian lentur dilakukan dengan memberikan pembebanan secara bertahap hingga benda uji tak mampu menerima tambahan beban.Dalam penelitian ini diperoleh nilai Pmaks; MOE; ?lt balok A sebesar 7833,33 N; 2816,56 MPa; 9,76 MPa, balok B sebesar 12250 N; 3642,88 MPa; 13,88 MPa, balok C sebesar 11000 N; 2501,17 MPa; 12,47 MPa dan balok D sebesar 15583,33 N; 2602,16 MPa; 16,20 MPa. Perbandingan nilai eksperimen dengan nilai analisis pada nilai Pmaks balok A sebesar 0,24; balok B sebesar 0,28; balok C sebesar 0,25; balok D sebesar 0,28. Selisih nilai eksperimen yang cukup jauh dari nilai analisis disebabkan penggunaan paku sebagai shear connector.Sewaktu balok diberi beban secara bertahap, paku cenderung mudah tercabut sehingga perlu digunakan shear connector yang memiliki lebih kuat menancap dan tidak mudah tercabut.Tekanan paku yang mengalahkan kayu juga mengakibatkan cepat rusaknya badan balok LVL kayu sengon.
PENGARUH AGREGAT LIMBAH GRABAH TERHADAP MODULUS OF RUPTURE DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON PERVIOUS Thien Giang Hao; Sholihin As'ad; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.354 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37195

Abstract

Pervious Concrete adalah salah satu jenis beton lolos air. Adanya inovasi baru pervious concrete dengan menggunakan bahan tambah limbah gerabah yang berguna untukmengembangkanjenis material bahanbangunan. Material ini dapat mengurangi polusi, mengalirkan air hujan, ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dalam pengerjaannya.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tarik belah dan balok yang berukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm untuk pengujian modulus of rupture. Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan limbah gerabah. Persentase bahan tambah limbah gerabah yang digunakan adalah 0%; 25%; 50 %; 75%; dan 100%. Setiap variasi benda uji masing-masing direndam dalam air sampai 21 hari.Pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Dari hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini di peroleh nilai modulus of rupture rata-rata dari persentase penambahan limbah gerabah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari berat beton adalah sebagai berikut: 1,77 MPa, 1,61 MPa, 1,36 MPa, 1,09 MPa, dan 0,81 MPa. Sedangkan nilai kuat tarik belah rata-rata dari persentase penambahan limbah gerabah gerabah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari berat beton adalah sebagai berikut: 1,63 MPa, 1,24 MPa, 1,06 MPa, 0,87 MPa, dan 0,74.
KAPASITAS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON Achmad Basuki; Agus Supriyadi; Muhammad Muttaqin
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.44 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36578

Abstract

Keberadaan kayu belakangan ini semakin langka dan harganya semakin melambung tinggi. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan produk kayu rekayasa Laminated Veneer Lumber (LVL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas sambungan balok-kolom LVL dengan metode eksperimental. Sambungan ditentukan dengan bentuk kolom persegi dan balok berbentuk III dengan alat sambung baut yang diharapkan menjadi sambungan kaku (rigid connection). Pengujian dilakukan dengan penambahan beban pada ujung sambungan untuk mengetahui lendutan yang terjadi pada ujung balok. Dari hasil pengujian didapat kapasitas sambungan balok kolom LVL kayu sengon berturut-turut adalah 18,9; 19,9; dan 17,9 N/mm2. Perbandingan nilai pengujian dan analisis cukup jauh disebabkan karena sambungan yang diharapkan menjadi sambungan kaku tidak berhasil. Selisih perbandingan ini disebabkan karena pembuatan lubang baut yang tidak presisi, sehingga perlu dibuat sampel yang lebih bagus lagi agar bisa didapatkan sambungan kaku sesuai yang diharapkan.