Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KAPASITAS LENTUR BALOK LAMINATED VENEER LUMBER (LVL)KAYU SENGON Rismaya Nurrahma Putri; Achmad Basuki; Sholihin As'ad
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.377 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37308

Abstract

Kebutuhan kayu sebagaimaterial konstruksi yang semakin meninggitidak sebanding dengan kecepatan penebangan pohon dengan kayu berkualitas baik (kelas kuat I/II).Salah satu alternatif untuk masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Laminated Veneer Lumber (LVL)kayu sengon. Kayu sengon memiliki usia tebang cukup singkat sehingga ketersediaannya terjamin. Kayu LVL ini juga dapat mengatasi berkurangnya kayu dengan dimensi yang besar. Penggunaan balok susun LVL memungkinkan penggunaan balok kayu secara optimal sehingga perlu dilakukan penelitian dengan berbagai macam variasi susunan penampang balok susun.Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian lentur pada balok kayu. Sistem pembebanan yang digunakan adalah two point loading. Pengujian lentur dilakukan dengan memberikan pembebanan secara bertahap hingga benda uji tak mampu menerima tambahan beban.Dalam penelitian ini diperoleh nilai Pmaks; MOE; ?lt balok A sebesar 7833,33 N; 2816,56 MPa; 9,76 MPa, balok B sebesar 12250 N; 3642,88 MPa; 13,88 MPa, balok C sebesar 11000 N; 2501,17 MPa; 12,47 MPa dan balok D sebesar 15583,33 N; 2602,16 MPa; 16,20 MPa. Perbandingan nilai eksperimen dengan nilai analisis pada nilai Pmaks balok A sebesar 0,24; balok B sebesar 0,28; balok C sebesar 0,25; balok D sebesar 0,28. Selisih nilai eksperimen yang cukup jauh dari nilai analisis disebabkan penggunaan paku sebagai shear connector.Sewaktu balok diberi beban secara bertahap, paku cenderung mudah tercabut sehingga perlu digunakan shear connector yang memiliki lebih kuat menancap dan tidak mudah tercabut.Tekanan paku yang mengalahkan kayu juga mengakibatkan cepat rusaknya badan balok LVL kayu sengon.
PENGARUH AGREGAT LIMBAH GRABAH TERHADAP MODULUS OF RUPTURE DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON PERVIOUS Thien Giang Hao; Sholihin As'ad; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.354 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37195

Abstract

Pervious Concrete adalah salah satu jenis beton lolos air. Adanya inovasi baru pervious concrete dengan menggunakan bahan tambah limbah gerabah yang berguna untukmengembangkanjenis material bahanbangunan. Material ini dapat mengurangi polusi, mengalirkan air hujan, ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dalam pengerjaannya.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tarik belah dan balok yang berukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm untuk pengujian modulus of rupture. Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan limbah gerabah. Persentase bahan tambah limbah gerabah yang digunakan adalah 0%; 25%; 50 %; 75%; dan 100%. Setiap variasi benda uji masing-masing direndam dalam air sampai 21 hari.Pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Dari hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini di peroleh nilai modulus of rupture rata-rata dari persentase penambahan limbah gerabah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari berat beton adalah sebagai berikut: 1,77 MPa, 1,61 MPa, 1,36 MPa, 1,09 MPa, dan 0,81 MPa. Sedangkan nilai kuat tarik belah rata-rata dari persentase penambahan limbah gerabah gerabah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari berat beton adalah sebagai berikut: 1,63 MPa, 1,24 MPa, 1,06 MPa, 0,87 MPa, dan 0,74.
KAPASITAS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON Achmad Basuki; Agus Supriyadi; Muhammad Muttaqin
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.44 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36578

Abstract

Keberadaan kayu belakangan ini semakin langka dan harganya semakin melambung tinggi. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan produk kayu rekayasa Laminated Veneer Lumber (LVL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas sambungan balok-kolom LVL dengan metode eksperimental. Sambungan ditentukan dengan bentuk kolom persegi dan balok berbentuk III dengan alat sambung baut yang diharapkan menjadi sambungan kaku (rigid connection). Pengujian dilakukan dengan penambahan beban pada ujung sambungan untuk mengetahui lendutan yang terjadi pada ujung balok. Dari hasil pengujian didapat kapasitas sambungan balok kolom LVL kayu sengon berturut-turut adalah 18,9; 19,9; dan 17,9 N/mm2. Perbandingan nilai pengujian dan analisis cukup jauh disebabkan karena sambungan yang diharapkan menjadi sambungan kaku tidak berhasil. Selisih perbandingan ini disebabkan karena pembuatan lubang baut yang tidak presisi, sehingga perlu dibuat sampel yang lebih bagus lagi agar bisa didapatkan sambungan kaku sesuai yang diharapkan.
PENGARUH CURING AIR LAUT PADA BETON MUTU TINGGI DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI DITINJAU TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS OF RUPTURE Pricillia Mindrasari; Kusno Adi Sambowo; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.513 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37407

Abstract

Waterfront city merupakan suatu gagasan pembangunan yang mulai banyak diterapkan di negara-negara maritim termasuk Indonesia.Penggunaan beton di Indonesia tidak lepas dari bangunan-bangunan di tepi pantai ataupun bangunan air yang sering digunakan yaitu beton precast yang sering digunakan pada konstruksi dermaga (pier,jetties), landasan pacu pesawat di tepi pantai, mercusuar ataupun jembatan sebagai penghubung antar pulau. Adanya inovasi baru dengan menggunakan bahan tambah abu sekam padi yang berguna untukmengembangkanjenis material bahanbangunan yang bertujuan agar didapat betonyang berkualitas tinggi, ramah lingkungan, ekonomis, tahan lama, dan mudah dalam pengerjaannya. Pada analisis pengujian XRF abu sekam padi,diperoleh kandungan terbesar yaitu SiO2 yaitu sebesar 82,59%, yang mana menunjukkan bahwa kandungan silica yang ada pada abu sekam padi sangatlah besar. Hal ini bisa meningkatkan mutu kuat tekan beton. Metode penelitian yang dilakukan pada perawatan (curing)terhadap benda uji yaitu dengan merendam benda uji pada air normal diam dan air laut yang dalam keadaan bergeraksampai berumur28 hari dengan pelepasan bekisting selama 1 hari setelah cor. Pada prosescuring, air laut dan air normaldiberi gelombang menggunakan alat abrasi buatan (power liquid filter).Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan bahan tambah abu sekam padi pada beton mutu tinggi mempengaruhi nilai kuat tarik belah dan modulus of rupture dimana akan meningkat hingga kadar 15% dari berat semen dan menurun pada kadar 20% dari berat semen. Reaksi kalsium klorida (CaCl2) yang terkandung dalam air laut menyebabkan kuat tarik belah dan modulus of rupture beton meningkat lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan air tawar pada umur yang sama.
NILAI KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN KUAT LENTUR PADA BETON BERAGREGAT KASAR PET DENGAN PENAMBAHAN SILICA FUME DAN SERAT BAJA SEBAGAI BAHAN PANEL DINDING Kartika Kushendrahayu; Achmad Basuki; Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.121 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37267

Abstract

Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan salah satu bahan polimer (plastik) yang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai kemasan produk minuman. Tetapi, seiring perkembangan jumlah penduduk mengakibatkan semakin banyak pula limbah plastik yang dihasilkan. Pemanfaatan PET lainnya yaitu sebagai bahan tambah atau bahan pengganti dalam beton karena mempunyai berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk, sehingga cocok diterapkan pada bangunan di Indonesia yang sering terjadi gempa. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan pemanfaatan PET sebagai agregat kasar dengan penambahan silica fume dan serat baja yang bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur beton menggunakan agregat kasar dari plastik PET dengan penambahan silica fume dan serat baja. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan metode rancang beton menggunakan metode Dreux-Corrise karena penggunaan agregat ringan dari agregat buatan PET. Persentase silica fume yang digunakan sebesar 10% dari berat semen dan serat baja yang digunakan adalah serat dramix 3D tipe end hooked, aspek rasio (l/d) yaitu 65 sebesar 10 kg/m3 sesuai dengan spesifikasi pabrik dalam aturan pemakaian serat yang tertera pada kemasan dramix. Benda uji terdiri dari 2 bentuk dengan ukuran yang berbeda, yaitu silinder berukuran diameter 7,5 cm tinggi 15 cm sebanyak 6 buah yaitu 3 buah untuk uji kuat tekan dan 3 buah untuk uji kuat tarik belah. Sedangkan untuk uji kuat lentur menggunakan benda uji panel berukuran 50x30x3 cm sebanyak 3 buah. Pengujian dilaksanakan pada saat beton berumur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton menggunakan agregat kasar dari plastik PET dengan penambahan silica fume dan serat baja masih tergolong beton ringan menurut SKSNI 03-2847-2002 yaitu kurang dari 1900 kg/m3 dengan berat jenis rata-rata untuk benda uji kuat tekan sebesar 1834,568 kg/m3 dan benda uji kuat tarik belah sebesar 1830,384 kg/m3. Nilai rata-rata kuat tekan sebesar 13,394 MPa. Sedangkan nilai rata-rata kuat tarik belah yang dihasilkan adalah 1,457 MPa. Nilai rata-rata kuat lentur yang dihasilkan sebesar 2,370 MPa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penambahan silica fume dan serat dramix dapat meningkatkan kekuatan beton serta menambah ikatan antara pasta semen dengan agregat.
KAJIAN SAMBUNGAN BATANG TEKAN DAN MOMEN LENTUR LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) DENGAN PENGENCANG PASAK BAMBU LAMINASI Sri Praba Aditya; Achmad Basuki; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37316

Abstract

Kebutuhan kayu sebagai material konstruksi umumnya dipenuhi dari penebangan kayu yang mempunyai kualitas yang baik dan umur kayu yang tua. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut yaitu penggunaan kayu Laminated Veneer Lumber (LVL) kayu sengon karena kayu sengon ini merupakan kayu yang masa panennya singkat yaitu 5-10 tahun sehingga dapat terjamin ketersediaannya. Sambungan pada umumnya menggunakan konektor paku atau baut. Pasak bambu laminasi sebagai pengganti dalam paku atau baut dalam sambungan. Penelitian ini dilakukan dengan menguji tekan dan geser pasak bambu laminasi, serta meguji sambungan tekan dan momen lentur LVL kayu sengon. Jumlah benda uji yang digunakan 18 buah yang terdiri dari 6 pasak bambu laminasi, 9 sambungan tekan LVL kayu sengon, dan 3 sambungan momen lentur LVL kayu sengon. Dari hasil pengujian pasak bambu laminasi diperoleh nilai kuat lentur sebesar 131,5152 MPa dan kuat geser sebesar 32,7859 MPa. Nilai tahanan lateral sambungan tekan 2, 3, 4 pasak sebesar 5326,7 N; 9453,3 N; 13363,3 N, sedangkan nilai uji momen lentur sambungan LVL kayu sengon sebesar 234,858 Nm. Beban maksimum hasil pengujian sambungan tekan dan momen lentur sambungan LVL kayu sengon lebih kecil daripada beban maksimum hasil perhitungan teoritis
The Digit Recognition Using Local Projection Dependent Clustering Rizka Rahayu Sasmita; Aliridho Barakbah; Achmad Basuki
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 12 No. 3 (2023): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v12i3.3212

Abstract

Water companies utilize water meters to measure and calculate water usage bills. However, the current process employed by PDAM requires redundant resources, as it involves taking photos of each customer's house and having other officers read the numbers from the water meter images, resulting in inefficiency. The problem is further compounded by the neglect and improper maintenance of water meters, with some being buried in garbage or soil. Additionally, officers contribute to the challenges by capturing blurry and tilted photos, hindering the accurate reading of the water meter numbers. This study applies a water meter reading system by processing water meter photos and converting them into text using image processing methods to process images and Neural Networks to perform digit recognition. The image processing process includes steps such as (1) grayscale conversion, (2) gamma correction, (3) x-Histogram Projection, (4) White Temporal Ascent Accumulation, and (5) Peak Identification. Furthermore, image segmentation techniques are applied to enhance image quality and eliminate noise using clustering methods. The segmented images are then processed by a neural network to recognize the meter digits. The system achieves a digit recognition accuracy of 75.2%, despite encountering various technical and non-technical challenges during the water meter photo capture process.
Konversi Prompt Ke Suara Berbahasa Indonesia Waludi, Ikbal; Novanto Yudistira; Achmad Basuki
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis suara berbasis teks (Text-to-Speech/TTS) merupakan teknologi penting dalam pengembangan interaksi manusia dan mesin. Tacotron 2, sebagai model deep learning yang mampu menghasilkan suara alami dari teks, memiliki potensi besar untuk berbagai aplikasi berbasis suara, termasuk dalam Bahasa Indonesia. Namun, pengembangan sistem TTS untuk Bahasa Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama terkait dengan keterbatasan ketersediaan dataset ujaran yang berkualitas tinggi dan representatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses dataset audio serta transkripsi Bahasa Indonesia, melatih model Tacotron 2, dan mengevaluasi kualitas suara yang dihasilkan. Evaluasi dilakukan secara objektif menggunakan metode Perceptual Evaluation of Speech Quality (PESQ), yang menilai kejelasan, intonasi, dan kealamian suara hasil sintesis berdasarkan model persepsi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Tacotron 2 yang dilatih menggunakan dataset manual dan semi-manual memperoleh skor PESQ rata-rata tertinggi sebesar 1,230 serta memiliki nilai validation loss yang lebih stabil dibandingkan dengan model berbasis dataset otomatis. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas dataset dalam pengembangan sistem TTS. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem TTS Bahasa Indonesia yang lebih baik, terutama untuk aplikasi seperti asisten virtual dan teknologi aksesibilitas.
Pembangunan Dataset Denial of Service (DoS) Terenkripsi untuk Pelatihan Model Keamanan Jaringan Santoso, Azarya; Achmad Basuki; Data, Mahendra
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 8 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membangun dataset lalu lintas jaringan terenkripsi yang mencakup trafik normal dan serangan Denial of Service (DoS) pada lapisan aplikasi berbasis HTTPS, untuk mendukung pengembangan sistem deteksi berbasis pembelajaran mesin. Kebutuhan akan dataset terenkripsi muncul seiring meningkatnya penggunaan protokol HTTPS dan keterbatasan metode deteksi berbasis payload maupun signature dalam menangani komunikasi terenkripsi. Simulasi dilakukan di Mininet dengan topologi tiga host virtual dan satu switch, menggunakan komunikasi HTTPS dengan sertifikat self-signed. Trafik benign dihasilkan melalui skrip Python multithread, sedangkan trafik DoS pada lapisan aplikasi disimulasikan menggunakan tools open source seperti GoldenEye, ScarletDDoS, Slowloris, SlowHTTPTest, dan Torshammer. Simulasi berbasis waktu dilakukan untuk menyetarakan durasi antar skenario. Trafik direkam secara pasif oleh Argus, lalu diproses menjadi dataset melalui ekstraksi fitur, pelabelan otomatis, dan penggabungan data. Proses pembangunan dataset memakan waktu sekitar 90-100 menit. Dataset akhir terdiri dari 373.983 entri, 123 fitur, dan 3 label utama. Mayoritas entri merupakan trafik berbahaya (97,7%), yang terutama berasal dari serangan flood seperti post_flood dan get_flood. Analisis menunjukkan adanya fitur dengan nilai hilang penuh dan konstan, serta distribusi data yang tidak seimbang akibat dominasi serangan flood, namun validasi label menunjukkan konsistensi
Content-Dependent Image Search System with Automatic Weighting Mechanism for Aggregating Color, Shape, and Texture Features Agus Kurniasari, Arvita; Ali Ridho Barakbah; Achmad Basuki
Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 10 No 1 (2024): January
Publisher : Information Systems - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/register.v10i1.3501

Abstract

The existing image search system extracts features from the database images and performs queries thoroughly without considering the weight of each feature. Currently, all features are assigned the same weight, even though each image has different characteristics. This study proposes a new approach to image search systems that relies on content with automatic weighting. The automatic weighting process starts by calculating each moment. The first moment is obtained from the color matrix and is calculated as the average value. The second moment is obtained from the texture matrix and is calculated as the variance value. The third moment is obtained from the shape matrix and is calculated as the skewness value. These three moments are normalized to give the same weight to each feature for each picture. The results obtained for accuracy were: 70.38% for color, 60.99% for shape, 71.21% for texture, 72.65% for color-shape combinations, 78.43% for color-texture combinations, 72.65% for texture-shape combinations, and 80.5% for overall texture-color-shape features.