Stefanus, Tonny Andrian
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mengimplementasikan Pembelajaran Inovatif Di Era Digital Melalui Pendidikan Agama Kristen Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PAK Tompira, Meike Irmawati; Stefanus, Tonny Andrian; Windarti, Maria Titik
JURNAL KADESI Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v7i1.107

Abstract

Era digital ditandai dengan kehadiran teknologi informasi yang membawa dampak terhadap perubahan seluruh aspek kehidupan manusia khususnya dalam proses pembelajaran. Berbagai media teknologi dalam pendidikan telah memberikan dampak positif khususnya dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada suatu dalam kegiatan belajar-mengajar. Dalam proses interaksi yang dilaksanakan pendidik dengan peserta didik era digital saat ini mulai bergeser menjadi interaksi pembelajaran digital. Pendidikan agama Kristen adalah bagian dari pendidikan yang diterapkan secara nasional. Proses pembelajaran yang mengalami perubahan ini dalam era digital menuntut guru PAK untuk lebih mengembangkan kompetensi profesional. Menjadi guru PAK yang mengembangkan proses pembelajaran yang relevan dengan zamannya. Pembelajaran inovatif menjadi salah satu pembelajaran yang mumpuni untuk diterapakan dalam era digital yang dapat mewujudkan tercapanya tujuan pembelajaran yang perlu diimplementasikan dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen masa kini.
Kepemimpinan Nehemia dan Kontribusinya terhadap Majelis Jemaat di Gereja Pantekosta Isa Almasih Indonesia Jemaat Filadelfia Kota Bogor Darsih, Kristiana; Stefanus, Tonny Andrian; Bulahari, Herling Frederick
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 1 No. 2 (2024): Juli: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v1i2.48

Abstract

Penelitian ini mengkaji kontribusi kepemimpinan Nehemia terhadap Majelis Jemaat di Gereja Pantekosta Isa Almasih Indonesia Jemaat Filadelfia Bogor. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan Nehemia dapat diterapkan dalam konteks gereja modern untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan dan pertumbuhan spiritual jemaat. Nehemia dikenal sebagai pemimpin yang mengandalkan doa, memiliki visi yang jelas, berdedikasi tinggi, dan mampu mengorganisir kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data langsung dari lokasi penelitian untuk memberikan gambaran situasi yang dihadapi jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Nehemia memberikan inspirasi bagi majelis jemaat dalam memperkuat kehidupan doa, menetapkan tujuan yang jelas, menunjukkan ketekunan dan keberanian, serta pentingnya kolaborasi. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang penerapan prinsip-prinsip kepemimpinan Alkitabiah dalam kehidupan gereja sehari-hari, yang dapat membantu memperkuat kepemimpinan gereja dan memotivasi jemaat untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan.
Relevansi Budaya dan Adat Indonesia Terhadap Teologi Kristen Sampouw, Fransiska Angela; Stefanus, Tonny Andrian; Windarti, Maria Titik
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 2 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v2i1.69

Abstract

Tidak ada manusia yang tidak berbudaya. Tetapi justru banyak manusia yang mengaku tidak beragama. Karenanya dalam teologi Kristen tidak boleh secara frontal menolak berbagai kearifan budaya dan adat. Tetapi harus dilihat secara positif dalam membangun kerangka teologi dalam kaitannya dengan berteologi. Khususnya dalam masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang berbudaya dan beradat, sebagai sumber nilai dan patokan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karenanya dalam tulisan ini bermaksud mengkaji bagaiaman kebudayaan dan adat menjadi instrumen dalam berteologi untuk mendaratkan nilai-nilai teologis secara nyata dalam kehidupan masyarakat dengan cara pandang yang mereka pahami dan mengerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif sebagai dasar penelitian yakni literatur study untuk menjelaskan setiap maksud dari konsep yang dikaji. Hasil yang diperoleh bahwa budaya dan adat mampu menghasilkan suatu konsep teologi lintas budaya yang telah banyak memberikan kontribusi nyata dalam menyampaikan maksud-maksud dari teologi Kristen dalam sebuah refleksi hidup yang lebih nyata dalam suatu konteks.
Perspektif Pendidikan Agama Kristen Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Misi Kontekstual di Era Postmodern Patikan, Krisnawati; Stefanus, Tonny Andrian
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 7 No 2 (2025): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v7i2.505

Abstract

This article aims to examine Contextual Teaching and Learning (CTL) in the perspective of Christian Religious Education as an approach that supports the implementation of contextual mission in the postmodern era. This study uses a qualitative descriptive method with a literature review approach. Data were obtained from scientific articles, theological journals, and relevant literature discussing CTL, contextual theology, Christian Religious Education, and contextual mission. Data analysis was conducted narratively and interpretatively to examine the concepts, strategies, and implications of CTL in Christian Religious Education learning. The results of the study indicate that CTL is theologically compatible with contextual theology because it places the Christian faith as an incarnational and dialogical faith with the socio-cultural context of students. CTL is also pedagogically relevant because it encourages participatory, reflective, and life-based learning, and missionarily strengthens the role of Christian Religious Education as a means of contextual witness to the Gospel in a pluralistic society.