Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Parasosial Fandom PaNaRoMa Terhadap Tingkat Loyalitas Penggunaan RCTI Plus Pada Program Idolyfe Aulia, Azizah Ghina; Adam Hermawan; Btari Mariska Purwaamijaya
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.4728

Abstract

Pertumbuhan pangsa pasar di dunia hiburan dan media digital mengalami peningkatan setiap tahunnya dan diproyeksikan akan mencapai 83.82 miliar. Hal ini menimbulkan lahirnya berbagai platform Over-The-Top (OTT). Indonesia memiliki platform OTT lokal seperti RCTI+ dan Vidio. Pada tahun 2021, RCTI+ menjadi aplikasi OTT populer di Indonesia. Namun, survei Nielsen tahun 2022 menunjukkan bahwa RCTI+ hanya mengalami peningkatan konsumsi sebesar 0.9%. Oleh karena itu, RCTI+ meluncurkan program Idolyfe dengan memanfaatkan interaksi parasosial fandom untuk meningkatkan konsumsi aplikasi dan mendapatkan pengguna baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fandom yang menggunakan aplikasi RCTI+ dan mengukur seberapa besar hubungan interaksi parasosial terhadap loyalitas penggunaan aplikasi. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, dan penyebaran kuesioner daring dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar fandom baru menggunakan RCTI+ ketika program Idolyfe tersedia. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi parasosial fandom dan loyalitas pengguna aplikasi.
Test the Difference in Service Quality and Online Promotion for the Shopee and Tiktok Shop Applications Jesika Tamaria; Syti Sarah Maesaroh; Adam Hermawan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.4895

Abstract

This research examines the differences in service quality and effectiveness of online promotions between the Shopee and Tiktok Shop applications in the Indonesian e-commerce market. With increasing competition in the e-commerce sector, understanding the differences in service quality and promotional strategies of each platform becomes crucial. This research method uses comparative quantitative involving generation Z in the DKI Jakarta area as active users of both applications to evaluate various aspects of service quality, such as responsiveness, ease of use, and customer support, as well as the effectiveness of online promotions, including offers, discounts, and advertising. The sampling technique uses probability sampling with a random sampling approach. Data was collected through a questionnaire and analyzed using an independent sample test to compare the differences between Shopee and Tiktok Shop. Research findings show that these two applications have differences in sig values. (2-tailed) < 0.05 and Shopee is superior to Tiktok Shop with the average value of Shopee's service quality and online promotions being 45.7400 and 44.2200, while Tiktok Shop is 44.2200 and 42.5100. With these findings, it is hoped that they can provide insight into the strengths and weaknesses in the service and promotion aspects of each application, as well as provide strategic recommendations for improving services and promotions in the future, both for application managers and consumers.
Pengaruh Kualitas Website Tupperwareshop dan Inovasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Tupperware Suci Ramasiah; Rangga Gelar Guntara; Adam Hermawan
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.4957

Abstract

Website merupakan salah satu media transaksi online. Tupperware merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perlengkapan rumah tangga dan salah satu perusahaan yang sudah memanfaatkan website untuk transaksi jual beli. Tupperware terus menciptakan dan menghadirkan produk melalui inovasi yang dilakukan. Tupperware terus dihadapkan dengan permasalahan seperti penurunan penjualan dan penurunan brand indeks. Penelitian ini menggunakan metode Webqual 4.0. yang terdiri dari dimensi usability, information quality, dan service interaction quality untuk mengukur kualitas website. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sample yang diambil adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling . Jumlah sampel terdiri dari 135 responden. Hasil penelitian menyatakan: 1) kualitas website (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). 2) inovasi produk (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). 3) Kualitas website dan inovasi produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y).
Pengaruh Nilai Fungsional, Nilai Emosional, Dan Nilai Sosial Terhadap Niat Beli Barang Virtual Dalam Game Mobile Legends (Studi Kasus Pada Pemain Game Online Mobile Legends Di Jawa Barat Agra Fadhilla Tamara; Adam Hermawan; Btari Mariska Purwaamijaya
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai fungsional, emosional, dan sosial terhadap niat beli barang virtual dalam game Mobile Legends. Game ini populer di kalangan pengguna smartphone dengan sistem mikrotransaksi yang memungkinkan pembelian barang virtual seperti skin dan item eksklusif. Topik ini menarik karena meskipun mikrotransaksi terus meningkat, terdapat keluhan pemain terkait kualitas produk yang menimbulkan penurunan niat beli. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penurunan pendapatan Mobile Legends sejak 2022, dengan fokus utama pada pengaruh nilai-nilai barang virtual terhadap keputusan pembelian. Data dikumpulkan dari 160 pemain Mobile Legends di Jawa Barat menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fungsional dan emosional memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli barang virtual, sementara nilai sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Kesimpulannya, nilai fungsional dan emosional menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh pengembang game untuk meningkatkan niat beli. Implikasi praktisnya adalah pengembang disarankan untuk mengoptimalkan fitur barang virtual yang memberikan manfaat nyata serta menciptakan pengalaman emosional yang kuat bagi pemain melalui desain visual dan cerita yang menarik.