Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNISI RHVAC DALAM MENANGANI SISTEM DENGAN REFRIGERAN RAMAH LINGKUNGAN Mitrakusuma, Windy Hermawan
Jurnal Difusi Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v5i2.2253

Abstract

Kebutuhan teknisi dalam bidang refrigerasi dan tata udara, akhir akhir ini sangat dibutuhkan mengingat dengan meningkatnya penggunakan alat alat pendingin dan juga tata udara. Perawatan alat/sistem refrigerasi dan tata udara menjadi meningkat pesat. APITU merupakan sebuah perkumpulan teknisi dan merupakan singkatan dari Asosiasi Pendingin dan Tata Udara. Perkumpulan ini cukup meliputi seluruh Indonesai dan terstruktur mulai dari pusat, daerah, dan cabang. Saat ini untuk DPC Bandung, mempunyai anggota kira kira 50 orang, dan beranggotakan teknisi refrigerasi dan tata udara di sekitar Bandung Raya. Mereka umumnya belajar tentang refrigerasi dan tata udara secara otodidak ataupun dari seniornya, dan kadang menggunakan video yang tersebat di youtube, atau melalui diskusi di antara mereka dalam grup media sosial. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan yang mampu memberdayakan teknisi tersebut, sehingga bisa lebih kompeten didalam menangani pekerjaannya. Untuk menjawab hal tersebut diatas, maka kemudian Jurusan Teknik Refrigerasi dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung (JTRA-POLBAN) melakukan sebuah kegiatan yang diharapkan kemudian mampu memberdayakan teknisi tersebut. Kegiatan ini berupa penyiapan bahan/alat untuk workshop/praktek, mentoring dan tutorial pembekalan keterampilan serta pelatihan terhadap teknisi berupa teori maupun praktek. Materi yang diberikan berupa, konsep sistem refrigerasi dan tata udara, prosedur standard pengopersian sistem refrigerasi dan tata udara, hal baru yang berhubungan dengan aspek lingkungan dan penghematan energi dalam sistem refrigersi dan tata udara, serta praktek penanganan sistem dengan refrigeran berbasis hidrokarbon. Dari hasil evaluasi kegiatan, diperoleh bahwa dengan pembekalan ini terjadi peningkatan pengetahuan, dan juga keterampilan peserta dalam menangani sistem AC Split serta hal penting yang harus diperhatikan dalam menangani refrigeran ramah lingkungan.
PENGEMBANGAN SARANA DAN PENINGKATAN KOMPETENSI KARANG TARUNA DESA CIWARUGA DALAM BIDANG PERAWATAN AC DAN PENDINGIN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.5527

Abstract

Berbagai data statistik menunjukkan peningkatan permintaan penggunaan AC di bangunan di Indonesia. Meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur publik dan swasta, akan memicu pertumbuhan industri refrigerasi dan tata udara dan akan meningkatkan kebutuhan tenaga ahli perawatan alat/sistem refrigerasi dan tata udara. Desa Ciwaruga yang terletak di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat memiliki 97 RT dan 20 RW kepengurusannya terdiri atas sejumlah 60 pengurus karang taruna dan 101 PKK. Diketahui, sekitar 83,87% dari warga Desa Ciwaruga berada pada kategori usia produktif. Berdasarkan data prasarana perekonomian, di Desa Ciwaruga telah tersedia jenis pekerjaan yang terkait dengan keterampilan Teknik, khususnya bidang mekanik (bengkel las dan motor) dan elektrikal (elektronik). Hal ini menjadi potensi pengembangan kompetensi warga. Sehubungan dengan munculnya peluang peningkatan lapangan kerja di bidang tenaga ahli perawatan alat/sistem refrigerasi dan tata udara, maka seiring dengan tujuan dan fungsi Karang Taruna, Tim PKM Polban telah melaksanakan kegiatan pembekalan dan peningkatan kompetensi perawatan dan perbaikan AC split untuk Karang taruna Desa Ciwaruga. Materi teori yang diberikan berupa, konsep sistem refrigerasi dan tata udara, prosedur standar pengopersian sistem refrigerasi dan tata udara, serta informasi terkait perkembangan aplikasi AC yang berhubungan dengan aspek lingkungan dan penghematan energi dalam sistem refrigersi dan tata udara. Dalam kegiatan pelatihan ini juga disiapkan unit AC yang dijadikan sebagai media pembelajaran agar peserta dapat lebih memahami cara kerja sistem pendingin dan mencoba secara langsung seperti implementasi di lapangan saat bekerja. Diharapkan, dengan kerjasama ini dapat meningkatkan peluang kerja bagi Karang Taruna Desa Ciwaruga di industri refrigerasi dan tata udara, sehingga dapat meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi warga.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI DI DESA CIKANDE DALAM MENDAYAGUNAKAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN Mitrakusuma, Windy Hermawan; Yuningsih, Nani; Kurniasetiawati, Annisa Syafitri; Akmal, Muhammad; Susilawati; Rosulindo, Parisya Premiera; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Badarudin, Apip; Arman, Muhammad; Setyawan, Andriyanto
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i2.6328

Abstract

Desa Cikande merupakan desa yang terletak di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Luas area Desa Cikande, yaitu berkisar 6,93Km2 atau sekitar 13,47% dari total luas Kecamatan Saguling. Dari segi geografis, lanskap yang mendominasi area di Desa Cikande adalah wilayah tanah lapang yang digunakan sebagai lahan pertanian. Desa Cikande merupakan desa yang memiliki potensi ekonomi dari pertanian yang melimpah, tetapi pemanfaatannya masih minimal. Kegiatan ekonomi yang telah dilakukan di Desa Cikande terkait dengan potensi pertanian ini, barulah berupa pertanian keluarga yang digunakan sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah. Produksi pertanian harus ditingkatkan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang pesat. Kebutuhan akan produksi-produksi pertanian meningkat, sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan hasil. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan di bidang pertanian yaitu faktor pemupukan. Pengertian pemupukan yaitu penambahan bahan (yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia, biologi tanah) ke tanah agar tanah tersebut menjadi lebih sehat dan subur. Termasuk di antaranya yaitu pengapuran, pemberian legin, pemberian pembenah tanah (soil condition), pemberian urea dan lain sebagainya. Eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah dapur organik seperti ampas buah atau sayuran dengan air dan substrat gula. Berdasarkan hasil pengamatan dari penelitian pengaplikasian pupuk organik eco-enzyme menghasilkan rata-rata pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik bukan Eco enzyme. Dengan kata lain, pengaruh dari pemanfaatan Eco-enzyme mampu meningkatan hasil produksi pertanian sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan usahatani bila harga tetap atau tidak turun. Dari hasil analisis permasalahan prioritas, didapatkan bahwa masalah kebergantungan pupuk subsidi sebaiknya diprosiataskan terlabih dahulu, karena dengan diselesaikannya permasalahan ini dapat membantu penyelesaian kedua permasalahan lainnya. Dengan dilakukannya konversi sampah organik ke pupuk organik, maka dapat mengurangi volume sampah. Selain itu, dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga secara berangsur dihaarapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di Desa Cikande.
UJI KINERJA FREEZER MENGGUNAKAN DIMETHYL ETHER SEBAGAI REFRIGERAN PENGGANTI R134a Mawaddati Sofwah Utami; Mitrakusuma, Windy Hermawan; Simbolon, Luga Martin; Rosulindo, Parisya Premiera
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.6.1.19

Abstract

R134a is widely used as a refrigerant in refrigeration systems, but this refrigerant has an impact on increasing global warming. This impact can be reduced by using dimethyl ether as an alternative refrigerant to replace R134a. In this research, the performance of dimethyl ether was tested as a substitute refrigerant for R134a in refrigeration system applications in the form of freezers. Tests were carried out by comparing the performance of the freezer when using refrigerant R134a and using dimethyl ether refrigerant. The use of dimethyl ether in the test was varied based on mass, namely 60 grams, 70 grams and 80 grams, or in percentages as much as 30%, 46.7% and 53.3% of the total mass of R134a. The results of this test indicate that the COP value for freezer performance is higher when using dimethyl ether than when using R134a, the efficiency is higher than refrigerant R134a, and the compressor power is lower than R134a. Testing for variations in the mass of dimethyl ether that approached the condition of R134a was at a mass of 70 grams, so that the amount of refrigerant filled with dimethyl ether as a substitute for R134a was reduced to 46,7% of the amount of R134a.