Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION REGARDING PREVENTION OF PULMONARY TUBERCULOSIS TRANSMISSION TO KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF COMMUNITY Khoirun Nisa, Nurul; Siagian, Basirum; Pratama, Rika Yuanita; Sunarti, Sunarti
Journal of Vocational Nursing Vol. 5 No. 1 (2024): MAY 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v5i1.51776

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is a major cause of poor health and one of the leading causes of death worldwide. Pulmonary tuberculosis or often referred to as pulmonary TB is an infectious disease that is still endemic in society. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes of the community regarding preventing the transmission of pulmonary tuberculosis. Methods: This used a quantitative design with a pre-experimental approach, using a convenience sampling technique with a sample size of 40 respondents. The research was conducted at the Community of Nanga Pemubuh Village, Sekadau Regency. This research data collection used a questionnaire measuring instrument. The analysis used was a Paired Sample T-test and Wilcoxon test with a significance level of É‘<0.05. The variables involved in this research were health education, knowledge, and attitudes. Results: The statistical test results were obtained at knowledge p value = 0.004 and attitude p value = 0.013, meaning that statistically health education had a significant effect on increasing community knowledge and attitudes before and after education about preventing the transmission of tuberculosis in Nanga Pemuhuh Village, Sekadau. Conclusions: Health education regarding preventing the transmission of pulmonary tuberculosis has a significant effect on increasing public knowledge and attitudes. Increasing knowledge and attitudes about preventing the transmission of tuberculosis after outreach is expected to be able to reduce the prevalence rate of tuberculosis.
The Efforts Of Prevent Covid-19 In The People of Kalimantan, Indonesia Rudi, Abil; Yetiani, Novin; Sunarti; Damayanti, Ria; Masan, Lea; Montessori, Yolanda; Kurniati, Paskalia Tri; Pratama, Rika Yuanita
Papua Medicine and Health Science Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 (Desember 2024): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v1i2.58

Abstract

Since the coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic in December 2019, it has brought some significant lifestyle changes to people around the world. This research is about the prevention efforts made by the community in West Kalimantan, Indonesia against the spread of COVID-19. Data collection through questionnaires distributed online for 3 months in 2021. Respondents in this study were the people of West Kalimantan, Indonesia. Most respondents have high prevention efforts regarding hand washing, wearing masks, maintaining distance, avoiding crowds, and reducing physical mobility to avoid COVID-19 infection. Most of the respondents also showed good knowledge in identifying the basic symptoms of COVID-19. Respondents mostly have a good attitude towards the spread of COVID-19. These findings provide insight into efforts to prevent COVID-19 among the people of West Kalimantan and can help the government make policies to control the spread of COVID-19, as well as other new infections in West Kalimantan, Indonesia.
Factors Associated With The Use Of Implant Contraceptive Devices In Women Of Reproductive Age Anjarwati, Nurul; Nisa, Nurul Khoirun; Pratama, Rika Yuanita
Jurnal Surya Vol 15 No 3 (2023): VOL 15 NO 03 DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v15i3.827

Abstract

Introduction: The implant contains levonogestrel, the advantage of this method lasts up to five years, once the contraceptive is taken the fertility will return soon. The side effect of using this contraceptive implant is weight gain because the hormones contained can stimulate the appetite control center in the hypothalamus. This study aims to find out the factors associated with the use of implanted contraception in women of childbearing age (WUS)Method: This research is a cross-sectional quantitative study with the Simple Random Sampling technique. The results of the study were analyzed using a statistical test, namely Chi-Square to see the relationship with the use of implanted contraceptive devices in women of childbearing age (WUS)Results: The results showed that there was a relationship between the use of implanted contraceptives and attitude (p-value = 0.002), access to health services (p-value = 0.033), the role of health workers (p-value = 0.033), and there was no relationship between contraceptive use implant with Age (p=0.331), Education (p-value=0.444), Knowledge (p-value=0.148)Conclusion: There is a relationship between attitude, access to health services, the role of health workers, husband's support and there is no relationship between age, education, knowledgeKeywords: Factors, implant contraception, women of childbearing age
Upaya Pencegahan Penularan pada Penderita Covid-19 di Kabupaten Sintang Tahun 2021 Wagiran; Pratama, Rika Yuanita
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1043

Abstract

SARS-CoV-2 dapat ditularkan dari orang ke orang, terutama di antara anggota keluarga dan teman yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19 yang bergejala dan tidak bergejala. Tindakan preventif adalah cara paling efektif untuk memerangi meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Pasalnya, belum ada obat atau vaksin yang masih diuji dalam uji klinis. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif, yaitu penelitian observasional analitik dengan teknik case control. Partisipan dalam penelitian ini dipisahkan menjadi dua kelompok: kelompok kasus 68 orang dan kelompok kontrol 126 orang. Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan data. Uji statistik yang digunakan untuk melihat pengaruh murni dan uji statistik yang digunakan untuk melihat pengaruh murni dan dominan terhadap variabel yang dianalisis adalah chi square dengan = 0,05 dan Regresi Logistik Berganda. Pengetahuan (p value = 0,001), sikap (p value = 0,022), cuci tangan (p value = 0,006), paparan media (p value = 0,006), comorbidities (p value = 0,001), perjalanan (p value = 0,001), dan kontak dekat dengan terkonfirmasi (p value = 0,011) merupakan variabel yang paling dominan dalam upaya pencegahan penularan pasien Covid-19 di Kabupaten Sintang. Pengetahuan, sikap, cuci tangan, paparan media, penyakit penyerta, perjalanan, dan kontak dekat dengan COVID-19 terkonfirmasi adalah variabel paling berpengaruh dalam upaya pencegahan penularan.
Kelengkapan dan Pendokumentasian Rekam Medis Pasien Ketuban Pecah Dini (KPD) Pratama, Rika Yuanita; Sohibun; Wagiran
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i2.812

Abstract

Latar Belakang: Dokumen rekam medis adalah dokumen yang berisi catatan tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan kepada pasien di sarana pelayanan kesehatan. Data tahun 2018 rekam medik RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang kasus ketuban pecah dini sebanyak 152 kasus. Ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis berdampak pada mutu pelayanan rekam medis serta terhambatnya proses klaim asuransi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelengkapan dan pendokumentasian dokumen rekam medis pasien ketuban pecah dini di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang pada tahun 2019 Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, populasi berjumlah 170 dokumen rekam medis pasien ketuban pecah dini, dan sampel sebanyak 62 dokumen. analisis data bersifat deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ketidaklengkapan terbanyak terdapat pada review laporan penting pada lembar formulir laporan operasi sebesar 20 dokumen (32,26%) dan review pendokumentasian yang benar ketidaklengkapan terbanyak pada lembar formulir ringkasan masuk dan keluar yaitu sebanyak 57 dokumen rekam medis (91,94%) pada item pemberian garis tetap pada area kosong. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat ketidaklengkapan pada review identifikasi formulir pengkajian awal kebidanan dan kandungan item tanggal lahir, review laporan penting formulir laporan operasi item kamar operasi, review autentifikasi formulir laporan operasi item tanggal operasi dan review pendokumentasian yang benar item pemberian garis tetap pada area kosong.
Edukasi kesehatan untuk membangun kesadaran tentang pernikahan dini pada remaja Pratama, Rika Yuanita; Sohibun, Sohibun; Wagiran, Wagiran; Karlia, Lilis
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2444

Abstract

Background: Early marriage among adolescents remains a public health problem in Indonesia due to its impact on reproductive health, maternal and child health, and psychosocial well-being. Adolescents' limited knowledge about the health risks of early marriage contributes to low awareness and attitudes toward delaying marriage. Schools are a strategic setting for implementing health promotion and preventive education for adolescents. Purpose: To increase adolescents' knowledge and awareness about early marriage from a health perspective. Method: This community service activity was conducted at SMA Negeri 4 Sintang on July 22, 2025, and involved 50 high school students as respondents. The activity implemented a community education approach through health counseling activities. Material was delivered through interactive lectures and discussions, accompanied by educational media in the form of visual presentations related to early marriage and adolescent reproductive health. The activity was evaluated using pre-test and post-test questionnaires, analyzed using Wilcoxon Signed Rank to measure changes in students' knowledge and awareness levels before and after the education. The data obtained were analyzed descriptively to illustrate differences in adolescents' knowledge and awareness levels regarding early marriage from a health perspective. Results: The results of the activity showed an increase in student knowledge and awareness after the education. Before the education (pre-test), the majority of students had poor knowledge regarding the health impacts of early marriage, amounting to 22 students (44.0%). After the intervention (post-test), the proportion of students with good knowledge increased to 25 students (50.0%), and the proportion with fair knowledge increased to 20 students (40.0%). This indicates an increase in students' understanding of reproductive health risks and the importance of delaying marriage until physical, psychological, and social readiness is achieved. Conclusion: Community service activities in the form of education on early marriage from a health perspective have proven effective in increasing adolescents' knowledge and awareness of the long-term impacts of early marriage. Suggestion: Education on early marriage from a health perspective needs to be carried out sustainably and integrated into school health promotion activities. Schools are expected to collaborate with health workers in providing comprehensive reproductive health education to students. Keywords: Adolescents; Early marriage Health education; Health promotion; Reproductive health Pendahuluan: Pernikahan dini pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak pada kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak, serta kesejahteraan psikososial. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai risiko kesehatan pernikahan dini berkontribusi terhadap rendahnya kesadaran dan sikap dalam menunda usia pernikahan. Sekolah merupakan setting strategis dalam pelaksanaan promosi kesehatan dan edukasi preventif bagi remaja. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pernikahan dini dalam perspektif kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Sintang pada tanggal 22 Juli 2025 dan melibatkan 50 siswa/siswi SMA untuk menjadi responden. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat (community education) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi, disertai media edukatif berupa presentasi visual yang berkaitan dengan pernikahan dini dan kesehatan reproduksi remaja. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan dan kesadaran siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perbedaan tingkat pengetahuan dan kesadaran remaja terkait pernikahan dini dari perspektif kesehatan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa setelah diberikan edukasi. Sebelum penyuluhan (pre-test), mayoritas siswa memiliki tingkat pengetahuan kurang mengenai dampak kesehatan pernikahan dini, yaitu sebanyak 22 siswa/siswi (44.0%). Setelah intervensi (post-test), proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat menjadi 25 siswa/siswi (50.0%) dan kategori cukup menjadi sebanyak 20 siswa/siswi (40.0%). Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai risiko kesehatan reproduksi serta pentingnya menunda pernikahan hingga kesiapan fisik, psikologis, dan sosial. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi pernikahan dini dalam perspektif kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap dampak jangka panjang pernikahan dini. Saran: Edukasi pernikahan dini dalam perspektif kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kegiatan promosi kesehatan sekolah. Pihak sekolah diharapkan dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif kepada siswa.