Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Tipologi Abreviasi dan Akronim: Titik Pijak Awal Pemanfaatan Semantik dalam Penyusunan Kamus Bahasa Indonesia Khoirunnisa, Krismonika; Sumarlam, Sumarlam; Nugroho, Miftah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v4i2.6831

Abstract

Indonesian has many vocabularies which have developed more or less according to the user community and their needs. With the existence of an Indonesian dictionary that contains vocabulary and meanings that serve as guidelines, standardization of vocabulary in the KBBI and requires scientific negotiation. Through semantic science which is the basis for its compilation and standardization, with the present dictionary presentation, vocabulary and meaning will be easier to understand. The type of research used in this study is a qualitative research using descriptive analysis. This qualitative method is used by researchers to analyze the data findings. The data’s source in this study is from KBBI V (online). The dictionary will be analyzed for its elements of abbreviations and acronyms. Analysis this study was carried out descriptively which later was expected to be able to find the characteristics, properties, and functions through the selection of the required data. The results of this study found that there are several abbreviations and acronyms found in the KBBI (online). Abbreviations and acronyms found are seen from the process of formation, form, and function. Another existence found by researchers is the use of abbreviations and acronyms as research that can enrich and vocabulary development.
Psikolinguistik, Neurolinguistik, dan Metafora Kognitif Komputer dalam Perkembangan Bahasa Teknologi Kecerdasan Buatan Maulida, Siti Zumrotul; Aidha, Fakhriyyah Asmay; Khoirunnisa, Krismonika
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2023: SPECIAL EDITION: LALONGET IV
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.11734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi psikologi perkembangan bahasa pada sistem teknologi kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang akan dimanfaatkan untuk menganalisis hasil tulisan mahasiswa yang diparafrase menggunakan tiga aplikasi kecerdasan buatan yaitu aplikasi Chat GPT, Aizzy AI, dan Perplexity AI. Analisis data pada penelitian ini berbasis teks dan wacana berdasarkan struktur pembangun semantik, morfologi, dan sintaksisnya. Proses pengolahan data pada penelitian ini memanfaatkan pencarian sederhana terkait kata kunci tertentu untuk mendapatkan hasil parafrase dari ketiga aplikasi kecerdasan buatan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya perbedaan yang signifikan. Signifikansi yang ditemukan berupa pengolahan kebahasaan dari teks yang diparafrase menggunakan pencarian kata kunci yang sama, baik yang menggunakan aplikasi Chat GPT, Aizzy AI, dan Perplexity AI.
Language Crime: Potential Defamation and Criminality in Fake News From a Forensic Linguistic Perspective Khoirunnisa, Krismonika; Kulsum, Umi; Roesmiati, Dian
Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iswara.2023.3.2.9107

Abstract

Language and media are interesting topics to study. Considering that language has criteria in society, the media will not be spared as a means of communication. Over time, language has many variations that cannot be seen from just one aspect, but needs to be seen from other accompanying aspects. One of them is the “Why” aspect. The "why" aspect in language, especially news media, is now the target of why such things can appear in society, one of which is fake news (hoax). This research article is a type of qualitative descriptive research. This research takes the topic of forensic linguistics based on language crimes in the media. This type of research is qualitative with descriptive method. The aims of this research are (1) to describe what forms of language crime are found in the spread of fake news (hoaxes) in the reporting of "Official Vaccine Certificates Without Vaccination" and (2) to describe aspects of a comprehensive perspective and its usefulness in society. The data in this study is a form of language crime in terms of defamation and criminality in news or photos circulating around the news "Official Vaccine Certificate Without Vaccination". The data source used in this study is online media which reports fake news (hoaxes) about "Official Vaccine Certificates Without Vaccination". The type of data collection technique uses the mark-reading technique (read-note). Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data, and presenting data. The results of this study found that with media that has a wider variety and discussion, the news can become confusing and possibly fake news (hoax), considering that language and society cannot be seen from just one aspect. So that with the news circulating, it can result in defamation and criminality for the parties concerned or those who feel aggrieved. Keywords: Fake news, language crime, defamation, crime, forensic linguistics.
Analisis Penyebab Kesalahan Penulisan Teks Bahasa Indonesia oleh Siswa di Islamic Santitham Foundation School Thailand Lestari, Oktavia Winda; Khoirunnisa, Krismonika; Munawaroh, Khurun Ngin Hadiyatul
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jpbsi.2023.3.2.112-128

Abstract

Abstrak: Salah satu tujuan dari program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) adalah mampu menulis teks berbahasa Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penyebab kesalahan dalam menuliskan teks berbahasa Indonesia oleh pemelajar di Islamic Santitham Foundation School Thailand. Penelitian jenis kualitatif deskriptif menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara dalam pengumpulan data. Hasil analisis data menemukan bahwa penyebab kesalahan penulisan teks bahasa Indonesia oleh siswa asing adalah (1) Guru mengalami kesulitan saat menyampaikan materi Bahasa Indonesia, (2) kesulitan saat membedakan pelafalan huruf bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, (3) tidak adanya pembiasaan bagi pemelajar dalam berbahasa Indonesia, dan (4) kosakata yang dimiliki terbatas. Faktor lain ditemukan bahwa penyebabnya adalah faktor lingkungan yang menggunakan komunikasi berbahasa Thailand.
HOMOGRAPHS BETWEEN INDONESIAN AND THAI: CONTRASTIVE ANALYSIS Mukhlas, Moh.; Lestari, Oktavia Winda; Khoirunnisa, Krismonika; Aidha, Fakhriyyah Asmay; Butsaman, Wisaruta
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 17, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v17i1.37716

Abstract

This research aims to describe the forms and expressions of understanding in Indonesian and Thai with a focus on homographs. The techniques used in this research are observation and note taking techniques. To achieve this goal, the listening method was used in data collection with note-taking techniques, namely observing, listening and recording vocabulary. Next, classify Indonesian vocabulary and Thai vocabulary. Next, to analyze Indonesian vocabulary and Thai vocabulary, this was done by comparing the similarities between the forms of expression and meaning of vocabulary in Indonesian with vocabulary in Thai and then classifying them. The data source was obtained through interactions between students in language learning in Thai students' classes and then compared with Indonesian. The research results show that there are two types of homographs, namely, the same meaning and pronunciation, and the same pronunciation and different meaning.
Terminologi Makna Verba Tidur Dalam Bahasa Jawa Suroboyoan: Konseptual Makna Leksikal Khoirunnisa, Krismonika; Sumarlam, Sumarlam; Nugroho, Miftah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8, No 1 (2024): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v8i1.85508

Abstract

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa komunikasi di masyarakat Jawa. Seiring berjalannya waktu, bahasa Jawa mengalami perubahan makna dengan berbagai konteks yang menyertainya. Oleh karena itu, bahasa Jawa sedikit banyak membutuhkan pemerincian makna agar tidak terjadi tumpang tindih. Penelitian ini berfokus pada kajian medan makna dengan menganalisis leksem “Tidur” dalam bahasa Jawa Suroboyoan. Penelitian ini berupaya untuk menemukan karakter dan macam medan makna apa saja yang terdapat dalam leksem tersebut. Dengan memanfaatkan teori analisis komponen makna, penelitian ini juga diupayakan untuk mengklasifikasikan komponen yang masih saling berhubungan serta mencari perbedaan signifikannya. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu (1) mendeskripsikan modifikasi medan makna tidur dalam bahasa Jawa Suroboyoan dan (2) mendeskripsikan persamaan dan perbedaan modifikasi medan makna tidur dalam bahasa Jawa Suroboyoan. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Metode penyediaan data pada penelitian ini adalah baca-catat (baca-markah) yang didapat dari bausastra dan angket dari informan sebagai data pemerlengkapnya (crosscheck temuan). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis komponen makna. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menemukan sedikit banyak perbedaan leksem “Tidur” dalam bahasa Jawa Suroboyoan dari berbagai komponen, sehingga dapat diklasifikasikan secara rinci.
Social Expression of the Java Community and the Relevance Education Through the Film "Lemantun" by Wregas Bhanuteja: A Study of Cultural Contextual Education Khoirunnisa, Krismonika; Sumarlam, Sumarlam; Lestari, Oktavia Winda; Jazeri, Mohamad
Javanologi: International Journal of Javanese Studies Vol 5, No 2 (2022): Javanologi Volume 5 No. 2: June
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v5i2.67940

Abstract

This research is a qualitative-descriptive research. This study also uses two methods, namely descriptive and explanative. Both methods are used to describe and explain the phenomenon of social expression and cultural values of Javanese society in the film “Lemantun”. The phenomenon includes its form, purpose, and context.Given these paper, the researcher seeks to examine the social expressions and cultural values of the Javanese people through the film "Lemantun" by Wregas Bhanuteja. This study aims to find the relationship between social expression and cultural values that exist in Javanese society. Therefore, the purpose of writing this paper is (1) to find out what forms of social expression and cultural values can be learned from the film "Lemantun", (2) what interpretations are found in social expressions and cultural values.This study uses the film "Lemantun" as the data source. The data analyzed are utterances or sentences spoken by the players. In this analysis, the researcher attempts to link social expressions and cultural values in the film by associating elements of Javanese culture in Indonesia, considering that the film "Lemantun" is a Javanese-language film entitled "Wardrobe".The results of this study include the discovery of social expressions and cultural values that exist in Javanese society. This research also seeks to find out how the Javanese people think and the real social etiquette.