Priyo Nugroho Adi
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aplikasi LAN Messenger Menggunakan Java Servlet Adi, Priyo Nugroho; Satoto, Kodrat Iman; Somantri, Maman
Transmisi Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.559 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.13.2.59-63

Abstract

Aplikasi LAN messenger dengan JAVA Servlet yang dibangun pada Tugas Akhir ini berusaha memecahkan masalah pembatasan platform yang biasa terjadi pada aplikasi LAN messenger pada umumnya. Walaupun memungkinkan pada pengembangan tahap selanjutnya aplikasi ini mampu beroperasi pada jaringan yang berbeda pula ( karena berjalan pada protokol http ). Pembangunan aplikasi pada Tugas Akhir ini menggunakan Servlet, yaitu salah satu kelas yang tersedia pada bahasa Pemrograman Java yang memungkinkan untuk Java me-request dan merespon protokol http. Dengan pedoman inilah aplikasi yang dibangun pada Tugas Akhir ini dapat memberikan solusi pada pembatasan platform yang umumnya terjadi pada LAN messenger. Keyword : LAN Messenger
Kajian Arsitektur Ekologi Pada Sekolah Kejuruan Pertanian Di Kabupaten Semarang Handayani, Susana Ayu; Winarna, Winarna; Adi, Priyo Nugroho
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9459

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Selain memiliki lahan yang subur dan luas, faktor geografis Indonesia memungkinkan berbagai macam tanaman dapat tumbuh subur. Namun disisi lain, meminimalisir kerusakan lingkungan merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pertanian. Contoh kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas pertanian adalah seperti pencemaran air, pencemaran tanah, dan perubahan iklim. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia dan memiliki 40 SMK dengan program kejuruan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura. Salah satu di antaranya adalah SMK Suwakul Ungaran. Berkaitan dengan isu kerusakan lingkungan dalam kegiatan pertanian, sekolah sejatinya perlu mendidik siswa agar memiliki sikap untuk mendukung pelestarian alam dan lingkungan. Perencanaan lingkungan binaan yang berpusat pada lingkungan dikenal dengan istilah arsitektur ekologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis prinsip-prinsip arsitektur ekologi di lingkungan sekolah menengah kejuruan SMK Suwakul Ungaran. Hasil yang didapatkan dari studi ini adalah bahwa untuk meminimalisir timbulan pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat masih dapat dilakukan dengan meningkatkan penerapan prinsip arsitektur ekologi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di SMK Suwakul Ungaran.
The Identifying core competencies for Society 5.0: A confirmatory factor analysis across ordinal and continuous data Indra, Muhammad; Triyono, Mochamad Bruri; Rahdiyanta, Dwi; Pardjono, Pardjono; Munadi, Sudji; Zakarijah, Masduki; Priyanto, Priyanto; Nuryanto, Apri; Adi, Priyo Nugroho; Widari, Tika
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 15 No. 2 (2025): June
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v15i2.85338

Abstract

Society 5.0 demands individuals who demonstrate integrated character, knowledge, and skills to navigate technology-driven environments. However, existing research rarely compares different estimation strategies in Confirmatory Factor Analysis (CFA) when modeling competency structures. This study aims to identify stable competency indicators for the Society 5.0 era (C-5.0) using several CFA estimation approaches across ordinal and continuous data types. A quantitative survey was conducted with Indonesian TVET academics and practitioners, and data were analyzed using multiple statistical simulations. The model included 30 manifest indicators representing affective, cognitive, and psychomotor domains. Findings reveal that only six indicators consistently remained robust across estimation techniques: curiosity, environmental care, and social care (character domain); creative thinking and innovative thinking (knowledge domain); and cooperative skills (skills domain). One indicator—critical thinking—did not satisfy goodness-of-fit criteria in any estimation scenario, suggesting that its contribution may be context-dependent within TVET environments. These findings highlight that not all theoretically important indicators operate similarly under different measurement conditions. Methodologically, the study emphasizes the importance of testing alternative CFA estimation strategies when competency frameworks involve mixed data types. Practically, the results provide policymakers and vocational institutions with empirically validated priorities for curriculum development, focusing on competencies that demonstrate measurement stability in real-world contexts. Future studies should examine longitudinal validation and cross-cultural replication to strengthen generalizability.