Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : An-Nida'

Penerapan Sunnah Nabi Shallallahualaihi Wasallam., Ruqyah Syariyyah, di Klinik Surabaya Ruqyah Center Adynata Adynata
An-Nida' Vol 38, No 2 (2013): July - December 2013
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v38i2.335

Abstract

Ruqyah is one of the way of treatment of the disease, both physical and non-physical illness that existed before the advent of Islam. In the last ten years, ruqyah Syar’iyyah in Indonesia is growing rapidly with the implementation of a mass ruqyah by some Muslim groups. During its development, to meet the needs of the community will ruqyah, it is necessary to set up a clinic that specializes in serving the needs of the community and one of ruqyah experienced and intense clinics serving ruqyah until now is Ruqyah Surabaya Clinical Center which was founded in 2004. In the implementation of ruqyah, the ruqyah in Surabaya Ruqyah Center ruqyah can be made to either the human believers and disbelievers, and can also be carried out on a place like homes, shops, schools, dormitories, and others.
Analisis Normalisasi Pemukulan Suami terhadap Istri Perspektif Hukum Islam (Studi terhadap Pendapat Seorang Da’iyah di Media Sosial) Adynata Adynata; Sulaiman Sulaiman
An-Nida' Vol 46, No 1 (2022): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v46i1.19244

Abstract

Pernikahan merupakan wadah legal yang diberikan Islam untuk menciptakan kehidupan yang tenang dan bahagia di dunia, sekaligus ladang amal untuk menggapai kebahagiaan akhirat. Namun kehidupan berumah tangga tidak selalu mendatangkan kebahagiaan. Adakalanya istri melakukan pembangkangan terhadap suami, sehingga suami melakukan pemukulan yang dalam hukum negara dipandang sebagai tindakan terlarang. Namun Islam tidak sepenuhnya melarang tindakan pemukulan tersebut karena sebagian bentuk pemukulan suami terhadap istri disyariatkan. Dalam hal ini terjadi pertentangan hukum syariat dengan Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004. Pertentangan ini menimbulkan polemik di kalangan masyarakat ketika seorang Da’iyah menyampaikan  kebolehan suami memukul istrinya sehingga mendapat respon kontroversial dari para ustadz dan tokoh agama di berbagai media. Penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan metode content analysis terhadap isu pemukulan suami di media elektronik dan sumber rujukan hukum dari al-Quran dan al-Sunnah. Hasil dari pembahasan ini menyebutkan bahwa dalam Islam terdapat pemukulan suami terhadap istri yang dibenarkan, yaitu ketika istri melakukan nusyuz dan suami memukul dengan pukulan yang tidak melukai serta didahului dengan memberikan nasehat dan pisah tempat tidur, sedangkan pemukulan yang tidak memenuhi kriteria tertentu dilarang oleh Islam dan termasuk kezhaliman, maka tidak boleh dinormalisasi.