Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengolahan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menggunakan proses aerasi dalam kolom aerator plat berlubang Sisnayati Sisnayati; Dian S Dewi; R Komala; M Meilianti; Muhammad Faizal
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 3 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i3.996

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil terbesar Crude Palm Oil (CPO) di dunia. Namun industri ini menghasilkan limbah cair yang disebut Palm Oil Mill Effluent (POME) yang dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Teknologi yang digunakan untuk mengolah POME pada penelitian ini adalah Kolom Aerasi Plat Berlubang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh waktu aerasi terhadap kualitas POME ditinjau dari penurunan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD), Nitrogen Total (N-Total) dan pH dalam POME. Rangkaian alat penelitian terdiri dari Kolom Aerator dengan tinggi 100 cm dan diameter 10 cm serta di dalam kolom aerator dipasang plat berlubang dengan diameter lubang 0,5 cm dengan jarak masing-masing plat 10 cm. Pengambilan sampel dilakukan setiap 24 jam selama rentang waktu 6 hari, untuk diukur nilai pH menggunakan metode elektrometri, pengukuran nilai COD menggunakan metode reflux dan nilai N-Total diukur berdasarkan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik limbah POME sebelum proses aerasi memiliki nilai pH 5,73 dan mengandung COD dan N-Total yang sangat tinggi, yaitu berturut-turut 1.475,14 mg/L dan 91,12 mg/L yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan yang diizinkan. Kenaikan pH seiring dengan berjalannya waktu aerasi. Nilai pH tertinggi terjadi pada sampel POME I pada hari ke-5, yaitu 7,47. Semakin lama proses aerasi, maka kandungan COD dan N-Total akan semakin menurun, yaitu penurunan COD terbesar pada sampel POME II pada hari ke-6, sebesar 37,58 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 97,45%. Penurunan kandungan N-Total terbesar terjadi pada sampel POME I di hari ke-6, yaitu sebesar 0,42 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 99,54%.
PENGARUH KOMPOSISI BOTTOM ASH, SABUT KELAPA, DAN BATUBARA SUB-BITUMINUS SERTA PENGARUH WAKTU PENGERINGAN DALAM KUALITAS BRIKET Surya Hatina; Faizal Sisnayati; Muhammad Ridwan; Dewi Putri Yuniarti
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 2 (2022): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i2.9306

Abstract

Limbah bottom ash yang masih memiliki nilai kalor yang cukup tinggi masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar dengan mencampurkan limbah sabut kelapa dan batubara sub bituminus yang memiliki nilai kalor lebih tinggi. Pencampuran tersebut dipadatkan sebagai briket. Pada penelitian ini, briket dibuat dengan perbandingan sabut kelapa, abu dasar, dan batubara sub bituminus = 0,5:1:1 disertai perekat kanji. Waktu pengeringan briket adalah lima jam dalam oven memmert dengan suhu 105°C. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan analisis kalori. Hasilnya adalah briket dengan kadar air 5,90%, kadar abu 7,94%, kadar zat terbang 44,17%, dan nilai kalor 5647 kal/g dengan acuan nilai SNI01-6235-2000
Penerapan Teknologi Membran Nanofiltrasi-Reverse Osmosis Untuk Produksi Air Bersih dan Air Minum di Pesantren Kiai Marogan Palembang Sisnayati Sisnayati; Ria Komala; Ambo Intang; Muhammad Faizal
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.411

Abstract

Buruknya kualitas air Sungai Betutu yang mengelilingi Pondok Pesantren Kiai Marogan Palembang serta minimnya pengetahuan tentang cara mendapatkan air bersih dan air minum menyebabkan pihak pesantren kesulitan mendapatkan air bersih dan air minum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk membuat suatu teknologi terintegrasi nanofiltrasi-reverse osmosis guna memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum para santri dan staff pengajar di Pondok Pesantren Kiai Marogan yang sesuai standar baku mutu lingkungannya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan tahap persiapan, meliputi focus group discussion, survey lapangan, dan pengambilan sampel Sungai Betutu untuk mengetahui kualitas airnya. Setelah itu dilakukan tahap pengujian alat, tahap sosialisasi dan pelatihan, dimana pada tahap ini dilakukan penyuluhan tentang pentingnya air bersih dan bagaimana cara mendapatkannya serta pelatihan cara pengoperasian dan merawat alat yang diberikan. Tahap akhir adalah monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala terhadap kinerja alat serta mencari solusi untuk memecahkan masalah yang timbul selama proses teknologi ini digunakan. Dengan bertambahnya pengetahuan tentang pentingnya air bersih dan bagaimana cara mendapatkannya, teknologi ini dapat digunakan secara berkelanjutan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup para santri dan staff pengajar di Pondok Pesantren Kiai Marogan. Produk air bersih dan air minum yang dihasilkan menunjukkan bahwa teknologi terintegrasi nanofiltrasi-reverse osmosis ini mampu meningkatkan pH dan mampu menurunkan kandungan TDS, Kekeruhan, Fe, Mn, NO2 dan koliform hingga memenuhi standar yang diatur pada Permenkes RI No. 32 Tahun 2017 untuk air bersih dan Permenkes RI No. 492 Tahun 2010 untuk air minum.
Comparison of Alum and Poly Aluminum Chloride Coagulant Performance on Turbidity and pH of Lematang Enim PDAM Raw Water Komala, Ria; Subroto; Sisnayati; Dwipayana, Hendra; Nurlela
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 21 No. 1 (2024): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v21i1.13749

Abstract

Raw water is natural water found in lakes, rivers, streams, and underground sources before any treatment or purification processes. It typically contains various impurities, such as suspended solids, organic matter, pathogens, and dissolved minerals, which need to be removed to make it safe for consumption. Aluminum Sulfate and Poly Aluminum Chloride (PAC) are two commonly used chemicals in the treatment of raw water to remove impurities and make it suitable for drinking, industrial, or agricultural purposes. These chemicals play crucial roles in the purification process by aiding in the coagulation and flocculation of contaminants, which facilitates their removal through filtration. Study on raw water treatment using Aluminum Sulphate and Poly Aluminum Chloride (PAC) coagulants was carried out at Talang Jawa IPA PDAM Lematang Enim of Muara Enim District by taking raw water samples from Talang Jawa Intake and Pelita Sari Intake. This study aimed to find out the right type and dose of coagulant in the raw water treatment process.  he test parameters were turbidity and pH values. The research was conducted using a jar test to determine the dose of coagulant. The results showed the use of solid PAC was more effective for both intakes. The optimum coagulant dose is 20 ppm PAC in the raw water of Talang Jawa intake and Pelita Sari intake with turbidity of 2.62 NTU and 4.15 NTU and pH of 7.8 and 7.6.
Karakterisasi Karbon Aktif Pelet Kulit Kacang Tanah Dan Aplikasinya Pada Limbah Pewarna Sintesis Komala, Ria; Rina Dwi Oktaiani; Sisnayati; Dian Sari Dewi; Hendra Dwipayana; Nurlela
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14155

Abstract

Kacang  tanah   (Arachis hypogaea L.)  merupakan   tanaman   yang  tergolong  famili   Leguminoceae,  Kacang   tanah   sendiri   terdiri  dari   biji   dan   kulitnya,   dimana   kulitnya    tidak   dapat  zdimanfaatkan  secara  optimal  dan limbahnya   masih   merugikan   bagi   lingkungan.   Kandungan  selulosa  pada kulit  kacang  tanah  cukup  tinggi   sehinnga   dapat   digunakan   sebagai  penyerap  karena gugus ―OH terikat  pada  selulosa. Pada penelitian kali ini karbon aktif pelet kulit kacang tanah  digunakan  sebagai adsorben untuk menurunkan kadar warna dan menetralisis PH limbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi. Kulit Kacang tanah dikarbonisasi dengan suhu 450 o C selama 5 menit, kemudian diaktivasi dengan larutan NaCL pada konsentrasi 45% selama 2 hari. Karbon aktif  kulit kacang tanah dibuat menjadi pelet  sebanyak 100 gram dengan perbandingan komposisi penyusun adalah   karbon aktif kulit kacang tanah : zeolit : tanah Liat  sebesar   25% : 20%;55%(Sampel A) ,   50%;20%; 30% (Sampel B),   75%;20%;5%( Sampel C). Pelet karbon aktif kemudian dianalisa untuk mengetahui karektersitik   morfologi melalui uji SEM (Scanning Electron Microscopy) dan unsur-unsur penyusun karbon aktif pelet melalui uji EDS (Energy Disperese Spectroscopy). Dari hasil analisa menunjukkan morofologi pelet karbon aktif banyak terdapat pori tetapi bentuknya tidak homogen. Grafik spektrum EDS pellet karbon aktif menunjukkan adanya unsur karbon tertinggi pada sampel C  sebesar 70 % . Karbon aktif pelet dengan karakteristik tebaik  diaplikasikan ke llmbah pewarna sintesis melalui proses Adsorbsi dengan waktu kontak 180 menit, hasil analisa  didapat kenaikan pH  dari  4,2  menjadi 6.5. Sedangkan untuk kadar warna didapat persentase kenaikan sebesar 91,59%  yaitu dari sebesar 1843 TCU menjadi  155 TCU.    
Optimization of Palm Shell Drying to Enhance Adsorption Performance: A Kinetic Study and Exponential Model Surya Hatina; Dian Sari Dewi; Alfina; Sisnayati; Dewi Putri Yuniarti; Komala, Ria
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 21 No. 2 (2024): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v21i2.16722

Abstract

Palm shell has great potential as an adsorbent material due to its porosity and thermal stability, but its high moisture content can affect its surface area and absorption capacity. This study aims to optimize the drying process of palm shells to enhance their adsorption performance by applying an exponential model. The drying process was carried out at a temperature of 80°C with time variations ranging from 1 to 6 hours. Parameters measured included wet and dry moisture content, Moisture Ratio (MR), and drying rate. The results showed that drying the palm shell for 4 hours yielded the best results, with a reduction in wet moisture content by 19-21% and dry moisture content by 23-28%. The exponential model analysis provided drying rate constants for the three samples of 0.0443, 0.0238, and 0.0159, respectively. The measured MR graph compared with the model predictions showed a very good fit, with an R² value close to 1, meaning the exponential model is effective in predicting the drying rate. Adsorption performance was tested using a Dylon dye solution with a concentration of 25 ppm, where the palm shell was able to adsorb up to 85% of the dye within 180 minutes.
PENGOLAHAN AIR MENJADI AIR BERSIH DAN AIR MINUM DENGAN TEKNOLOGI MEMBRAN ULTRAFILTRASI DI KELURAHAN MUARA ENIM, KABUPATEN MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN Aprianti, Tine; Vidian, Fajri; Aprianti, Sisnayati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2178

Abstract

Sistem distribusi air bersih yang ada di Kecamatan Muara Enim pada saat ini belum menjangkau seluruh warga di kecamatan ini. Pelayanan PDAM Lematang Enim baru melayani sekitar 50% dari jumlah penduduk Kecamatan Muara Enim. Hal ini disebabkan oleh masih lambatnya pengembangan sistem distribusi air bersih di kecamatan ini dan rendahnya jam operasi layanan yang mengakibatkan minimnya waktu distribusi air bersih ke pelanggan yang rata-rata hanya mencapai ± 10 jam/hari. Pada Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang akan dilaksanakan ini berfokus pada lokasi Kelurahan Muara Enim yang sebagian besar warganya belum mendapatkan layanan PDAM yang mencukupi dan terpaksa mengandalkan air sumur atau air sungai. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sasaran untuk memenuhi kebutuhan air minum layak konsumsi yang dapat juga dijadikan peluang untuk wirausaha air minum isi ulang. Program ini diawali dengan penyuluhan tentang air minum layak konsumsi sesuai standar kesehatan, dilanjutkan dengan perakitan alat pengolah air menggunakan teknologi membran ultrafiltrasi. Setelah itu, mitra sasaran dilatih mengoperasikan alat agar dapat memanfaatkannya secara optimal. Kegiatan berikutnya adalah sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memahami fungsi alat tersebut dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan. Program ditutup dengan pembagian kuesioner kepada peserta sosialisasi untuk memperoleh umpan balik mengenai efektivitas kegiatan. Dari data isian kuesioner yang disebarkan, 80% masyarakat Kelurahan Muara Enim menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, hal ini membuktikan bahwa masyarakat sasaran menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.