Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Framing of Tempo's News Coverage on the Failure to Realise the Nawacita Programme in the Headline "Nawadosa Jokowi" Soediro, Rayhan Althaaf; Samodro, Dewanto
LEGAL BRIEF Vol. 14 No. 3 (2025): August: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v14i3.1383

Abstract

This study aims to examine the framing employed by Tempo in its coverage of the 10th anniversary of Jokowi's administration, focusing on issues in the priority sectors of Nawacita. This study employs a descriptive qualitative research method with data collection techniques of observation and documentation, and data analysis using Robert Entman's framing model. Robert Entman and Erwing Goffman's framing theory is used in this study to strengthen the analysis results and understand the background of Tempo as a media outlet that can influence its framing in news coverage. The results of this study indicate Tempo's critical stance toward the implementation of the Nawacita program over the past 10 years, with Tempo aligning itself with the opposition. This alignment is demonstrated through news articles with negative news values while still adhering to journalistic ethics
PERILAKU PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SUMBER BERITA OLEH GENERASI Z (STUDI PADA MAHASISWA DI JAKARTA SELATAN) Sevilla, Vinta; Saputra, Windhi T; Samodro, Dewanto
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/rk.8.1.59-66.2024

Abstract

The existence of hoaxes is now emerging on a massive scale and is difficult to define, so that media literacy skills are now the main requirement to avoid hoax information. Searching for and getting information is now very easy, and even without realizing it, information appears without the public having to look for it. The waves and flow of information are now very strong and literacy skills are needed. The need for media literacy is important because information in society comes in various contexts, including political information to health information. Generation Z is a part of society who is currently in a productive period, and uses information as their main source in living their lives. This research aims to see how Generation Z, in this case students, uses social media to search for news information. This research uses Wilson's Information Search Model, by looking at how Generation Z searches, finds and evaluates the information they get. The method used is descriptive qualitative with the aim of describing and viewing the conditions and situations of phenomena and realities that occur in Generation Z in utilizing social media as a means of information to obtain news. This research shows the results that Generation Z prefers to search for news using social media because social media has the advantage of speed and is equipped with easy features, and shows the information needed. Testing the credibility of information sourced from social media, Generation Z usually carries out further searches on search engines.
SOSIALISASI LITERASI INFORMASI RAMAH ANAK DI PONDOK PESANTREN ALKAMILAH, KABUPATEN SUKABUMI Siti Maryam; Dewanto Samodro; Kusumajanti Kusumajanti; Yani Hendrayani
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial telah menjadi sumber informasi bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Namun, tidak semua informasi di media sosial ramah untuk anak karena banyak informasi yang menampilkan kekerasan, pornografi, perundungan, hoaks, dan lain-lain. Karena itu, perlu ada sosialiasasi literasi informasi ramah anak kepada anak-anak maupun orang dewasa yang selama ini mendampingi anak-anak. Artikel ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat tentang sosialisasi literasi informasi ramah anak yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Kamilah, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan dilakukan dengan format diskusi dengan audiens ibu-ibu sekitar pondok pesantren. Melalui kegiatan diskusi diketahui bahwa banyak orang tua yang mendampingi anak atau cucunya dalam menggunakan ponsel cerdas
Media Sosial dan Jurnalisme Digital-Born dalam Demokrasi Digital: Implikasi terhadap Praktik Kerja Jurnalis Online Chairun Nisa Zempi; Dewanto Samodro; Gustiana Sabarina
Parapolitika: Journal of Politics and Democracy Studies Vol. 7 No. 1 (2026): PARAPOLITIKA: Journal of Politics and Democracy Studies
Publisher : Program Studi Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jpds.v7i1.13863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap praktik kerja jurnalis media digital-born serta bagaimana jurnalis memaknai peran profesional mereka dalam konteks demokrasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap jurnalis yang bekerja di media digital-born di Indonesia. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus melalui tahapan open coding dan axial coding untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial diposisikan sebagai infrastruktur awal untuk memantau isu politik dan dinamika opini publik, namun tidak dijadikan sebagai sumber legitimasi informasi. Di tengah tekanan kecepatan dan viralitas, jurnalis tetap menekankan pentingnya verifikasi, penilaian editorial, dan tanggung jawab etis. Temuan ini juga menunjukkan adanya negosiasi berkelanjutan antara logika platform media sosial dan nilai-nilai normatif jurnalisme, khususnya dalam agenda setting serta penanganan hoaks dan disinformasi politik. Penelitian ini menegaskan bahwa jurnalisme digital-born merupakan proses reposisi peran jurnalisme sebagai institusi demokrasi dalam menjaga kualitas diskursus politik di ruang publik digital
Cerdas Bermedia Sosial: Pendampingan Literasi Digital Ramah Anak untuk Menghindari Konten dan Informasi Negatif Vinta Sevilla; Dewanto Samodro; Zayyin Abdul Quddus; Gustiana Sabarina; Ferry Fernando
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer (ABDIKOM)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52958/abdikom.v4i1.12994

Abstract

Program pendampingan mengenai penggunaan media sosial yang cerdas dan ramah anak untuk siswa kelas 6 SD hingga 3 SMA adalah salah satu inisiatif penting di era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali anak dengan pengetahuan dasar tentang penggunaan platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, dan juga membahas mengenai etika berinteraksi di dalamnya. Materi yang diberikan diantaranya yaitu cara berkomunikasi dengan baik dan sopan, menghindari perundungan siber (cyberbullying), dan mengarahkan anak-anak ketika dihadapkan dengan keadaan tersebut. Selain itu, program ini juga fokus pada aspek keamanan daring, mengajarkan anak untuk melindungi informasi pribadi, dan yang berhubungan dengan keamaan informasi untuk anak. Selanjutnya melihat bahwa adanya kebutuhan untuk manajemen agar anak dapat menyeimbangkan aktivitas di dunia maya dan dunia nyata, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar atau interaksi sosial. Sehingga didalam kegiatan ini diupayakan dapat memberikan peningkatan kesadaran keamanan dalam berselancar di media sosial oleh anak, penguatan keterampilan literasi digital, dan pembentukan etika dan sikap positif di media sosial. Dari hasil pre-test dan post-test terjadi peningkatan pemahaman sebesar 49,05% yang berarti para peserta bisa memahami dan menggunakan social media secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.