Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Multidimensi Keberlanjutan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba: Multidimensional Analysis of Corn (Zea mays L.) Sustainability In Herlang District Bulukumba Regency Robbo, Anwar; Muliati Galib
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 10 No. 1 (2022): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v10i1.1565

Abstract

Corn is one type of food crop known by many people because corn is one of the staple food ingredients with a variety of processed foods. In addition, corn can also be used as animal feed. There are many factors that affect the sustainability of corn cultivation. The purpose of this study were: (1) analyzing the sustainability of corn cultivation in Herlang of Bulukumba district; (2) analyzing the sensitive attributes to the sustainability of corn cultivation in Herlang of Bulukumba district. Based on the results of the analysis, the sustainability index value of corn cultivation were: ecological dimension 61.10%, social and cultural dimension 53.73% with a quite sustainable category, while the economic dimension is 40.15%. infrastructure and technology dimensions 44.12% and legal and institutional 44.59% with less sustainable categories. The results of the analysis of leverage 51 attributes, there are 17 sensitive attributes that affect the sustainability of corn in Herlang district, Bulukumba regency. Improvement of attributes, especially sensitive attributes, can improve corn sustainability index.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN HORTIKULTURA PADA LAHAN KERING DI KECAMATAN EREMERASA KABUPATEN BANTAENG Saida, Saida; Robbo, Anwar; Haris, Abdul; Numba, Sudirman; Gaozhal, Ahmad
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/agrotek.v9i2.974

Abstract

of Indonesia, from June to July 2023. This study aimed to evaluate the actual and potential suitability classes of horticultural crops and limiting factors. The research method was quantitative descriptive, based on the FAO method modified by the Ministry of Agriculture according to land characteristics. The results showed that tomatoes and chillies in actual land suitability classes 1, 2, 3, 4, 7, 11, 12, 13, 14, 17, and 19 were marginally suitable (S3) and land class 5. Land suitability classes 6, 8, 9, 10, 15, 16, and 18 are unsuitable (N).
PENGEMBANGAN PELUANG BISNIS MEDIA TANAM COCOPEAT PADA KELOMPOK USAHA KARANGTARUNA BUNGA TERATAI DI KELURAHAN MAWANG KABUPATEN GOWA Nontji, Maimuna; Haris, Abdul; Abdullah, Abdullah; Sau, Maslia Tenri; Robbo, Anwar
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v9i1.10504

Abstract

Sabut kelapa sebagai bahan dasar cocopeat merupakan limbah, jika limbah ini diolah dengan baik, akan memberikan nilai ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Karang Taruna Bunga Teratai adalah  organisasi generasi muda di kelurahan Mawang Kabupaten Gowa, yang sudah mengembangkan rumah cocopet, namun proses produksi tidak berlanjut karena terkendala dengan mesin pencacah yang tidak bisa beroperasi lagi. Oleh karena itu melalui Program Pengabdian Masyarakat DRTPM ini, diharapkan proses produksi  aktif kembali. Tujuan kegiatan: (1). Sosialisasi dan pelatihan  tentang cara tepat mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat (2). Pelatihan, penerapan teknologi mesin cocopeat (3). Pendampingan manajemen pemasaran. (4) Evaluasi kegiatan. Tahapan kegiatan yaitu:(1).  Peningkatan keterampilan dengan metode pelatihan pengolahan sabut kelapa menjadi media tanam cocopeat. (2). Peningkatan fasilitas produksi dengan metode penggunaan teknologi mesin pencacah sabut kelapa menjadi cocopeat. (3) Peningkatan manajemen pemasaran dengan metode bimbingan teknis manajemen pemasaran. Hasil: (1). Peningkatan keterampilan masyarakat tentang pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat yang berkualitas, dengan metode perendaman selama 6 hari, penjemuran lalu pencacahan, kualitas cocopeat yang dihasilkan: berpori, teksturnya menyerupai tanah dan berwarna lebih gelap, steril bebas dari hama dan penyakit dengan kandungan KA 16%. (2) dengan penerapan teknologi mesin pencacah, terjadi efisiensi tenaga, waktu dan diperoleh rendemen 80%, (3). dengan pendampingan manajemen pemsaran, mitra terampil mempersiapkan produk untuk dipasarkan dengan label informasi kualitas cocopeat dan kemasan yang lebih menarik.