Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Personal Hygiene dan Status Gizi dengan Infeksi Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri di Natar Harmeida Risa; Efrida Warganegara; Ermin Rachmawati; Hanna Mutiara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kecacingan di Indonesia relatif tinggi yaitu sebesar 22,6% dengan mayoritas penderita adalah balita dan murid sekolah dasar. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kecacingan adalah personal hygiene yang buruk. Kecacingan dapat menyebabkan status gizi anak menjadi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan status gizi dengan infeksi kecacingan pada siswa sekolah dasar negeri di Natar. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SDN di Natar bulan Oktober-November 2015. Subjek penelitian adalah 50 orang siswa kelas 1 sampai kelas 6. Hubungan antara personal hygiene dan status gizi dengan infeksi kecacingan diuji dengan uji statistik Chi-square dengan menggunakan software komputer. Penilaian personal hygiene dilakukan dengan menggunakan kuesioner, penilaian status gizi melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan serta uji laboratorium dengan metode apung untuk penilaian infeksi kecacingan. Dari 50 responden, 62% mengalami infeksi kecacingan dengan jenis Ascaris lumbricoides. Status gizi berdasarkan IMT/U kategori kurus 10%, normal 80%, gemuk 6% dan sangat gemuk 4%. Prevalensi kebersihan kuku 64%, alas kaki 60%, dan cuci tangan 62% kategori tidak baik. Terdapat hubungan antara kebersihan kuku, penggunaan alas kaki, dan kebiasaan cuci tangan dengan infeksi kecacingan dengan masing-masing p value 0,002, 0,009, dan 0,000. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan infeksi kecacingan dengan p value 0,80. Terdapat hubungan antara personal hygiene dengan infeksi kecacingan namun tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan infeksi kecacingan.Kata Kunci: infeksi kecacingan, personal hygiene, status gizi
Multidomain Lifestyle Factors and a Preliminary Composite Lifestyle Score in Patients with Acute Coronary Syndrome: A Pilot Case-Control Study Ermin Rachmawati; Riskiyah Riskiyah; Muhammad Ramadhani Aurino Disastranegara; Firdausiyatul Ulya; Ufaira Ramadhanti Majid; Rifki Zidan Nugraha; Indra Wahyu Saputra; Indra Hidayah Ramadhan; Larasati Sekar Kinasih
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 34 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2026.034.02.10

Abstract

In recent years, the incidence of Acute Coronary Syndrome (ACS) has been increasing worldwide. Although modified risk factors are well established, the combined contribution of lifestyle factors to ACS has not been extensively studied. This study aimed to examine multidomain lifestyle factors associated with ACS by developing a preliminary lifestyle composite. A pilot case-control study was conducted using data from 55 ACS cases and 55 healthy controls. Lifestyle factors were assessed using a questionnaire including the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21), Food Habits Questionnaire (FHQ), Night Eating Diagnostic Questionnaire (NEDQ), and the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). The hypothesis was analyzed using a bivariate test, followed by binary logistic regression. Bivariate analysis identified educational level (p=0.019), comorbidities (p<0.001), body mass index (p=0.037), stress level (p=0.001), sleep quality (p=0.004), night eating patterns (p<0.001), fat consumption, and physical activity (p<0.000) associated with ACS incidence. A preliminary composite lifestyle score was constructed and was strongly associated with ACS incidence (p<0.001). Multivariable logistic regression further confirmed that preliminary composite lifestyle risk, comorbidities, age, and BMI independently predicted ACS occurrence, with comorbidities (OR=16.69; 95% CI:4.05-68.67) and lifestyle risk (Wald X2=17.2), followed by BMI (OR=3.15; 95% CI:1.21-8.22) and age (OR=2.82; 95% CI:1.46-5.45). The preliminary composite lifestyle score demonstrated a strong association with ACS Status, and warrants validation in larger, prospective cohorts before clinical application.