Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroteksos

UPAYA MEMPERTAHANKAN MUTU BERAS DALAM METODE PENYIMPANAN ( STUDI KASUS PADA PASAR WAGE DI KABUPATEN NGANJUK ) Mahayani, Anak Agung Putu Sri; Nirmalawaty, Amelia; Setiawan, Albi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui metode penyimpanan beras pada tingkat pedagang apakah sudah sesuai dengan Good Warehouse Practice pada upaya mempertahankan mutu. Penelitian ini dilakukan melalui metode wawancara dengan pedagang di pasar Wage Nganjuk. Hasil penelitian menunjukan pedagang di pasar Wage Kabupaten Nganjuk kurang paham (nilai total rata-rata < 50 %) mengenai metode penyimpanan beras yang sesuai good warehouse practices. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai setiap jawaban sebesar 42,3 % kurang paham, 17,3 % cukup paham, 40,5 % paham. Kurangnya pemahaman diakibatkan karena responden kurang memahami kualitas mutu, pencatatan administrasi, ciri label, kondisi gudang, kondisi tumpukan.
PEMBUATAN TEH HERBAL DENGAN BAHAN BAKU DAUN GINSENG JAWA (Talinum paniculatum), ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) DAN SERAI (Cymbopogon citratus) Fajriyah, Maulidatul; Nirmalawaty, Amelia; Rosida, Dwi Agustiyah; Panjaitan, Tiurma Wiliana Susanti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesukaan panelis terhadap teh herbal berbahan baku daun ginseng jawa, rosella dan serai. Komposisi daun ginseng jawa, rosella dan serai yang digunakan adalah : P1 (Daun Ginseng Jawa 100% : Bunga Rosella 0% : Serai : 0%); P2 (Daun Ginseng Jawa 50% : Bunga Rosella 50% : Serai : 0%), P3 (Daun Ginseng Jawa 50% : Bunga Rosella 0% : Serai : 50%) dan P4 (Daun Ginseng Jawa 50% : Bunga Rosella 25% : Serai :25%). Pengujian dilakukan terhadap 40 orang panelis meliputi rasa, warna dan aroma menggunakan uji organoleptik skala hedonik 1-5 dengan kategori penilaian sangat suka (5), suka (4), cukup suka (3), tidak suka (2) dan sangat tidak suka (1). Data dianalisis dengan analisis variansi. Tingkat pengukuran data hasil uji organoleptik masih dalam bentuk ordinal, sehingga ditransformasikan ke interval dengan metode suksesif interval (MSI) sebelum dilakukan analisis variansi. Pengujian dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi daun ginseng jawa, rosella dan serai berpengaruh sanyat nyata terhadap kesukaan panelis pada rasa, warna dan aroma teh herbal (p=0.000). Perlakuan yang paling disukai adalah perlakuan P4 untuk semua parameter (rasa, warna dan aroma).
PENGARUH SUBSTITUSI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP KUALITAS NUGGET Yuliasanti, Ristin; Rosida, Dwi Agustiyah; Nirmalawaty, Amelia; Mahayani, A. A Putu Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1336

Abstract

Inovasi bahan baku pembuatan nugget semakin beragam termasuk pemanfaatan sumber protein hewani lain seperti ikan lele dumbo yang bertujuan untuk meningkatkan kandungan nutrisi, sifat sensorik dan karakteristik kimia. Olahan nugget dari ikan lele memiliki kelemahan yaitu kandungan seratnya rendah, sehingga perlu di substitusikan dengan bahan kaya serat seperti labu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ikan lele dumbo dan labu kuning terhadap kadar protein, kadar lemak dan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, warna, aroma dan tekstur nugget. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu substitusi ikan lele dumbo dan labu kuning dengan 4 taraf perlakuan : P0 (100%:0%), P1 (80%:20%), P2 (60%:40%), P3 (40%:60%). Data yang terkumpul dinalisis dengan ANAVA, khusus data kesukaan panelis (ordinal) ditransformasikan ke interval dengan metoda suksessif interval, selanjutnya jika terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi ikan lele dumbo dan labu kuning berpengaruh nyata terhadap kadar protein (P=0.000), kesukaan panelis pada warna (P =0.010) dan tekstur (P =0.004) namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak (P=0.282), rasa (P=0.138) dan aroma nugget (P=0.409). Semua perlakuan telah memenuhi SNI 7758:2013 kadar protein dan kadar lemak nugget ikan, kecuali perlakuan P3 belum memenuhi standar kadar protein
Upaya UPAYA MEMPERTAHANKAN KESEGARAN UDANG VANAME DENGAN BUBUK INSTAN KULIT PISANG KEPOK Nirmalawaty, Amelia; Naini, Rida Samsahas; Mahayani, Anak Agung Putu Sri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1491

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempertahankan kesegaran udang vaname melalui bubuk instan kulit pisang kapok. Sebelum digunakan sebagai bahan “pengawet”, ekstrak kulit pisang diubah menjadi bubuk instan melalui metode foam mat drying dengan putih telur sebagai bahan pembusa. Rancangan penelitan yang digunakan dalam pembuatan bubuk instan kulit pisang kepok adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf konsentrasi putih telur yaitu 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%. Pada penelitian ini, parameter fisik yang diamati meliputi rendemen, kelarutan, kecepatan larut, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi putih telur tidak berpengaruh signifikan terhadap semua parameter (p > 0,05). Secara deskriptifkonsentrasi 15% menghasilkan rendemen tertinggi (16,82%), kadar air terendah (24,2%), dan kelarutan tinggi (85%). Kecepatan larut tercepat diperoleh pada konsentrasi 10% dan 30% (3,7–4,3 detik). Berdasarkan uji de Garmo, disimpulkan konsentrasi 15% merupakan perlakuan terpilih untuk pengujian kesegaran udang vaname. Uji organoleptic (SNI 01-2346.1-2006) terhadap udang vaname menunjukkan bahwa larutan bubuk instan mampu mempertahankan kenampakan, bau, dan tekstur udang lebih baik dibandingkan kontrol negatif, dan mendekati kontrol positif (perendaman es). Kesimpulannya, konsentrasi 15% putih telur efektif menghasilkan bubuk pengawet instan yang unggul secara fisik dan fungsional, serta berpotensi sebagai pengawet alami yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan.